
RUMAH SAKIT
banyak orang yang berdiri didepan ruangan Arisa yang sedang dirawat intensif,
" segera beritahu kami Konsekuensi yang kau bilang " ucap Ludvik
" Alice! Kau belum bilang? " tanya Toaru
Alice hanya terpatung diam di pertemuan itu,
" Arisa dapat hidup kembali, dia tidak akan terluka, dan juga dia menjadi kuat, namun ada Konsekuensi yang harus dia terima " Toaru lantas menghela nafas " karena darahku sekarang mengalir didalam dirinya maka dia akan menjadi bawahanku "
Ludvik seketika memukul kepala Toaru hingga mundur beberapa langkah,
" KAU GILA YA? " tangan ludvik langsung ditahan oleh Cobalt ketika Ludvik mau memukul Toaru sekali lagi,
" sudah Ludvik! Ini yang terbaik untuknya "
" terbaik dari mana? Dia hanya menjadikan Arisa sebagai budak "
" Oi! Pikiranku tidak akan separah itu tahu "ucap Toaru sambil membalas pukulan Ludvik yang tadi, namun pukulanya berhasil ditahan oleh Ludvik,
tangan Toaru segera ditarik dan dilempar kedalam ruangan tempat Arisa istirahat melalui jendela,
" kemari kau " teriak Ludvik akan tetapi sebuah tangan secara perlahan menarik kupingnya dengan kencang hingga membuatnya kesakitan, ia lantas berbalik dan melihat seorang wanita berbadan tinggi dengan penutup mata diwajahnya,
" hai sayang! " sapa Ludvik
" kan sudah kubilang untuk berhenti memukuli temanmu " perempuan itu memukul perut Ludvik hingga tersungkur ketanah,
" Svetlana Eva? " batin Toaru yang melihat nametag di dada perempuan itu
" maafkan Ludvik ya " ia mengulurkan tanganya kepada Toaru, " namaku Eva "
" terima kasih " ucap Toaru sambil mencoba berdiri,
" Ludvik! kau kutinggal sebulan saja sudah berbuat ulah "
" TAPI DIA MELA- "
" Ludvik... Aku sudah mendengar semua ceritanya,aku mengerti semuanya, ini memang sudah takdir Arisa dan juga aku yakin Arisa aka aman bersamanya, Lagipula orang yang didepan kau ini adalah monster yang mengguncang Daeki malam itu "
Seketika ruangan menjadi hening beberapa anak buah Ludvik kebingungan kecuali Zhin, Cobalt, dan Ludvik, bahkan Fog sampai terpatung diam,
" Eh? Kenapa? Apa sibodoh ini belum memberitahu kalian? " tanya Eva sambil menunjuk Ludvik
" belum bu " jawab seluruh anak buah Ludvik sembari menggelengkan kepala mereka masing masing,
" Dasar..... Kalau begitu, dia adalah Toaru kuroji dan dia adalah A Cruel angel yang sering menghancurkan markas SS "
" Cruel angel? Mereka memanggilku seperti itu? " batin Toaru,
Ditengah tengah percakapan itu Fog dan Alice dipanggil oleh Rook ke ruangan Clay, mereka pun berjalan meninggalkan keramaian itu dan disana mereka melihat tangan dan dada Clay yang di perban dan juga selang infus tertancap ditubuhnya,
__ADS_1
" tulangnya tanganya patah, beberapa rusuknya retak, dan juga dia terkena demam " ucap Zhin yang berdiri didepan jendela kaca ruangan itu,
" apa ada yang bisa kita lakukan untuk menolongnya? " tanya Fog yang menyilangkan tanganya
" ada... Tapi kita pasti akan berurusan lagi dengan pasukan tengkorak itu lagi, " jawab Zhin
" dengan jumlah kita yang segini, pasti sangat sulit untuk menembus pertahanan musuh " ucap Rook,
" sepertinya aku tahu orang yang bisa membantu kita "
" siapa? " tanya Toaru yang muncul dari belakang mereka membuat Rook terkaget,
" masalahmu sudah selesai? " tanya Fog kepada Toaru
" ya... Semuanya sudah selesai berkat kak Eva "
mata Toaru tertuju kepada Clay yang terbaring tak sadarkan diri di ruanganya," apa itu karena diriku?"
" tidak, tidak, sebelum ia koma ia sempat berkata ke petugas medis bahwa ia diserang seseorang " jawab Fog
" apa jangan jangan, orang yang menyerang Clay adalah dua orang yang menyerang kita waktu itu?"
