
Hari kedua belajar bersama.
Serra tak juga memiliki semangat belajar. Devina menjadi bingung bagaimana cara membangkitkan semangat belajarnya.
Dan tiba-tiba Devina memiliki suatu ide yang cemerlang yang pasti akan membangkitkan semangat sahabatnya itu.
"Serra semangat dong!" bujuk Devina tetapi diabaikan oleh Serra.
"Heyy kalian! Besok akhir pekan habis ujian piknik yuk!" ucap Devina memberi saran kepada yang lain.
Serra merasa tertarik dengan pembicaraan Devina dan mengangkat kepalanya dari posisi tertidur.
"Piknik? Boleh tuh.... itung-itung refreshing," balas Gio.
"Piknik kemana atuh?" tanya Fandi.
"Kemana yahh.. yang cocok buat refreshing...." bingung Devina.
"Kepantai aja gimana pantai?" usul Rio.
"Nah bagus tuh... Serra setuju!" ucap Serra.
"Pantai aja deh.. udah cocok!" ucap Fandi memberi keputusan.
"Ikut kan, Van?" tanya Rio kepada Vano.
"Aku.. kayaknya-"
"Ngga, harus ikut. Ok Vano ikut!" ucap Gio seenaknya.
"Tapi kalo mau ikut gak boleh ada yang remidi yaaa.." sindir Devina kepada Serra.
Seketika Serra membelalakkan matanya.
"Devinaaaa..." eluh Serra.
"Apa? Siapa suruh males belajar?! kalo mau ikut gak boleh remidi... kalo remidi harus ikut kelas tambahan hari sabtu-minggu!" jelas Devina.
Serra mengerucutkan bibirnya. Kemudian memiliki inisiatif untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Dan tiba-tiba Serra membuka buku dan belajar membuat Devina terkejut kemudian tersenyum
Sekarang Serra sudah memiliki semangat belajar. Waktu belajar bersama ia gunakan belajar dengan sungguh-sungguh dan dirumah ia juga belajar lagi.
Hari ini adalah hari nasib Serra diumumkan, nasib untuk pergi piknik atau tidak maksudnya.
Serra berdoa di dalam hati berharap nilainya tidak berada di bawah KKM sehingga ia tidak perlu mengikuti kelas tambahan dan remidi.
Kertas hasil ujian dibagikan satu persatu hingga akhirnya kertas itu sampai di depan Serra.
Serra menutup matanya belum siap menerima hasil. Tapi mau tak mau ia harus membukanya atau ia akan mati penasaran.
Serra membuka matanya perlahan melihat hasil ujiannya. Setelah matanya terbuka sempurna, ia terkejut dengan hasilnya.
Kepalanya langsung menunduk tak semangat
Bahasa Indonesia 83, Bahasa Inggris 54, Fisika 47, Biologi 76, Kimia 44, dan Matematika 66.
Serra meremas kertasnya kesal, padahal ia sudah belajar dengan sungguh-sungguh tetapi tetap saja ia harus melakukan remidi untuk 4 mapel.
__ADS_1
Pulang sekolah ia pergi ke perpustakaan, karena memang dia bersama Devina, Vano dan yang lain sudah janji akan berkumpul setelah hasil dikeluarkan.
Serra masuk ke dalam perpustakaan dengan tak semangat, di sana sudah terdapat Devina, Vano dan Gio.
Serra duduk di samping Devina dengan tak semangat.
"Jadi Serra..." Devina tak melanjutkan ucapannya karena melihat Serra yang tak memiliki semangat bisa menebak apa yang terjadi.
"Kenapa nih Serraa? nilai kamu berapa??" tanya Gio
Serra tak membalas Gio dan malah mengisyaratkan Gio untuk memberi tahu nilainya terlebih dahulu.
"Akuu? B. Indo 89, B.Inggris 86, Matematika 85, Fisika 98, Biologi 90, Kimia 87, terus matematika 88," ucap Gio bangga kemudian tertawa puas.
Serra tak terlalu kaget dengan jawaban Gio karena sudah pasti nilai Gio tinggi karena bisa satu kelas dengan Vano dan Devina. Dan pasti Rio juga Fandi mendapatkan nilai yang tinggi juga.
Serra menghela napas.
"Devina?" tanya Serra.
Devina tak bicara tapi memberikan kertasnya langsung kepada Serra.
