
pada zaman dahulu didalam surga yang tentram, dimana para arwah bersenang senang didalamnya, namun dibalik kesenangan itu ada beberapa malaikat yang iri dan juga merasa bahwa ruh ruh disana dipilih secara tidak adil, para malaikat itu berjumlah 9, dan berusaha mencari sesosok mahkluk bernama...
" belial "
sesosok perempuan yang dibuang kedalam neraka terdalam karena ingin menggulingkan surga, mengetahui keberadaan belial mereka bersembilan segera turun ke neraka guna membebaskan belial dan menjadi bawahan setianya, hingga disuatu hari ketika para kesembilan malaikat itu bersiap menghancurkan surga, Belial dengan kekuatanya memberikan mereka kekuatan yang cukup besar hingga mematahkan setiap cincin suci dikepala mereka dan menggantikanya degan tanduk melayang dimasing masing mereka.
" Kopinya " ucap pelayan sambil meletakan secangkir kopi di hadapan Toaru
" terima kasih " jawab Toaru
" sudah lanjutkan " potong Iohan,
Mereka semua mulai menyerang surga hingga memporak porandakan seisinya, para malaikat penjaga sangat kewalahan ketika menghadapi mereka, namun ditengah penyerangan sang sosok terkuat muncul dan mengalahkan kesembilan malaikat dengan sekali sentuh, kekalahan mereka berujung fatal, Belial dibuang kebumi dan disegel didalamya sementara kesembilan malaikat dibuang ke dataran bumi dengan kondisi sayap mereka yang sudah dihilangkan, akan tetapi mereka tidak menyerah, mereka tahu bahwa sosok paling kuat itu pernah menjatuhkan beberapa bagian surga kebumi dan mereka berencana mengumpulkan bagian bagian itu, dan menyatukanya guna menggunakan bumi sebagai senjata,
" bagaimana kerjanya? "
" mereka akan memusnahkan seluruh umat manusia dan menyatukan jiwa mereka sebagai senjata dan bumi sebagai wadahnya "
" kau termasuk kedalam mereka bukan? " tanya Iohan lalu menyeruput kopi didepanya
" ya dulunya... Namun ketika aku turun kebumi aku melihat bahwa manusia itu hanyalah mahkluk lemah yang sok tahu, "
" hei... Kau menghinaku? " Iohan mengertukan wajahnya
" aku saat bayi juga tidak tahu bahwa aku adalah salah satu malaikat "
" lalu bagaimana dengan monster monster yang banyak diluar sana? "
" mereka adalah ciptaan Belial, mereka tercipta ketika salah satu dari kami berhasil membuka segel Belial "
" dasar..... " Iohan mengepalkan tanganya
" aku disini hanya mencoba memperbaiki keadaan" ucap Toaru
" sudah? Itu saja? "
" oh iya... Dan juga setiap Bashina yang melawan atau tidak patuh kepada Belial, maka kekuatan Belial yang ada didalam tubuhnya akan mencoba mengambil alih kendali tubuh dengan kepribadian yang baru "
" apa kau juga seperti itu? punya kepribadian ganda? "
" dulu iya... Namun sekarang sudah tidak, aku sudah membunuhnya"
" seram juga.... "
tiba tiba saja ketika mereka berdua sedang menikmati secangkir kopi dan bola nasi Arisa muncul dengan tergesa gesa mencari Toaru,
" Ryu! Ryu! "
" HEI AKU DISINI " jawab Toaru
" kau belum memberitahukan nama aslimu kepadanya? " tanya Iohan
Toaru dengan cepat menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa dia belum memberitahukan Arisa tentang nama aslinya, Arisa nampak berlari menghampirinya sambil tergesa gesa,
__ADS_1
" kau mau pergi besok? "
" tentu saja "
" tapi aku belum memberitahumu tentang informasi yang kau mau itu "
" oh... Tidak apa apa, aku sudah dapat informasi itu sebelum dansa kemarin "
" OI NONA... APA KAU LUANG MALAM INI? " goda salah seorang pengunjung cafe,
Arisa yang mendengar hal itu lantas memukul kepala pria itu hingga tersungkur,
" dasar mesum " ucap Arisa " lalu informasinya tidak jadi? "
" tidak.. Terima kasih "
Mendengar hal itu Arisa lantas memukul meja dengan begitu keras hingga setengah hancur, menajtuhkan hidangan yang dipesan oleh Toaru dan Iohan,
