
Mereka berhenti diujung sebuah tebing yang mengarah langsung ke markas suplai SS
" santai saja! Dia tidaj menggigit kok" ucap Arisa disebelah Alpha miliknya
Rook yang penasaran berulang kali mencoba memegang Alpha itu namun baru Alpha itu bergerak sedikit ia langsung ketakutan setengah mati,
" hahahahaha kau memalukan Rook-san! "
Sementara itu Toaru, Zhin dan Fog sedang membahas kembali rencana mereka disisi lain mobil,
" jadi ketika kita berhasil masuk, aku akan mengambil beberapa kotak suplai dan Zhin mulai menerobos masuk " ucap Fog
" kapan aku bisa mengacau? " tanya Toaru
" segera setelah seluruh suplai berhasil masuk kedalam mobil, lagi pula kau ingin melatih Arisa bukan? jadi luangkan lah waktu mu untuk melatihnya "
" aku akan masuk lewat timur " ucap Zhin
" tidak jangan... Kau masuk lewat selatan karena seluruh kekuatan ada di timur dan barat sementara di utara dihalangi tembok tebal jadi peluang kita ada di selatan, Toaru! Ketika mobil masuk aku meminta bantuan untuk melindungi mobil, nanti Alice juga akan mensupport dari atas bukit " jawab Fog
" berarti tugasku tidak berubah? "
" tidak! Misi utama kau tetap melumpuhkan para penjaga di barat dan timur " ucap Fog
" dimengerti " jawab Toaru
mereka berdua lalu saling berjabat tangan sebagai salam perpisahan jika ada yang tidak kembali,
" Oi Arisa ayo siap siap " ucap Toaru " bawa belati mu "
" SIAPP! " jawab Arisa sambil mengeluarkan 2 buah kukri dari dalam tas nya
" Rook kau ikut denganku " ucap Fog,
Mereka semua segera berpisah kearah tempat yang sudah ditandai sesuai rencana,
MENARA BARAT
" hei bangun pemalas!!! " ucap seorang tentara ss yang membangunkan salah satu prajurit juniornya
" apaan sih? " jawab prajurit itu
Sang senior yang mendengar hal itu seketika geram dan menarik kerah jaket pemuda itu,
" dengar ya! kau masih mending ditempatkan disini! Dulu aku langsung ditempatkan kehutan! "
" baik pak! " jawab prajurit itu dengan pelan, ia lalu dihempaskan ke dinding dan ditinggalkan disana,
" Dasar! Masih baru saja sudah belagu " ucap salah satu senior disana,
" kalian duluan yang mulai " batinya, ia lalu menatap keluar jendela, mengawasi padang rumput yang hijau
" Woy anak baru! Tolong kebawah dan ambilkan aku cemilan, CEPAT! "
" baik dimengerti " pemuda itu hanya bisa menurut terhadap atasanya, ia menuruni anak tangga dan berjalan kearah ruangan istirahat, disana ia mengambil sepotong daging besar dan membawanya keatas,
" DOR! "
__ADS_1
Suara tembakan terdengar dari lantai atas dan menarik perhatian pemuda itu, ia lantas bergegas menaiki tangga menuju kembali ke lantai atas,
" pasti aku melewatkan hal seru " ucapnya lalu membuka pintu dihadapanya, menampilkan seisi ruangan yang dipenuhi dengan darah dan tubuh para seniornya yang tercabik cabik, sebuah Kukris nampak berada persis disebelah lehernya,
" jangan bergerak " ucap Arisa
pemuda itu lantas menghentakan badanya sehingga Arisa tersentak mundur, ia lantas mengambil pistol disakunya namun saat mengokangnya tiba tiba saja tulang dikakinya melebar dan merobek kulitnya,
" AAAHHHHHH!!! apa yang terjadi!! " erangnya
" Arisa! Sudah kubilang jangan banyak bicara " ucap Toaru yang muncul dari luar sambil membawa kepala salah satu prajurit,
" baik aku meminta maaf " ucap Arisa
" jika kau ingin menghabisinya sambil menyiksanya kau harus memotong tenggorokanya" ucap Toaru dan meletakan kepala itu disebelah sang pemuda sehingga membuatnya teriak histeris ketakutan,
" ya tuhan! Tolong!! Ibuuu " erang pemuda itu
" berisik! " Toaru lalu menembak pemuda itu dibagiab kepalanya dengan pistol yang ia pungut tadi, " ayo kita ke menara selanjutnya, dan kali ini aku hanya mengawasi, mengerti? "
" mengerti! " jawab Arisa
" gitu dong, beri aku pukulan! "
Mereka berdua lalu menghentakan kedua kepalan tangan mereka ke satu sama lain dan melanjutkan misi ke menara selanjutnya,
SEMENTARA ITU DI GUDANG
sekumpulan penjaga nampak sedang bermain kartu poker dibawah sinar lampu yang menyorot mereka,
" As... Ada yang punya as? " seorang pria lantas mengeluarkan kartu terakhirnya dan membuatnya menang
" hei santai kawan " ucap sang pemenang
" yap benar.... Santai saja " sambung kawanya,
