Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
Pertempuran Pesisir


__ADS_3

" TUAN... aku melihat mereka! " teriak Hartz


" TEMBAK SEKARANG! " perintah Aiga,


Hartz lantas langsung menarik pelatuk snipernya dan mengenai orang yang mengemudikan mobilnya hingga membuat mobil itu terguling dan menabrak pintu gereja itu,


" TUAN!? APAKAH ANDA BAIK BAIK SAJA? " tanya Hartz


" Hartz! Tetap dian ditempat kau berada " ucap Aiga, matanya terus menerus melirik kesana kemari,


Wusshhhhhh


Aiga yang mendengar suara aneh segera menoleh dan melihat sebuah roket meluncur kearahnya, ia lantas melemparkan tombaknya ke arah roket itu hingga meledakanya


BOOOM


Belum selesai ia menghela nafas, dari balik asap ledakan, munculah Toaru sambil melempar kembali tombak milik Aiga kearahnya,


" AIGA!! " Toaru melompat sambil menghunuskan katananya ke tombak Aiga,


Aiga lantas menghempaskan Toaru hingga keluar Gerejanya, mereka saling beradu senjata sampai Toaru mengeluarkan beberapa jarum yang terbuat dari tulang dan melesatkanya kearah Aiga,


SEMENTARA ITU DI MENARA GEREJA


Hartz yang sedang sibuk menembak secara tiba tiba disergap oleh Iohan dari belakangnya, Hartz lantas mengambil pistol dikantung nya namun Iohan segera menendang tangan Hartz hingga membuat pistol itu terpental,


" hand to hand? " tanya Hartz


" Hand to hand! " jawab Iohan


mereka lalu berlari kearah satu sama lain, dan mulai saling beradu tinju, Iohan berhasil memukul hidung Hartz hingga patah, namun Hartz dengan cepat segera membalasnya dengan pukulan telak di bagian dadanya,


PANTAI


Brakkkkkk


Toaru dilempar dengan keras ke atas tanah,


" cih! segitu saja!? " tanya Aiga


Toaru lantas mengeluarkan 5 menara andalanya yang mengeluarkan rantai dan mengejar Aiga kemanapun ia pergi, namun suatu hal yang tidak terpikirkan oleh Toaru terjadi,


" Holy ****! " ucap Toaru ketika melihat gelombang besar air laut mengarah tepat kearahnya, gelombang itu menembakan puluhan air berbentuk jarum ke segala arah, bahkan hampir merusak seluruh bangunan gereja, Toaru akhirnya tenggelam didalam gelombang air itu yang seketika 4 buah tombak menusuk dirinya dari berbagai arah, membuat gelombang air itu berubah menjadi warna merah pekat,


" KUPIKIR AKAN SESULIT YANG KUBAYANGKAN " teriak Aiga yang berdiri di atas batu karang yang berada ditengah laut, Aiga lalu melepaskan gelombang besar itu dari Toaru dan terlihatlah Toaru yang tertunduk diam dengan 4 tombak menusuk tubuhnya,


" Kau.... " ucap Toaru


" aku kira kau masih sekuat dahulu.. Ternyata hanya amatiran yang baru belajar " jawab Aiga


" memang! Lebih pantas Lock yang mengendalikan tubuhmu yang lemah itu "

__ADS_1


SEMENTARA ITU DI GEREJA


Iohan yang tidak unggul di kecepatan akhirnya berhasil dipukul mundur oleh Hartz yang sangat lincah,


" Uhuk Uhuk..... hebat juga kau " ucap Iohan sambil mengelap mulutnya yang terkena noda darah,


" kata kata terakhir? " tanya Hartz lalu mengeluarkan pisaunya dari dalam kantongnya,


" **** you " ucap Iohan dengan nada pelan


namun secara mendadak Arisa muncul dari bawah menara sambil membawa sebuah Machete di tangan kananya,


" ARISA APA YANG KAU LAKUKAN? " teriak Iohan


Pertarungan saling adu pedang pun tak terelakan, Hartz yang lincah rupanya bisa diimbangi oleh Arisa, bahkan ia lebih cepat daripada Hartz, Iohan hanya bisa terdiam ketika melihat Arisa yang begitu terampilnya dalam bertarung,


" DASAR! " Hartz lantas mengambil pistol yang tergeletak diatas lantai, akan tetapi Arisa yang langsung menyadarinya dengan segera menendang tangan Hartz ketika ia menekan pelatuknya,


DOR DOR DOR


" PECUNDANG! " Bentak Arisa ia lalu menebas dada Hartz hingga Hartz tersungkur ketanah dan menancapkan Machetenya tepat diatas kepala Hartz,


Iohan hanya bisa terdiam ketika melihat Arisa mengelap noda darah di tanganya,


" apa kau baik baik saja? " tanya Arisa sambil berjalan menghampiri Iohan,


" yap aku baik baik saja.. " Iohan dengan susah payah mencoba berdiri dan berjalan kearah jendela gereja untuk melihat pertarungan Toaru,


BLAAAAM!


