Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
Prolog


__ADS_3

6 bulan kemudian setelah pristiwa Dome Daeki


" hmmm... " nampak Toaru yang sedang duduk diatas motornya, menata kearah lereng bukit yang didalamnya terdapat sekelompok Skeleton senshi,


" 1,2,3,4,9 wauw.... ada banyak sekali mereka " batin Toaru, matanya yang tidak henti bergerak menandakan bahwa ia sedang menunggu seseorang dari atas, ia segera berdiri dari motornya ketika melihat seorang Kapten keluar dari dalam ruanganya,


" selamat siang Kapten "


" siang! " jawab sang kapten sambil berjalan menuju ruang makan yang berada diujung lereng, sebelum masuk ia dicek oleh penjaga dan dibiarkan masuk ketika dirasa sudah aman, sama seperti Skeleton senshi lainya, ia sangat menyukai daging manusia namun naas disaat itu ia tidak bisa menikmatinya,


" halo Kapten " ucap Toaru yang berjongkok diatas meja makan didepanya,


" siapa kau " sang kapten segera mengeluarkan pistolnya dan menembak Toaru beberapa kali,


DOR DOR DOR


" kau melakukan kesalahan kapten " jawab Toaru


Kapten yang malang itu hanya bisa terdiam ketika melihat seluruh luka bekas peluru ditubuh Toaru secara perlahan beregenerasi,


" kau pasti- "


" panggil aku Ryu " jawab Toaru,


sang kapten terpatung ketika melihat retina mata Toaru yang berwarna hitam dengan pupil berwarna biru tua, Toaru meletakan sebuah peta dihadapanya dan menyuruhnya untuk melingkari sebuah titik yang ia cari,


" katakan darimana timmu mendapatkan serpihan kaca ini? " tanya Toaru sambil menunjukan sebuah kaca berwarna hijau dikedua tanganya,


" aku tidak tahu "


" pilihan yang salah " Toaru memotong kaki kapten itu dengan sadisnya, membiarkan pria itu mengerang kesakitan,


" baiklah baiklah akan kuberitahu " ucap kapten itu,


dengan bersusah payah ia mengoleskan sebuah tanda bulat dengan darahnya diatas peta itu,


" tempat apa yang kau lingkari? "


" tempat yang kau cari... tempat serpihan kaca itu berasal.. Sebuah gereja usang dimana kami berburu manusia disana "


mendengar perkataan itu Toaru segera mengambil petanya dan pergi meninggalkan si kapten dalam keadaan terluka, ia keluar melalui pintu depan dimana seluru orang disana sudah terkapar dalam keadaan tak bernyawa, Toaru yang melihat itu hanya tersenyum dan mengendarai motornya menuju tempat yang sudah ditandai oleh sang kapten berusan,


Gereja


Seorang pria dengan senapan jarak jauhnya terduduk diatas menara gereja seperti menunggu sesuatu,


" OY HARTZ! " panggil Aiga dari lantai bawah,


" siap tuan " pria itu segera menuruni menara itu menggunakan tali yang menjulur dari atas kebawah,

__ADS_1


" kau melihat sesuatu? " tanya Aiga


" tidak tuan! " jawab Hartz


" aku merasakan kita akan kedatangan tamu dalam waktu dekat " Aiga segera keluar dari gerejanya sambil membawa Tombaknya yang bernama Spear of destiny kearah lautan luas didepanya,


Ia lalu mengetukan Tombaknya ketanah hingga membuat laut terbelah menjadi dua,


" dipikir cuman dia yang bisa membelah lautan? " ucap Hartz dibelakang Aiga,


Mereka berdua segera berjalan masuk kedalam laut yang terbelah, berjalan kearah sebuah batu ditengah lautan, Aiga lalu mengangkat tombaknya tinggi tinggu dan menancapkanya kedalam batu itu,


" Hartz... Kau siapkan ranjau " ucap Aiga


" Siap tuan.. Akan saya laksanakan "


Mereka berjalan kembali ke tepian pantai dan ketika Aiga menjentikan jarinya sekali, laut yang tadinya terbelah segera tertutup kembali menenggelamkan tombaknya didalam air, lantas ia menggunakan tombaknya yang satu lagi yaitu Spear of Dawn,


Hartz nampak sibuk menanam banyak ranjau disekitar gereja sementara Aiga berjalan masuk kembali kedalam gereja,


6 bulan telah berlalu,setelah kejadian di Daeki para Bashina sudah mulai mencari Toaru dan lebih berhati hati terlebih setelah Toaru berhasil membunuh Jay dan menguasai kekuatan Lock sebelumnya, dan Toaru rupanya sudah mulai mahir menggunakan kekuatanya sedikit demi sedikit,


