
Sehari kemudian
Ditempat latihan yang sama seperti sebelumnya, Kepala Toaru dibanting ketanah dengan sangat kencang hingga tanah disekitarnya bergetar hebat,
" ayolah Lockid..... apa apaan itu? "
" jangan panggil aku dengan nama itu lagi " jawab Toaru
" kau tidak suka kupanggil Lockid....? Hmmm... Kalahkan aku kalau begitu, Lockid Azazel hahahahahaha azazel darimananya "
Tiba tiba belum sempat Lobo selesai tertawa sebuah tendangan mendarat diwajahnya dan mementalkanya hingga beberapa ratus meter dari tempat ia berdiri,
sebuah perangkap tulang lalu muncul dari bawah tanah dan membanting Lock ketanah sekaligus menguncinya, dengan kencang sebuah tendangan menembus badanya hingga meremukan seluruh tulang rusuknya,
" jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi " ucap Toaru
" uhuk uhuk... oh ya ampun kau meremukan semua isi badanku, Hueekkkkk" Lobo segera memuntahkan darah dibarengi serpihan tulang rusukanya yang hancur, " kau belajar cepat kawan... " ucap Lobo
" terima kasih "
" tapi aku belum selesai dengan ini " Lobo lantas mengeluarkan sebuah tombak dari dalam tanah dan seketika menyerang Toaru kembali,
Toaru segera membaca situasi dengan membuat sebuah tombak dari tulang yang berada didalam dirinya,
Land of ice
" kau pikir dia akan turun? " tanya Ryot yang nampak sedang menggali sebuah batu es raksasa yang terkubur didaratan es tersebur
" siapa? " tanya Matarel
" pria yang di bulan "
" oh dia.... sepertinya dia hanya akan turun ketika sedang keadaan darurat saja "
" kita sekap saja pion miliknya "
" wow.... Itu cukup agresif Ryot... Namun aku suka ide itu "
Ryot lantas melubangi es itu menggunakan sabitnya dan Matarel lantas menembak luhang itu namun tidak terjadi apa apa,
" keras sekali " ucap Matarel sambil mengetuk ngetuk bongkahan es tersebut,
" minggir... " Ryot lantas menggenggam erat sabitnya dan membelahnya menjadi dua bagian, energi berwarna merah cerah,
BRAK!
Salah satu sabit terlempar dan menancap di lubang tadi dan Ryot dengan sekuat tenaga langsung memukul sabit itu mengunakan sabit lainya yang dibalik bilahnya,
CRATAK!
bongkahan es itu mulai meretakan permukaanya dan tak berselang lama satu persatu bagia es mulai terjatuh dan hancur, disanalah terlihat sebuah bagian berbentuk persegi panjang berada,
" bingo! " Matarel langsung membungkus artefak itu menggunakan kain yang ia bawa, " bagaimana kau melakukanya? '
" cara lama " jawab Ryot
SURGA, PADA ZAMAN DAHULU
Pasukan iblis mulai menerobos dinding tartarus dan menghancurkan setiap pilar yang ada disana,
semuanya bersorak sorai ketika kedatangan 2 orang malaikat disisi mereka,
"RYOT RYOT RYOT RYOT!!! " sorak seluruh iblis disana,
__ADS_1
Sebuah sabit lalu terlempar dan menancap dipintu gerbang lalu Ryot dengan kencang menghantam sabitnya dengan sangat kencang hingga menghancurkan pintu yang besar dan kokoh tersebut,
" SELURUH PASUKANKU.... SERANG!!! " teriak Ryot,
Seluruh iblis mulai berlari masuk kedalam surga namun ketika Ryot sudah setengah masuk, tubuhnya dihempaskan oleh salah satu malaikat disana,
" aku tidak percaya kau akan berubah " ucap Raijin
" sudah lama kita tidak bertemu kawan.. " jawab Ryot ia lalu membelah kedua sabitnya dan menyerang Raijin hingga menggetarkan dunia bawah, setiap serangan yang Raijin keluarkan dapat ditangkis oleh energi sayap milik Ryot
Raijin yang terdesak segera memunculkan kedua tombaknya dan melemparnya kearah Ryot, Ryot yang melihat hal tersebut segera mengulurkan tanganya dan memusatkan seluruh energinya kedepanya,
JLEEBB
Rupanya kedua tombak itu mengenai kedua sayap Ryot dan membuatnya terjatuh ketanah, Tombak yang berada di sayapnya rupanya berubah menjadi darah yang mengunci Ryot agar tidak bisa bergerak,
" kau telah mendengar bisikanya, bisikanya itu sesat dan keji "
" lebih kejian pemimpinmu, Raijin! " jawab Ryot yang terus mencoba bergerak walaupun seluruh badanya terikat,
" masih ada kesempatan, ayo ikut aku atau kau akan- "
" apa? Lenyap? Kau mengancamku? dasar si bajingan ini "
" baiklah... Aku tidak punya pilihan lain "
Raijin lantas mengeluarkan belatinya dan berjalan kearah Ryot sambil membaca doa, ia lalu mengangkat tanganya tinggi tinggi dan menghunuskan belatinya ke arah kepala Ryot namun sebelum hal itu terjadi sebuah pedang memenggal kepala Raijin hingga seluruh tubuhnya tersungkur ketanah,
Ryot akhirnya bisa bergerak kembali, ia lalu berdiri dan melihat seseorang menatapnya dihadapanya,
" hati hati " ucap Lock dengan armor besinya yang ditempanya sendiri
" baik... "
Ryot hanya terdiam sambil menggenggam sepatunya itu, menatap Lock yang berjalan meninggalkanya,
SEKARANG..
