
" Oi Ryu! Kau tidak jadi pergi hari ini? " tanya Cobalt dari belakangnya,
Toaru segera berbalik dan menjawabnya
" aku masih ada 1 urusan lagi disini "
" baiklah kalau begitu, " Cobalt meninggalkan Toaru sendirian dikamarnya dengan perlengkapan senjata yang baru,
Toaru lalu mengintip keluar dan menutup pintu kamarnya secara perlahan, ia lalu melompat keluar dari jendela kearah wilayah bagian timur Distrik atau biasa disebut Chinatown, ia berjalan memasuki kedai mie yang cukup
" aku butuh informasi " ucap Toaru kepada seorang pedagang disana sambil meletakan sekotak peluru diatas meja
" ikuti aku "
Toaru lantas mengikuti penjaga toko itu memasuki lebih dalam kedai mie itu yang ternyata didalamnya adalah rumah bordil, setelah melewati banyak kamar mereka berhenti didalam ruangan yang ditengah terdapat seorang wanita cantik yang sedang duduk,
" kau kemari untuku? " tanya wanita itu
" aku butuh informasi, lagipula aku tak kenal kau itu siapa "
" menarik.... " wanita itu berdiri dari singgah sananya dan menghampiri Toaru " namaku Ilona Couver pemimpin dari kedai dan tempat menyenangkan ini "
Toaru meletakan dua buah foto yang masing masing terdapat gambar Roug dan Lobo,
" hmm..... Aku pernah melihat mereka berdua " ucap Ilona sambil menghisap rokoknya
" apa ini cukup? " tanya Toaru dengan sebuah senjata di tanganya, " kalau kurang aku masih ada satu kotak full "
" kau ini adalah pria yang misterius ya.... Datang tanpa diundang dan langsung bernegosiasi, tidak seperti pria lain yang datang hanya untuk ini " Ilona menunjuk kearah buah dadanya yang cukup besar,
" aku bukan pria bukan bocah "
" aku bisa saja menerima penawaranmu namun sayangnya aku tidak tertarik, namun ada satu cara jika kau sangat ingin informasi ini.. kau mungkin mau melaksanakan misi dariku? "
" tinggal sebutkan "
" PELAYAN! "
seorang pelayan laki laki datang sambil membawa sebuah foto ditanganya,
" seorang pria bedebah baru saja membebaskan beberapa pekerjaku "
" maksudmu budak? " potong Toaru
" cari dia secepatnya dan informasi yang kau inginkan akan menjadi milikmu " Ilona memberikan fotonya kepada Toaru,
Toaru lalu berjalan keluar dari tempat itu dan memanjat ke atas bangunan yang cukup tinggi,
Ia nampak menunggu sesuatu, dan benar saja tak berselang lama datanglah seekor Nicraw kearahnya, Nicraw itu nampak berbicara dengan Toaru dengan meraung terus menerus,
" terima kasih... " ucap Toaru
Nicraw itu lalu pergi meninggalkan Toaru sendirian dia atap,
Rumah Arisa
" aduh.... Dimana aku meletakan jaket itu? " tanya Arisa
" coba kau cari di lantai atas " jawab Ludvik" yang ke pesta nanti malam itu kan kau... Kenapa aku juga terlibat? "
" kan kemarin kau sudah janji " jawab Arisa
" lain kali jangan mabuk didepan wanita " batin Ludvik, ia lalu melanjutkan bersih bersih rumahnya sambil mengobrol,
" LUDVIK! " panggil Zhin dari luar namun ketika ia masuk dan melihat bahwa Ludvik sedang mengepel ia tertawa terbahak bahak,
__ADS_1
" apa? "
" HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA... Seorang pemimpin Outriders sedang mengepel lantai? "
Zhin lalu duduk diatas salah satu kursi disana
" ada-ada saja "
Sebuah ember dengan kencang terlempar dan mengenai kepala Zhin hingga terjatuh dari atas kursinya, wajah Ludvik nampak kesal,
" BERISIK KAU "
" Oiy jangan banyak omong... Cepat bersihkan " guyon Arisa sambil berjalan melewati Ludvik,
" aku pergi dulu ya "
" jangan lupa membawa senapan! " ucap Ludvik
" aku bawa pistol saja... dah..... " Arisa lalu menutup pintu meninggalkan Ludvik dan Zhin didalamnya,
" dasar anak muda " tiba tiba saat Ludvik mau kembali mengepel ia melihat jejak kaki sepatu Arisa yang mengotori lantainya kembali,
" AAAAAAARRRRIIIIISAAAAAAAAAA " teriaknya hingga mematahkan gagang pel yang ia genggam
GUBUK TUA 1200 METER DARI DISTRIK
Toaru mengawasi gubuk tua itu dari atas pohon yang berada didekat sana
" where are you" batin Toaru
Dari kejauhan terlihat seorang pria bertubuh tinggi yang berjalan masuk kedalam gubuk itu, Toaru lantas langsung turun dari pohon dan mengendap endap masuk kedalam gubuk itu melalui jendela didekatnya,
Drap!
