Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )

Spear Of Destiny ( Tombak Takdir )
The truth


__ADS_3

6 bulan yang lalu


Ludvik bersama Zhin dan dua mobil lainya nampak baru pulang setelah melakukan ekspedisi ke suatu tempat,


" sudah kubilang disana banyak sumber daya " ucap Zhin sambil menyetir


" yap... Kita akan membangun tambang disana tentunya " jawab Ludvik,


Awalnya perjalanan mereka bisa dibilang sangat mulus hingga ketika mereka melewati Dome Daeki, secara misterius sebuah gempa menimpa rombongan mereka hingga membuat Zhin menghentikan laju mobilnya,


" apa itu!? " teriak salah satu bawahan,


Ludvik lantas menoleh kearah yang ditunjuk oleh bawahanya dan ia melihat sebuah cahaya putih besar dengan bayangan seorang pria yang tak lain adalah Toaru berada di atas kubah membanting Jay ke tanah,


" SEMUA MASUK KEDALAM MOBIL! APAPUN ITU KITA HARUS SEGERA PERGI!!!! "


Mendengar perintah dari Ludvik, semua orang disana segera melompat masuk kedalam mobil mereka masing masing dan melajukanya secepat mungkin dari tempat mereka tadi,


" WUSSSSHHHH! "


Dan benar saja.. Gelombang angin besar seketika menyapu sekitar termasuk mobil mobil yang mereka tumpang,


" Uhuk Uhuk " Ludvik merangkak keluar mobil lewat jendela yang pecah, untungnya ia segera ditarik keluar oleh Clay pada saat itu,


" minum dulu " ucap Zhin sambil menyodorkan sebotol air minum kepads Ludvik


" siapa saja yang selamat? "


" hanya kita bertiga pak " jawab Clay


" Holy ****..... " ucap Ludvik sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing,


JALUR BARAT


Sebuah mobil melaju dengan kencang menembus padang rumput yang subur dan membuat ratusan burung berterbangan ke udara,


" Dimana aku!? " ucap Toaru dengan nada pelan, ia terbangun didalam kursi tengah mobil yang sedang melaju, ia lalu terduduk dan melihat kedepan" eh aku didalam mobil? "


namun ditengah perjalanan ia merasakan kejanggalan, " Oi kenapa kita terus lurus? disanakan tebing " dan disitulah ia baru tersadar bahwa Iohan ketiduran saat mengemudi,


" IOHAN! BANGUN! " Toaru menampar kelala Iohan dari belakang hingga terbangun,


" ada apa? "


" TEBING! TEBING! "


" Tebing? " Iohan lantas memincingkan matanya dan benar saja ia melihat ujung tebing didepanya yang akan menjatuhkan mereka semua kedalam jurang," YOOOO! " Iohan lantas segera mengerem dan membelokan mobilnya sebisa mungkin,


Toaru yang mengetahui bahwa mereka tidak akan berhasil, secara langsung membuka pintu mobil dan menginjakan kakinya ketanah sebagai jangkar sehingga membuat mobil itu berputar 180 derajat,


" UWAAAAAAAA!!! " Teriak Arisa yang baru terbangun dari tidurnya,


untungnya mereka berhasil berhenti dengan selamat, Iohan dan Arisa lantas segera melihat keadaan Toaru yang nampak mengeluarkan uap dari kakinya yang berada diluar mobil,

__ADS_1


" kau baik baik saja? " tanya Iohan


" LAIN KALI AKU YANG MENYETIR SAAT MALAM! " ucap Toaru dengan nada pelan,


" oke..... Baiklah, Kita lanjut? "


Arisa hanya mengangguk setuju, Toaru lalu memasukan kembali kakinya yang meregenerasi sendiri sementara Iohan kembali menyetir, Arisa terdiam ketika melihat kaki Toaru yang meregenerasi secara perlahan,


" Kau itu siapa? Ryu? " tanya Arisa


Toaru menatapnya dengan dingin,


" baiklah, sepertinya rahasia kecil ini sampai sini dulu, " Toaru lantas menyeringai, " Namaku adalah Toaru kuroji, Malaikat ke 9, yang jatuh ke bumi "


" hah? Malaikat? HAHAHAHAHAHAHA ada ada saja " ucap Arisa


setelah mendengar hal itu lantas sebuah cincin Halo berwarna hitam yang patah muncul di atas kepala Toaru.. Tanpa tanduk satupun,


" bagaimana? " tanya Toaru


" baiklah aku percaya sekarang, tapi bagaimana bisa? di zaman sekarang ada malaikat? " tanya Arisa


