Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
New servant ( Apolo skadi )


__ADS_3

MALAM HARI Luar tembok


puluhan pasuka SS nampak sudah bersiap menyerang Dome dengan persenjataan lengkap,


" kita serang mereka sekarang!? "


" tunggu sebentar "


Pemimpin mereka nampak sedang menyiapkan sesuatu ditanganya,


Menara pengawas bandara


tubuh Iohan dibanting ketanah dengan sebuah pistol terarah kekepalanya,


" jadi ini yang membombardir gudang kemarin malam " ucap seorang tentara SS ketika melihat dua buah pesawat dipangkalannya,


Bandara nampak sudah dikepung oleh para SS dan sistem komunikasi diputus sehingga membuat markas pusat tidak menyadari akan kedatangan SS,


" habisi saja pak! "


tiba tiba ketika pria itu mau menekan pelatuknya munculah Hayden yang menjatuhkan lemari hingga meniban tubuh samg eksekutor, ia juga langsung menusuk rekan pria itu disana,


" kalian terluka? " tanya Hayden sambil melepaskan tali ikatan Iohan, Deren dan Amiya


" segere kirimkan kode morse ke markas! Iohan, Hayden ambil senjata dikedua mayat itu, Amiya! Kau yang akan mengirimkan kodenya " ucap Deren


" SIAP DIMENGERTI "


MENARA PENGAWAS DISTRIK


" Kopi? "


" tidak terima kasih " mata penjaga itu tertuju kearah mati nyala lampu yang berasa dari bandara


" apa itu? apa itu kode morse? "


BOOM!


Suasana dimenara saat itu cukup sunyi, namun secara tiba tiba sebuah tembakan RPG meledakan menara itu dan sebuah serangan dadakan diluncurkan oleh SS,


" BLAM!!! " ledakan terdengar di dua titik dinding,


Pasuka SS lantas mulai merengsek masuk, menembaki setiap orang yang mereka lihat,


MARKAS


Ludvik nampak berjalan diiringi pasukanya sambil membawa senapan di tanganya,


" Zhin aku mau tim mu mengevakuasi warga, Cobalt! Bawa pasukanmu ke lubang di timur " ucap Ludvik menggunakan walkie talkienya,


" kita sikat semuanya yang ada disini "


" SIAPPP!!! " teriak seluruh pasukanya dengan semangat yang besar,


" jangan pergi tanpa aku " ucap Toaru yang berdiir menghadang mereka, ia lalu bergabung kedalam pasukan,


Seluruh warga berlarian kedalam bunker-bunker tua yang siap dijadikan tempat berlindung, Zhin dan pasukanya sedikit kewalahan mengorganisir mereka,


" MUSUH DIARAH JAM 12! "


Clay yang sedang bersembunyi dibalik puing puing langsung mengarahkan snipernya kesarah jam 12, dengan senyap ia berhasil membunuh 7 tentara secara cepat,


Namun secara mengejutkan sebuah peluru dengan cepat menghantam tepat disebelah telinganya, hingga membuat telinganya berdengung,

__ADS_1


" Sniper baru kah? " batin Clay,


Ia langsung berguling berpindah tempat walaupun telinga kananya mengeluarkan darah," Ouh really?"


Clay nampak menahan sakit ditelinganya,


satu sampai dua peluru ia tembakan," EH!? ADA ANAK ANAK!? " kaget Clay ketika melihat seorah bocah bersembunyi dibalik puing puing bangunan,


" Zhin.... Ada yang terluka! Aku akan maju secara perlahan, sekaligus mengevakuasinya" ucap Clay melalui walkie talkienya


" laksanakan " jawab Zhin


Clay menyiapkan pistolnya dan menggantungkan senapanya ke punggungnya, setelah itu ia berlari menghampiri bocah itu sambil menghindari tembakan peluru,


" oh ya ampun " batin Clay ketika menyadari bahwa kaki kanan anak itu sudah hilang, ia langsung membalut kaki anak itu dan melakukan pertolongan pertama " pantas saja dia tenang, rupanya hampir kehabisan darah " batin Clay


CKLAK!


Clay seketika terdiam, ia lalu menoleh kebelakang dan menatap seorang tentara yang mengarahkan pistolnya kearah Clay,


" any last word? "


" **** YOU "


DAR!


