Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
Namaku Clay


__ADS_3

Clay POV


aku masih beradaptasi dengan tubuh baruku pasalnya aku masih saja panik ketika kita menunggangi Alpha,


" jadi Toaru bisa kau ceritakan lebih lanjut tentang Bashina itu? " tanyaku sambil menggendong Arisa yang tertidur di punggungku


" Bashina itu adalah malaikat yang dibuang dari surga karena kami mencoba menguasai surga, intinya begitu, " jawab Toaru


" lalu kenapa kau berkhianat? Apa kau tahu rencana mereka? "


" rencana mereka? Aku kurang tahu tapi yang kutahu mereka sekarang sedang mengumpulkan beberapa artefak kuno yang aneh " Toaru lalu menghela nafas " aku tidak bergabung dengan mereka karena aku ingin berubah "


" maksudmu? "


" sebelumnya saat aku masih di akhirat aku yang memimpin pasukan untuk menggulingkan surga, dan bahkan aku membuat protokol aneh yang akan memaksaku jahat ketika aku sudah tidak sejalan dengan Madame "


" Madame? Siapa itu Madame? " tanyaku ketika mendengar kata Madame terucap dari mulut Toaru


" ka pernah dengan belial? "


" pernah "


" yap itulah Madame dan semua monster disini itu dia yang bawa " jawabnya datar


" hah? " aku bingung ketika mendengar hal itu, benarkah yang kita hadapi sekarang adalah seorang Iblis yang sangat kuat yang bahkan malaikat saja bisa dengan mudah disentil olehnya


" bagaimana dengankau Clay? Kau tidak pernah cerita tentang masa lalumu!? Kenapa namamu Clay? "


Mendengar hal itu hatiku lamgsung sedikit senang walaupun aku harus mengingat moment pahit itu lagi,


" aku dibesarkan di kamp tentara bersama Fog karena ibu dan ayah sudah meninggal saat sehari setelah melahirkanku, mereka dimakan Alpha " ucapku sambil mengingat ingat,


" aku turut berduka dengan orang tuamu,


lanjutkan "


" Fog juga sama... itu kenapa kami bisa didalam satu tim yang sama, aku diajari cara menembak yang benar sementara Fog diajari membunuh dalam asap, sesuai dengan namanya, mereka memberiku nama Clay karena kebiasaanku yang melumuri wajahku dengan tanah liat basah, "


" apa keunggulanya melumuri tanah liat basah? bukankah akan mengering "


" justru itu kenapa aku bisa menggunakan tanah liat basah karena aku tidak tahu bahwa tanah itu akan mengering dan merusak kamuflase dan terus terulang makanya para pembina disana memanggilki Clay " jawabku sambil mengingat moment aneh itu,


" kau ini aneh sekali " ucap Toaru


Terkadang aku berpikir betapa bodohnya aku saat masih kecil, sampai para pembina kesal denganku,


Clay usia 13 tahun

__ADS_1


Aku mengoleskan tanah liat keseluruh wajahku dan segera mengambil senapanku untuk berlatih kembali, saat itu Ludvik belum memimpin Distrik melainkan seorang kapten bernama Erwin,


Suara pluit mulai terdengar menandakan bahwa latihan segera dimulai,


" woy cepetan " ucapku kepada Fog yang masih saja bersantai sambil melahap roti ditanganya


" kau duluan saja " jawab Fog " lagipula kau aneh tahu menggunakan tanah liat untuk kamuflase "


" suka suka diriku lah " ucapku lalu berjalan meninggalkan Fog sendirian di kamp,


" dimana boy nomor 10? " tanya sang pembina yang sedang mencari cari ku


" aku disini! " jawabku sambil menerobos barisan


" selanjutnya Aki! " ucap pembimbing itu memanggil anak yang lain,


" hei bocah aneh, siapa namamu? " tanya seorang pengganggu disana,


" aku tidak punya nama, pembina memanggilku


10 " jawabku,


Aku sebenarnya sudah kesal dengan pengganggu bernama robert ini, dia adalah kadet paling kubenci dikarenakan gayanya yang nora dan sombong,


" dasar pecundang.... Untuk apa kau mengolesi wajahmu dengan itu? apa kau mandi dengan itu? Ihh menjijikan " ucap Robert


" semoga saja tidak ada Forester disekitar sini " ucap guru pembina ke rekanya,


" BAIKLAH SEMUANYA BERKUMPUL! AKU AKAN MEMBACAKAN LATIHAN KALIAN KALI INI "


Semuanya berkumpul di tengah padang rumput tersebut, " hari ini kalian akan melakukan tes penembakan target kearah sana " ucap sang pembina sambil menunjuk kearah boneka yang dipasang disana,


pandangan ku bukan tertuju ke arah pembina tersebut melainkan kearah hutan yang berada disebelahnya, aku memiliki firasat buruk tentang isi dari hutan tersebut,


