Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
Fun trip


__ADS_3

" DIBELI DIBELI! "


" silahkan senjatanya "


Suara suara itu sudah terdengar jelas bahkan dari lantai atas stasiun kereta bawah tanah, ia diperiksa oleh petugas sebelum masuk kedalam Koperasi itu,


" pengenal? " tanya sang penjaga


" aku hanya disuruh membawa ini " jawab Toaru sambil menunjukan kalung yang dipinjamkan Ludvik


" silahkan masuk pak " ucap sang penjaga memperbolehkan Toaru untuk masuk


" terima kasih " ucap Toaru sambil berjalan masuk menuruni tangga stasiun yang mengarahkanya ke koperasi,


Disana sudah terjejer beberapa stan senjata namun Koperasi utamanya berada di ujung stasiun, Toaru terus berjalan mengikuti papan arahan yang terbuat dari kayu rusak, ia lantas berhenti didepan kereta yang disulap menjadi Koperasi,


" butuh sesuatu kawan? " tanya penjaga koperasi


" aku mau senjata lebih tepatnya senapan " jawab Toaru


" biar kulihat kau punya apa? "


Toaru meletakan sebuah taring yang ia buat tadi saat diluar, disekujur badan taring itu terlihat ukiran ukiran unik yang menarik perhatian si penjaga toko,


" Taring Abydos langka... Silahkan kau periksa sendiri " ucap Toaru


pria itu terkagum bukan main, ia lantas mengambil taring itu dan memeriksanya secara detail menggunakan miskroskop didekatnya,


" apa yang kudapat? " tanya Toaru,


" ini sangat langka.... Dimana kau menemukanya?"


Tanya penjaga toko


" aku memungutnya dari jasad Abydos saat melewati sungai " jawab Toaru dengan santainya


" kau butuh senjata yang bagaimana? " tanya penjaga itu


" aku butuh 1 senapan praktis, 1 pistol dan 2 pisau" jawab Toaru sambil mengerutkan dahinya


" sudah sepertinya itu saja "


" oke tunggu disini sebentar " pria itu segera mengambilkan sebuah senapab laras panjang yabg terpajang dibelakangnya dan sebuah pistol dari box dilantai "


" senapan keluaran tahun tahun 1998, 8 peluru dalam satu mag, dan juga enak untuk dibawa "


ucap penjaga yang menjelaskan setiap senapanya


" dan ini pistolmu, Revolver sisa dari Ibachiba yang cukup mudah untuk dioperasikan, berisi 12 peluru berukuran 5 mm, dan dilengkapi sistem safety "


" boleh juga "


" lalu kau mau pisau yang seperti apa? "


" yang tajam namun kecil dan tersembunyi "


Penjaga itu berpikir keras dan sebuah senjata terpikirkan olehnya," tunggu sebentar.. aku akan kebelakang untuk mengambilnya "penjaga itu membawa sebuah kotak kecil berisi sebuah cincin didalamnya,


" bagaimana cara kerjanya? " tanya Toaru

__ADS_1


penjaga itu mengenakan cincin itu dan mengepalkan tanganya sehingga sebuah segitiga tajam mencuat dari tengah tengah cincin,


" kau bisa menusuk Nicraw dengan ini " ia lalu meletakan cincin itu kembali ketempatnya


" sayangnya senjata unik seperti itu kami hanya punya satu "


" baiklah... Pisau biasa namun bilahnya cukup besar "


Mendengar permintaan senjata Toaru yang terakhir, penjaga itu dengan cepat mengambil sebuah pisau dengan bilang berbentuk persegi panjang, dan tepinya yang bergerigi,


" silahkan dicoba dulu " sebuah maneken ditaruh dihadapan Toaru untuk bisa mencoba pisaunya,


" kau yakin? "


" ya tentu "


Toaru dengan santainya menebas patung maneken itu hingga pisaunya membelah patung itu bahkan kaca dimeja itu sampai pecah ketika terkena gelombangnya,


" jadi bagaimana? kau suka? "tanya penjaga yang bersembunyi dibalik meja,


" aku ambil semuanya " jawab Toaru


" bagus... "


MENARA PENGINTAI BAGIAN UTARA DISTRIK


Arisa yang berjaga sendirian kala itu sedikit jenuh dan bosan, ia bahkan membidik senapanya ke mana mana,


" BOSAAAN SEKALI! " teriak Arisa, ia lalu membidik senapanya kearah luar jendela hingga sebuah kepala muncul dihadapanya hingga membuatnya terkaget,


