
Brak!
Seorang pria dilempar hingga menjebol sebuah pintu di markas tersebut, Ludvik lalu berjalan masuk sambil merunduk dan menembaki setiap orang disana,
" Bersihkan lantai ini! Aku mau semua dilantai ini bersih tak tersisa " ucap Ludvik sambil berjalan kelantai atas disusul oleh timnya yang bertarung di lantai dasar tersebut,
" Cobalt! Urus sisanya " ucap Ludvik
" baik pak! " jawab Cobalt sambil berjalan kesalah satu lorong bersama pasukanya,
Ludvik sendirian naik kelantai 3 atau lantai paling atas dan mendengar suara gubrakan dari salah satu lorong koridor,
" Dengan ini tidak ada yang bisa masuk kemari " ucap seorang SS yang baru saja menumpuk lemari didepan pintu,
" apa yang akan kita lakukan sekarang Kapten? "
" kita akan keluar lewat belakang, ada jalur raha-" omongan Keith terhenti ketika melihat bayangan Ludvik yang berdiri di ujung koridor dengan kobaran api disekitarnya,
" hanya 1 orang saja! Kita bisa mengatasinya " ucap anak buahnya,
Keith terdiam seribu kata, keringat mengucur deras dari atas dahi sang kapten,
Layaknya seorang malaikat pencabut nyawa, aura kelam terpancar dari dalam diri Ludvik,
" SERANG DIA!!! JANGAN DIKASIH KENDOR "
Ludvik mengeluarkan pisau kecilnya dan berlari kearah pasukan Keith yang juga berlari kearahnya sambil membawa senjata mereka masing masing,
" Prak! "
" Prang! "
satu persatu kacung Keith mulai tumbang, leher demi leher ia tusuk dan patahkan dengan mudahnya seperti mematahkan wafer,
" AAAAAHHHHH!!! " teriak salah satu pria yang rusuknya ditusuk dan ditarik keluar oleh Ludvik,
" KEITH! "
" long time no see you Ludvik! "
Ludvik berlari kearah Keith dengan tanganya yang siap memukul,
100 METER DARI ZONA PERANG
" woy! Apa yang kau lakukan disini? " tanya salah satu Outsider ketika melihat Toaru sedang duduk santai diatas batu sambil menonton kekacauan didepanya," kenapa kau malah duduk "
Toaru tidak menghiraukanya, ia malah tetap duduk santai diatas batunya, sampai salah satu rekannya kehabisa kesabaran dan menodong Toaru,
" kau mau ikut bertarung atau tidak! Hah! "
__ADS_1
Toaru lalu menoleh kearah penodongnya dan membengkokan laras senapanya,
" dengar ya... Jika aku disana maka teman temanmu juga akan ikut terkubur " jawab Toaru lalu merebahkan dirinya,
Para Outsider itu hanya terdiam dan berlari kembali kearah Markas SS dengan wajah panik,
GEDUNG RUMAH SAKIT
Ludvik dilempar menembus kaca salah satu ruangan disana,
" kau sudah cukup hebat ya " ucap Keith sambil membuang giginya yang rontok, " I still remember the time when I killed your sister, when you were weak like a worm "
" Just shut up your mouth " jawab Ludvik,
Pertarungan saling adu tinju terjadi, suhu ruangan disana mulai memanas diiringi api yang mulai melahap setengah bangunan, hanya Keith satu satunya manusia yang bisa bertahan dari pukulan telak Ludvik didadanya,
" you just broke my ribs! Damn it! " ucap Keith sambil memegangi dadanya, Keith lalu menghantamkan sebuah kursi ke arah Ludvik hingga hancur,
" really? You used a Freaking chair to hit me? " jawab Ludvik yang masih berdiri tegak, Ludvik lalu menendangnya namun rupanya tendangan itu bisa Keith tahan dengan kedua tanganya,
Lapangan,
Zhin hanya bisa terdiam ketika melihat jasad Fog yang berada dihadapanya, suasana yang ricuh disana seketika sunyi didalam hati Zhin,
" Fog.... " ucap Zhin dengan air mata perlahan mengalir melewati pipinya,
Alice hanya bisa memeluk Zhin sekaligus menenangkanya, sementara Rook dan Clay hanya bisa terduduk diam,
" aku turut berduka... Meskipun aku masih baru namun Fog sudah seperti sahabat bagiku " ucap Rook
" Fog itu berbeda, dia lebih dari sekedar sahabat, dia adalah keluarga bagiku " jawab Clay,
Clay lalu mengambil tabung berisi darah dan meminumnya, disitulah sifat buasnya mulai keluar, ia mengambil snipernya dan berlari kearah medan pertempuran, menerjang ratusan peluru yang menembus dirinya,