" Iohan daripada kau mengantuk, mending kau jelaskan Arisa tentang diriku " ucap Toaru


" HAH? Apakah Iohan juga malaikat? " tanya Arisa


" aku? aku bukan malaikat.. Aku manusia, baiklah aku akan ceritakan "


Arisa langsung duduk manis dan mendengarkan sementara itu di pesisir pantai,


Aiga nampak berlari masuk kedalam gerejanya yang usang,


" HARTZ BERSIAP! TOARU MENUJU KESINI "


" SIAP TUAN! " Hartz lantas segera berlari keatas menara sementara Aiga menancapkan tombaknya di atas altar dan memutarnya sehingga membuat lautan memihak kepadanya,


" TOARU! HIDUPMU AKAN BERAKHIR DISINI! " ucap Aiga,


MOBIL


" jadi begitu toh! " ucap Arisa setelah mendengar seluruh penjelasan tentang Toaru dari Iohan,


" pantas saja Toaru pernah menanyakan Gereja itu kepadaku "


" dan juga karena menurutku ini tugas mulia.. Maka aku bergabung dengan Toaru " jawab Iohan,


" jadi nanti kita akan melawan malaikat jahat? pasti akan seru... "


" haduh.... Dasar remaja " jawab Iohan


" kalian berdua segera bersiap! Arisa jangan dekat dekat ke gereja " Toaru nampak bersiap dan mengambil sebuah Bazoka dari kursi belakang,


" bagaimana rencananya Kap!? " tanya Iohan

__ADS_1


" kita lajukan mobil hingga masuk kedalam bangunan... Iohan kau hadapi Hartz, dan Arisa! "


" ya? "


" kau lari sejauh mungkin "


" tunggu sebentar? Hah? Untuk apa aku lari? " tanya Arisa yang bingung akan rencana Toaru


" ini demi keselamatanmu "


" tidak ada! Aku tidak akan lari! Aku akan membantu Iohan melawan Harg, maksudku Harf, AHHHH SIAPA TADI NAMANYA? " tanya Arisa


" Hartz " jawab Toaru


" iya Hartz.. Aku akan melawan Hartz "


" baiklah kalau begitu " jawab Toaru " Iohan! Kau akan menjaga bayi "


" siap Boss " jawab Iohan


" AKU BUKAN BAYI! " kesal Arisa


Toaru lalu mulai kembali memejamkan matanya dengan Bazoka dipangkuanya, dan mulai bermimpi kembali ke masa lalunya,


Land of Great AKA Surga


" LOCK TELAH BERHASIL MENEMBUS GERBANG!"


teriak Ryot yang saat itu sedang melawan beberapa guardian,


Surga saat itu sangat kacau balau, para malaikat saling bertarung satu sama lain, terutama Kubu Guardian dan Kubu Belial,


" AZAZEL!!!!!! " teriak seorang Guardian yang berdiri dihadapan Toaru,


" Kau tak akan bisa mengalahkanku "


" akan kuhancurkan kau berkeping keping " Guardian itu dengan penuh keberanian segera melomoat kearah Toaru, namun tangan Toaru yang mengikuti alur seketika terangkat dan mengakibatkan sebuah ular raksasa bernama Leviathan keluar dari menelan Guardian itu,


" apakah ini aku yang dulu? " batin Toaru


tanah Surga dia belah dengan sangat mudahnya, sampai dia terhenti akibat sebuah tombak yang menembus badanya,


" CUKUP SAMPAI DISINI MAIN MAINYA! " ucap seorang Guardian tertinggi,


" KAU JUGA MAU LENYAP RUPANYA " ucap Toaru


Toaru segera mengirimkan Ular leviathan miliknya namun dengan mudahnya ular itu dirobek olehnya menjadi dua, Toaru yang mulai tertarik segera mengeluarkan pedangngnya begitu pula sang Guardian,


" AKU SUKA INI " ucap Toaru


Mereka berdua segera berlari dan ketika Toaru menangkis senjata guardian itu, sebuah gelombang terpancar hingga menggetarkan surga, pertarungan itu terus berlanjut hingga Toaru terbangun akibat Arisa membangunkanya


" OI Kita sebentar lagi akan sampai " ucap Arisa sambil menepuk nepuk dengkulnya Toaru,

__ADS_1


" oke baiklah " ucap Toaru sambil menguap,


waktu yang terbilang sudah hampir sore kala itu membuat para Nicraw terbangun, dan juga suasana semakin adem walaupun sebentar lagi sebuah bencana akan terjadi di sepanjang pesisir pantai.


__ADS_2