
setengah Wilayah Distrik hangus pada malam hari itu, akhirnya setelah pertempuran sengit mereka berhasil menakluk para Skeleton senshi saat itu juga, para tawanan mereka paksa untuk membersihkan kekacauan yang telah mereka buat,
" Wohow! Gila kau semalam! " teriak Fog kepada Clay yang sedang menyantap sarapanya
" kakiku saja belum sembuh " sambung Rook sambil menunjukan kaki kananya yang tertembak,
" ya..... Terima kasih " jawab Clay sambil melahap bubur jagung dihadapanya,
" tapi? Apa kau merasakan sakit? " tany Rook
" maksudmu? "
" iya... Apa kau merasakan sakit saat kepalamu itu kembali seperti semula? "
" tidak juga... Aku malahan merasakan sakit ketika tertembak "
" tapi kau tetap berdiri tegak semalam? biasanya jika manusia merasakan sakit dia akan mengerang atau menahan rasa sakitnya " ucap Rook
" memangnya aku masih manusia? "
" Hah? "
Tak berselang lama datang Arisa dengan kedua Kukrin terpajang dipunggungnya,
" Oi Clay! Rapat dadakan! Ayo! " ucap Arisa
" oke oke " jawab Clay " aku pergi dulu kawan kawan "
" baiklah! Semoga lancar " jawab Rook
Mereka berdua berjalan kearah Kantin dimana disana Toaru sedang berbincang dengan Iohan,
" mereka ada disini pasti! Danau Iceberg " ucap Iohan
" halo! " panggil Arisa
Mereka berdua langsung duduk di kursi dan mulai mendengarkan ucapan Iohan,
" kau punya bayangan geografisnya? " tanya Toaru
" tentu saja, dinamakan Iceberg dikarenakan jauh didasar danau terdapat bongkahan es yang tidak mencair dan setiap malam setengah danau ini akan berubah membeku "
" boleh kupotong? " tanya Clay
" tentu " ujar Toaru
" aku pernah kesana dan tepat disebelah sini sering terjadi longsor dan juga setahuku disana tempat berkumpulnya para Abydos "
" Lalu? "
" itu cukup berbahaya untuk kita "
Arisa langsung menepuk jidatnya dan membisikan sesuatu kepada Clay,
" HAH? YANG BENAR? KITA KEBAL MONSTER? "
Kaget Clay " maafkan aku karena memotong untuk hal yang tidak perlu "
" otak udang " ejek Arisa
" baiklah akan kulanjutkan " ucap Iohan " sesuai pengelihatanku bangunan itu ada di ujung barat Danau "
DANAU ICEBERG
Drap Drap Drap Drap
__ADS_1
Matarel berjalan memasuki gereja itu sambil memikul seorang mayat dipundaknya,
" apakah pesananku sedah selesai? " tanya Matarel
" semuanya ada didalam tabung ini " Aiga melemparnya kearah Matarel yang langsung menangkapnya,
" siapa dia? " tanya Hartz
" hanya subjek baru ku, para bawahanku sudah habis jadi aku harus membuat yang baru " Matarel lalu berjalan pergi namun sebelum keluar ia berbalik dan berkata
" oh iya! Aku lupa! Sebaiknya kau bersiap siap karena aku mulai merasakan kedatanganya,Bye Bye "
Aiga menghela nafasnya, ia duduk dikursi tahtanya sambil mengusap usap dahinya,
" Hartz! Sebaiknya kau bersiap siap, karena mungkin tombaku tidak bisa menahanya "
MARKAS 12 : 00
Toaru membantu Arisa merapihkan bekal dikamarnya untuk perjalanan panjang,
" kau baik baik saja? Arisa? " tanya Toaru ketika melihat mata Arisa yang berkaca kaca
" ya aku baik baik saja.. Hiks.. Hanya saja aku pasti akan merindukan tempat ini "
Toaru mengelus kepala Arisa dengan lembut " aku minta maaf ya Arisa " tiba tiba saja Arisa memeluk Toaru dengan erat dan menahan tangisnya,
" ini bukan salahmu " bisik Arisa
" Arisa kau pasti akan menyukai in- " Ludvik terkaget ketika melihat adik angkatnya itu sedang memeluk Toaru,
Toaru membalasnya dengan menyuruh Ludvik untuk tenang dengan gerakan tanganya, Ludvik lantas meletakan snack keju yang ia bawa diatas meja dan mengacungkan ibu jarinya sebagai tanda OK,
Ludvik lalu segera berjalan menuju pintu rahasia yang berada di ruangan pojok, dan saat turun ia berjalan mengikuti lorong keruangan introgasi tempat dimana 5 orang SS yang digantung terbalik dan dipukuli dengan brutal,
" kenapa orang orang ini sulit sekali buka mulut sih! " ucap Fog sambil menendangi slaah satu orang disana
" siang... kalian dapat informasi? " tanya Ludvik
