Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
Arisa (Kuroji)


__ADS_3

seluruh ke 5 petinggi Distrik nampak berkumpul diruangan rapat yang redup itu,


" TIDAK BISA!!! " teriak Ludvik


" tapi ini yang terbaik! " ucap Zhin " jika Arisa terus terusan bersama kita dia takutnya malah celaka "


" apa kau meragukan kekuatan kita! ZHIN! "


" tapi Zhin ada benarnya juga.... Bahkan setelah penyerangan ini selesai belum tentu Arisa bisa lebih aman " sambung Eva


" belum! Penyeranganya belum selesai " ucap Toaru pelan " masih ada 1 Undead lagi yang berkeliaran "


" bagaimana kau tahu? " tanya Cobalt


" karena setiap Bashina hanya akan memiliki bawahan sesuai tanduk di Halo atau mahkota mereka, dan Matarel adalah tanduk ke-4, aku baru membunuh 2 dan 1 dibunuh Ludvik, itu tandanya masih ada 1 Undead lagi, itu kenapa aku akan membawa Arisa besok sekaligus menjaganya " jawab Toaru


" tidak perlu! Aku bisa menjaganya sendirian " ucap Ludvik


" Ludvik " panggil Eva " jangan gegabah, mungkin Toaru ada benarnya toh mungkin kamu bisa mengalahkan bawahanya tapi belum tentu atasanya, " Eva nampak mengelus punggung Ludvik


Ludvik tiba tiba memukul meja dengan keras hingga membuat meja itu ambruk, " baiklah! "


" terima kasih Ludvik " jawab Eva " dan untuk Toaru! Tolong jaga dia baik baik "


" dimengerti " jawab Toaru


" dan untuk yang kedua... Berhubung persediaan obat kita habis, aku mengajukan misi untuk dilaksanakan oleh reguku " ucap Zhin sambil meletakan selembar kertas yang ia tulis menggunakan pena,


" apa yang Distrik dapatkan dari misi ini? " tanya Eva


" suplai medis, dan juga beberapa amunisi " jawab Zhin " namun aku butuh persenjataan dan transportasi "


" Zhin..... dikarenakan misimu selalu berhasil maka..... Misi ini dapat dilaksanakan, kuberi kau waktu 1 hari untuk bersiap " ucap Ludvik


" hari ini saja sudah cukup pak! " jawab Zhin


" senang mendengarnya "


KAMAR ARISA


" kenapa aku disini? " batin Arisa yang terbangun dari pingsanya, ia melihat sekitar dan melihat sebuah infus yang tertanam di tanganya


" eh!? Kalau tidak salah aku kan ditembak " Ariaa segera melihat badanya yang terkena luka tembak," eh? Bersih? Dimana lukanya? "


" ya tuhan! " ucap perawat ketika melihat Arisa sudah sadarkan diri,


" halo! Apa kau kenal kak Toaru? " tanya Arisa


" DOKTERR!!! " teriak perawat itu


Seorang dokter lalu datang bersama beberapa perawat lalu mengecek keadaan Arisa, Dokter itu nampak kagum dan terheran heran dengan Arisa,


" kenapa dok? " tanya Arisa


" ini aneh... Seluruh luka yang ada ditubuhmu hilang dalam waktu 2 malam, lebih cepat dari orang biasa, dan jari tanganmu yang patah sekarang sudah sembuh seperti semula " jawab sang Dokter


sebuah rak lalu terjatuh mengarah kearah mereka namun Arisa dengan cepat langsung memukulnya hingga terpental dan tidak mengenai mereka,

__ADS_1


" Panggilkan kak Toaru! " ucap Arisa yang terkaget,


Ruangan Clay


Toaru berdiri di sebelah kasur Clay, ia nampak menghitung suara detak jantung yang ada di mesin pengecek,


" dia tidak akan selamat " batin Toaru


Kreek


Alice masuk kedalam ruangan itu nampak membawakan sebuah kertas dokumen,


" jadi bagaimana? " tanya Alice " apa dia akan selamat? "


" dia tidak akan- " Toaru tiba tiba berubah pikiran


"- tidak akan mati jadi santai saja "


" aku sedikit lega mendengarnya "


" dokumen apa itu? "


" oh ini dokumen misi untuk besok hari " jawab Alice sambil mengeluarkan selembar kertas" kau bisa membacanya "


Toaru lantas membaca lembaran kertas tersebut yang berisikan jumlah senjata dan pasukan yang ikut dalam misi itu,


" ini kau serius? hanya berempat? "


" iya... Ini misi khusus, jadi fokus kita bukan kemusuh namun ke barang yang akan kita ambil, termasuk obat untuk Clay "


" aku mengerti... "