Toaru dengan cepat langsung menutup lubang shotgun yang langsung terarah kepadanya, pria itu menekan pelatuknya namun butiran pelurh shotgun itu tertahan oleh tangan Toaru dan meledakan larasnya, Toaru lantas mencekiknya dan melemparnya ketanah,
" namaku adalah Toaru... Ilona menyuruhku menjemputmu "
" cih... Dasar wanita ****** itu " jawab pria itu
" siapa namamu? "
" iohan Waffe ( iyohan waffé) " jawab pria itu" kau mau saja berkerja ke manusia seperti dia, "
" aku hanya mencari imbalan "
" dia sudah mengurung banyak manusia dan menjadikanya budak, dia patut mati "
" sudah lah.... Ayo cepat berdiri "
Toaru mengikat kedua tangan Iohan menggunakan tali disana, namun tanpa sengaja Iohan melihat sebuah noda hitam ditelapak tangan Toaru,
" apa kau tadi.. Benar benar menahan shotgun miliku dengan telapak tanganmu? " tanya Iohan,
" iya "
Mereka berdua lalu berjalan keluar gubuk itu kearah kembali ke Distrik, disinilah Iohan mulai melihat keanehan dimana para monster yang biasanya ganas, sekarang malah tunduk dan diam ketika Toaru melewatinya,
" aku pernah melihat orang sepertimu "
Mendengar hal itu seketika Toaru langsung berhenti berjalan,
" oh ya? Kau bertemu dimana? Dan bagaimana rupanya "
" dia wanita... Saat itu aku melihatnya sedang bermain harpa di langit malam, namun aku melihat bulan berwarna hitam dengan sebuah lingkaran dikepala wanita itu "
__ADS_1
" itu saja? "
" dan satu lagi aku sekilas melihat seorang pria sedang memakan daging Alpha di hutan dekat reruntuhan Dome, pria itu nampak seperti serigala" ucap iohan
" oke lanjutkan berjalan " jawab Toaru
Mereka berjalan kearah pintu gerbang Distrik hingga menjelang sore hari,mereka berjalan masuk dan melewati banyak toko,
" sebelum aku mati.... Bolehkah kita makan sebentar? " tanya iohan
" tentu "
Akhirnya mereka berhenti disalah satu kedai mie dan memesan 2 mangkuk mie daging Nicraw,
" uhm..... Kau tahu ini adalah hidangan terakhirku yang paling enak " ucap iohan lalu menyeruput mie dihadapanya,
" mengapa kau melakukan itu? " tanya Toaru
" melakukan apa? " jawab iohan
" itu... Membebaskan para wanita disana? "
" aku melakukan itu karena ibuku mengajariku menjaga wanita dengan baik "
" lantas kenapa kau mau menjadi bawahanya? "
" aku berkerja kepada Ilona karena berhutang budi"
" pantas saja " jawab Toaru
" kalau kau? " tanya Iohan
" aku karena ingin sebuah informasi " jawab Toaru
" percayalah padaku... Dia tidak akan memberikanya, dan kau nasibnya akan sama denganku " ucap Iohan dengan tersenyum,
" mati? "
" tentu saja " ucap Iohan lalu menepuk punggungnya Toaru
" coba saja kalau dia bisa " batin Toaru,
" memangnya informasi tentang apa? ayolah... Kita berbagi sesuatu.. Lagi pula nanti aku akan mati juga "
" aku sedang mencari orang yang kau bilang tadi.. Namun ini berbeda dari ketiga orang yang kau lihat itu, "
" seperti apa orang itu, siapa tahu aku pernah melihatnya "
" dia membawa tombak.. Dan- "
"memiliki pengawal yang wajahnya seperti orang jerman? " potong Iohan
" bagaimana kau bisa tahu? "
" aku pernah melihatnya, dipantai "
seketika Toaru terdiam mendengar hal itu, ia lalu tersenyum dan menatap pria itu,
" sayangnya aku tidak percaya denganmu, cepat habiskan makananmu " jawab Toaru,
Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju kediaman Ilona yang berada tak jauh dari tempat mereka makan, mereka berjalan masuk melewati banyak kamar berisi para wanita penghibur,
" aku benci tempat ini " ucap Iohan
KREEEEEEKKKK
__ADS_1
Mereka melangkah maju dan terlihat lah Ilona yang sedang duduk diatas singah sananya,
" selamat datang kembali... Iohan "