" sedikit sekali pak! Bahkan informasi itu tidak berguna " jawab Rook
" Cobalt! kalau mereka tidak mau bicara potong-potong saja mereka sedikit demi sedikit " ucap Ludvik ia lalu menghampiri salah satu tawanan,
" tidak mau bicara hah? " tanya Ludvik
Tawanan itu malah meludahi Ludvik yang ada dihadapanya, Ludvik yang kesal lantas memukul kepala pria itu hingga patah,
" yang ini sudah mati " ucap Ludvik sambil mengelap darah di lenganya,
Jasad pria itu lalu dijatuhkan dan dibawa ke ruang pembakaran di luar ruangan,
" oi Ludvik! Sebaiknya ini kami saja yang mengurusnya " ucap Zhin
" kau tidak menemui anak buahmu untuk terakhir kalinya kah? "
" nanti juga akan kutemui " jawab Zhin
Cobalt yang berada disana nampak berpikir keras bagaimana caranya agar mereka mau berbicara,
" Oi! Bukankah kita dahulu punya tabung berisi gas yang bisa membuat tenang "
" oh iya! Sebentar akan kuambilkan " ucap Rook sambil berjalan keluar ruangan, tak berselang lama ia kembali dengan membawa tabung gas berisi gas yang dimaksud,
" hmm..... andai saja kita bisa membuatnya " ucap Rook
Ke 4 tawanan itu lantas di cekoki oleh gas itu yang sehingga membuat mereka nge-fly dan berhalusinasi,
__ADS_1
" hahahaha " salah satu dari mereka ada yang tertawa
" sekarang kalian ber-4 jawab pertanyaanku, siapa yang mengirimkan kalian kemari dan dimana letak markas kalian "
" Hahahahaha kami diajak oleh Komandan Galial, markas kami dimana ya? "
" rumahku cukup jauh dari sini, mungkin di ujung bukit, "
" aku suka otakkkkk " ucap pria itu sebelum dipukul oleh Rook hingga pingsan
" TIDAK! KUMOHON! AKU SERIUS! " suara teriakan bermohon terdengar semakin mendekat dari luar ruangan,
Masuklah Iohan sambil menyeret salah satu anggota SS yang berhasil mereka tawan, ia lalu melempar tawanan itu masuk kedalam ruang introgasi,
" aku mendapatkanya tadi malam " ucap Iohan yang berdiri disamping Ludvik " tadinya ingin kulepaskan karena kasihan, tapi dia sudah terlanjur merusak sayap pesawatku "
" Kumohon!!! Ampuni aku, kau mau apa? kau mau aku menjadi tukang sapu? atau jadi pekerja kasar"
" BERISIK KAU! " Zhin menendang perut pria itu dan menarik kerahnya, " Iohan! Sayap bagian mana yang ia rusak? "
" sebelah kiri "
senyuman kecil terukir diwajah Zhin, ia lalu mengambil sebuah pisau dan menggenggamnya dengan erat, " Kiri ya? Mungkin berarti bagian sebelah sini dulu yang akan kita bedah "
" KUMOHON AMPUNI AKU, AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN? "
Zhin meletakan sebuah peta diatas lantai, " tandai"
pria itu terdiam sejenak dan menatap Zhin secara sekilas " tapi aku tidak punya pena " Zhin lantas menyayat telapak tangan pria itu hingga mengeluarkan darah," AAAARGHHH "
" sekarang tandai "
Pria itu lantas membulatjan suatu titik didalam peta " kau yakin itu tempatnya? " tanya Ludvik
" iya... Ini tempat aku berasal markas utama kita, "
" kalau begitu beri kami informasi lebih lanjut "
" bangunan itu dikelilingi oleh tembok besar seperti disini, dan bekas rumah sakit, kita punya banyak tentara dan kendaraan "
" berapa jumlahnya? "
" dikarenakan akhir akhir ini sedang banyak serangan, pasukan kita menurun drastis hingga 30 persen, kurang lebih seribu orang tentara "
" lalu? "
" kami memasang mortar disetiap sisi tembok, "
" semuanya! Siapkan seluruh pasukan... kita habisi mereka sekarang juga, dan jangan lupa bawa dia "
" YAAAA!!! " Cobalt teriak kegirangan,
Fog tak lupa membunuh ke-4 tawanan yang tersisa dengan cara digorok menggunakan pisau miliknya,
Siang itu mereka semua mempersiapkan serangan balasan dengan kekuatan yang maksimal, puluhan mobil dan senjata telah disiapkan saat itu juga,
Tok Tok Tok
Toaru yang mendengar suara ketukan lantas membukakan pintunya dan disanalah Ludvik berdiri sambil membawa senjata,
" boleh aku masuk? " tanya Ludvik
" silahkan " jawab Toaru
Ludvik lalu duduk diatas kasur milik Toaru dan menghela nafasnya,
__ADS_1
" sebelum kau pergi, aku punya satu permohonan "
Ucap Ludvik,