
Fog segera mengeluarkan Alice dari dalam mobil, Alice yang dalam keadaan kesakitan nampak memegangi kakinya yang patah,
" Toaru! Lindungi kita " ucap Fog
" sedang kulakukan! " jawab Toaru, ia menaikan tanah dihadapan mereka sehingga berguna seperti dinding, namun hal itu tidak berhasil sebab mereka diserang dari berbagai arah,
Toaru lalu memetika jarinya sehingga membuat ebberaps tentara kesakitan akibat tulang mereka yang merobek keluar, beberapa RPG terlontar kearah mereka yang untung berhasil Toarj tangkis berkali kali,
" Fog! Gantian! biar aku yang urus! " ucap Toaru,
" tahan ya Alice! " dengan kekuatanya Toaru mengembalikan tulang kaki Alice yang patah dan mencuat keluar kembali seperti semula,
" AAAAARGHHHHH " erang Alice yang kesakitan,
Body mobil yang mereka jadikan tameng lambat laun mulai rusak,
" TOARU!? " teriak Fog yang terdesak
" bagaimana cara memindahkan ke dimensi itu!!!!??? " batinya" AHHH!? kenapa aku hanya bisa melakukan itu ketika tak sadar!!" Toaru lalu memunculakn topeng khasnya dan dengan katananya ia melompat keluar menyerang satu persatu orang disana,
" sialan!? " Fog yang kehabisan peluru senapanya segera menggantinya dengan pistol disakunya,
" 9,10,11,12,14,20 yap itu sudah lebih dari cukup "
Toaru memetik jarinya sehingga beberapa SS disana ia buat mati dengan seluruh tulangnya ia keluarkan dan ia jadikan 3 menara yang mengitari tempat itu, setiap menara mulai mengeluarkan aliran listrik, namun para SS tidak kehabisan akal dengan rpg yang mereka punya,mereka membombardir setiap menara yang terbuat dsri tulang itu,
" HAHAHAHAHA mereka pikir mereka bisa lari!? " ucap pemimpin pasukan SS
" ayo kaliam berdua akan kubawa pergi " ucap Toaru
" dengan? "
" kugendong " jawab Toaru " aku bisa mengangkat kalian berdua sekaligus
Fog lantas melihat kearah Alice yang terluka dengan kaki yang diperban seadanya,
" kau bawa Alice dulu! Baru aku " ucap Fog
" hah!? Maksudmu? " tanya Toaru
" jika kau membawa ku maka semua senapan akan tertuju kepadamu dan kita semua akan mati, lagi pula kau menggendong ku di pundak bukan? "
" yap... Seperti biasa, supaya cepat "
" itu malah tambah bahaya!!! makanya kau bawa Alice, biar aku alihkan perhatian mereka " jawab Fog
" tapi, kau bisa mati jika aku kembali nanti! "
" suruh siapa kau kembali kesini? "
plak
Toaru menampar wajah Fog dengan keras
__ADS_1
" woi!? Kau pikir untuk apa aku membantu grup mu supaya bisa hidup tapi hilang satu!? Sama saja bohong dong!? tidak ada gunanya aku ikut misi ini "
" tapi... Ada kemungkinan "
" kemungkinan apa? Mati? Kau akan mati pada waktunya namun bukan kau yang menentukan kapan kau mati? dasar manusia banyak maunya "
mendengar hal itu Fog langsung tersentuh hatinya
" baiklah aku ikut dengan mu "
" nah gitu do-"
Omongan Toaru terpotong ketika sebuah suara mesin aneh terdengar dari udara,
" suara apa itu? "
Fog memincingkan matanya dan mencoba melihat kearah bintik merah yang berkedap kedip diudara,
" itu pesawat!!! " teriak Fog
" sialan!? Mereka ini punya apa saja sih!? " ucap Toaru sambil mengarahkan katananya ke pesawat itu namun Fog langsung menepisnya
" tunggu sebentar!? itu adalah pesawat Outriders!?" jawab Fog sambil menunjuk kearah sayap pesawat yang bergambarkan simbol Outriders
" hah? Kok bisa? "
