
sorenya,
Toaru berjalan kearah bar yang berada di dekat markas, disana ia memesan segelas teh herbal untuk diminum, namun tak berselang la seorang pria duduk disebelahnya dam meletakan 2 cakar besar diatas meja,
" teh herbal juga 1 " ucap pria itu,
Suasana seketika sunyi ditempat itu, tempat yang sebenarnya ramai menjadi diam,
" sudah lama ya!? " ucap Toaru " jika kau kemari untuk mencari masalah, sebaiknya jangan disini,
Hideyuki "
" panggil Lobo saja, " Lobo lalu menatap Toaru
" kudengar kau kalah melawan Aiga? "
" memangnya kenapa? "
" hahahahaha Toaru... ayolah.. Kau ini tanduk ke-9, aku saja tanduk ke-7 kalah denganmu, dan kau juga sudah memakan tanduk ke-3 "
" aku saja belum tahu kekuatanku "
" itu kenapa aku datang kesini "
" kau kesini mau melatihku? "
" yup... Tentu saja, memalukan sekali tanduk ke-9 kalah dengan tanduk pertama, hahahaha, "
penampilan Lobo saat itu sudah berubah,
Ia kini mulai menumbuhkan rambut wajah dan kumisnya, dan juga memakai jaket hitam bertuliskan Inaso Industries, dan
semenjak Jay berhasil dibunuh oleh Toaru, Madame menyuruh semua Bashina menggenggam senjata akhirat mereka masing masing, seperti cakar milik Lobo yang bisa merobek apa saja termasuk wall of Tatarus yang berada di neraka,
" dimana senjatamu? " tanya Lobo " aku tidak melihatnya? "
" kusimpan... Tidak pernah ku keluarkan " jawab Toaru dengan bangga
" memangnya kau tahu cara menggunakanya? "
Toaru terdiam seribu kata, dia sebenarnya tidak tahu apa apa tentang kekuatanya, dia hanya tahu cara mengeluarkan pilar dan mengendalikan alam, kekuatanya baru muncul ketika dia sudah terlalu senang atau dalam keadaan terancam,
" temui aku selatan, sekarang! " ucap Lobo
MARKAS
Iohan berjalan menuju gedung markas sambil mengenakan jaket pilotnya, dikarenakan ia masuk kedalam pasukan yang baru dan terkenal saat itu para tentara sempat sempatnya menyapanya,
" apa kau benar benar bisa menerbangkan benda terbang? "
" haia Iohan "
Sapa seluruh orang disana, ia nampak berjalan menuju kamar Toaru namun sesampainya disana ketika ia mengetuk pintu, rupanya yang membukakan adalah Arisa yang sedang mengunyah sesuatu,
" eh?...... "
" apa!? " jawab Arisa
" apa yang kau lakukan disini? " tanya Iohan " ini kamarnya Toaru bukan? "
__ADS_1
" Mulai sekarang ini kamarku juga tahu, dan Toaru sedang pergi keluar, " Arisa mengambil Gyoza dari piring yang ia bawa dan memakanya,
" kalo Toaru sudah pulang kabari dia bahwa aku ada di sekitar pasar "
" oke... Dimengerti "
Iohan segera berjalan meninggalkan Arisa sendirian disana, namun ketika ia melewati ruangan Ludvik, ia dihentikan oleh Clay disana,
" ei.... Akhirnya kau siuman juga " ucap Iohan " ada apa kawan? "
" aku hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan tentang misi rahasia kemarin, kau luang? "
" tentu saja, silahkan tanyakan apa saja kepada pilot ini "
HUTAN BELAKANG
BOOMMM
Toaru terhempas jauh ketika ia dilempar oleh Lobo, latihan pada sore hari itu menjadi mimpi buruk bagi Toaru, dikarenakan ia yang masih pemula,
" Toaru!! Tanahnya! " terial Lobo,
Toaru dengan cepat menarik naik dataran tanah dibawahnya sebagai pijakan, namun secara tiba tiba Lobo muncul dari dalam tanah dan menusuk badan Toaru menggunakan tombaknya,
" ARRRGHHH " Toaru terlempar kebawah tanah,
Lobo mendarat di hadapan Toaru sambil membawa tongkat kayu,
" ayolah..... Pelan sedikit " ucap Toaru sambil mencabut tombak yang tertancap di jantungnya,
" pegang ini "
" untuk apa i.... " belom sempat ia bertanya rupanya Lobo sudah menghilang dari hadapanya,
" latihan mu untuk saat ini adalah reflek,! Aku akan menyerangmu, dan kau harus menutup matamu, "
ucap Lobo dari balik pepohonan
Toaru yang mendengar hal itu langsung menutup matanya dan mulai fokus mengikuti latihanya,
