
Toaru berjalan bersama Ludvik menuju kearah pintu garasi diluar gedung, ketika mereka masuk, Toaru disambut dengan puluhan mobil dan truk yang sedang dimodifikasi dan juga para tenatar yang menyiapkan amunisi mereka,
" Kita akan pastikan ini adalah perang
terakhir kita! " ucap Ludvik " ZAKU!!! "
" siap pak! " jawab seorang teknisi yang langsung datang menghampirinya,
" siapkan Toaru kendaraan yang ia butuhkam dan aku mau semua mobil dan truk disini dimaksimalkan! "
" siap pak! "
Toaru lalu mengikuti teknisi itu pergi dan berpisah dengan Ludvik yang fokus mengkordinasi seluruh pasukanya,
" kita ada kendaraan lapis baja, kita juga ada ATV dan beberapa motor "
" hmmm..... "
SEMENTARA ITU DILUAR
Arisa yang sedang menikmati kripik jagung berjalan mengitari ruangan bengkel yang besar itu,
disana ia nampak mengamati sebuah tank yang sedang dirakit dengan bahan seadanya,
" apa gunanya mencong sepanjang itu? " tanya Arisa
" itu adalah laras tank..... Kita menggunakanya untuk melontarkan bom " jawab Clay yang datang memghampiri Arisa
" waw... Menarik sekali, bisakah itu melontarkanku? " tanha Arisa
" bisa saja jika kau sebesar liliput "
" ARISA! CLAY! " panggil Toaru dari kejauhan yang sedang berdiri disebelah motornya,
" widih! ATV milik siapa ini? " Arisa nampak sangat senang ketika melihat motor ATV dihadapanya,
" ini akan menjadi kendaraan kalian, "
" kau akan menaiki itu? " tanya Clay sambil menunjuk sebuah motor crossroad disamping Toaru,
" yap! "
mereka berdua lalu menaiki ATV-nya masing masing, dan menyalakanya,
" Wahaw! Aku suka ini! " ucap Arisa sambil menge-gas ATVnya beberapa kali
" PARA KAWAN KAWANKU!!!!!! " teriak Ludvik dari atas podium yang berada diatas garasi, seluruh orang yang berada didalam garasi berteriak dengan penuh semangat,
" NANTI SORE KITA AKAN MELAKUKAN SERANGAN KITA SECARA MAKSIMAL KE HABITAT BEDEBAH ITU!!! "
" YAAAAAAA!!!! "
" KARENA HAL ITU, SIAPKAN SELURUH PASUKAN KE DEPAN GERBANG SEKARANGGG!!!! " Ludvik menyalakan motornya dan melajukan keluar garasi itu, disusul oleh tentara lain yang membawa mobil, truk, hingga tank ringan,
" INI SAATNYA KITA BERAKSI! " TERIAK Toaru lalu menyalakan motornya dan mengikuti Ludvik melaju, disusul oleh Arisa dan Clay dibelakangnya,
Semuanya berkumpul di depam gerbang Distrik, para pendeta disana nampak mencipratkan air suci mereka kepada pasukan disana, sambil membacakan doa untuk keselamatan mereka,
Ludvik lalu mengangkat tanganya tinggi tinggi,
" MAJUUUU!!! "
Dengan satu aba aba seluruh pasukan disana lamgsung bergerak maju dibawah komando sang Iblis yang tertidur Ludvik, dengan motor nya ia memimpin pasukanya sambil membakar semangat juang para Outsider,
MARKAS UTAMA SKELETON SENSHI
__ADS_1
" mati kau!!! " Seorang anggota SS nampak sedang mengeksekusi para tahanan mereka yang dijejerkan 5 baris di tengah lapangan,
DOR
DOR
DOR
" bawa mayat mereka ke tukang jagal, CEPAT! "
perintah sang komandan sambil mengokang pistolnya,
" KOMANDAN! anda dipanggil oleh KOMANDAN lainya "
" baiklah, aku akan kesana "
pria itu lantas menyarungkan kembali pistolnya dan berjalan masuk kedalam bangunan utama rumah sakit itu yang sudah dijadikan benteng
" INI TIDAK BISA KITA BIARKAN! SELURUH MARKAS KITA SUDAH DIHANCURKAN OLEH ORANG ORANG SIALAN ITU!!! "
pria itu mendengar suara teriakan amarah dari dalam ruangan rapat,
" akhirnya kau datang, Komandan Keith "
" maaf terlambat, ada urusan kecil tadi " jawab Keith yang langsung duduk di kursi yang masih kosong disana,
" Markas kita hanya tersisa ini, bagaimana jika mereka tahu letak markas kita "
" santai saja kapten, para tentara kita sudah dilatih kode etik denga sangat keras, mana mungkin mereka membocorkanya, lagi pula aku sudah punya rencana untuk menghancurkan mereka "
Keith berdiri dan mengambil sebuah gulungan dari dalam mejanya,
" kita unggul karena mereka hanya memiliki 1 wilayah dan kita pasti bisa mengepungnya dengan mudah, dan timku sudah mengumpulkan informasinya terkait misi kemarin yang kita gagal "
" masalah itu sudah jelas, aku yang akan menghadapinya "
