Spring Love

Spring Love
H-6


__ADS_3

Serra sampai di depan rumahnya, ia menelan ludah nya susah payah. Dan dengan semua keberanian yang Serra kumpulkan dengan berani Serra masuk ke rumahnya.


Serra mengetuk pintu rumahnya pelan kemudian membukanya dengan pelan. Serra masuk dan sampai di ruang tengah, ibu dan ayah Serra terlihat menunggu Serra dan mereka terlihat sehabis bangun tidur. Serra berpikir mereka pasti tak bisa tidur nyenyak tadi malam karenanya, Serra jadi merasa bersalah.


"Serra?!" panggil Selly menyadari kedatangan putrinya.


"Huft, syukur kamu gak kenapa-kenapa sayang," ucap Selly kemudian memeluk Serra.


"Serra? kamu gak papa nak?" tanya Henry


Serra tahu mereka pasti akan menanyakan ini untuk pertanyaan pertama dan yang kedua adalah... menceramahinya.


Serra tersenyum canggung dengan kedua orang tuanya. Saat ini Serra berdiri didepan Selly dan Henry yang sedang menceramahinya.


"Jawab, kamu habis ngapain? gak pulang semalaman?" tanya Selly.


"Gini ma, jadi waktu Serra mau ngebalikin jaket Vano kemarin, Serra nemu Vano pingsan di tangga. Jadi Serra bawa ke rumah sakit."


"Kapan kamu pergi ke rumah Vano? Terus gimana bisa nemuin Vano di tangga padahal dia pingsan? emang kamu punya kunci rumahnya dia? Terus kenapa gak hubungi mama atau papa dulu?" Serang Selly kepada Serra dengan pertanyaannya


"Tunggu ma... satu-satu dong tanyanya, yang mana dulu?" bingung Serra.


"Kapan ke rumah Vano?" tanya Selly.


"Kemarin, sekitar jam 1 atau 2. Serra udah pamit sama mama waktu mama di dapur."


"Kapan? kemarin kamu pamit main tempat tetangga."


"Yaa... kan Vano tetangga kita, ma!"


"Hahh??! jangan ngada-ngada kamu!"


"Ih beneran ma, udah lama. Masa mama gak tahu ada tetangga baru? kalo Serra yang gak tahu itu baru wajar, ma."


Kemudian Selly menatap heran ke Henry dan Henry hanya menggeleng.

__ADS_1


"Ya udah terserah kamu. Terus kenapa gak bilang mama sama papa?"


"Hp Serra ketinggalan ma, masih ada di kamar Serra. Gak percaya lihat aja."


Ibu Serra mengangguk ragu kepada putrinya


"Ih beneran ma, suer!" ucap Serra sambil mengeluarkan 2 jarinya.


"Hmm, mama juga gak bilang gak percaya!"


Kemudian Serra naik ke kamarnya, ia mandi, berganti pakaian, mengambil sebuah totebag yang lumayan besar dan tak lupa ponselnya beserta charger-nya.


Serra kembali turun ke bawah untuk berpamitan.


"Maa? Serra ke rumah sakit, yaa!" teriak Serra kepada ibunya yang berada di dapur.


"Mau berangkat lagi?"


"Iya ma, kasihan Vano gak ada temennya."


"Mereka di luar kota, udah ya ma," ucap Serra.


"Bentar Serra, kamu gak mau makan dulu? dari kemarin belum makan kan?" 


"Nggak usah, ma."


"Nggak usah, nggak usah apa?! gak, makan dulu kamu!" paksa Selly.


Serra yang terpaksa mau tak mau menuruti ibunya untuk makan terlebih dahulu.


Di sela-sela makan, Serra melihat ibunya sedang memasukkan makanan ke dalam rantang.


"Buat apa ma?"


"Hmm? ini buat Vano, kamu bawa sekalian, ya," ucap Selly sambil membawa rantang ke meja makan dan ikut duduk di meja makan.

__ADS_1


"Kamu bawa ini buat Vano. Nanti mama sama papa ke rumah sakit jenguk Vano," ucap Selly hampir membuat Serra tersedak.


"Hhah?! mama sama papa mau ke rumah sakit?"


"Iya, kenapa? gak boleh?"


"Ng-nggak juga sih, t-tapi..."


"Ya udah kamu cepet makan, terus ke rumah sakit kasihan Vano nunggu lama," ucap Selly sambil memasukkan rantang ke dalam totebag Serra.


"Nanti kamu kirim rumah sakit mana sama nomor kamarnya, ya," ucap Selly kemudian pergi ke dapur.


Selesai makan, Serra pergi ke rumah Vano untuk mengambil barang yang diperlukan Vano. saat melihat ke dalam halam rumah Vano, Serra melihat seorang wanita yang sudah terlihat lumayan tua duduk di teras rumah itu.


"Misi bu, maaf ibu siapa ya?" tanya Serra kepadanya.


"Eh? saya Mira, panggil aja bi Mira. Saya asisten di rumah ini, rumahnya den Vano. Tapi kayaknya den Vano gak dirumah, saya udah ketok pintunya dan gak ada jawaban. Kalo eneng ini, temennya den Vano ya?" jelas orang itu yang menyebutkan dirinya sebagai bi Mira.


"Ohhh... iya bi, saya temannya. Jadi gini, Vano lagi ada di rumah sakit."


"Astaughfirullah... kok bisa gitu neng?"


"Iya bi, sekarang Vano ada di rumah sakit saya yang bawa dia kemarin. Ini saya mau ngambilin dia barang yang dia perluin. Ini kuncinya ada di saya," jelas Serra sambil mengeluarkan kunci.


"Oh iya neng, sini saya ambilkan," ucap bi Mira sambil menerima kuncinya kemudian membuka pintu rumah itu.


"Barangnya apa aja ya neng?"


"Pakaian, alat mandi sama hp aja, bi," ucap Serra.


Kemudian bi Mira menerima totebag Serra dan mulai mengambilkan barang keperluan Vano sedangkan Serra yang menunggu di bawah.


Serra sedikit melihat-lihat dekorasi rumah Vano, terlihat sangat elegan. Kini Serra melihat ke atas meja, terdapat beberapa toples disana. Sepertinya itu adalah makana camilan yang Vano sediakan jika ada tamu.


Dengan penasaran Serra mengambil salah satu toples yang menurutnya menarik. Serra melihat ke dalam toples dan mulutnya tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


...♡♡♡...


__ADS_2