SO HURT TO LOVE U

SO HURT TO LOVE U
Kau menyakitiku!


__ADS_3

Aksa Franklin terus menarik tangan Jameela pergi dari tempat itu. Aksa, benar-benar marah pada Jameela. Ia marah melihat Jameela berpose nakal di hadapan lelaki lain. Aksa cemburu. Lelaki lain menyentuh Jameela walau hanya sebatas pekerjaan. Dan, ia benci itu.


Aksa terus menarik tangan Jameela sampai ke luar gedung. Lalu, kemudian begitu sampai di mobil yg terparkir di luar gedung itu ia mendorong tubuh Jameela untuk masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil itu, dan selama perjalanan ia memaksa Jameela memenuhi hasrat lelakinya. Ia mencium dan ia menggigit bibir dan leher Jameela. Sungguh, brutal perlakuan Aksa terhadap Jameela.


Ia memaksa dan memperlakukan Jameela bagaikan seorang pelacur tak berharga. Ia sangat kasar dalam menyentuh Jameela. Tiada, kelembutan sama sekali. Dan, semua sentuhan Aksa benar-benar meyakiti tubuh Jameela.


Jameela berteriak demikian kerasnya menghadapi perlakuan kasar Aksa.


"Arrrgghh....."


"Aksa!!!"


"Hentikan!!!"


"Kau, menyakitiku!!!" ucap Jameela bernada mohon.


"Apa???"


"Hentikan?"


"Kau, minta aku berhenti?" ucap Aksa dengan mata melotot. Semakin, membuat Jameela ketakutan.


"Aksa, tak bisakah kau bersikap sedikit lembut padaku?"


"Aku ini istrimu, Aksa!"


"Aku, mohon?"


"Tolong, hargai aku?" ucapnya sambil terisak sementara Aksa tidak peduli ia terus saja melanjutkan aksinya. Membuat, Jameela semakin terluka.


Aksa tak peduli dengan airmata Jameela. Yang ia pedulikan adalah amarah dan rasa cemburunya yg membabi buta. Hingga, ia tak sadar telah menyakiti Jameela hingga demikian rupa.


Bahkan, bukan hanya di mobil tapi ketika sampai di rumah pun Aksa tetap tak berhenti. Ia melempar tubuh Jameela ke tempat tidur dengan kasar.


"Apa, maksudmu keluar rumah! Hah?"


"Ti....tidak ada maksud apa-apa, Aksa!"


"Oh, tidak ada maksud apa-apa?"


Jameela diam.


"Apa, kau tahu?"


"Mila, sayang?"


"Kau, sudah menyakitiku?"


"Kau meruntuhkan harga diriku sebagai seorang laki-laki." ucap Aksa sambil melemparkan vas bunga ke arah kepala Jameela tapi tidak kena. Malah, vas bunga itu hancur mengenai dinding kamar.


"Praangg!!!"


Jameela terkejut!


Ia tak menyangka, Aksa akan sedemikian kasarnya. Bahkan, sampai ingin melukainya. Jameela semakin ketakutan. Ia duduk meringkuk di atas tempt tidur.


Aksa yg sekarang terlihat seperti banteng liar. Yg sedang hilang kendali. Yg dengan segala amarahnya sanggu melenyapkan siapa saja.

__ADS_1


Sementara, Aksa ia terduduk lemas di lantai. Dengan, angin malam sepoi-sepoi membelai wajahnya yg tampan berkabut luka.


Kembali ia teringat akan Laila yg sudah menyakitinya. Kembali, ia teringat akan wanita yg sudah membuat hatinya hancur.


"Mengapa, kau menyakitiku?"


"Mengapa, kau melukaiku?"


"Mengapa, kau meninggalkanku!!!"


"MENGAPA!!!" ucapnya sambil berteriak. Hingga membuat Jameela jadi tersentak. Ia kemudian bangkit dan melihat Aksa tampak seperti orang yg sudah tidak berdaya.


Ia iba melihatnya, buruan ia menghampiri Aksa dan memeluknya dengan hangat.


"Maafkan, aku Aksa!"


Aksa ya mendapat pelukan hangat dari Jameela perlahan mengangkat kepalanya. Ia lalu, menyentuh kedua pipi Jameela.


"Katakan, padaku apa salahku sampai kau pergi meninggalkanku?"


"Apa, aku terlalu kasar padamu?"


"Katakan, baby?"


"Katakan!"