" AAAAAARRRGGGGHHHHH!!!!! " Clay berteriak sambil terus menembak membabi buta, ia lalu mengambil granat dari sakunya dan menarik pinya saat ia melompat ke arah keramaian garis pertahanan ss,
Akhirnya benteng pertahanan gedung c berhasil dihancurkan, para Outsider yang melihat kesempatan langsung berlarian masuk menyerbu gedung c, disanalah mereka melihat Clay yang bangkit dengan wajah yang hancur dan perlahan kembali seperti semula,
" Habisi mereka semua!!! " teriak Clay dengan wajahnya yang rusak,
SEMENTARA ITU GEDUNG B
" kalian tidak apa apa? " tanya Arisa sambil menuntun para tahanan keluar dari tempat itu,
tiba tiba saja tanah yang ia pijak bergetar,
" Toaru-san jangan dihancurkan terlebih dahulu "
" uhm... Arisa kurasa itu bukan aku " jawab Toaru lewat walkie talkie,
__ADS_1
Sementara itu Toaru yang sedang bersantai menyadari bahwa ada sesuatu yang ikut masuk kedalam perang, dan benar saja tanah tanah mulai bergetar, Toaru lantas berlari sekencang mungkin dan secara tiba tiba Ryot muncul dari tanah dan memukul dagu Toaru hingga membuatnya terpental,
" LOCKID!!!! Akhirnya aku menemukanmu " ucap Ryot sambil membawa sabit besarnya,
" Oh ****.... Arisa cepat keluarkan semua tahanan dan tarik semua pasukan, ini akan menjadi bencana " Teriak Toaru,
Toaru mengeluarkan katananya dan menyeramg balik Ryot, secara tiba tiba sabit yang Ryot gunakan terbelah menjadi dua dan terlempar hingga memutuskan tangan kanan Toaru,
" aku akan membuatmu ingat lagi tentang kita dahulu "
" on your dreams " jawab Toaru
Toaru langsung mengeluarkan seluruh tulang didalam dirinya dan meleburnya menjadi armor yang kuat untuknya,
" Chomp " ucap Toaru dan sebuah rahang tulang raksasa muncul dari bawah tanah dan menggigit Ryot sekaligus menguncinya, 6 pilar juga ikut muncul disertai kilatan petir yang mencoba menyegel Ryot,
" BLAMMMM! " rupanya jebakan tulang yang ia siapkan tidak dapat menahan amukan Ryot,
Ryot lalu menghancurkan setiap pilar yang ada dan melempar salah satunya kearah Toaru,
Toaru lalu memukul pilar yang terlempar kearahnya namun rupanya Ryot sudah dihadapan Toaru dan meninjunya hingga menghantam bukit dan mengakibatkan gempa,
" uhuk uhuk " batuk Toaru yang armornya retak,
" kau sudah tidak seperti dulu lagi Lockid! Kau lemah "
Ryot lalu mengangkat sabitnya tinggi tinggi dan ketika ia mau mengayunkanya Arisa secara tiba tiba muncul dan menusuk dirinya dengan Kukri miliknya,
"ARISA!!! " teriak Toaru
Bilah Kukri yang terbuat dari tulang Toaru akhirnya dapat melukai Ryot, namun Ryot berhasil menangkap Arisa dan mencekiknya,
" Oi Lepaskan dia! " teriak Toaru yang mencoba berdiri,
" dasar hama " ucap Ryot dihadapan Arisa lalu mematahkan lehernya dengan sangat mudah,
" NOOOO!!!! " Toaru marah dan memukul Ryot dan menebas Ryot hingga membuat tubuh Ryot terbelah menjadi dua,
Toaru segera menghampiri Arisa yang sekarat namun kejadian aneh terjadi, lehernya yang patah secara perlahan kembali sembuh seperti semula,
" santai Toaru-san... aku selalu sedia payung sebelum hujan " ucap Arisa sambil menunjukan sebuah tabung kecil berisi noda darah Toaru,
" lain kali jangan lakukan itu lagi... " aku segera meninggalkan Arisa dan menghampiri tempat Ryot terlempar tadi namun sesampainya disana ia tidak menemukan tubuh Ryot secuil mungkin,
" SIAL DIA KABUR! "
Toaru melihat kearah markas SS yang telah rata dengan tanah,
" semuanya sudah di evakuasi " ucap Arisa dari belakangnya" apa dia adalah salah satu Bashina? "
__ADS_1
" ya.. Dan sebaiknya kau berhati hati " jawan Toaru sambil berjalan,
Arisa hanya bisa terkejut sekaligus takjub ketika melihat sebuah pertarung Bashina yang berlangsung selama 30 menit saja bisa menghancurkan satu bukit dan lembah,