" dengarkan..... Rasakan..... " ucap Lobo
" fokus.... Dengarkan sua- " belom sempat Toaru menghindar tiba tiba sebuah batu menghantam kepalanya hingga ia terjatuh,
" kubilang dengarkan... "
Toaru lantas mengayunkan tongkatnya ke sisi kirinya namun batu yang muncul malah dari depanya, dan begitu terus hingga selesai,
MARKAS
" jadi begitu ceritanya " ucap Iohan
Iohan menceritakan seluruh kronologi pada malam kemarin, dimana ia dan pasukanya kembali membantu menyelamatkan Fog dan Alice
" apa kau melihat Toaru disana? "
" oh maksudmu boss? " Iohan menghela nafasnya
" yap... Aku melihatnya dan mungkin tanpa dia pesawatku bisa saja sudah terjatuh "
__ADS_1
" apa yang terjadi? "
" kau pasti tidak percaya, dimalam itu aku dan kru ku bersiap untuk meninggalkan tempat kejadian namun sebuah rpg meluncur kearahku dan dissat itu lah aku melihat Toaru menangkis RPG itu diudara kembali ketanah, "
" oh... Begitu... "
" tapi disitulah aku bisa mendengar suara teriakan ketakutan dari orang orang dibawah, aku bahkan melihat bayangan monster dibalik kobaran api "
" bagaimana kau bisa mendengar suara saat dipesawat "
" aku tidak tahu... Suara itu nampak sangat keras hingga menembus kaca pelindung "
KEMARIN MALAM
" saatnya kita pergi " ucap Hayden
Namun secara tiba tiba sebuah rpg meledak disebelah pesawat mereka,
" KITA DISERANG!! " TERIAK IOHAN
Kedua pesawat itu segera terbang berpisah guna menghindari tembakan, pesawat mereka menikuk nikuk layaknya caping yang lincah namun kelincahan itu berhenti ketika ekor pesawat Iohan terkena rentetan peluru,
" Iohan kita bisa menghilang didepan! disekitar bukit " ucap Hayden melalui alat komunikasi pesawat,
" RPG!!! " teriak Deren yang duduk dikursi belakang Iohan,
Iohan yang melihat RPG didepanya serasa sudah pasrah, tanganya bergetar hebat dan waktu serasa terhenti sebentar, namun RPG yang sudah siap menemui mereka secara cepat ditangkis oleh Toaru disana, Iohan yang melewati Toaru hanya bisa terdiam sambil melihat kaca dalam pesawatnya,
Disana ia melihat bayangan monster didalam kobaran api dan suara suara orang orang tersiksa yang menembus kaca pesawatnya seakan teriakan itu sangatlah keras,
" siapa itu? " tanya Deren yang terus menerus mencari Toaru " bagaimana bisa? "
Iohan hanya terdiam seribu kata, rasa senang dan takut bercampur aduk didalam hatinya,
SEKARANG
" IOHAN! " panggil Clay sambil memetik metik jarinya,
" oh ya, maaf... Aku teringat sesuatu " Iohan segera berlari meninggalkan Clay disana sendirian
" aneh.... " ucap Clay,
Iohan memacu motornya keluar Dome kearah gubuk lamanya yang sudah setengah hancur, disana ia segera menggali beberapa puing puing dan menemukan sebuah buku tua yang sudah setengah hangus,
" sudah kuduga..... "
Sebuah halaman dimana 9 orang bersayap dan ditengahnya terdapat salib terbalik,
" mereka dikutuk olehnya kebumi dan merangkap sama seperti penghuninya, ribuan tahun mereka bersembunyi guna mempersiapkan ritual terakhir
Soul harvester " dikte Iohan,
sebuah halaman tersobek terjatuh diatas kaki Iohan, ia lantas memungut halaman tersebut dan terlihat disana sebuah gambar malaikat namun sayapnya sudah rusak,
" sang malaikat murka bahkan nyanyian Veela tidak dapat menghentikanya, dia menghancurkan setiap pilar dan dinding, membebaskan seluruh kejahatan yang dibawah keatas permukaan, dialah yang memporak porandakan taman surga, dia adalah " Lock Azarath " atau disebut tanduk ke-9 "
Iohan lantas menutup buku itu dan menaruhnya diatas tanah,
" jadi dia tanduk ke-9? Selama ini aku hanya bertemu tanduk ke-3 dan ke -1 "
__ADS_1
Iohan segera menyalakan korek dan membakar buku itu hingga menjadi abu, " jika dia tanduk ke-9 kenapa dia berbeda? "