" dor! "


" bosan ya? "


" bagaimana kau tahu tempat ini? "


" aku bertanya ke Ludvik " jawab Toaru " kau serius berkerja disini?.... "


" seperti yang kau lihat sekarang " jawab Arisa


" sepertinya disini aman aman saja " ucap Toaru


Rupanya para Monster yang sering berada disana sedang bersembunyi akibat aura Bashina Toaru yang cukup kuat nan mengerikan bagi mereka,


" jadi..... Bisakah kau ceritakan lahi tentang gereja yang kau temukan itu? " tanya Toaru


" kau serius ingin tahu? apa ada masalah? " jawab Arisa


" tentu.... Dan aku harus tahu tempat itu "


" masalah apa? "


" kau tidak perlu tahu "


" ya sudah aku tidak beri tahu " Arisa memalingkan wajahnya dari hadapan Toaru


" kau tidak percaya? yang benar saja? " Toaru mengambil pisau dari kantongnya dan menyayat telapak tanganya untuk meyakinkan Arisa


" KAU TIDAK PERLU MELAKUKAN ITU!!! " ucap Arisa " aku hanya mau satu syarat "

__ADS_1


" sebutkan syarat itu "


" aku tahu kau akan pergi besok tapi..... Tolong temani aku ke pesta dansa! " ucap Arisa sambil memohon dengan menundukan kepalanya,


" eh!? Carilah lelaki lain " jawab Toaru


" tidak akan keburu..... Kumohon.. Jika kau bersedia akan kuberitahu semua informasi tentang gereja itu "


" hmmm... " Toaru mengerutkan dahinya seperti berpikir, " kapan acara itu? "


" besok malam, Please.... Kalau aku datang sendirian nanti teman temanku akan mengoloku "


Toaru lantas menghela nafas dan memandang wajah Arisa" baiklah... Aku akan melakukanya "


" kau yakin? " tanya Arisa


" iyaaaa.... " jawab Toaru


" YES....... Besok kau datang saja ke alamat ini " Arisa memberikan kartu nama kepada Toaru,


" Gedung..... Opera? " eja Toaru ketika membaca isi kartu nama tersebut,


PANTAI


" Tuan! Saya belum menemukan tanda tanda kedatangan Bashina yang anda sebut " ucap Hartz


Yang turun dari atas menaranya,


" dia sepertinya menunggu sesuatu " jawab Aiga,


" KAU SUDAH BERSIAP SIAP AIGA? " tanya Lobo yang muncul dari luar gereja sambil membawa sebuah lembaran ditanganya,


" aku selalu siap.... penghianat itu tidak akan bisa mengalahkanku " Aiga lalu membaca lembaran yang dibawah Lobo kepadanya,


" Madame ingin kita menerjemahkanya... Itu bahasa surga.. Kau dulu pernah disurga kan? " ucap Lobo


" itu adalah kenangan lama " jawab Aiga dengan raut wajah tersenyum ketika mendengar kata surga


" aku serahkan ini kepadamu... Aku dan Ryot sedang sibuk mencari salib ke 7 jadi ini cukup membantu " Lobo melompat kearah jendela gereja yang berada di atas, Lobo terdiam sejenak dijendela itu


" oh ya dan satu lagi"


" hah? "


" jika kau bertemu dengan Toaru... Kabari aku "


" untuk apa? Meminta bantuan kepada kau " jawab Aiga dengan sombong,


" kau belum melihat kekuatan dia yang sebenarnya" Lobo lalu melompat pergi dari gereja milik Aiga tersebut,


Aiga lantas menaruh lembaran itu diatas meja altar dan mengoleskan darahnya ke lembaran itu hingga membuat lembaran itu terbakar hingga hangus menjadi abu,


" bangkit "


Ratusan kata lalu muncul dan melayang layang disekeliling Aiga, kata kata itu memancarkan cahaya seperti aura dari dalam diri mereka,


" Krone? Tempat apa itu? " ucap Aiga" Hartz! Ambilkan peta dan cari tempat yang aku sebutkan"


" siap tuan! " Hartz segera mengeluarkan sebuah peta dari kantongnya dan meletakanya diatas lantai, ia menganalisis setiap lokasi yang Aiga sebutkan dengan teliti, malam itu Aiga disibukan dengan tugas menerjemahkan bahasa sementara Toaru sibuk mengobrol dengan Arisa untuk mendapatkan kepercayaan darinya.

__ADS_1


__ADS_2