" bagaimana cara mengeluarkan Undervoid!!!! " batin Toaru,


Namun belum sempat ia menoleh secara tiba tiba Aiga menggapai wajahnya dan dibenturkan kelaut


Yang secara ajaib mengeras,


" Uhuk Uhuk " batuk Toaru yang mengeluarkan darah,


Aiga lalu mendarat di hadapanya sementara Toaru mencoba berdiri dengan susah payah, ia juga mengarahkan katananya kearah Aiga,


" Singing water bullet " ucap Aiga


" Suara apa ini? " batin Toaru ketika mendengar Aiga yang bersenandung, " eh apa yang dia lakukan? "


Ketika Toaru memincingkan matanya ia baru tersadar bahwa ratusan proyektil air berbentuk jarum sedang melesat kearahnya,


" BAJINGAN " Toaru segera berlari meninggalkan Aiga namun ia tidak bisa sembunyi dikarenakan ia berada diatas laut yang kosong dan naasnya ratusan jarum air itu menembus tubuh Toaru dengan bertubi tubi, hingga air dibawahnya berubah warna menjadi merah pekat,


" kau pikir akan mudah mengalahkanku hah? " ucap Aiga " KAU PERCUMA KUROJI TOARU!!!? "


" kau ini sombong sekali ya... Masih dibawahku sudah banyak omong "

__ADS_1


Aiga lantas mengeluarkan gelombang tsunami yang cukup besar hingga bisa menghanyutkan satu kota besar,


" Oh **** it! " ucap Toaru sebelum ombak besar menghempaskanya,


Dan juga ketika ia tenggelam sebuah tombak berhasil menusuknya persis dibagian perutnya namun secara tiba tiba tombak itu berpisah menjadi dua, seketika merobek badan Toaru dengan kakinya,


Untungnya tak berselang lama seekor Abydos memakanya dan membawa ia kabur dari tempat pertarungan,


" aku kalah? " batin Toaru,


GEREJA


BRAK! Aiga mendobrak pintu gerejanya hingga hancur lebur, ia juga melihat jasad dari Hartz yang digantung, melihat hal itu Aiga lantas menusukan tombaknya kepada Hartz dan seketika membuatnya hidup kembali,


" terima kasih tuan " ucap Hartz yang melompat turun seperti tidak ada yang terjadi,


" KITA AKAN BERPINDAH SEKARANG JUGA " ucap Aiga


" baik tuan saya akan siapkan kertas mantranya "


Jawab Hartz


" Oh ya... Dan terakhir... "


" siap tuan? "


" aku ingin kau belajar bertarung dengan pisau "


" baik, akan saya laksanakan tuan, ada lagi tuan? "


" tidak.... itu saja, segera siapkan kertasnya "


Hartz segera berlari kearah altar dan menbeluarkan banyak kertas,


Sementara itu di Undervoid,


" kau kalah? " tanya Lock yang sedang duduk dihamparan padan rumput berwarna putih kapas,


" AKU KESAL!!! BAGAIMANA CARA MEMINDAHKAN DIA KE TEMPAT INI.. SEPERTI KEMARIN KEMARIN " ucap Toaru sambil memukuli pohon yang berada didekatnya


" kau ini... Belom menguasai semua kekuatan milikmu, lagipula... Kau terlalu arogan " Lock nampak membuka sekantung keripik kentang dan memakanya,


" Arogan? Bukankah itu sifat alami para Bashina? "


ucap Toaru lalu ia mengambil beberapa keripik kentang milik Lock,


" memang sih... Tapi lebih baik kau arogan saat kau diakhir pertarungan, kau tahu.... Itu akan seperti epic comeback "


" boleh juga.. " Toaru lalu merebahkan badanya diatas padang rumput putihnya, ia lalu menatap kearah langit yang berwarna merah darah,


" santai saja.. Kelemahan Aiga itu ada ditombaknya, ketika kau mengambil tombaknya satu saja..... Disitulah dia akan ketar ketir saat melawanmu " jawab Lock,

__ADS_1


" ternyata tidak salah aku menyimpan memorimu dikepalaku " ucap Toaru


" kita ini sama Toaru.... Yang membedakan hanyalah pikiran kita " jawan Lock....


__ADS_2