Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
New servant


__ADS_3

Toaru dilempar keluar gedung oleh salah satu Undead,


" Oi Rook apa semua orang sudah keluar? " tanya Toaru sambil menangkis beberapa lemparan pisau,


" belum.... Tunggu sebentar lagi " teriak Rook dari kejauhan,


" SIALAN! " teriak Toaru


Toaru lantas berlari dan mencengkram kepala salah satu Undead dan membantingnya ketanah sementara tangan kananya sibuk mencengkram Toaru menggunakan tangan kirinya untuk menusuk salah satu Undead yang melompat kearahnya,


Bukit utara,


Clay nampak bersembunyi dari Undead yang mengejarnya didalam lumpur yang dingin dan basah,


Creeshhh


Suara langkah kaki mulai terdengar dari tanah diatas Clay, bulu kuduk Clay lantas merinding seperti ada yang sedang melewati jalan jalan diatasnya,


ia terus merendam seluruh badanya kedalam lumpur sampai sebuah potongan tangan terjatuh, tangan yang dibalut dengan perban dan terlihat seperti membusuk, Clay hanya terdiam ketika sebuah tangan turun dan mencoba meraih tangan dihadapanya tersebut,


" itu dia " batin Clay ketika melihat tangan itu meraih potongan tangan yang terjatuh tersebut, Clay terus merendamkan tubuhnya sampai tersisa hanya wajahnya saja dipermukaan,


namun hal tak terduga terjadi dimana potongan tangan itu terjatuh ke dekat wajah Clay, membuat Undead itu turun kedalam kubangan lumpur yang lembab nan gelap itu,


" sialan... " batin Clay ketika Undead itu berputar mencari tanganya," Got u! " Clay lantas menekan pelatuk snipernya dan membuat Undead itu terpental jauh, Clay lantas segera keluar dari tempat persembunyianya dan berlari sejauh mungkin,


CAMP


kedua Undead itu dapat memojokan Toaru hanya dengan sebuah pisau dan pedang,


" SIALAN.... MASA.... BODO! "


Toaru lantas mengangjat tanganya dan menurunkanya seperti sedang menarik sesuatu dan benar saja dengan seketika tanah disekitarnya runtuh dan bergejolak, namun hal ini menjadi buruk ketika Arisa dan Katya masih berada disalah satu gedung,


" tetap pegang kakak ya, " ucap Arisa sambil memeluk Katya ketika gedung sedang berguncang dengan sangat kencang,


Katya dengan mudah digendong oleh Arisa melewati gedung yang ingin runtuh tersebut namun sesampainya diluar mereka terkaget dikarenakan tanah yang tadinya datar sekarang malah menjadi, ia lantas menggendong Katya dan melompat puing puing disana,


" HAHAHAHA!!!! Apa ini semua ulah Toaru? " tanya Zhin yang sedang mengendarai mobil berisi para tahanan yang mereka bebaskan,


Pertempuran berhasil didominasi oleh Toaru, para Undead itu dibuat tak berdaya bahkan salah satunya sampai harus kehilangan tanganya,


" kalian salah memilih musuh " Toaru lantas melompat ke salah satu punggung Undead dan meninju kepala Undead itu hingga hancur dari belakang kedepan,


Toaru mengeluarkan ke 5 menara disana menjadikan tempat itu semakin hancur dan berantakan,


Kedua Undead yang tersisa nampak berusaha keras mencari celah untuk bisa menyerang Toaru,


akibat gempa yang semakin besar Arisa nampak hampir tergelicir dari atas puing puing yang ia pijak,

__ADS_1


" ARISA DIMANA KAU? tempat ini akan segera hancur! " teriak Alice lewat walkie talkie yang berada di dada Arisa


" segera sampai, tunggu sebentar lagi "


Arisa melompat keatas gedung yang miring dan meluncur sambil memeluk Katya diatasnya, setelah sampai bawah ia lantas langsung melompat dan berhasil mendarat dengan selamat, ia lalu terus berlari menjauh dari area itu,


" ARISA!!! " teriak Alice sambil membawa mobil kearah Arisa,


" Kak Alice! " jawab Arisa sambil melambaikan tanganya,


Alice memberhentikan mobilnya tepat didepan Arisa, ia lantas keluar dari mobil untuk melihat Arisa


DORRRR!!!


