
Distrik
Toaru terbangun dibawah sebuah lampu yang menyorotinya, ia lalu merasakan bahwa kedua kak dan tanganya sudah dirantai,
" dimana aku? " batin Toaru
Ia merasakan seseorang sedang duduk disebelahnya,
" akhirnya kau siuman " ucap Ludvik yang muncul dari dalam bayangan,
" mengapa kau merantaiku? "
" hanya untuk jaga jaga " jawab Ludvik
Mendengar hal itu Toaru nampak menahan tawa, ia lalu mencoba duduk dan menarik semua rantai itu hingga terputus dengan sangat mudah,
" diam ditempat kau berada Toaru! " ucap Ludvik lalu beberapa titik merah nampak terlihat di dada dan kepala Toaru,
" kau yakin? Yang benar saja " ucap Toaru suara erangan lalu terdengar dari atas langi langit dan membuat salah satu regu penembak terjatuh dan disitulah Ludvik melihat sebuah tulang keluar dari dalam kaki salah satu regu penembaknya, pria itu terus berteriak ketika tulangnya sendiri keluar dan merobek kakinya,
" Oke cukup! " ucap Ludvik
Toaru lantas tersenyum dan seluruh tulang disetiap regu penembak mulai kembali seperti semula,
" katakan padaku... Siapa dirimu yang asli? "
" aku? Namaku Toaru Kuroji " ucap Toaru
" ternyata benar.... Kau itu penipu "
" aku? Memangnya aku menipumu dengan apa? "
" sudahlah... Kau harus ikuti aku.. Ada yang ingin kuperlihatkan " ucap Ludvik,
Ludvik beranjak dari kursinya dan berjalan keluar ruangan itu disusul oleh Toaru dibelakangnya, merrka berhenti didepan sebuah ruangan kosong yang didalnya hanya ada sebuah patung domba kecil diatas sebuah meja kecil,
" apa yang kita lakukan disini? " tanya Toaru.
Ludvik segera membuka salah satu lantas dan terlihatlah sebuah lubang dengan tangga menuju ke arah bawah ruangan itu yang gelap,
" ayo " ajak Ludvik
mereka berdua segera menuruni seluruh anak tangga itu dengan perlahan dan sesampainya didasar Toaru muali mendengar suara keramaian disusul suara bising kendaraan,
" selamat datang Toaru di Cave" ucap Ludvik sambil berjalan kearah cahaya didepan,
Toaru terdian ketika melihat sebuah kerumunan manusia dan ratusan senjata didalam sana,
" tempat macam apa ini? " tanya Toaru
" disinilah kami menaruh dan melatih para tim khusus " ucap Ludvik
" TOARU!!!!! " teriak Arisa yang langsung berlari dan melompat kearah Toaru, Toaru dengan cepat langsung menangkapnya,
" baguslah kau baik baik saja " ucap Toaru lalu menurunkan Arisa dari gendonganya, ia lalu kembali menatap Ludvik
__ADS_1
" jadi apa tujuanmu menunjukan tempat ini kepadaku? "
" kami akan membantumu mencari keberadaan gereja yang kau incar kemarin, "
" untuk apa kau mencarinya? " tanya Toaru yang bingung
" kami akan mencarinya karena bangunan itu telah hilang, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri ketika menjemput Arisa "
" tunggu sebentar! Apa kau membuntuti ku kemarin? "
" tentu tidak... Aku datang menjemput Arisa dikarenakan dia sendiri yang memanggilku "
" yap! Betul sekali " sambung Arisa " dan bangunan itu hilang dengan sekejap, seperti berteleportasi "
" jadi bagaimana? Kuroji-san? " tanya Ludvik
" aku mau kau menemukanya dalam seminggu "
mendengar hal itu Ludvik tersenyum dan menggelengkan kepalanya
" itu mustahil sekali... Bagaimana jika 2 bulan "
" sebulan... Jika tidak aku akan keluar dari semua ini " ucap Toaru
" baiklah aku setuju "
" oh dan tetakhir... Jikalau dari salah satu kalian ada yang berkhianat! Akan kuratakan tempat ini hingga tersisa tanah " ucap Toaru
Ludvik hanya tersenyum kecil, mereka lalu berjabat tangan sebagai tanda persetujuan dari kedua belah pihak,
" hai Zhin " ucap Toaru
