
Kemudian Fandi dan Rio dipanggil ke ruang guru untuk dimintai penjelasan.
"Fandi, Rio, apa ini benar?" tanya Bu Wati memastikan.
Fandi dan Rio terkejut melihat rekaman cctv itu, kemudian mereka menatap ke arah Gio, Serra dan Vano. Serra memperlihatkan ekspresi bingung sedangkan Vano dengan ekspresi yang tak bisa ditebak oleh keduanya.
"Jawab Rio, Fandi!" perintah wali kelas mereka tegas.
"Iya itu benar," jawab Rio dengan ragu.
Serra menghela napas kecewa, menundukan kepalanya. Ia benar-benar kecewa dengan mereka sekarang.
"Baiklah, kasus ini tak bisa kita pegang lagi. Kita serahkan pada pihak hukum," ucap Kepala Sekolah dan seketika membuat kepala Serra terangkat kembali.
Serra berdiri dari duduknya kemudian membungkukkan badannya, semua orang dibuat heran dengan sikapnya.
"Maaf sebelumnya pak, tapi apa bisa kasus ini berhenti sampai disini?" tanya Serra sopan.
Tentu saja permintaan Serra membuat semua orang terkejut khususnya Gio, Fandi dan Rio.
Mereka jelas dinyatakan bersalah tetapi gadis ini malah membelanya?
"Maaf pak, mungkin permintaan ini sedikit aneh tapi... mereka teman saya, mereka yang udah bantu saya!" jelas Serra.
"Saya setidaknya juga harus bantu mereka saat sulit, karena saya tahu apa itu balas budi," ucap Serra mantap.
Kepala sekolah tersebut menghela napas dengan pembelaan Serra.
"Itu sebenarnya bisa, tapi kembali dengan keputusan orang tua kamu," ucap Kepala sekolah itu.
Kemudian semua pasang mata disana beralih menatap orang tua Serra.
"Serra..." lirih ibu Serra terharu dengan sikap putrinya.
"Tapi Serra, ini..." ucap Henry terpotong.
__ADS_1
"Please paa.... mereka temen aku," mohon Serra pada ayahnya.
Ayah Serra terlihat bingung, kemudian menatap ke arah Selly. Dilihat Selly mengangguk memberi harapan pada Serra. Kemudian ayah Serra kembali menatap Serra.
"Ok, gak perlu dibawa sampe hukum-"
"Makasih paa!" ucap Serra cepat dengan senyumnya.
"Tapii.... tapi mereka tetap harus dihukum!" ucap ayah Serra berhasil membuat senyum Serra menghilang.
"Papa tetap harus buat mereka dihukum, papa gak bisa biarin gini aja," ucap Henry tegas sambil menatap Gio, Fandi dan Rio sinis. Mereka bergidik ngeri dengan tatapan Henry.
Merasa jika ayahnya memang memiliki sifat tegas, Serra tak membantah lagi. Setidaknya mereka tak lagi dalam tangan hukum.
"Setidaknya Gio harus keluar dari sekolah ini, dan yang dua harus diskors!" ucap Henry.
Tentu saja serra terkejut, tak terpikirkan ayahnya menginginkan hukuman itu.
"Tapi paaa..."
"OK, sudah diputuskan Gio akan dikeluarkan dari sekolah Amore dan Fandi, Rio akan diskors selama 1 bulan!" ucap kepala sekolah setelah merasa tak ada penolakan lagi.
"Fandi, Rio pikirkan perbuatan kalian selama 1 bulan ini!" peringat kepala sekolah sebelum keluar.
Kemudian orang tua Serra kembali dari sekolah.
"Maaf," ucap seorang lelaki dengan perban di tangannya dan plester di dahinya, siapa lagi jika bukan Gio?
"Hmm... maaf juga" jawab Fandi dan Rio. Saat ini mereka sedang berada di depan ruang guru.
"Harusnya kita bisa jaga Vano dari sana," lanjut Rio.
"Nggak."
"Disini aku yang salah, aku harusnya gak lakuin itu dan buat kalian diskors," ucap Gio meminta maaf.
__ADS_1
Yah, mereka bertiga sama-sama salah, tak ada gunanya mereka saling maaf atau menyalahkan.
Kemudian Serra dan Vano keluar dari ruang guru. Mereka berpapasan, Serra dan Vano berhenti sejenak.
Suasana hening.
"Maaf," ucap Gio.
Serra mengangkat kepalanya yang tertunduk menghadap Gio, Serra sedikit merasa takut dengan wajah itu sekarang. Dengan cepat Serra mengalihkan pandangannya.
Gio menghela napas melihat Serra tak mau menatapnya, itu wajar saja.
"Aku tahu, kamu gak mau lihat wajah aku lagi. Tapi setidaknya dengerin aku, maaf karena perbuatan gilaku kemarin dan makasih udah bela aku tadi," ucap Gio.
"A-aku gak bela kamu, aku cuma mau tolong teman aku," ucap Serra.
Gio terkekeh pahit kemudian berjalan ke arah Vano.
"Jaga Serra baik-baik," bisik Gio tak mau didengar Serra.
"Aku gak butuh nasihat kamu," ucap Vano sinis, jujur Vano terlihat menyeramkan sekarang.
"Serra, maaf," ucap Fandi dan Rio.
Serra menatap Fandi dan Rio, Serra tahu kalau mereka hanya ingin membantu temannya, jadi mereka... tak bersalah (menurut Serra).
"Yah, jujur aku kecewa sama kalian. Tapi aku tahu kalian cuma pengin bantu temen," ucap Serra jujur.
"Jadi ya.... udahlah," lanjut Serra kemudian menarik Vano pergi.
Keesokan harinya, Serra tak bertemu dengan Gio, Fandi dan Rio lagi. Gio mungkin sudah pindah sekolah dan Fandi, Rio sudah memulai bulan mereka diskors.
Serra sedikit merasa bersalah kepada Vano. Gio, Fandi, dan Rio adalah teman-teman Vano sejauh ini. Tapi... mungkin ini yang terbaik.
...♡♡♡...
__ADS_1