Seorang Anggota SS yang masih hidup nampak berdiri sambil menekan pelatuk pistolnya,dalam sekejap mata Alice langsung menembak pria itu hingga tewas ditempat,


" KAKAK!!! " teriak Katya


Alice terkaget ketika menoleh dan melihat Arisa yang terbaring ditanah berlumuran darah dengan luka tembak didadanya,


10


" Sakit.... " ucap Arisa dengan nada pelan,


" Sakit.... " suara Arisa terdengar sampai ke telinga Toaru hingga membuat ia menghentikam seranganya dan langsung melompat ke lokasi Arisa berada,


" Katya! masuk kedalam mobil sekarang+! " teriak Alice sambil menahan luka Arisa,


" Arisa tertembak! " ucap Alice sambil terus menahan luka Arisa


" Kak! Tolong.... " Arisa secara spontan memeluk Toaru dengar erat sambil membisikan kata " aku tidak mau mati " bisiknya


Toaru lantas merebahkan Arisa diatas tanah dan memegang tanganya,


" kumohon! " ucap Arisa


Mendengar hal itu membuat Toaru terdiam, ia berpikir keras akan sesuatu,


" Toaru! Jangan diam saja! " bentak Alice " lapor! ada yang tertembak kuulangi ada yang tertembak"


Alice terus menerus menghubungi Markas melalui HT miliknya


" aku bisa menyembuhkanya " ucap Toaru


" kau yakin? "


" namun akan ada konsekuensinya "jawab Toaru sambil memegangi tanganya,


Seketika Alice terdiam sambil memegangi lehernya, " lakukan saja " jawab Alice,

__ADS_1


Toaru lalu menghela nafas " bantu aku! "


Alice lantas segera mengikuti perkataan Toaru, ia membaringkan Arisa yang sekarat diatas tanah dengan keadaan telentang, Toaru lalu menyayat nadinya dan membuat darah mengalir dengar deras, ia mengoleskan darahnya di dahi Arisa dan lalu memangku tubuhnya sambil membiarkan darahnya masuk lewat mulut Arisa, seketika luka yang dibadan Arisa langsung sembuh seperti tidak terjadi apa,


" bawa dia kedalam mobil! "


" apa yang kau lakukan kepadanya? " tanya Alice sambil membukakan pintu untuk Toaru yang menggendong Arisa


Bukit utara,


" hebat juga dia.... Sampai bisa menghancurkan salah satu kreasiku " ucap Matarel dihadapan kedua Undeadnya,


kedua Undead itu hanya bisa tertunduk diam dihadapan Matarel,


" SEGERA BURU DIA! jangan kembali sampai mendapatkan kepalanya! " ucap Matarel,


Kedua Undead tersebut lantas pergi meninggalkan Matarel sendirian ditengah rimbunya hutan,


" untung saja dia masih lemah sekarang! " ucap Lobo yang turun dari atas pohon,


" tenang saja... Kreasiku akan melenyapkanya dengan cepat "


" bersiap siaplah.... Suatu hari dia bisa membunuhmu hanya dengan jentikan jari " jawab Lobo


Matarel hanya terdiam sambil mulutnya yang terus tersenyum,


" hei Lobo! tahu apa kau? Hah? Kau hanya remaja yang sok tahu "


Lobo lantas menarik kerah Jaket kulit milik Matarel " Walaupun aku lebih muda tapi jangan lupa levelku masih diatas dirimu "


" mau bertarung? " tanya Matarel


mendengar hal itu Lobo segera melepaskan tarikan tanganya dan mundur beberapa langkah,


" takut? "


" siapa bilang aku takut? " Lobo mengeluarkan kedua senjata andalanya yaitu dua buah cakar besar yang terpasang dikedua tanganya,


" ini akan menarik! " Matarel juga mengeluarkan


Senapan andalanya dan saling berhadap hadapan,


Matarel secara tiba tiba berhasil ditrndang oleh Lobo yang cukup cepat dalam bergerak namu hal itu dapat ditangani dengan kemahiran Matarel dalam membidik, seluruh tembakanya hampir mengenai Lobo yang lincah,


" AWWUUUUUUUUU!!! " Lobo mengaum begitu keras sampai hampir meratakan beberapa pohon disana,


Matarel yang cukup terdesak segera mengeluarkan puluhan cermin mengelilingi Lobo dan berlari dari satu cermin ke cermin lainya, ia terus menembak sampai salah satu peluruh menembus tengkorak Lobo hingga mementalkanya beratus ratus meter,


" boleh juga " belum sempat ia bangun, puluhan serpihan kaca nampak melesat kearahnya, Lobo lantas menjentikan jarinya yang gelombang suaranya dapat langsung menghancurkan seluruh kaca tersebut,

__ADS_1


" KEMARI KAU!! " teriak Lobo sambil berlari kearah Matarel


" DASAR TAI!!!! " jawab Matarel dengan senapan tepat kearah kepala Lobo dihadapanya.


__ADS_2