" hai Kuroda-san "
" Kuroji " potong Toaru ketika Zhin salah melafalkan namanya,
" ya maksudku itu, aku tak menyangka namamu bukan Ryu, padahal Ryu itu cukup bagus " ucap Zhin
" Zhin, jangan banyak omong, mulai sekarang dia akan berkeja denganmu, jadi bagaimana kau bawa dia ke tim mu " ucap Ludvik
" dengan senang hati! ikuti aku " jawab Zhin sambil berjalan kearah kamp yang berada di paling ujung gua itu, Toaru lantas mengikutin dan berhenti didepan sebuah tebing yang telah dipasangi pijakan untuk dipanjat,
" Ayo panjat!! " teriak Zhin
Toaru hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya ketika ia disuruh memanjat," dasar manusia! " batinya, ia lalu melompat keatas dengan sangat mudah, dan disitulah ia bertemu dengan anggota team Zhin,
" Dessert fox? " eja Toaru ketika membaca tulisan badge di salah satu lengan prajurit,
" Kawan-Kawan! Kita kedatangan tamh baru pada sore hari ini! " ucap Zhin dengan penuh semangat,
" hai.... " ucap mereka semua berbarengan,
" baiklah biar kuperkenalkan sendiri saja orang yang disana kau bisa panggil dia Fog " Zhin menunjuk kearah seorang pria yang sedang duduk sambil mengutak atik sebuah tabung kecil dihadapanya,
" Hai! jadi kau tamu baru ya? " ucap Clay " Panggil saja aku Clay (Kley) " Clay adalah seorang pria dengan badan tinggi dan sebuah koper diinjaknya,
__ADS_1
" WOY! ROOK! KEMARI KESINI "
Seorang laki laki berumur 19 tahun lalu berjalan menghampiri mereka dengan sepuntung rokok dimulutnya,
" apa itu dimulutmu? " tanya Clay
" Rokok! " jawab Rook
Clay lantas menepis rokoknya dan menginjaknya
" dengar nak! Kubilang tidak ada rokok untukmu "
" cih... Dasar tua " jawab Rook ia lalu melihat Toaru yang sedikit lebih tinggi darinya
" oh hai! namaku Rook "
" hai " jawab Toaru
" oh jadi dia yang akan menemani misi kita esok hari? " ucap Alice, seorang perempuan berambut pendek pirang dengan sabuk peluru mengelelingi badanya,
" dan kau siapa lagi? " tanya Toaru
" aku adalah Alice... " ucap Alice
" dia pacarku " sambung Zhin secada mendadak,
" apa wajahku nampak peduli? " tanya Toaru ketika mendengar Zhin bilang seperti itu,
" sekedar mengingatkan " jawab Zhin " semuanya BRIEFING! "
Seluruh tim yang mendengar hal itu segera melingkari sebuah meja yang ditengahnya terdapat peta, pensil dan jangka,
" tugas kita adalah meledakan dan membebaskan beberapa orang dari Camp dibagian Mountain Taroth " ucap Zhin
" jadi apa rencana kita? " tanya Toaru
" Baiklah.... Clay kau seperti biasa.. Berjaga di bagian utara nanti kita akan masuk melalui timur, Fog! Ketika aku sudah memberikan kode.. Kau harus membersihkan jalan keluar untuk kita, Alice kau selamatkan sandra di lantai bawah, dan kau bersama Rook akan menyelamatkan sandra tentara dilantai atas, " ucap Zhin
" kita hanya segini? "tanya Toaru
" oh nanti kita akan diberikan bantuan oleh satu tim lagi, " jawab Zhin
" lalu tugasmu apa dimisi ini? Aku tidak mendengar namamu direncn tadi? "
" santai saja... kau akan lihat sendiri tugasku nanti, dan ingat! Kuroji-san kumohon untuk tidak menggunakan kekuatanmu karena ini adalah misi senyap! Sebisa mungkin kurangi kontak yang tidak perlu, MENGERTI? "
" SIAP PAHAM! " ucap seluruh timnya dengan serentak,
" sekarang kalian bersiaplah.. Aku akan kordinasikan dengab gadis itu "
sebuah rasa cemas lalu muncul didalam hati Toaru ketika mendengar kata yang Zhin ucapkan,
" apa maksudmu dari gadis? "
" nanti kau juga akan tahu " jawab Zhin
__ADS_1
Toaru ditinggalkan dengan rasa penasaranya yang terus menghantuinya semalaman penuh,