Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
AMBUSH


__ADS_3

Ludvik yang sedang menikmati tehnya diruangan Arisa secara samar mendengar langkah kaki dari luar, ia pun mengecek keluar ruangan Arisa melalui jendela dikarenakan tidak semua orang bisa sampai didepan ruanganya Arisa hanya leutnan dan pangkat diatasnya yang bisa menapakan kakinya disana,


" tidak ada siapa siapa? " batin Ludvik yang mengintip dari jendela yang berlubang, ia lantas berjalan kearah pintu dan disaat ia buka barulah ia melihat seorang manusia yang badanya tertutup dengan perban,


" kau siapa? " tanya Ludvik


Orang itu hanya diam dan menatap kearah Ludvik,dan secara perlahan mengeluarkan pisau dari dalam perbanya,


" sialan " batin Ludvik,


SEMENTARA ITU DI MARKAS


Leher Toaru nampak merasakan sesuatu namun ia tidak menghriaukanya, ia lantas membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar yang gelap itu,


" hari yang berat... " gumam Toaru, ia lalu menyalakan lampu kamarnya dan sebuah tendangan mendadak menendangnya hingga keluar jendela kamarnya,


PRANGGGG


6 buah tiang nampak melesat dari atas kearahnya dengan kencang,


Toaru lantas menangkis setiap tiang namun sebuah tiang nampak berhasil menembus perut Toaru dan membuatnya menghantam tanah, ia langsubg berdiru dan mencabut tiang besi dari dalam perutnya,


" KUROJI TOARU " panggil Undead itu, yang muncul dari kegelapan dan menghampiri Toaru,


" Matarel? Itukah kau? " tanya Toaru yang menyadari bahwa itu suara dari Matarel, Toaru melihat sebuah mulut yang berbicara di bagian dada Undead itu,


" maaf aku tidak bisa bertemu dengamu langsung" ucap jawab Matarel melalui mulut yang ia tanam ditubuh Undeadnya " namun semoga kau terhibur dengan pertunjukan dari peliharaanku! "


" lain kali.... Kalau kau membuat sesuatu... Buatlah dia lebih kuat " ucap Toaru yang meremehkan Matarel,


" kalau begitu..... Bersiap siaplah!!! " mulut itu lalu menyatu dengan tubuh Undead itu dan mulai menyerang Toaru secara membabi buta,


RUMAH SAKIT


Brakkk


Kepala Undead itu nampak menembus kaca penghalang dengan tangan Ludvik masih mencekiknya, Perut Ludvik lalu ditendang hingga terpental beberapa langkah dari Undead itu,


" MAJU SINI! " Ludvik dengan tubuh penuh memar langsung berlari dan menendang kepala Undead itu namun dengan cepat kakinya digenggam dan diayunkan kearah dinding, Ludvik yang berpikir cepat langsung memutar kakinya dan mengunci tangan Undead itu sehingga ia dapat membanting Undead itu dengan tubuhnya yang masih berayun,


Ludvik lantaz bangung dan menginjak kepala Undead itu berkali kali, kakinya lalu ditarik dan membuatnya terjatuh, ia lantas mengunci pinggang Undead itu ketika Undead itu mencoba beridiri sehingga membuatnya bisa membanting Undead itu sekali lagi,


" oi aku belum selesai " Ludvik menhampiri Undead itu dan mengangkat badanya lalu memukuli wajahnya berkali kali,


" LUDVIK! LUDVIK!! " teriak Zhin sambil berlari membawa senapan, teriakanya terdiam ketika melihat Ludvik sedang memukuli Undead itu tanpa henti,


" berikan senapanmu " ucap Ludvik

__ADS_1


Zhin lantas memberikanya kepada Ludvik dan langsung ditembakan ke kepala Undead itu hingga hancur lebur,


" mahkluk itu membunuh para penjaga diluar, kenapa dia bisa sampai sini "


Ludvik mengelap darah di mulutnya dan berjalan meninggalkan Zhin sendirian disana,


" pagi pak! " ucap Fog yang berhenti disebelah Ludvik


" sudah siang " jawab Ludvik,


Fog terdiam dan membiarkan Ludvik berjalan melewatinya, setelah itu ia segera menghampiri Kaptenya itu yang sedang membersihkan senapanya di westafel didekat sana,


" apa... Dia yang membunuhnya? " tanya Fog kepada Zhin ketika melihat jasad Undead yabg tergeletak dan berserakan dilantai," disaat orang ini berhasil menumbangkan pasukan elit kita Ludvik masih saja bisa mengalahkanya? "


" aku tidak heran sih.. Kau sudah tahu kan? Ceritan tentang dia? "


" sudah! Yang cerita tentang dia bisa mengalahkan setengah pasukan Distrik dengan tangan kosong selama satu malam penuh "