" 10! SEGER BERBARIS! KENAPA KAU BENGONG!!!! " teriak pembina kepadaku,


" maaf pak! " ucapku


Pembina itu menampar wajahku sehingga tanganya penuh dengan tanah liat " kenapa kau melakukan ini? Memangnya ada gunanya? Hah!? Ada ada saja dasar bocah " ucap pembina itu sambil mengelap tanganya yang terkan tanah liat ke bajunya, " mulai sekarang namamu Clay! "


" Clay? "


" CEPAT BERBARIS! " bentak pembina tersebut,


Aku langsung tiarap dan mengarahkan senapanku kearah sebuah bineka sawah yang kepalanya ditutupi ember,


" TEMBAK! "

__ADS_1


Sesuai aba aba, aku langsung menarik pelatuk senapanku dan untungnya tepat mengenai sasaran, aku mengenai sasaran tepat sampai 3 kali dari 5 kali tembakan dan tak berselang lmaa istirahat diadakan,


" hei Clay! Kau hebat tadi, " ucap Erina seorang murid perempuan disana


" terima kasih, aku hanya beruntung, " aku mulai menerima ketika Orang orang memanggilku dengan nama Clay, maksudku Clay itu bagus kan?


" ya dan seterusnya kau akan mati Clay! " ucap Robert yang menghadangku, murid pengganggu satu ini memang cukup menyebalkan, dia mendorongku hingga jatuh dan pergi meninggalkan aku dan Erina disana,


" kau baik baik saja? " tanya Erina sambil memegang tanganku


" ya aku baik baik saja, aku akan membalut lukanya terlebih dahulu " ucapku karena tanganku sedikit tergores ranting disana, aku berjalan meninggalkan Erina kearah Kamar mandi kecil disana, namun ketika aku mau membuka pintu tiba tiba saja pintunya tidak bisa dibuka, rupanya Robert menghancurkan gagang pintunya aga tidak bisa kubuka,


" Robert sialan! " ucapku sambil mencoba mendobrak pintu itu,


" SEMUANYA BERBARIS! " sial! Waktu istirahag rupanya sudah selesai dan aku masih terperangkap didalam kamar mandi bau ini, aku ingin menembak pintu itu namun aku takut bahwa itu tidak ada di perintah,


Aku hanya bisa berjongkok dan merenung didalam kamar mandi itu sampai aku mendengar suara tembakan dan juga suara teriakan,


" suara apa itu? " batinku


Aku langsung mengintip dari lubang kecil dipintu dan betap terkejutnya diriku jetika melihat Erina sedang berlari berusaha menembaki Nicraw yang mengejarnya, aku langsung mendobrak dobrak pintu itu hingga menggaruk garuk pintu itu hingga beberapa kuku tanganku terlepas karena pintu itu yang terbuat dari besi rongsok, aku lalu langsung berpikir keras sampai terpikir dibenaku dengan menembak dari dalam kamar mandi menggunakan senapanku,


" aku punya ide " ucapku sambil kutaruh moncong senapanku kedalam lubang kecil tempatku mengintip keluar, lalu dengan menahan rasa sakit dari tanganku aku mulai menekan pelatuk yang keras itu dan menembak Nicraw disana, darah secara perlahan mulai mengalir dari beberapa kuku yang terlepas ketika aku menekan pelatuk itu,


Tak berselang lama suara tembakan lain terdengar dan pintu kamar mandiku secara perlahan dibuka oleh seseorang,


" Oiy! " panggil Fog dengan beberapa para pasukan sedang menyisir daerah itu, Fog langsung menarik tanganku keluar dari kamar mandi dan membawaku ke truk medis ketika melihat tanganku semuanya terluka,


Ditengah perjalanan mataku terpaku kearah Erina yang sudah terkapar tak bernyawa dengan tangan yang hilang dan wajahnya yang hancur, ku ingat sekali wajah cantiknya,


" oi! 10! SINI! " panggil Fog yang berdiri didalam truk medis, aku lantas segera menghampirinya dsn duduk diatas tandu yang terbuat dari besi rongsokan,


" siapa namamu? " tanya si petugas medis


" Clay " jawab ku


Fog nampak menaikan setengah alisnya ketika mendengar namaku tersebut


" Clay? Hei kau kejedot apa sampai bisa memilih nama itu, dok! Sepertinya kepalanya terbentur " ucap Fog


" tidak...... Aku suka nama itu, dan itu tidak aneh sepertimu yang berarti asap! " ucapku


" itu cool tahu! " jawab Fog tidak terima


" aneh tetaplah aneh " jawabku


Malam itu kami mengobrol tentang kejadian itu, rupanya kejadian itu bisa terjadi dikarenakan kelalaian sang pelatihku dalam memilih tempat berlatih, Ada yang bilang tempat itu sedang menjadi tempat lintasan hibernasinya Nicraw namun aku tidak memperdulikan hal itu, karena hanya akulah yang selamat.

__ADS_1


__ADS_2