Pesawat itu menjatuhkan puluhan bom ke area musuh sehingga membuat medan pertempuran semakin meriah, muncul rasa senang didalam hati Toaru ketika melihat kekacauan itu,
" sekarang!? Kau duluan saja aku masih mau menikmati ini " Toaru lantas melompat meninggalkan Fog yang menggotong Alice menjauh dari lokasi pertempuran,
Toaru memukul tanah sehingga membuat gempa disekitarnya, dengan kekuatanya ia mengubah semua tulang para SS menjadi meleleh didalam tubuh mereka dan membunuh mereka dengan rasa terbakar,
" need help sunshine? " tanya Toaru kepada salah satu prajurit yang terluka,
" tolong!! "
Toaru lantas mencabut kepala prajurit itu dari badanya dan melemparnya kearah acak,
" WUUHUUUUU!!!! "
Malam itu suara teriakan terdengar sepenjuru hutan, mereka melihat bayangan iblis dibalik kobaran api yang semakin besar,
BESOK PAGINYA
Toaru berjalan menghampiri Iohan yang sedang mengelap sayap pesawatnya,
" rajin sekali pagi pagi begini sudah membersihkan pesawat " ucap Toaru
" Oi boss! kau pasti kaget semalam!! " tanya Iohan sambil membuang air kotor di embernya
" cukup kaget... lagipula darimana Distrik mendapatkan 2 pesawat seperti ini!? " Toaru lalu mendekati pesawat itu dan menggigit jarinya hingga berdarah,
" apa yang kau lakukan boss? "
__ADS_1
" memberikan jimat " Toaru mengoleskan segari darah di moncong pesawat milik Iohan itu, agar tidak diserang oleh para Monster dimalam hari,
" OIIII! SARAPAN SUDAH SIAPPP!!! " teriak Hayden dari gedung bandara,
" kau mau ikut sarapan bersama kami? " tanya Iohan
" tidak terima kasih.... Kapan kapan saja " Toaru lantas berjalan pergi
" oh iya Boss!! " panggil Iohan, Toaru lantas berbalik " tentang gereja yang kau bilang! Aku menemukanya "
" oh ya!? "
" iya boss... Nanti kita diskusikan "
" baiklah!! temui aku di markas "
" dimengerti "
" Aiga..... Pertarungan kita sudah dekat " batin Toaru
MARKAS
" UHUK UHUK " batuk Clay " terima kasih "
Clay akhirnya terbangun dari komanya akibat obat yang mereka bawakan semalam, wajahnya pucat sudah seperti mayat,
" kau harus berterima kasih juga ke Toaru " jawab Fog yang pelipisnya diperban,
Tak berselang lama masuklah Alice yang didornh menggunakan kursi roda oleh Zhin, kaki kananya nampak diperban dan juga beberapa luka perban terlihat dileher dan tanganya,
" akhirnya kau sadar! " ucap Zhin
" dia kenapa? " tanya Clay
" hanya kecelakaan kecil " jawab Alice, " untungnya Toaru bisa melindungi kita dan Fog ternyata mengerti medis "
" itu bukan berarti aku bisa medis tahu" jawab Fog
" sepertinya kau cocok di medis pak! " ucap Rook
" oit!!!! Sudah kubilang aku hanya sekedar tahu, bukan berarti aku mengerti medis "
" mohon bantuanya dokter Fog " ucap Zhin,
" SIALAN KAU!!! "
" HAHAHAHAHAHAHA " Clay tertawa ketika melihat teman temanya bercanda, namun sesuatu seperti mengganjal didalam dirinya
" Hahahhaahahha dokter Fog " ucap Rook sambil tertawa,
Mereka akhirnya berbincang hangat pada pagi hari itu, suasana nyaman menyelimuti Distrik, obat obatan yang mereka dapatkan berhasil membantu beberapa orang dirumah sakit itu, Toaru memasak sarapan untuk Arisa dan dirinya, Ludvik nampak menikmati pagi hari itu dengan secangkir kopi dan kekasihnya di sampingnya, dan juga Iohan yang sarapan bersama para penerbang lainya,
" Toaru! " ucap seekor serigala yang terduduk diatas tembok Distrik, cakar emasnya nampak mengukir sesuatu, " kawan lama "
__ADS_1