
17:00
1 KILOMETER MENUJU TITIK TURUN
Wajah Toaru nampak kesal sepanjang perjalanan
" Apa!? " tanya Arisa yang tidak senang ditatap seperti itu oleh Toaru
" Zhin! Kau tahu kan!? Ini misi berbahaya? " ucap Toaru
" santai saja... dia akan baik baik saja kok " jawab Zhin yang sedang menyetir
Arisa lalu tersenyum ketika Toaru menatapnya lagi
" jangan membuat masalah! "
" siap kapten " jawab Arisa dengan riang,
Beberapa menit kemudian mobil mereka berhenti di tengah hutan belantara, diikuti oleh dua mobil dibelakang mereka,
" SEMUANYA! 5 MENIT PERSIAPAN DIMULAI " perintah Zhin
semua orang disana nampak mempersiapkan senjata mereka kecuali Toaru yang sibuk mengunyah buah apel ditanganya,
" kau tidak siap siap? " tanya Rook
" tidak.... Aku bahkan masih tidak percaya bahwa kalian membawa gadis berumur 18 tahun ke dalam medan perang "
" hei..... Itu bukan ideku tahu " jawab Rook
Toaru lalu berjalan menghampiri Arisa yang sedang menyiapkan dua buah pistol didepanya,
" pakai ini saat keadaan darurat oke " ucap Toaru sambil memberikan sebuah pisau yang ia buat dari tulang,
" oke dimengerti! " jawab Arisa
tiba tiba Toaru merasakan sesuatu datang kearah mereka,
" SEMUANYA BERSIAP! ADA YANG DATANG! " perintah Toaru, mendengar hal itu seluruh tim segera bersiap membidik kearah mana saja,tiba tiba Iohan keluar dari dalam semak semak dengan badan penuh dengan daun dan Kostum penyamaran,
" STOP STOP! Jangan tembak! " ucap Iohan,
" Iohan!? " panggil Toaru ketika melihat bahwa Iohan berada disana,
" hai bos... Akhirnya kau sadar juga " jawab Iohan
" Sudah berapa lama kau disini? "
" hmm.... 1 hari 1 malam, aku masuk regu pengintai " jawab Iohan,
" untungnya kau datang tepat waktu.. " ucap Fog sambil menggelar peta dari camp yang akan mereka tuju,
" aku dan Hylos telah membersihkan jalur disini, jadi tersisa masih ada 30-40 tentara disana, jalur gerbang cukup ramai, dan tempat yang cukup bersih untuk dilalui adalah tempat jagal, oh iya aku telah menyiapkan 6 buah dinamit disekitar Camp dan aku serahkan kendalinya kepadamu " Iohan lantas memberikan sebuah remote kepada Fog,
" terima kasih infonya, kau boleh pulang sekarang"
ucap Fog,
" semoga beruntung bos " ucap Iohan lalu berjalan masuk kedalam salah satu mobil,
" LAPOR! Pos 1 Hylos " ucap Clay melalui Handy talkie yang ia genggam,
" SIAP!.... Pos 1 aman, letak 900 meter dari camp "
__ADS_1
" baiklah aku menuju kesana " jawab Clay,
Mereka semua lalu berkumpul dan saling memberikan salute kesatu sama lain,
" semoga kalian semua berhasil " ucap Zhin lalu melajukan mobilnya meninggalkan mereka disana,
Mereka lalu berjalan masuk menyusuri hutan dan berpisah ketika ditengah tengah, Toaru menyusup masuk bersama Rook melalui pintu dinding bagian utara,
" Ada sekitar 11 tentara kita didalam bangunan itu, dan mereka bisa kita gunakan sebagai pasukan tambahan, " ucap Rook sambil menunjuk kearah bangunan didepanya,
" aku tidak perlu pasukanya sebanyak itu " ucap Toaru
" terserah kau, oke kau siap? "
tiba-tiba saja seekor Nicraw keluar dari dalam pintu sambil dengan membawa sepotong tangan,
Rook yang melihat itu lantas segera membuka pintu itu dengan pelan dan ia melihat 3 mayat petugas yang sedang di gerogoti oleh Nicraw,
" itu ulahmu? " tanya Rook
" yap... Ulahku" jawab Toaru
Rook lantas menghelas nafas " apa kau tidak dengar bahwa Zhin menyuruh kita untuk diam diam? Sekarang noda darah telah menyelimuti ruangan itu " ucap Rook dengan kesal
" oh ayolah santai saja " jawab Toaru sambil berjalan masuk,
Rook menggelangkan kepalanya dan menyusul Toaru masuk kedalam,
AIGA PALACE, DANAU HELHEIM
BRAK!
