Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
makam


__ADS_3

" kita punya 5 menit sebelum mereka kemari " ucap Clay sambil membalut luka tembak di tangan dan badanya,


" Clay... kau lindungi aku! Aku akan maju " Jawab Fog


" kau baik baik saja? " tanya Clay ketika melihat Fog yang memegangi perutnya dan berjalan dengan sedikit pincang,


" keseleo sedikit... Namun aku akan istirahat setelah ini! " jawab Fog " AYO KITA SIKAT MEREKA"


" itu baru semangat! " ucap Clay


suara langkah kaki mulai terdengar kearah terowongan itu, di barengi dengan sorotan senter ke berbagai arah,


" Atas tidak boleh tau kalau kita akan pergi lewat bawah "


" bagaimana jika mereka tahu? "


" mereka akan menjadikan kita dendeng sama seperti yang lain "


" semoga saja mereka semua akan mati malam ini"


Sebuah laras senapan lalu muncul dari dalam genangan air yang dalam disana,


" DOR!! "


" berlindung! " ucap Leutnant


setelah salah satu rekan mereka tumbang para SS mulai berlindung ke bagian berlawanan dari Clay dan Fog,


" 1 tumbang! " batin Clay yang secara perlahan keluar dari genagan air tersebut,


Mereka lantas bergerak maju dan sesekali berlindung dari balik tembok terowongan yang berrongga rongga,


"AAAARRRGHH"


seorang tentara secara tiba tiba menerjang Fog hingga tersungkur ketanah ia lantas menyalakan senternya guna sebagai penanda, Fog menendang pria itu dan menerjang balik, sementara Clay masih sibuk menembaki para SS lewat api laras disenapan mereka,


" Hidup SS! " pria itu membanting kepala Fog ketanah dan menguncinya, namun Fog yang seorang pasukan khusus dapat memutar balik keadaan dan justru mematahkan salah satu tangan pria itu, pria itu lalu mengambil sebuah pistol dan mecoba menembak Fog, sebuah tendangan mengenai tangan pria itu mengakibatkan ia menembak ke langit terowongan, tanpa basa basi Fog langsung mengambil pisau miliknya dan menusuk leher pria sampai menembus ke tenguk belakang,


Clay terus bergerak maju secara perlahan disusul oleh Fog yang berjalan pincang kearah Clay,


" kau bawa granat? "tanya Fog


" tidak " jawab Clay


" sial " ucap Fog " ARRGGHHH "


" kau terluka? "

__ADS_1


" hanya kakiku masih bermasalah "


Secara perlahan tembakan dari pihak SS terhenti, mereka berdua lalu berjalan perlahan sambil menunduk mendekati tembok tempat para SS bersembunyi, rupanya disana mereka hanya menemukan mayat dan Leutnan yang sekarat, Clay lantas menyorotinya menggunakan senter yang ia pungut


" kalian pikir aku sudah selesai? "


Clay lantas melihat 7 granat yang sudah dilepas pinya membuat ia dan Fog secara spontan melompat menjauh dari tempat itu,


" BOOM!!!! "


" hampir saja " ucap Clay, mata Clay secara tiba tiba tertuju kearah senter yang tergeletak disamping Fog, ia terfokus kearah darah yang keluar dari luka tembakan di perut Fog,


" Tada...!! " ucap Fog dengan nada lemas,


Clay langsung merobek lengan bajunya dan ia gunakan untuk menahan luka Fog, namun Fog nampak menolaknya


" sudah tidak ada gunanya kawan " ucap Fog dengan nafas terpenggal-penggal


" aku akan membawamu kepada Toaru "


" tidak perlu... " Fog mencoba mengatur nafasnya


" aku tidak mau mencurangi kematianku sendiri, terkadang kita harus belajar menerimanya, mau selemah apapun diriku aku akan tetap bersyukur karena ini adalaj rencana yang diatas, bukan makah mencuranginya "


" dasar keras kepala "


" oi Clay! Kau ingat waktu itu? Saat sebulan setelah kita masuk Desert fox, "


SEBULAN SETELAH PEREKRUTAN DESERT FOX


BOM! BOM!