Tanya Rook
" bisa jadi " jawab Toaru " lalu bagaimana dengan tubuh yang kubawa semalam? Apa ada kemajuan dalam penelitianya? "
" seluruh tubuh itu bukan miliknya.. " jawab Fog
" semua bagian tubuh dari atas kepala sampai ujung kaki memiliki gen dan karakteristik yang berbeda, ada yang sudah membusuk dan juga ada yang masih bagus, ibarat mahkluk itu adalah mainan bongkar pasang yang dipasangi mainan lain"
" Matarel " ucap Toaru
" Matarel itu siapa? " tanya Rook
" dia termasuk ke 9 fallen angel selain aku " jawab Toaru," kenapa? " Toaru tercengang ketika melihat seluruh orang disana terdiam menatapnya,
" kau, malaikat? " tanya Fog " berarti kau pernah disurga "
" kenapa kau menanyakan hal itu? "
" Sialan... Aku tidak percaya surga " jawab Fog
" lalu kenapa kau bisa dibumi? " tany Zhin yang ikut penasaran,
" ceritanya panjang, dan itu rahasia, hanya orang terpilih yang tahu" Toaru lalu berjalan pergi meninggalkan mereka " beritahu aku jika kalian membutuhkan sesuatu "
disusul oleh Fog yang ikut pergi meninggalkan ruangan itu,
" WOY! Kau mau kemana? " tanya Rook
" aku harus berdoa, agar masuk surga " jawab Fog dan meninggalkan mereka bertiga disana,
RUANGAN ARISA
__ADS_1
" bagaimana perjalanan jauhmu? " tanya Ludvik yang duduk di hadapan Eva,
" aku sempat mendapat kendala dengan para manusia tengkorak itu, dan aku menemukan tambang yang bisa kita jadikan tempat baru untuk menambang " jawab Eva " bagaimana dengan kau? Memimpin tidak selamanya mulus bukan? "
" ya.... Bisa dibilang biasa biasa saja, semuanya kondusif, sudah jarang terjadi serangan Nicraw di tempat ini " Ludvik lalu menyeruput segelas teh dihadapanya,
" baguslah, aku jadi bisa tenang, ngomong ngomong aku akan pergi kekamar duluan, kau mau ikut? " tanya Eva
" aku menyusul sayang! " jawab Ludvik,
" baiklah, penyesalan datang terakhir " Eva lantas berjalan meninggalkan Ludvik berdua dengan Ariaa diruangan itu,
Ludvik yang melihat Arisa seketika langsung teringat kenanganya bersama adiknya dahulu yang bernama Erka, yang naas menjadi korban keganasan SS ( Skeleton senshi )
" Andai aku kuat waktu itu "
18 TAHUN YANG LALU
" semuanya akan baik baik saja... Kakak janji " ucap Ludvik sambil memeluk adiknya
Hutan yang gelap waktu itu menjadi ramai ketika para SS berlari lari membawa senjata mereka guna mencari kedua anak yang kabur dari tempat mereka,
" kak aku takut " ucap Erka yang berada dipelukan Ludvik saat itu,
" CARI MEREKA!!! " teriak seorang tentara yang membawa anjing pelacak bersamanya,
" dengarkan kakak! Dalam hitungan ketiga kau harus berlari secepat mungkin jangan melihat kebelakang! Mengerti? " Ludvik lantas melihat sekitar,
Erka hanya mengangguk, gadis itu menggigil seperti kedinginan,
" dalam hitungan 1 2- " tiba tiba belom sempat Ludvik mengucapkan hitungan ketiga, badanya ditarik oleh salah satu tentara SS begitu pula Erka, mereka dilempar ketengah kelompok mereka, dan diinjak dengan sepatu besar,
" kak, sakit! " ucap Erka
" OI!!!! Lepaskan adiku! Bunuh saja aku! Erka liat kakak! "
mata hijaunya terus menatap Ludvik dengan berlinang air mata,
" berani beraninya kau kabur hah!? " seorang pria menendang kepala Ludvik berkali kali hingga babak belur,
" MAAFKAN AKU!!! Serius maafkan aku! " ucap Ludvik memohon belas kasih ke pada orang dihadapanya,
" kau itu hewan! Untuk apa diampuni? " pria itu menginjak kepala Ludvik,
" KAKAK!! " tiba tiba Erka berteriak kencang dan sontak membuat Ludvik menatap adiknya dan betapa kagetnya dia ketika melihat sebuah pisau sudah siap menyayat leher adiknya tersebut,
" WOY!!! Bunuh saja aku! BUNUH AKU!! LEPASKAN DIA!!! " teriak Ludvik sambil memberontak,
" KAU LIHAT ITU!!!! " pria itu menarik kepala Ludvik sehingga ia bisa melihat adiknya yang akan dibunuh,
" BUNUH SAJA AKU! AMBIL KEPALAKU AMBILLL!!! " teriak Ludvik
Ludvik melihat kejadian itu, Kejadian dimana adiknya dibunuh didepan matanya dengan sebuah pisau yang menyayat leher kecilnya, ia hanya bisa teriak sampai lehernya dicekik begitu kencang dan membuatnya tak sadarkan diri.
__ADS_1