" suara siapa itu? " tanya Toaru


" itu suara Arisa... Tapi kok dia sudah berkeliaran bukanya dia masih dirawat? "


" ah? Yang benar saja " Toaru segera mengecek keluar ruangan namun baru setengah badan ia keluar ruangan sebuah lutut secara tiba tiba menghantam kepala Toaru hingga membuatnya terpental, Alice lantas segera keluar dan melihat Arisa yang memegangi lututnya yang kesakitan dan Toaru dengan kepalanya tertancap ke tembok,


" KALIAN BERDUA JANGAN BERCANDA INI RUMAH SAKIT, GOBLOKKK!!!" bentak Alice ketika terkaget melihat situasi disana


1 jam kemudian


Keduanya akhirnya duduk di ruangan milik Arisa, wajah Toaru nampak sebal


" Sakit tahu! " ucap Arisa yang duduk disebelah Toaru


" ya itu salah kau, bodoh! " jawab Toaru lalu menjitak kepala Arisa,


" ini teh kalian " ucap Alice yang membuatkan teh untuk keduanya, mereka berdua malah membuang muka namun tetap mengambil gelas teh milik masing masing,


" Oi Toaru-san apa aku bisa membelah bumi? "


" ada ada saja! aku saja belum tahu kekuatanmu "


Arisa berbalik menatap Toaru yang masih membuang muka,


" maukah kau ajari aku? "

__ADS_1


" tidak mau "


" tolong latih aku " ucap ulang Arisa


" gitu dong... Pake kalimat tolong, baiklah besok kau bisa ikut denganku "


" besok? memangnya besok ada apa? " tanya Arisa


" kau akan melihatnya langsung " jawab Alice


BESOK HARI ENDLESS ROAD


" dimana Arisa? " tanya Fog yang duduk paling depan,


" itu dia! " tunjui Rook kearah Arisa dan Toaru yang berlari cukup kencang mengejar mobil mereka,


Arisa terus mencoba mendekati Toaru namun dia tetap saja berada di belakangnya,


" Arisa! LOMPAT!! " teriak Toaru yang tiba tiba melompat tinggi,


Namun Arisa tidak sempat melompat dan malah menabrak pepohonan,


" oi pelan pelan! " ucap Arisa yang masih berlari


" reflek mu masih harus dilatih " jawab Toaru yang berlari disampingnya," kau pernah menunggangi Alpha? "


" belum "


" baguslah kalau begitu, " Toaru memetik jarinya dan tak berselang lama datanglah dua ekor Alpha berlari mengejar mereka


" TOARU! ADA MONSTER! Apa yang harus kita lakukan " Arisa menciba kabur namun ditahan oleh Toaru,


" jangan takut, mereka ini teman kita sekarang, lihat aku " Toaru melompat kearah Alpha dibelakangnya dan menungganginya seperti seekor kuda," ayo Arisa! kau tidak mau terus berlari bukan? "


BROOOOOMMMMM


Zhin nampak melajukan mobilnya dengan begitu kencang, sementara itu dua rekanya nampak terus mengawasi sekitar menggunakan teropong milik mereka masing masing,


" pak! Mereka berdua menghilang! " ucap Rook


" SENJATA SIAP! DUA ALPHA BERLARI KEARAH KITA " ucap Fog sambil menyiapkan senapanya namun saat ia membidik Alpha itu ia merasa janggal " tahan tembakan! "


" kenapa? " tanya Rook


" WHAT THE F*CK, MEREKA MENGENDARAI ALPHA? "


" hah!? " mendengar hal itu Rook langsung membidik Alpha tersebut dan benar saja ia mihat Arisa sedang menunggangi Alpha tersebut,


" wow! " Arisa hampir tergelincir dari punggung Alpha itu


" hei!? Kau baik baik saja? " tanya Toaru


" ini lebih baik dari yang kubayangkan!! " Arisa melajukan Alpha miliknya melewati padang rumput yang hijau itu,


" WOYYYY ARISAAA!!!!! " teriak Rook dari dalam mobil,


Arisa yang mendengar hal itu segera melambaikan tanganya kearah mobil, Fog yang melihat hal itu hanya tersenyum lalu menurunkan senapanya kembali disusul oleh Rook, Arisa melajukan Alpha melewati genangan air yang besar hingga mencipratkan airnya keudara, Toaru yang dibelakangnya lantas terkena guyuran genangan air tersebut, namun ia tidak marah ketika ia melihat senyuman bahagia dari Arisa itu sendiri,

__ADS_1


" Alpha-san.... tolong ikuti temanmu itu saja ya! " ucap Toaru ke tungganganya


" RAUUURA!! " Alpha itu hanya mengaum menandakan ia mengerti dan melajukan larinya,


__ADS_2