Fog nampak menyeret Clay yang badanya sudah terluka dari medan perang, saat itu Outsider sedang berperang habis habisan dengan Forest guard yang menyerang mereka terlebih dahulu,


" Tinggalkan saja aku " ucap Clay yang terbatuk batuk


" dasar banyak omong, nanti siapa yang membersihkan kasurku" Fog menyumpal mulut Clay dengan sebuah perban namun segera di lepeh oleh Clay,


" dasar anak setan " jawab Clay


Mereka berlindung dibalik batuan besar tempat dimana beberapa mayat Forest guard berada,


" Clay!! Fog!! Di.. Di... Di... " suara Zhin di walkie taliie nampak terputus putus,


" sial... Sambunganya terputus, Clay kau masih bisa memegang senjata kan? " tanya Fog


" yap... Selalu bisa "

__ADS_1


" kau tunggu disini sebentar, aku akan mengambil pemicu bom disana "tanpa basa basi Fog langsung berlari menerjang medan perang yang kasar tersebur, berlindung dari hujanan peluru dan anak panah, ia lalu menggali gali menggunakan tanganya dan menemuka pemicu itu terkubur didalam tanah, namun ketika ia menoleh keatas ia melihat seorang tentara sudah menodongnya dengan anak panah,


" Mati kau! "


Pasrah dengan keadaan ia menutup mata rapat rapat dan sebuah secara tiba tiba pemanah itu terjatuh dihadapan Fog dengan peluru dikepalanya,


" hampir saja " ucap Clay yang langsung tersungkur ketanah,


" apa yang kau lakukan disini, dasar bodoh! "


" rubah tidak pernah meninggalkan keluarganya " ucap Clay yang terbaring diatas tanah,


peperangan seketika terasa sunyi ketika mendengar kata kata itu dari mulut Clay, orang yang Fog benci sebulan yang lalu, Fog lalu mengambil pemicu itu dan menekanya, ia lalu menggotong Clay dipundaknya dan berlari sejauh mungkin hingga bom meledak dan mementalkan mereka berdua,


KAMP MEDIS


" Aduh.... " ucap Fog yang terbangun diatas matras Kamp medis yang terletak 100 meter diluar Distrik, ia lalu menoleh dan melihat Clay yang hampir setengah wajahnya diperban dan juga kakinya yang patah,


" hai kawan " ucap Clay


" kaki yang bagus, mau lomba lari?" jawab Fog


" sialan juga kau " ucap Clay, mereka berdua tertawa bersama sama layaknya sebuah keluarga


" Fog! Clay! " teriak Zhin ketika menemukan mereka terbaring di atas matras, sesampainya disana Zhin langsung mengecek kedua anggota timnya tersebut,


" Fog... Kau bisa mendengar ini? " tanya Zhin sambil terus memetik metik jarinya,


" pendengaranku masih bagus, harusnya kau tanya dia " ucap Fog sambil menempeleng Clay yang hanya bisa terbaring di matrasnya,


" Fog! Awas kau ya! " ucap Clay


" kejar aku kalau bisa " jawab Fog yang mengejek,


SEKARANG


" mungkin.... Ini saatnya aku membayar utang budiku dimasa lalu " ucap Fog yang bersandar di dinding terowongan dengan tanganya terus memegangi perutnya,


" uhm, untungnya aku berhasil mengejarmu waktu itu, " jawab Clay,


" aku bersyukur bisa bertemu dengan orang sepertimu kak "


" kak? Kau kerasukan apa, sampai memanggilku kak? "


Tidak ada jawaban dari Fog, tubuhnya diam tak bergerak seperti orang kaku, Clay hanya bisa menahan air matanya yang tumpah saat itu,


Senyuman terukir diwajah Fog yang pucat, Clay lantas menggotong Fog dan berjalan menuju permukaan sambil menutupi Fog menggunakan jaketnya,

__ADS_1


suasana sunyi di terowongan malah malah menyulut api amarah didalam diri Clay


" tidur yang nyenyak kawan, biar aku urus sisanya " ucap Clay


__ADS_2