TOARU Rainforest


Toaru yang sedang memacu motornya dengan kencang secara tiba tiba dikejutkan dengan sebuah ranjau yang meledakan dirinya dan motornya,


" SERANG DIA! " rupanya itu adalah sebuah jebakan yang dibuat oleh Skeleton Senshi,


mereka mendekati Toaru secara perlahan dengan senapan tertodong kearahnya, Toaru lalu berdiri tanpa adanya terluka sedikitpun,


" TEMBAK!!! "


Ratusan peluru ditembakan kearah Toaru secara membabi buta, namun sebelum mengenainya Toaru dengan cepat menepuk kedua tanganya hingga mengirimkan mereka semua kedalam dimensi Undervoid,


" dimana kita? " tanya salah seorang dari mereka


" AAAAAHHHHH! Apa yang terjadi dengan kita! " teriak seorang pria ketika melihat tubuhnya meleleh secara perlahan,


Salah satu rekanya juga secara tiba tiba ditarik kedalam tanah oleh rantai yang menjulur secara tiba tiba,


" HAHAHAHAHAHAHA KALIAN MANUSIA LEMAH" ucap Toaru yang entah dimana raganya,


mereka dibuat mati secara perlahan oleh Toaru, hingga menyisahkan satu orang personil, pria itu hanya bisa terdiam ketika melihat bayangan mata Toaru diatas langit sampai tak sadar bahwa tubuhnya sedang dililit dengan rantai secara perlahan hingga hancur tak tersisa,


Toaru lalu muncul ditengah padang rumput putih itu, dan meludahi tubuh para Skeleton senshi itu, tiba tiba saja dunia yang suram itu berubah kembali menjadi dunia yang normal setelah Toaru menjentikan jarinya sekali lagi,


" dasar para kecoak..! Motorku jadi rusak! " kesal Toaru sambil menendang nendang tanah, ia lalu duduk diatas tanah yang kering dan berpangku tangan,


" baiklah... Mau tidak mau aku harus berjalan " batin Toaru " tapi aku malas sekali "

__ADS_1


namun secara tiba tiba ketika ia berdiri segerombolan mobil mendatangi tempatnya, Toaru yang melihat itu tetap santai bahkan ketika seluruh senapan terarah kepadanya,


" kau yang membunuh mereka semua? " tanya seorang pria sambil menghisap sepuntung rokok,


" ya.... Benar aku yang membunuh mereka " jawab Toaru sambil menunjuk salah satu mayat disana,


" darimana asalmu? "


" aku.... Tinggal sendirian di tepi laut " jawab Toaru dengan bohong,


" geledah dia " perintah pria itu,


Tubuh Toaru digeledah dan mereka hanya menemukan sepucuk pistol dan pisau dari dalam kantongnya,


" dia aman pak! "


" hei... kau mau ikut kami? Akan sangat berbahaya jika kau pulang malam malam "


" kalian siapa? " tanya Toaru


" kami Outriders... Kau pernah mendengarnya? Dan namaku adalah Ludvik " ucap Ludvik sambil mengulurkan tanganya,


" oh aku pernah dengar... Kalian adalah musuh bebuyutan orang orang ini " jawab Toaru sambil menunjuk kearah sebuah mayat didekatnya,


" kau benar sekali "


" hmm.... Baiklah aku akan ikut kalian " ucap Toaru


" kalau begitu naiklah " ajak Ludvik


Toaru menuruti perkataan Ludvik seaakan seperti orang yang bodoh walaupun ia sudah merancanakan sesuatu, ia akan dibawa kemarkas Outriders yang berbentuk sebuab kota bernama Distrik yang berada didalam Dome yang sudah rusak dan ditinggalkan, disana banyak orang yang bertransaksi dan melakukan hal-hal biasa seperti bercocok tanam dan lainya, dan juga para Outriders yang menjaga mereka dari dunia luar yang berbahaya,


" hei nak.... Kau baru disini? " tanya seorang pria berbadan besar yang duduk disebelahnya,


" iya... " jawab Toaru dengan malu malu


" jangan takuti dia Jacob! " ucap Ludvik


" biarkan saja Ludvik... Hei jika kau macam macam.. Akan kupatahkan lehermu! Mengerti? "


Toaru yang mendengar hal itu hanya mengangguk


" sebelumnya perkenalan namaku Jacob, biasanya mereka memanggilku Cobalt " jawab Cobalt


" aku Ryuto " jawab Toaru


" salam kenal Ryuto, namaku Zhin " ucap sang supir dari depan,


" fokus saja mengendarai mobilnya Zhin! " jawab Cobalt

__ADS_1


" berisik kau " jawab Zhin dengan kesal,


Selanjutnya mereka melanjutkan perbincangan ditengah perjalanan tentang masa lalu mereka dan masa lalu Toaru yang ia rangkai se meyakinkan mungkin.


__ADS_2