Ryot nampak memegangi sepatu yang ia kenakan tersebut sambil melihat Matarel yang sedang memikul artefak tersebut,
" kau lelah? " tanya Matarel
" tidak.. "
" kalau begitu gantian!!! "
" malas... " jawab Ryot yang segera melompat pergi meninggalkan Matarel sendirian disana,
" dasar gadis bodoh!!! " teriak Matarel,
Ryot berlari dengan sangat cepat meninggalkan Matarel sendirian disana membawa artefak yang ukuranya terlihat kecil namun memiliki berat yang cukup besar,
ππππΌπ
" hah...... Hah Hah" Hela Toaru
Ia berdiri didepan Lobo yang badanya dipenuhin dengan tusukan tombak,
" Kerja bagus.... kau sudah mulai menguasainya " ucap Lobo yang terbaring lemas " kau bisa pulang sekarang "
" eh? Apa kau akan baik baik saja disini? " tanya Toaru
" tidak apa apa... Pergilah, aku mau tidur sebentar" Lobo membalikan tubuhnya, Toaru langsung merasa jijik ketika melihat puluhan tombak menembus Lobo,
__ADS_1
" kau yakin? "
" pergilah.... aku akan baikan dalam waktu dekat kok, aduh... "
" baiklah.... Semoga cepat sembuh " jawab Toaru lalu pergi meninggalkan Lobo sendirian disana,
" sialan... Anak itu menghancurkan semua isi tanganku " batin Lobo yang terbaring diatas tanah,
" baguslah.... itu artinya dia sudah belajar "
Seekor Nicraw lalu muncul dihadapan Lobo,
" hei... Mau membantuku? " tanya Lobo
Namun Nicraw itu hanya terdiam menatap Lobo dengan tatapan kosong,
" bodoh... Aku lupa mereka tidak akan berani mendekatiku " Nicraw itu terus menatap Lobo dengan tatapan kosong, hingga membuatnya tidak nyaman,
" kau boleh pergi... " ucap Lobo " ayo! Pergilah... "
Nicraw itu tetap berdiri menatap Lobo, ia lantas mengubur wajahnya ketanah agar tidak melihat Nicraw tersebut, dan sesekali mengintip,
Ruang bawah tanah markas,
" Uhuk! " batuk seorang SS yang berhasil mereka tawan beberapa hari yang lalu,
" Dimana kalian akan menyerang kami? " tanya Fog yang berdiri disamping Rook,
" jika kalian tahu... Keluargaku akan terancam! "
" Rook setrum lagi " ucap Fog
Rook segera menyalakan dinamo yang berada disampingnya yang langsung menyalurkan listrik melalui kabel yang dipaku dikedua lutut pria itu,
" untuk apa aku mengasihani keluargamu, keluarga lain saja kau makan " Fog memukul wajah pria itu berkali kali menggunakan tang,
" oi Clay... Kau mau ikutan? " tanya Zhin yang baru datanf membawa pisau ditanganya,
" tidak terima kasih " jawab Clay yabg berdiri dipojok ruangan sambil memikirkan sesuatu,
" beritahu aku, semua rencana kalian "
" bunuh saja aku, AAAARRRGGHHHH! " pria itu tiba tiba mengerang ketika jari telunjuknya dipotong oleh Zhin,
Fog lalu memukul kepala pria itu lagi " dimana? "
" kalau kau tidak mau menulis itu berarti kau tidak perlu jari bukan? "
Clay yang melihat itu nampak senang namun ia segera meninggalkan tempat itu, Zhin yang melihatnya pergi nampak kebingungan,
" AAAAARRRGGHHHH " erang pria itu ketika jari tengahnya dipotong,
Dia meninggalkan tempat itu dan berjalan kearah ruang aula yang sekarang sedang dijadikan tempat bertarung mingguan, disana terlihat seorang pria bernama jester sedang menghajar beberapa prajurit disana,
" Yo Clay! " panggil Zhin yang sedang menonton bersama Cobalt disampingnya," bagaimana interogasinya? "
" berjalan seperti biasa... siapa dia? " tanya Clay sambil menunjuk kearah Jester
" oh... Dia Jester dari Pasukan amfibi, sepertinya dia yang akan memimpin pertarungan minggu ini "
" tak akan " jawab Clay sambil melepas jaketnya
" eh!? Apa yang kau lakukan? Kau masih dalam tahap penyembuhan " Zhin mencoba menahanya namun hal itu tidak dihiraukanya dan berjalan kearah lingkaran pertarungan,
__ADS_1
To be continued