" SERANGAN!!!! "
ruangan yang senyap itu seketika dapat menerima suara kecil dari luar,
" PAK KITA DISERANGGG!!! " teriak seorang tentara yang menerobos masuk kedalam ruangan rapat,
Wajah pucat terukir di tentara itu,
" SERAGAN!!! "
Semua pemimpin disana langsung berlari keluar ruangan menuju menara pengawas dibagian barat mereka, dan disanalah mereka melihat kepulan debu yang berisi para Outsider didalamnya,
" TEMBAKAN MORTAR!!!!! " perintah Keith
Para Outsider dihujani oleh ratusan bom mortar yang dilontarkan para SS, para Outsider berpencar mengitari markas itu, puluhan peluru ditembakan dan berhasil menggulingkan beberapa mobil Outsider,
Tiba tiba saja sebuah motor muncul dari kelulan asap kearah pintu gerbang melewati ratusan peluru yang tertembak kearahnya, ia lalu melempar sepeda motornya kearah gerbang sehingga langsung meledakanya
Ludvik lalu menembaki seluruh tentara disana dengan membabi buta dan dengan kapak di punggungnya, ia melayangkanya ke setiap tentara yang datang kearahnya,
" MASUK!!! " TERIAK LUDVIK sambil Membacok kepala tentara SS yang mendekat, ia rupanya membuka jalan seorang diri untuk pasukanya masuk,
Seluruh tentara mulai merobek pertahanan dari segala arah sampai sampao sebuah batu besar terlempar kearah salah satu gedung,
" Oi Toaru, jangan terlalu gegabah! Kita masih harus menyelamatkan beberapa tawanan "
" ups salahku " ucap Toaru
" Kap! Sepertinya aku menemukan sesuatu " ucap Fog melalui walkie talkienya
__ADS_1
" lapor ganti " jawab Zhin
" aku dan Clay menemukan jalan bawah tanah, minta izin untuk menelusurinya "
" izin diberikan "
Toaru lalu merebut Walkie talkie yang Zhin pegang dengan cepat " Clay kau dengar aku!? "
" iya aku mendengarmu "
" ingat! Tubuhmu itu tidak sekuat saat kau meminum darahku dengan jumlah besar, jadi badanmu akan membutuhkan waktu untuk pulih "
" mengerti boss " jawab Clay sambil menutup sambunganya,
Clay dan Fog menemukan sebuah tangga dibalik reruntuhan dinding markas yang cukup gelap, mereka lantas menuruni tangga itu secara perlahan menuju dasar yang gelap,
LEUTNANT ASHY
Seorang Leutnan dari SS nampak sedang menyiapkan rencana melarikan diri di basement bersama pasukanya yang berada disana,
" seluruh suplai sudah siap pak! "
" bagus, kru Logistik di bagian belakang, dan para penjaga dibagian depan " ucap Leutnant Ashy
Mereka lantas mengangkat barang bawaan masing masing dan berjalan menyusuri terowongan yang gelap dengan berbekal lentera yang redup,
JALUR BAWAH TANAH CLAY DAN FOG
Clay dan Fog turun ditengah tengah jalan bawah tanah yang gelap gulita, mereka lantas menyalakan senter mereka masing masing dan berjalan menyusuri jalur itu,
" jalur ini gelap sekali " ucap Clay
" apakah kita akan menemukan musuh disini? " tanya Fog
" aku tidak tahu, kita ikuti saja jalanya "
Jalur itu cukup panjang dan lembab, getaran bom dari atas masih terasa dibawah,
" setelah perang ini selesai, kau mau melakukan apa? " tanya Clay yang berjalan disamping Fog
" mungkin aku akan mulai merajut, kau tahu.... Ada tukang rajut di Distrik yang kusuka "
" Yoooo.... akhirnya! setelah bertahun tahun kau bisa mengobrol dengan wanita " Clay menjitak kepala Fog sebagai candaan,
" kenapa sinyal sangat susah disini!?, Halo Zhin! Zhin! " Fog terus menepuk nepuk walkie talkienya sampai tidak memperhatikan jalan,
" DUK! "
" aduh maaf Clay " ucap Fog yang tidak sengaja menabrak seseorang,
" bukan aku " jawab Clay
" kau siapa? " ucap orang yang Fog tabrak
rupanya ia tidak sendirian dan membawa dua temanya, disitulah mereka saling tatap hingga melihat badge di baju mereka masing masing,
" OUTSIDER!!!!! " teriak pria itu,
" SS!!!! " teriak Clay
Pria itu langsung mengeluarkan pistolnya dan menembaki mereka, Fog langsung bersembunyi dibalik tembok sementara Clay menembak ketiga orang tersebut menggunakan senapanya,
" LAPOR! Lorong jalan keluar! " ucap salah anggota SS yang sekarat menggunakan walkie talkie miliknya
" oh ya ampun, sepertinya ini berita buruk " ucap Clay yang mendengar laporan itu
__ADS_1