" sudahlah aku mau kekamar mandi dulu! " pria itu segera meninggalkan meja kartu dan membiarkan ke 5 temanya melanjutkan permainan, dengan senter senapanya ia berjalan kearah kamar mandi yang berada di gedung sebrang, dan buang air kecil disana,
DAR DAR DAR DAR
Pintunya nampak digedor oleh seseorang dari luar
" sabar! Ada yang sedang baung air! " ucap pria itu,
MEJA POKER
" akhirnya kau datang juga. . Lama sekali buang air kecilnya "
Pria itu hanya terdiam, temanya pun tak menghiraukanya, mereka lalu memulai permainan itu kembali salah satu darj mereka mulai mengocok kartu dan membagikanya secara merata,
" mulai taruhanya! "
Satu persatu dari mereka mulai meletakan setiap barang taruhan diatas meja mulai dari coklat sampai makanan besar, namun salah satu dari mereka belum ada yang nenaruh barang taruhan,
" hei kawan! Kau tidak menaruh? " tanya sang kawan sambil memegang pundaknya,
dengan dingin dia meletakan bola mata di meja taruhan itu, membuat seisi ruangan kaget,
__ADS_1
" hei! Darimana kau dapatkan itu? bukanya hari ini tidak ada pemotongan? "
" pshsopslsppshhsh " ucap pria itu
Temanya yang tidak bisa mendengarnya lantas mendekatkan telinganya ke mulut pria itu,
" Dari temanmu " bisik pria itu dan Dor! Kepala teman itu seketika meledak ketika sebuah peluru shotgun menghantam kepalanya,
Fog yang dari tadi menyamar dengan secepat kilat langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak dua orang dihadapanya sisanya Rook datang dari dalam kegelapan menembak sisa penjaga,
" menjijikan " ucap Fog sambil mengelap wajahnya yang terkena cipratan darah,
" pasti itu paket kita " ucap Rook sambil menunjuk kearah salah satu peti kemas yang diberi logo medis di badanya, Fog lantas segera mengeceknya dan benar saja didalam situ terdapat ratusan kilo obat obatan, dan tak lupa mereka mengambil satu peti penuh dengan amunisi dari salah satu ruangan,
" Toaru! Bagaimana keadaan diatas? " tanya Fog melalui Handie talkie yang ia bawa
" semuanya aman terkendali, " jawab Toaru
" Alice! Aku minta tolong ya "
" siapp "
" pak! Kau sudah bisa masuk sekarang! "ucap Fog
Sebuah truk militer nampak melaju kencang kearah gudang penyimpanan itu, namun kedatangan truk itu disambut buruk dengan tembakan dari para penjaga, Alice yang melihat itu segera melumpuhkan beberapa penjaga menggunakan snipernya,
Truk itu menerobos tembok pertahanan yang cukup tipis dan bergenti tepat didepan gudang, Fog dengan cepat langsung melompat ke salah satu forklift dan mengangkat peti kemas itu menuju truk namun ketika sudah dekat forklift yang dikendarainya kehabisan bahan bakar membuatnya diam ditempat, mengetahui waktunya tak banyak ia pun segera membuka peti kemas itu dan memindahkanya secara manual,
" kau harusnya bilang kepadaku " ucap Toaru yang menghentikan Fog ditengah tengah pemindahan,
" kan jadinya kau lelah, kawan! "
Toaru dengan mudahnya mengangkat peti itu dan menaruhnya diatas truk,
" cepat bukan! " tiba tiba sebuah peluru menembus kepala Toaru,
Sadar bahwa mereka telah diserang Fog berusaha melindungi Truk dibantu oleh Rook,
" aduh... Kepalaku " ucap Toaru yang kepalanya langsung beregenerasi dengan cepat, Toaru lalu melihat para musuh musuhnya dan memetik jarinya sehingga membuat tulang tulang rusuk mereka memanjang sampai merobek dada mereka,
" ZHIN SAATNYA JALAN! " teriak Fog semuanya lantas segera naik keatas truk disusul oleh Toaru dan Arisa yang baru datang entah dari mana,
" bagaimana? Kau bisa mengatasinya? " tanya Toaru
" sedikit susah tapi aku bisa mengatasinya "
" bagus! Itu baru Arisa "
" adik! " ucap Arisa " bukankah aku sekarang adik mu? Karena darahmu mengalir didalam diriku "
Toaru malah tersenyum dan menjitak kepala Arisa
" bagus! Itu baru adik ku "
Truk itu melaju dengan kencang menjauh dari gudang, disusul oleh Alice dengan mobil yang mereka bawa tadi, misi malam itu nampak berhasil namun,
" BOMM!!!! " sebuah RPG menghantam ban mobil yang dikendarai oleh Alice sehingga membuat mobilnya terjungkal,
__ADS_1
" ALICE!!! " teriak Zhin
" Zhin teruskan menyetir, biarkan aku dan Toaru yang urus " ucap Fog dari atas truk, mereka berdua lalu turun dari truk dan membiarkan truk itu meninggalkan mereka berdua disana,