" KALAU BEGITU AKU INGIN IKUT DENGAN KALIAN "
Iohan yang seketika terkaget hingga tersedak ludahnya sendiri, Toaru juga yang tadinya tidak peduli langsung menoleh kearah Arisa,
" kau serius? " tanya Toaru " Ludvig tidak akan memperbolehkan "
" pasti boleh " potongnya,
" Iohan kita kembali sekarang! " Toaru segera berjalan pergi disusul oleh Arisa dan Iohan,
MARKAS UTAMA OUTRIDERS
" Ludvik kita perlu bicara " ucap Toaru setelah mendobrak pintu kantor Ludvik,
" ada apa? apa ada masalah? " tanya Ludvik
" Adikmu, Arisa ingin ikut denganku "
" bukankah itu bagus? " jawab Ludvig
" what? Tentu tidak... Dia hanya akan menjadi beban " ucap Toaru
" oh ayolah.. Dia bukan anak kecil.. Dia itu cukup kuat, "
Sementara Toaru mengomel didalam ruangan hungga terdengar keluar, Iohan dan Arisa nampak bercakap santai di lorong markas,
" kau dulu juga penghuni Dome? " tanya Arisa
" yap... Aku dahulu adalah pilot.. " jawab Iohan
" lantas kenapa kau bisa disini "
" ceritanya panjang sekali "
" coba ceritakan " ucap Arisa dengan penuh rasa penasaran
__ADS_1
" dahulu ketika para Skeleton menyerang Kubahku, aku ditugaskan menjatuhkan bom, Ditempat target, namun setelah aku berhasil menjatuhkan bom ditarget secara tiba tiba sebuah rpg terlontar dan mengenai sayap kanan ku menjatuhkan aki dan pesawatku ke hutan yang berjarak 200 meter dari Dome, namun akibat sekeliling Dome yang masih ramai, aku akhirnya memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dan berakhir disini "
" itu cukup kompleks " jawab Arisa
Tak berselang lama keluarlah Toaru bersama Ludvik disampingnya,
" oke kau boleh ikut " ucap Toaru
" hah? Yang benar? " tanya Arisa
" yap.... Benar sekali " jawab Ludvik " jadi kemasi barang barangmu sekarang "
" siap kapten "Arisa lantas segera berlari kearah apartemenya untuk mengemasi barang barangnya
" baiklah aku harus pergi dulu, sampai jumpa Ryu " ucap Ludvik sambil berjalan meninggalkan mereka berdua di lorong
" apa yang terjadi didalam? " tanya Iohan yang penasaran,
" kasarnya kita akan selalu menjadi orang penting di Dome ini "
" Dome? Apa maksudmu? "
" Eh!? Maksudku Distrik... Aku ingatnya Dome, maaf maaf " jawab Toaru
Mereka lalu berjalan kearah garasi guna mempersiapkan mobil mereka untuk perjalanan besok,
" kalian pasti butuh ini " ucap Zhin sambil membawa sebuah jirigen bahan bakar," ini bisa kalian gunakan ketika ditengah jalan "
" terima kasih banyak, " ucap Iohan,
" well.... Kau tahu tugasmu " ucap Toaru
" siap bos "
Mereka mulai memodifikasi luar mobil dengan besi dan kawat berduri, serta beberapa komponen diganti dengan mesin lain, mereka mengerjakan semua itu hingga keesokan paginya, tanpa tidur hanya berbekal roti dan kopi panas,
" Baut! " ucap Iohan ketika sedang membenarkan bagian bawah, " Baut! " mengetahui tidak ada yang menyahut ia segera keluar dari bagian bawah mobil dan melihat Toaru yang sudah tertidur diatas kursi,
" haduh...... Dasar! " ucap Iohan lalu mengambil sekotak baut dan beberapa perkakas, agar ia mudah menjangkaunya disaat sedang membenarkan mobil disana,
Ruang interogasi
Ludvik nampak sedang memukuli seorang yang diikat tanganya dan sebuah kabel tertancap di kakinya,
" Oi Ludvik... Sepertinya aku yakin kalau dia itu adalah orang yang kau lihat di Daeki saat itu " ucap Zhin
" kau dapat informasi darimana? " tanya Ludvik seketika menghentikan pukulanya " Fog... Urus ini dulu "
" siap pak! "
Ludvik menghampiri Zhin yang berada di sebelah pintu keluar,
" wajahnya sangat mirip, dan kesaksian seorang Skeleton yang kita tangkap mengatakan bahwa Ryu pernah menghancurkan basenya "
__ADS_1
Ludvik segera membaca berkas yang dibawa oleh Zhin secara teliti
" dan aku yakin bahwa Ryu bukanlah nama aslinya" Zhin nampak menyeringai.