
LANTAI BAWAH
" ayo cepat! Cepat! " perintah Alice sambil mengarahkan para tahanan menuju keluar camp,
" Arisa apa sudah semua? " tanya Alice melalui walkie talkie,
" Ayo cepat kearah sini " ucap Arisa sambil terus melambaikan tanganya kepada para tahanan yang masih dibelakang, ia terhenti ketika mendengar suara dari Walkie talkienya,
" Yap... Semuanya sudah hampir habis didalam sini "
" bagus, hati hati didalam " ucap Alice
" siap kapten " jawab Arisa " ibu kenapa? " tanya Arisa ketika melihat seorang ibu sedang ditenangkan oleh suaminya disebelahnya,
" tolonglah nak! mereka mengambil anak kami " ucap Ibu itu
" kapan? " tanya Arisa
" kemarin malam, mereka merampasnya dariku "
" seperti apa rupanya? "
" oh dia gadis kecil yang imut namanya Katya, dia memakai syall berwarna biru hasil rajutanku, aku mau dia kembali! " tangis ibu itu
" tenanglah Orlean.... Nak.. Tidak apa apa.. Kami tidak ingin memberatkan tugasmu "
" ahahahaha... Memberatkan? Aku rasa tidak... " pisau yang diberikan Toaru " sekarang kalian keluar, dan aku akan mencarinya "
Sang ibu lantas segera memeluk Arisa dengan erat dan sangat berterima kasih, sedangkan sang ayah membungkuk hormat kepada Arisa, setelah mereka berdua sudah dievakuasi Arisa berjalan secepat mungkin guna mencari Katya didalam kompleks itu,
" Syall? " ucap Ariaa ketika melihat sobekan kain di tengah perjalananya, ia lantas berjalan mengikuti lorong dimana syall itu berada,
" kau akan kami jadikan makanan! " ucap seorang wanita dari dalam salah satu ruangan,
Arisa yang tanpa sengaja mendengar hal itu lantas segera bersembunyi dan mencoba mengintip kedalam ruangan itu, didalam ruangan itu terdapat 1 wanita dan beberapa pria yang sedang mengasah pisau sedangkan seorang bocah sedang dikurung didepanya,
" apa ini? Kenapa semuanya susah dihubungi? Aku akan ke atas untuk melaporkan tugas kita " ucap seorang pria sambil berjalan keluar namun ketika dia baru keluar pintu secara cepat dan senyap Arisa menikam lehernya hingga tewas,
Tiba tiba sebuah ide terlintas dipikiran Arisa,
" iya.... Apa karena disini tidak ada sinyal? "
" sudah santai saja, nanti saat Owen kembali baru kita tanyakan ada apa? "
Lampu seketika mati,
" eh? Kenapa mati lampu? "
" Guys..... Aku punya firasat tidak enak "
" nyalakan lentera "
Mereka semua segera menyalakan lentera yang berada disana, namun ketika cahaya lentera mulai menerangi ruangan mereka dikejutkan dengan salah satu rekan mereka yang sudah tergelatak tak bernyawa,
__ADS_1
Brak......
Suara benturan terdengar dan membuat mereka menoleh kearah sumber suara tersebut yang ternyata salah satu rekanya baru saja ditikam,
" NAIKAN SENJATA KALIAN " ucap sang wanita
" SIAP KAPTEN "
tanpa bertele tele seluruh senjata yang mereka punya segera standby ditangan mereka masing masing,
" jangan gunakan senapan... Terlalu beresiko terkena kita " ucap sang wanita,
" Baik bu "
Gubrak
Salah satu dari mereka terjatuh kembali dengan luka tikam yang sama, satu persatu dari mereka tewas hingga menyisahkan 2 orang saja
" dia pasti bukan manusia, bu kita harus urggghhh"
pria itu merintih kesakitan ketika perutnya ditikam oleh wanita itu,
" dasar... Bedebah " ucap Arisa yang ternyata dari tadi menyamar sebagai sang wanita,
" bagaimana kau bisa? "
" tentu saja bisa... Mata kalian kan buruk ketika gelap, sampai musuh sendiri dikira kapten " Arisa langsung mengakhiri hidup pria itu dengan pisaunya dan membukakan kurungan dari Katya,
" kau Katya? "
" ayo ikut kakak... Ibumu sedang mencarimu sekarang " jawab Arisa sambil mengulurkan tanganya kepada bocah gadis itu,
SEMENTARA ITU DI GEDUNG BAGIAN UTARA
BANG BANG BANG!