" tepatnya 237 orang berhasil ia kalahkan malam itu " Zhin lalu mengalungkan kembali senapanya


" itu kenapa Ludvik bisa mengalahkan musuh seperti dia, sudahlah ayo kita keluar!" ucap Zhin sambil menunjuk kearah jasad Undead didepanya,


PASAR


Orang orang berlarian pergi ketika Toaru melempar salah satu Undead ke dalam pasar dengan begitu kencangnya,


Puluhan Nicraw yang lepas lantas mulai menyerang Undead yang tergeletak itu, Toaru dengan segera langsung mengeluarkan seluruh tulang dari tubuh semuaNicraw yang menggerogoti Undead itu, dan mengubahnya menjadi tiang yang menembus setiap sendi Undead itu,


" Let me see your face "


Toaru seketika merasa mual ketika membuka perban dari wajah Undead itu rupanya dibalik perban itu ada banyak kulit dan bagian wajah yang dijahit tidak beraturan, bahkan sebuah mata terlihat dibagian dahi sudah sedikit membusuk,


" HUEKKKK " Toaru muntah disampingnya, ia lantas mencabut kepala itu dari tubuhnya dan melemoarnya sejauh mungkin keluar Distrik membunuh Undead itu ditempat,


" oi! Kau baik baik saja? " tanya Cobalt yang datang bersama pasukanya,


" aku hanya butuh waktu sendiri, Huekkk! " Toaru tanpa sengaja muntah lagi ketika berjalan kearah Cobalt


" yak..... Kau harus kekamar mandi kawan " jawab Cobalt


" aku baik baik saja... HUEKKK...!!! "


" kau seperti habis melihat hal menjijikan saja "


Cobalt segera berjalan masuk diikuti puluhan prajurit dibelakangnya " Telusuri sekitar! "


" SIAPP! "

__ADS_1


Toaru yang berjalan keluar nampak melihat Ludvik yang berjalan menghampirinya dengan beberapa perban tertempel diwajahnya,


" ada apa denganmu? " tanya Toaru " apa Arisa baik baik saja? "


" asal kau tahu! orang orang mumi itu mau menyerang Arisa tanpa alasan yang jelas " jawab Ludvik yang langsung melewati Toaru menuju Cobalt, Toaru yang mendengar hal itu langsung berjalan kearah rumah sakit yang dipenuhi dengan prajurit disana,


" Oi Toaru! " panggil Zhin dari dalam gedung,


Toaru segera berjalab menghampiri Zhin kedalam gedung,


" apa yang terjadi? "tanya Toaru


" terjadi serangan dirumah sakit, dan aku rasa para mahkluk aneh itu mengincar Arisa secara tiba tiba, namun semuanya sudah diurus Ludvik"


"Syukurlah....tapi sepertinya aku tahu alasanya " ucap Toaru " namun ini harus dibicarakan dengan serius, tidak disini "


" baiklah kalau begitu " jawab Zhin


" lalu bagaimana dengan Arisa? "


" dia baik baik saja, kondisinya semakin membaik sekarang "


" huh.... Ya tuhan... Baguslah, " jawab Toaru


" Oi Toaru! "


" ya? "


" besok kau bisa ikut kita kan? mencari obat? " tanya Zhin


" dengan senang hati, kumpulkan Ludvik dan Cobalt nanti aku ingin bicara " Toaru lalu berjalan menuju kamar Arisa yang dijaga ketat oleh tentara,


SEMENTARA ITU DILUAR DISTRIK BEKAS BANDARA,


dua buah Truk nampak menarik 2 buah pesawat usang bermesin diesel yang mereka temukan di reruntuhan Dome,


" jadi itu pesawatnya? " tanya Iohan sambil menunjuk kearah pesawat bertuliskan P51


" mungkin mesinya masih bisa diperbaiki, namun percayalah tidak ada kerusakan fatal " jawab Nail


" aku tidak sabar ingin mengendarainya "


" wow.... Sabar Cowboy! kau harus menunggu ini dibetulkan terlebih dahulu "


" ya ya... Semoga tidak lama " Iohan lantas melihat lihat sekitaran yang diterangi oleh lampu lampu jalanan yang beberapa sudah mati," aku tidak melihat Nicraw didekat sini "


" tentu saja tidak, hewan hewan itu kurang suka cahaya lampu, itu kenapa disini bisa dibilang cukup aman, lagi pula kita punya persenjataan banyak "

__ADS_1


" WOY! SEMUANYA SUDAH SIAP! " teriak salah satu prajurit yang berada didalam truk,


" well... Saatnya berkerja " ucap Nail sambil berjalan menghampiri pesawat itu disusul oleh Iohan dibelakangnya,


__ADS_2