"Apa, aku terlalu kasar padamu?"


"Apa, aku menyakitimu???" ucap Aksa sambil menatap mata Jameela sayu.


Lalu, akhirnya tubuh Aksa lunglai sambil mengucap satu nama.....


"LAILA" ucapnya lalu ia pun jatuh dalam pelukan Jameela, istrinya.


"La.....Lai.....Laila???" ucapnya terbata-bata.


Jameela duduk tertegun dengan tubuh Aksa bersamanya. Ia tak menyangka ternyata Aksa mempunyai wanita lain selain dirinya.


Ia merasa sedikit kecewa. Ia tidak tahu apakah ia harus sedih atau pun gembira. Ia hanya merasa saat ini Aksa terluka juga karena perbuatannya.


Akhirnya, ia memapah tubuh Aksa itu dan membaringkannya di atas tempat tidur. Lelah, juga ia mengangkat tubuh Aksa yg tampak lelah setelah ia habis-habisan meluapkan amarahnya kepada Jameela.


Ia membelai lembut wajah suaminya itu sambil berkata....


"Maafkan, aku jika aku sudah melukai hatimu!"


"Aku berjanji, mulai sekarang aku akan mematuhi kata-katamu!" ucap Jameela lalu ia pun berbaring di sisi suaminya. Ia memeluknya hingga ia terlelap terbang ke alam mimpi.


Sampai akhirnya malam pun berganti pagi. Aksa pun membuka mata dan ia tak melihat Jameela disana. Ia teringat akan kejadian tadi malam. Dan, ia menyesal sudah menyakiti Jameela.


Ia pun mengambil ponselnya dan ia menekan nomor Ale anak buah kepercayaannya.


"Ale!"


"Ya, bos!"


"Selidiki, fotografer yg bekerja dengan istriku kemarin!"


"Kalau, perlu culik dia dan bawa ke tempat biasa."

__ADS_1


"Ingat!!!"


"Lakukan, dengan hati-hati!"


"Jangan, sampai ketahuan orang!"


"Oke!"


"Oke, bos!"


"Siap, bos!" ucap Ale lalu mematikan teleponnya.


Aksa menarik nafas panjang. Ia pun lalu turun dari ranjang mencari Jameela, istrinya. Ia mencari istrinya di ruang mana pun. Bahkan, sampai ke dapur.


Di ruang dapur ia melihat istrinya sedang memasak makanan. Ia pun lalu memeluknya dari belakang membuat Jameela terkejut bukan kepalang.


"Aksa!!!" pekiknya.


"Kamu, sudah bangun?"


"Sudah, baby?"


"Kamu, sedang apa baby?"


"Sedang, masak sarapan pagi buat kamu!" ucap Jameela.


"Ngapain, repot-repot masak!"


"Tinggal, suruh pembantu aja yg masak!" ucap Aksa sambil menjilati belakang tengkuk istrinya. Membuat, Jameela kegelian.


"Aksa, jangan!!!"


"Aku, sedang masak!"


"Nanti, masakanku gosong dong?" ucap Jameela.


"Matikan, aja kompornya!"


"Tapi, aku kan mau masak buat kamu?"


"Gak, usah aku mau makan kamu aja!" ucap Aksa lembut sambil kemudian menggendong tubuh Jameela. Dan, membawanya langsung ke kamar pribadi mereka.


"Aaaa!"


"Aksa, kamu mau ngapain!!!"


"Mau, kasih janji aku ke kamu!"


"Aksa, aku kan gak minta?"


"Kamu, gak minta!"


"Tapi, adik kecilku yg minta!!!" ucapnya.


"Aksa!!!"


"Kamu, ini keterlaluan!!!"


"Aaahh" jerit Jameela ketika Aksa sudah memulai aksinya kembali. Memberi, kehangatan kepada istrinya yg tercinta.

__ADS_1


Berkali-kali, ia mengulanginya bersama istrinya. Dan, berkali-kali pula Jameela merasakan indahnya surga dunia. Ia merasa puas setiap kali Aksa menyentuhnya dan memberinya kehangatan cinta.


Jameela merasa bahagia. Terlebih, lagi Aksa. Ia sangat senang setiap kali ia mendengar suara indah keluar dari bibir indah Jameela. Mereka pun akhirnya kelelahan dan akhirnya mereka pun saling mencium dalam diam. Merasakan, debaran hati mereka masing-masing.


__ADS_2