
" semuanya! Cepat bawa pria lajang itu ke kurungan " perintah Ilona kepada seluruh bawahanya,
Namun secara tiba tiba Toaru menahan Iohan dengan tanganya,
" sebelum itu..... Aku ingin informasinya terlebih dahulu " ucap Toaru
" aku akan memberikanya kepadamu namun.... Aku masih punya satu tugas lagi " jawab Ilona
" aku butuh informasinya saja "
" sudah kubilang.... Jangan percaya dia " bisik iohan ketelinga Toaru,
" kau sangat butuh informasi ini kan? Laksanakan tugasmu dan akan kuberikan " ucap Ilona
" kesepakatanya tugas ini selesai.. Aku mendapatkan informasi itu " jawab Toaru " aku mau informasinya "
" kau tidak memberikanku pilihan lain Ryu " Ilona mengangkat tanganya tinggi tinggi dan para penjaga disitu mulai mengarahkan moncong senjata mereka kearah Toaru dan Iohan,
" yap.... Sampai jumpa di neraka " ucap Iohan yang sudah pasrah dengan keadaan disana,
" Bunuh mereka... Aku tidak mau melihat mereka lagi " ucap Ilona
namun secara tiba tiba api disana tertiup pelan hingga mati dan membuat ruangan itu menjadi gelap, dan langsung kembali menyala dengan sendirinya tetapi seluruh pasukan milik Ilona sudah dalam keadaan termutilasi,
Ilona hanya bisa terpatung ketika melihat itu bahkan Iohan saking kagetnya sampai tersungkur ketanah dengan penuh ketakutan,
" siapa dia " batin Iohan
" sudah kubilang aku ingin informasi itu sekarang " ucap Toaru sambil memegang katananya yang berlumuran darah, Toaru lantas memetik jarinya dan membuat tulang tulang keluar dari dalam mayat disana, membentuk sebuah jarum yang cukup besar dan tajam,
" berikan aku informasinya " ucap Toaru
" a-a-akkkku be-be-belum memilikinya " jawab Ilona dengan gemetar,
" wrong answer "
Sebuah tombak terlempar dan menancap langsung dijantunh Ilona, seketika membunuhnya ditempat, Toaru lalu berbalik dan berjongkok dihadapan Iohan,
" kau mau bergabung denganku? " tanya Toaru
OPERA Hall
Namanya saja opera namun gedung ini sama sekali tidak memiliki panggung dan dialih fungsikan sebagai tempat melangsungkan beberapa acara,
" dimana sih dia? " batin Arisa sambil berkali kali mengecek jam tanganya, menunggu kedatangan Toaru,
" oi... Maaf aku sedikit terlambat " ucap Toaru yang berjalan masuk menghampiri Arisa," gaunmu bagus "
" terima kasih, setelan jasmu juga cukup bagus " jawab Arisa, ia lalu menarik Toaru kearah ruangan utama gedung yang disana terlihat cukup ramai,
" aku tidak tahu, ada acara semewah ini, diluar Dome" batin Toaru
Musik mulai didengungkan mereka mulai berdansa secara beriirama,
" itu mereka! " bisik Arisa
" siapa? "tanya Toaru
" teman temanku " jawab Arisa
Mereka terus berdansa sambil sesekalu temanya Arisa melirik bingung kearah mereka berdua, hingga disaat mereka sedang menikmati kue teman temanya datang menghampirinya,
" hai Arisa.... Akhirnya kau tidak sendirian ya "
" kau ada ada saja " jawab Arisa
" hei tampan.. Siapa namamu? "
__ADS_1
" Ryu " jawab Toaru
" perkenalkan aku Sabrina dan ini Kiara " ucap Sabrina
" senang bertemu dengan kalian " jawab Toaru
" hei Arisa... Nanti malam kita mau menginap.. Apa kau ikut? "
" aku lihat nanti saja " jawab Arisa sambil mengambil segelas sirup,
" baiklah kalau begitu.. Sampai jumpa.. Have fun "
Mereka berdua meninggalkan Arisa dengan Toaru berdua kembali,
" kau kenapa? " tanya Toaru ketika melihat wajah Arisa yang menunduk seakan menyembunyikan sesuatu,
Arisa tiba tiba saja langsung memeluk Toaru dengan erat, " terima kasih " ucap Arisa
Toaru lalu membalasnya dengan mengelus kepalanya secara perlahan, mereka lalu melanjutkan berdansa
SEMENTARA ITU DI BAR
Iohan masuk kedalam bar itu dan sepertinya ia sedang membawa sesuatu didalam ranselnya, tempat dimana para pemimpin Outriders seperti Ludvik dan Cobalt berada,
" halo permisi tuan... Apakah kalian orang yang dimaksud Ryu? " tanya Iohan
" kau kenal Ryu? Siapa kau? " tanya Cobalt balik,
" aku temanya Ryu, dan karena malam ini Ryu sedang ada urusan dia menyuruhku untuk membeli sebuah mobil "
" mobil? Kau ini ada ada saja, memangnya kau punya apa? " jawab Cobalt