baku tembak tak terelakan antara pasukan Rook dan pasukan SS,
" INI LAMA SEKALI " Toaru lantas mengangkat tanganya namun secara cepat dicegah oleh Rook
" jangan sekarang... kita belum tahu para tahanan masih didalam atau sudah keluar semuanya " ucap Rook sambil menahan tangan Toaru
" SIALAN! " teriak Toaru, ia lalu berdiri dan membiarkan tubuhnya ditembaki oleh ratusan peluru sambil menembak balik para pasuka SS
" Mahkluk apa dia? "
" kenapa tidak mati mati " ucap salah satu pasukan SS yang menembaki Toaru,
" peluruku habis " ucap Toaru sambil membungkuk,
Rook hanya bisa terdiam melihat wajah dan badan Toaru yang beregenerasi kembali,
" Woy! Peluruku habis " panggil Toaru sambil menampar Rook yang diam dari tadi
__ADS_1
" oh iya... Ini " jawab Rook yang memberikan 3 magazine peluru senapan kepada Toaru,
" bagaimana kau bisa bertahan segila itu? " tanya Linoor yang sedang mengisi ulang peluru senapanya
" ini adalah kutukan " jawab Toaru,
namun hal aneh mulai terjadi, suara tembakan yang tadinya terdengar seantero camp sekarang mulai menghilang, Toaru lantas berdiri dan mengarahkan senapanya kearah depan yang kosong dan sepi,
" apa yang terjadi? Kemana perginya mereka? " tanya Rook " apa ini jebakan? "
" bukan.... Ada hal lain didepan sana " Toaru mulai merasakan hal aneh di firasatnya, ia lalu meraih senter milik Rook dan menyoroti lorong gelap didepanya,
" apa itu? " tanya Linoor ketika melihat seseorang yang memakai jubah dan sekujur badanya diperban,
" Kalian semua lari! Sekarang! " ucap Toaru ketika menyadari bahwa wajah dan badan dari orang itu telah berputar 360 derajat,
" kenapa? " Linoor lantas menekan pelatuk senapanya hingga mengenai kepala orang itu, namun yang terjadi adalah orang itu tetap berdiri tegap,
" apa dia sama denganmu? " tanya Rook
" tidak.... Dia berbeda dia itu- " tiba tiba belum sempat Toaru menutup mulutnya, tubuh Linoor diterjang keluar jendela oleh orang yang berpenampilan sama,
" AAAHHHHHH! " teriak Linoor ketika ditarik
" Lari! Sekarang! Aku akan menangani ini " ucap Toaru
Rook dan Sarkov segera berlari keluar jendela sementara Toaru tetap diam didalam menantang orang dihadapanya,
" oh jadi kalian Undead ya? Matarel pasti sangat malas menemuiku " tangan Toaru dengan cepat menangkap sebuah pisau yang terlempar kearahnya,
" well well well.... " gumam Toaru
orang didepanya atau Undead itu segera berlari kearahnya dengan pedang terarah ke Toaru, Toaru lantas segera menangkisnya dan secara mengejutkan seorang Undead ikut muncul dari belakangnya sambil membawa kapak ditanganya, hal itu membuat Toaru tersentak mundur, ia lantas mengeluarkan katana miliknya,
Sementara itu Rook dan Sarkov yang berhasil turun secara tanpa sengaja melihat jasad Linoor tanpa kepala diatas aspal camp tersebut,
" ayo kita segera bergerak! " ucap Sarkov
" sebentar! " Rook mengeluarkan HT-nya dan menghubungi Clay " Clay.. tolong bantuanya "
" dimengerti, ganti " jawab Clay,
Ia lalu membidik salah satu Undead dan menembaknya namun diluar dugaanya, salah satu Undead yang ia bidik dapat menangkap peluruh yang ia tembakan, Undead itu lantas menoleh kearah Clay dengan tatapan dingin,
" what the ****? " ucap Clay pelan ketika melihat perilaku Undead itu,
" PAK KITA DISERANG " teriak Hylos sambil berlari kearah Clay,
" ayo! langsung ke renca-" omongan Clay terputus ketika melihat dua buah sabit kecil tertancap di punggung Hylos,
" pak! "
" Hylos..... Tenang "
__ADS_1
" beritahu ibuku aku menyayanginya " tubuh Hylos secara tiba tiba ditarik kedalam gelapnya hutan, suara teriakan kesakitan dapat terdengar dari tempat Clay berdiri, bukanya lari Clay malah menyetel snipernya dan membidik kearah hutan, tempat dimana seorang Undead telah menunggunya.