Matarel berjalan masuk kedalam gereja milik Aiga sambil membawa 3 mahkluk pengikutnya yang sekujur tubuhnya diperban semua,
" untungnya aku menang " jawab Aiga " HARTZ! Tidak perlu membidik "
" baik tuan! " jawab Hartz lalu ia turun dari lantai atas sambil membawa senapanya,
" kudengar bawahanmu sangat ahli dalam menembak hah? " Matarel lantas mengeluarkan senapanya " aku jadi tertantang "
" langsung ke intinya saja " ucap Hartz " tuan sedang sibuk dengan tugasnya "
" cih... Lancang juga kau " Matarel lalu menoleh ke mahkluknya, " biar aku yang ambil alih Toaru.. Kau selesaikan tugasmu, ketiga peliharaanku akan memburunya dengan cepat "
" baiklah kalau begitu " jawab Aiga sambil terus membuka tutup buku dihadapanya,
Matarel lantas menjentikan jarinya dan seketika para pengikutnya langsung bergerak pergi meninggalkan mereka bertiga didalam sana,
" kenapa kau tidak pergi? " tanya Hartz
" aku? " Matarel mengokang senapanya " aku masih ada urusan denganmu " Matarel lantas menodongkan senapanya kearah Hartz dan sebaliknya,
" Matarel! Jika kau membunuh pengikutku maka kau juga akan kubunuh " ucap Aiga
" masa bodo " Matarel lantas menekan pelatuk senapanya begitupula Hartz sehingga membuat suasana hening dengan sekejap,
sebuah luka goresan terbentang dari bawah mata hingga telinga Hartz, namun berbeda dengan sementara Matarel terlihat baik baik saja,
" hebat juga kau " ucap Matarel, ia lalu tersenyum,
Rupanya peluru mereka berdua bertabrakan dan mengakibat serpihan salah satu peluru melesat dan menggores wajah Hartz,
Hartz hanya terpatung diam dengan tangan masih memegang senapanya dengan kuat,
__ADS_1
" aku pergi dulu! " Matarel lalu tersenyum dan menghilang secara perlahan dari atas kebawah,
Hartz secara tiba tiba menjatuhkan senapanya, tubuhnya gemetar bukan main, bahkan tanganya sampai mati rasa, untungnya luka goresan itu segera sembuh dan kembali seperti sedia kala,
" lain kali jangan lancang dihadapan sahabatku " ucap Aiga
" baik tuan, maafkan saya " jawab Hartz
SS CAMP
" UGH..... UHUK UHUK " erangan tentara itu teredam oleh pisau Toaru yang menusuk tenggorokanya,
" apakah masih jauh? " tanya Toaru sambil mengelap darah di pisaunya
" sel mereka ada di atas kita " ucap Rook
" baiklah tunggu apa lagi "
mereka lalu menaiki tangga secara perlahan dan ketika sampai diatas Rook sempat mengintip kearah dalam kompleks sel,
" Clay... 2 musuh " lapor Rook melalui Handy talkie yang ia bawa
" Done " jawab Clay
Mereka lalu membuka pintu dengan perlahan lahan dan berjalan melewati 2 mayat penjaga disana yang sudah Clay tembak, Rook lantas mengeluarkan Lock pick dari dalam kantungnya dan mencoba membuka pintu salah satu sel,
" apa yang kau lakukan? " tanya Toaru ketika melihat Rook yang bersusah payah,
" menurutmu apa? memasak barberque? " jawab Rook dengan kesal
Toaru lantas mendorong pintu itu hingga terlepas dengan mudahnya,
" lain kali gunakan mainanmu pada tempatnya " ucap Toaru,
Mereka lalu masuk kedalam sel itu dan mereka langsung merasa mual ketika mencium bau busuk dari dalam sel itu, Rook lalu menyalakan senternya dan begitu terkejutnya ketika ia melihat puluhan mayat tentara yang digantung begitu saja dan dibiarkan membusuk,
" demi apapun, para bedebah ini memang harus masuk keneraka " ucap Rook,
Mereka mulai berjalan masuk secara perlahan melewati potongan mayat yang beberapa sudah digerogoti dengan larva larva yang menjijikan,
" KAPTEN "
Rook dan Toaru yang mendengar suara rintihan itu segera berbalik dan menyoroti kearah suara itu dan betapa mengejutkana ketika mereka menemuka seorang yang masih selamat dikurung dibawah lantai,
" Oy! Ada siapa saja disana? " tanya Rook " perkenalkan dirimu prajurit! "
" kami bertiga dan aku Linoor dan temanku bernama Sarkov dan Naido dalam keadaam rusak pak! " ucap Linoor dari dalam selnya
" apa maksudmu rusak? " tanya Toaru
" dia sekarat pak " jawab Sarkov yang berada disebelah Naido,
" kalian berdua segera menyingkir dari pintu! Kami akan mendobraknya " ucap Rook
" sudah pak! " jawab Linoor
Toaru lalu memukul pintu itu dan menariknya keluar hingga terlepas dari engselnya, Linoor dan Sarkov perlahan memanjat keluar dengan Naido digendong oleh Sarkov,
Rook hanya bisa menelan ludahnya ketika melihat tubuh Naido yang sangat kurus dan juga kedua kakinya yang sudah tidak ada dan membusuk,
" pegang ini " ucap Rook sambil memberikan pistolnya kepada Linoor,
Mereka semua lalu berjalan keluar secara perlahan, dan sempat mengabari Alice bahwa mereka akan segera keluar,
__ADS_1
Namun tanpa mereka sadari ada sesuatu yang mengawasi tempat itu dari kejauan,