Serra melihat kertas ujian Devina, dilihatnya nilai Devina. Bahasa Indonesia 98, Bahasa Inggris 100, Fisika 95, Biologi 100, Kimia 98, dan Matematika 96.
Semua nilai berada di atas 90. Serra juga tak kaget dengan nilai Devina, berteman bertahun-tahun membuat Serra hapal dengan nilai Devina yang setiap tahun tak akan turun terlalu jauh.
Serra kemudian memberikan kertas ujiannya kepada Devina kemudian menidurkan kepalanya.
Devina menghela napas prihatin dengan Serra padahal sahabatnya sudah berusaha dengan keras.
"Gak apa lah ra. Ga usah sedih gitu..."
Serra menghela napas kasar kemudian mengangkat kepalanya lagi dan menghadap Vano.
"Vano berapa?"
Vano juga tak berbicara tapi memberikan kertasnya langsung.
B.Indo 98, B.Inggris 100, Fisika 100, Biologi 100, Kimia 100, Matematika 100.
Kali ini Serra benar-benar dibuat menganga, hampir semua mapel memiliki nilai yang sempurna.
Serra menyenderkan badannya dan mengangkat kepalanya menatap langit-langit perpustakaan.
"Berarti Serra gak ikut piknik dong, harus ikut kelas tambahan kan?" ucap Rio tiba-tiba muncul bersama Fandi.
"Tapi Serra pengin ikut."
"Gak.. ga boleh, kamu harus ikut kelas tambahan," peringat Devina.
"Oh iya... kalo Serra gak ikut berarti Devina pergi sendiri dong. yakin??" goda Serra.
Devina seketika terdiam, ia benar-benar tak memikirkan hal itu.
"Eh, itu urusan nanti, sekarang gimanna itu.. kamu mau urus remidinya?" ucap Devina sedikit terbata mencoba mengalihkan topik.
"Gimana yaa??" bingung Serra.
__ADS_1
"Aku ada ide nih!" ucap Fandi.
"Gimana??"
"Kan kita habis ini libur seminggu, jadi gak ada kegiatan. Mending Serra belajar aja sama kita, tapi sorry... aku ada urusan. Ya kali seminggu libur aku mau ngajarin orang?" ucap Fandi.
"Ide nya bagus tuh.. tapi aku juga ada urusan seminggu ini, udah janji ama mama. Tapi kecuali besok sabtu bisa," tambah Gio.
"Kalo aku seminggu ini gak bisa, bakal digantung nih ama papa kalo gak ikut dia ke luar kota," ucap Rio.
Serra menghela napas mencoba sabar.
"Devina?"
"Aku juga gak bisa, bakal pergi sama tante, gak boleh nolak nii, ya kecuali besok sabtu sih. berangkatnya minggu," ucap Devina.
"Jadii.... ide yang burukk," ucap Serra.
"Oh iya.. Vano?" seketika semua mata memandang Vano.
"Aku?" bingung Vano.
"Kamu gak ada urusan kan? ajarin nih Serra," ucap Devina.
"Kenapa aku?"
"Alasan satu, kamu gak ada urusan minggu ini, kedua nilai kamu paling tinggi disini. Ada yang salah?" lanjut Devina.
"Bener tuh!" ucap Rio setuju.
"Dari mana tahu aku gak ada urusan?"
"Gak ada... pokoknya harus ga ada!!" kekuh Serra
"Kamu harus ngajarin akuuu!!" paksa Serra.
Vano menghela napas kecil, kemudian mengangguk.
"Ok masalah selesaiii!" ucap Serra.
"Jadi untuk besok sabtu kamu Serra diajarin sama aku, Vano, sama Devina aja terus baru hari selanjutnya diajarin Vano," ucap Gio.
"Tapi sabtu kan aku udah ada kelas tambahan,"
"Ya habis kelas tambahan, belajar lagi," ucap Devina.
"Tapi kan-"
"Gak boleh nolak..."
"Bukannn.. tapi kalo aku remidi kalian mau jadi pergi?" tanya Serra kembali ke topik pertama tadi.
"Itu... itu tergantung," ucap Devina kemudian berdiri karena mengingat karena tadi ia yang mengalihkan topiknya.
"Eh Devina mau kemanaaa?" teriak Serra kemudian mengikuti Devina.
...♡♡♡...
__ADS_1