Iohan lantas merogoh ransel yang ia bawa dan mengeluarkan sekotak penuh peluru yang cukup untuk persediaan selama seminggu,
" aku harap segini cukup "
" hmmm.... "
" segini mana cukup " ucap Cobalt
Namun Ludvik menepisnya" kau mau mobil yang seperti apa? "
" apa? " kaget Cobalt" jangan mudah tergiur "
" bagaimana tidak Cobalt, peluru didepan kita ini cukup buat seminggu, dan kurasa itu cukup untuk sebuah mobil lagian jika dia berkhianat kita tinggal habisi saja bukan? "
Cobalt hanya bisa terdiam ketika pemimpinya berucap seperti itu,
KRING KRING
Sekelompok perompak bersenjata lengkap menerobos masuk kedalam bar itu dan menembak sang bartender ditempat
" TANGAN SEMUA DIATAS.. INI ADALAH PERAMPOKAN " ucap seorang perampok
" oh yang benar saja " keluh Iohan
" hei anak baru! kau mau bonus? " tanya Ludvik sambil menggeser sebuah pistol kehadapan Iohan
" diskon? " tanya Iohan
" lakukan saja dulu "
Iohan lantas menghela nafas, ia lalu mengintip dari balik bangku dan menembakan pistolnya hingga tepat mengenai kepala si pemegang senapan,
" makasih pistolnya " Iohan meletakan pistol itu diatas meja dan mengeluarkan pisau belati dari kantung celananya, ia lalu bertarung dengan sisa perampok yang hanya membawa senjata berupa katana dan pipa besi,
BRAK
__ADS_1
BRUK
" bolehkah aku membunuhnya? " tanya Iohan sambil mengunci kepala salah satu perompak,
" SISAKAN SATU " teriak Ludvik
" baiklah " mendengar hal itu Iohan lantas memutar leher perampok itu hingga 360°,
membunuhnya seketika
" NO GUN! " teriak Iohan sambil melempar pisaunya kearah perampok yang mencoba mengambil senapan temanya,
" AAAAAAAHHHHHHHH " perampok itu berteriak histeris ketika bilah pisau yang digenggam Iohan mengiris lehernya secara perlahan,
" berisik sekali " ucap Iohan, ia mengelap noda darah yang menempel di wajahnya,
" oy.. Sudah kubereskan semuanya.. Dan kusisakan satu disebelah sana " Iohan menunjuk salah satu perampok yang tanganya tertancap pisau kedinding,
" hebat " Ludvik bertepuk tangan... Disusul oleh yang lain, mereka terkesan dengan Iohan, ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Iohan," ayo kita pergi "
" baiklah "
Kelompok Ludvik bersama Iohan pergi meninggalkan tempat itu sambil membawa salah satu perampok yang pingsan, ditengah jalan secara kebetulan mereka bertemu dengan Toaru yang nampak sedang menggendong Arisa yang tak sadarkan diri
" RYU! Apa yang sedang kau lakukan? " panggil Cobalt,
Mendengar hal itu Toaru segera menoleh kearah mereka semua," Yo! Kebetulan sekali " Toaru lantas berjalan menghampiri mereka,
" dia kelelahan " ucap Toaru
" sampai tertidur begitu " ucap Ludvik sambil mengelus kepala Arisa," kudengar kau mencari mobil? "
" yap benar sekali... Apa kau sudah bertemu dengan temanku? "
" sudah... Dan dia dibelakang kami sekarang " jawab Ludvik sambil menunjukan Iohan yang berdiri tegap dibelakang,
" kerja bagus kawan " ucap Toaru " siapa itu? " Toaru menunjuk ke arah perampok yang sedang dibawa oleh Cobalt,
" orang biasa " jawab Cobalt
" ayo Toaru! Ikuti aku " ucap Ludvik,
sesampainya disana mereka langsung disuguhkan dengan puluhan mobil pick up dan mobil jeep yang sudah dimodifikasi dengan armor yang tebal, Toaru merebahkan Arisa diatas sofa didekat sana dan mulai memilih mobil bersama Iohan,
" aku ingin mobil yang kuat " ucap Toaru
" ikuti aku " jawab Zhin
Mereka berhenti didepan sebuah mobil SUV berwarna sirvel yang sudah dilengkapi dengan sebuah crossbow tancap dan juga beberapa kawat berduri didepanya,
" mobil kuat.. Dan juga mematikan " ucap Zhin
" aku ambil ini " ucap Toaru
" wow... Itu cukup cepat untuk memutuskan sesuatu "
" akan kuambil besok " ucap Toaru" ayo! Iohan "
mereka berdua segera meninggalkan garasi itu dan berjalan menuju salah satu Cafe disana yang menyediakan kopi hitam,
" jadi apa rencana kita? " tanya Iohan
" aku akan menghadapinya dari depan dan kau menjadi tikus lewat belakang " jawab Toaru
" hanya itu? "
" selebihnya akan kujelaskan dimobil besok "
__ADS_1
" Oi Toaru! aku ingin informasi tentang Bashina yang kau bilang "
" tentu saja, setelah kita memesan kopi " ucap Toaru dengan santai dimalam hari itu,