Spring Love

Spring Love
Chapter 1


__ADS_3

setibanya sampai di depan apartmen Aurel pun turun dari taxi tersebut dan membayar taxi tersebut. aurel pun memasuki apartmen dan langsung menuju lift didalam lift ia menkan tombol 15.


sesudah keluar dari lift aurel pun menuju kamar apartmennya yang bernomer 20 setelah berjalan menuju rumah apartmennya yang sekitar 3 menit berjalan aurel pun membuka pintu rumah apartmennya aurel pun menutup kembali pintu rumahnya dan menguncinya


rumah apartmennya itu berdesain sederhana tetapi memikat mata karena ornamen ornamen yang tidak terlalu mewah kamar utama yang berda di atas itulah kamar aurel


dan satu kamar tidur di lantai bawah karena takutnya ada temannya yang datang dan menginap 2 kamar mandi 1 toilet yang terletak dekat dapur, satu dapur besar dan ruang santai yang sangat sederhana


*(kalian bisa bayangin sendiri kan)


walaupun tinggal di rumah apartmen itu yang bersekitar 20 juta Aurel tidak menghiraukannya karena ia sudah nyaman memiliki satu buah apartmen dari hasil uang tabungannya sendiri. dinding yang bercat warna peach dan warna putih melengkapi desain yang indah dari rumah apartmennya


aurel pun memasuki kamar dan segera membersihkan tubuhnya karena cipratan air tersebut selang beberapa menit kemudian aurel keluar dari kamar mandi dan segera memakai piyama tidurnya


segera aurel merebahkan tubuhnya karena sudah merasa kelelahan


"fiuh... capek banget gara gara tuh mobil kemeja sama jas jadi kotor awas aja kalo ketemu tuh mobil" aurel pun meraba raba tas gendongnya dan mengeluarkan handphonenya dari tasnya tersebut


tiba tiba ada chat masuk, Aurel pun segera membuka chat tersebut


Chat tersebut berasal dari direkturnya

__ADS_1


'Aurel segera datang ke Club nine segera mungkin'


'maaf pak untuk apa ya'


'sudah cepat datang saya beri waktu 30 menit'


aurel pun segera bangkit dari tidurnya dan segera mengganti pakaiannya dengan kemaja putih dan jeans panjsng warna hitam tidak lupa mengikat rambutnya seperti kuncir kuda dan memakai high hels berwarna hitam


aurel pun mengambil handphonenya dan meletakkan handphonenya tersebut di tas gendongnya dan bergegas menuju keluar rumah apartmennya tersebut tidak lupa aurel mengunci pintu rumahnya tersebut


20 menit kemudian aurel sampai di tempat tersebut di lihat lihat tempat tersebut adalah club malam bagi konglomerat


setelah menemukan pintu masuk ia menelpon direkturnya tersebut


'halo pak saya harus kemana lagi, saya sudah memasuki club'


'kamu tanyakan saja kepada bartender, tanyakan ruang VVIP tuan muda Bryan'


Aurel pun menutup telpon dengan tidak menjawab telpon tersebut ia kira ada sesuatu yang aneh , aurel pun bertanya kepada bartender dan bartender itupun menunjukkan ruangan VVIP tersebut


segera aurel menuju ruang VVIP dan mengetuk pintu, karena tidak ada yang membukakan pintu akhirnya ia membuka pintu tersebut karena tidak di kunci

__ADS_1


saat aurel memasuki ruangan tersebut tiba tiba ia terkejut dan seketika aurel pun terpaku karena sedang mencerna keadaan


what apa apaan ini sepi sekali cuman ada dua orang jadi buat apa aku datang kesini jika membicarakan bisnis bisakan di kantor


"aurel kenapa kamu diam saja" saut direkturnya tersebut


"jadi pak Gibran ada apa bapak memanggil"


"duduk di sofa kecil itu dan aku akan menjelaskan semuanya"


aurel pun duduk di sofa kecil itu dan berusaha untuk bersikap normal


.


..


...


To be countinue


___________________________ฅ'ω'ฅ

__ADS_1


__ADS_2