Sebuah peluru ditembakan hingga menembus kepala Clay hingga menghancurkan matanya, ia tersungkur diatas tanah dan tubuhnya mulai mengejang sampai pada akhirnya ia mati dengan tenang,


UNDERVOID


" Hah!? Dimana aku? " batin Clay yang terbangin di ladang rumput yang seputih sutra dan langit semerah darah,


" apa ini akhirat? "


" BUKAN BODOH! " jawab Arisa


" hah? Ini tempat bermainku tahu! "


" dimana ini? "


" UNDERVOID "


" Undervoid? "


" yap, dunia yang tidak terhubung dengan apapun,


Kau itu masih hidup tau, jadi bangunlah! " ucap Arisa


Distrik


Tentara itu lantas mendekati jasad Clay yang bersimbah darah,


" kau menemukan apa disitu? " tanya rekanya


" aku menemukan jackpot disini " ucapnya ketika melihat seorang bocah yang terbaring lemas disana


" kau membunuhnya? "


" ya aku menembaknya! Dia memang mati kony- "


secara tiba tiba ia dicekik dengan keras dari belakang,


rekanya hanya bisa terdiam ketika melihat Clay yang kepalanya hancur masih bisa mencekik temanya tersebut,

__ADS_1


Bunker


" ADA YANG DATANG " teriak pasukan pengintai,


Fog yang mendengar hal itu langsung menyiapkan senapanya dan membidik kearah target itu," Apa apaan ini? "


" kenapa? " Rook langsung meneropong orang itu dan seketika terpatung ketika melihat Clay yang berjalan sambil menggendong seorang bocah dengan kepalanya yang hancur setengah,


" tolong bawa dia ke medis " ucap Clay kepada salah satu tentara disana, semua orang yang ada disitu hanya bisa terdiam ketika melihat Clay yang masih bisa merokok walaupun setengah kepalanya sudah hancur,


" kenapa? " tanya Clay


" What the ****!? Kau ini apa? " jawab Rook


" SERANGAN!! " teriak salah satu tentara,


Rook dan Fog langsung menyiapkan senapan mereka dan melawan balik para pasukan SS yang menyerang, secara bersamaan Arisa datang dari atas gedung sambil membawakan debuah tabung kecil berisi darah Toaru,


" Minum ini! " ucap Arisa " ini untuk membenarkan kepalamu "


Tanpa pikir panjang Clay langsung meminum darah itu dan benar saja secara perlahan kepalanya yang hancur mulai berubah seperti semula kembali,


" HUEKKKKK " Rook mual ketika melihat proses regenerasi Clay


" kau merasakanya? " tanya Arisa


Insting membunuh dari dalam diri Clay secara drastis meningkat, ia dengan cepat langsung merebut senapan milik Rook dan menembaki setiap Musuh yang mendekat dengan tepat sasaran, bahkan tanpa ada jeda sedikit pun,


" Hey!? Kau mau kemana? " tanya Rook ketika Arisa melompat ke salah satu gedung


" aku masih punya tugas yang harus dikerjakan " Arisa segera pergi meninggalkan mereka disana


Sekitar 3 peluru nampak menembys tubuh Clay namun ia masih tegak menembaki musuh, Fog lantas mendorong Clay hingga terjatuh


" sudah cukup! Atau kau akan mati " Fog langsung berjalan mundur beberapa langkah,


Clay lalu kembali berdiri dan disanalah mereka melihat luka luka Clay yang kembali pulih seperti semula dalam waktu yang cepat,


" kau duduk saja " jawab Clay sambil melanjutkan menembaki musuh


Gerbang


Para SS rupanya mengirimkan pasukan jarak dekat atau mereka sebut Jaggernaut ke medan pertempuran, dan membuat para penembak jitu kewalahan,


" JANGAN! " teriakan pria itu langsung meghilang ketika palu pasukan Jaggernaut menghantam kepalanya hingga hancur,


" itu disebelah sana! " teriak salah satu rekanya ketika melihat salah seorang anggota berlari masuk kedalam salah satu gedung,


Mereka semua langsung mengikutinya masuk kedalam gedung usang itu, namun ketika mereka sampai dilantai 2 atau balkon mereka disambut dengan barisan orang yang memegang prisai,


" kalian salah mencari musuh " teriak pasukan Outsider yang memegang Prisai,


" BRAKKK " seorang Jaggernaut secara tiba tiba terlempar dari tangga lantai atas ke lantai mereka berdiri, para Jaggernaut yang melihat itu nampak senang dan bersemangat, tak berselang lama turunlah seorang pria dengan memvawa sebuah tongkat tonfa ditangan kirinya,


" makanan empuk nih boss " jawab salah satu rekanya, tiba tiba saja tangga menuju lantai bawah juga dicegat oleh pasukan berprisai


" KOMANDAN LUDVIK BARIER TELAH SIAP" teriak pasukan yang mencegat anak tangga,


Ludvik langsung melompat turun dan menghajar setiap Jaggernaut yang ada disana, ia menangkis setiap ayunan senjata menggunakan tonfanya dan membalasnya dengan pukulan dan cekikan, para Jaggernaut dikejutkan dengan serangan balik yang begitu kuat, dan sulit dihadapi, satu persatu dari mereka mulai tumbang, leher demi leher dipatahkan dengan mudah oleh Ludvik,


" segera bersihkan yang lain, " ucap Ludvik


" SIAP KAPTEN! " mereka langsung segera turun dari lantai atas menuju medan pertempuran kembali, sementara itu Ludvik mulai mengintrogasi salah satu Jaggernaut yang ia sisahkan,

__ADS_1


" jadi!? Darimana kalian berasal? " tanya Ludvik sambil menggenggam sebuah pisau,


BERSAMBUNG.....


__ADS_2