SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
BAB 10


__ADS_3

Clara terbangun di sebuah kamar, matanya melihat ke sekeliling kamar yang pencahayaannya sangat minim, lalu mata Clara melihat luka di tubuhnya yang sudah di obati.


Clara pun mulai mengingat-ingat tentang kejadian terakhir kali, dia baru ingat jika dirinya telah di serang oleh orang asing hingga mobilnya menabrak pohon dan seseorang telah memukulnya hingga pingsan.


Clara mulai bangkit dari ranjang, dia mencari benda tajam untuk melindungi dirinya sendiri karena bisa saja orang yang membawanya ke tempat ini adalah musuhnya.


"Kau sudah bangun..." Ucap seseorang.


Clara melihat pria di hadapannya, pria yang menggunakan pakaian tentara. Lalu tangan Clara langsung melepaskan senjata yang ada di tangannya, perlahan air mata Clara mengalir begitu saja.


"Je... je....jendral..." Ucap Clara dengan mata yang berkaca-kaca.


Nicholas tersenyum ke arah Clara, Clara hanya bisa diam mematung. "Jendral..." Ucap Clara seraya terus menangis dan tidak berani mendekati Nicholas.


Lalu Nicholas berjalan mendekat ke arah Clara, "Maafkan aku... Jendral..." Ucap Clara dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Wajahnya sudah tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya lagi, lalu Nicholas langsung memeluk Clara.


"Lyli... Kenapa kau masih melakukan hal itu?" Tanya Nicholas.


Clara yang mendengar perkataan Tuannya pun langsung melihat ke arah Nicholas, wajah pria itu nampak terluka di bagian pipi.


"Tuan wajahmu? Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Clara.


"Bukan apa-apa, kenapa kau masih melakukan hal itu?" Tanya Nicholas.


"Melakukan apa, Jendral?" Tanya Clara.


"Kenapa kau masih membunuh? Kenapa kau masih melakukan kejahatan seperti dulu?" Tanya Nicholas yang mulai melepaskan pelukannya dari Clara.


"Tapi bukankah dulu kita selalu melakukan itu? Bukankah dulu aku selalu membunuh orang untuk melindungi mu dan kau tidak pernah marah? Lalu jika aku tidak melakukan hal itu, apa yang harus ku lakukan?" Tanya Clara yang masih tidak tahu kemana tujuan hidupnya.


"Hiduplah dengan bahagia Lyli." Ucap Nicholas.


"Bahagia? Bahagia itu seperti apa? Kata-kata yang kau ucapkan dari dulu sangat asing untuk ku. Aku tidak mengerti.." Jawab Clara dengan wajah yang bingung.


Nicholas pun terdiam dengan wajah sedih, matanya menatap sendu ke arah Clara.


"Jendral, selama ini kau kemana? Jadi selama ini kau belum meninggal?" Tanya Clara dengan wajah penuh harap.


Tapi Nicholas hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Clara, "Jendral..." Panggil Clara sekali lagi.

__ADS_1


"Jangan panggil aku lagi dengan sebutan Jendral, aku bukan seorang jendral... Dan aku sudah bukan Tuan mu lagi." Jawab Nicholas.


"Tapi kau tetap Tuan ku." Jawab Clara.


"Tidak, Lyli... Berhentilah menjadi sosok itu, sekarang kau telah bebas... Hiduplah dengan bahagia, jangan pernah sakiti orang lain lagi.. Jangan pernah membunuh lagi.." Ucap Nicholas.


"Kenapa?" Tanah Lyli yang seperti kecewa.


"Karena aku mencintaimu... Aku tidak ingin melihat orang yang ku cintai terjebak dalam kegelapan." Jawab Nicholas.


Tapi Clara hanya diam dan kembali menangis, "Apa yang kau katakan Jendral, aku sama sekali tidak mengerti.. Semua kata-kata yang kau ucapkan dulu dan sekarang aku tidak paham.. Aku mencintaimu itu apa? Maksudnya seperti apa?" Tanya Clara seraya menangis.


Nicholas yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan menatap sendu Clara, lalu Nicholas membelai wajah Clara dengan matanya yang berkaca-kaca dan perlahan menumpahkan air mata.


"Maaf... Maaf telah menjadikanmu seperti ini, maaf..." Ucap Nicholas yang merasa bersalah.


Tapi Clara masih tidak mengerti kenapa Jendral nya malah meminta maaf.


Lalu Nicholas kembali memeluk Clara, dia sangat ingin melepaskan rasa rindu di hatinya.


"Jendral.. Apa kau tidak akan pernah pergi lagi?" Tanya Clara yang berada di dalam pelukan Nicholas.


Tapi Nicholas hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Clara. "Jendral... Jika kau pergi bawalah aku bersamamu.." Sambung Clara yang tiba-tiba tertidur di pelukan Nicholas.


Nicholas hanya bisa duduk di atas lantai dengan tangan yang masih memeluk Clara, rasa bersalah di hatinya terus menghantui Nicholas sampai saat ini. Dia telah merubah seorang gadis kecil menjadi sebuah mesin pembunuh dan itu adalah kejahatan besar yang telah Nicholas lakukan.


Perlahan Nicholas mencium bibir Clara, meski Clara dalam keadaan tidur. Nicholas tetap senang karena dia bisa bertemu lagi dengan Clara.


*


*


*


Clara terbangun di sebuah ruangan, matanya melihat ke sekeliling tempatnya berada dan rupanya dia sedang berada di rumah sakit.


"Apa yang terjadi?" Tanya Clara bingung.


"Jendral? Dimana Jendral..." Tanya Clara yang mulai mencari keberadaan Tuannya itu.


Tapi tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri Clara, "Nona sebaiknya beristirahat dulu." Ucap perawat itu.

__ADS_1


"Sus, dimana Jendral?" Tanya Clara.


"Maaf Nona, saya tidak paham.." Jawab Perawat itu.


"Siapa yang mengantarkan saya ke sini?" Tanya Clara karena seingat dia, dia sedang bersama dengan Jendral.


"Nona di bawa oleh ambulan, dan warga lah yang menemukannya anda saat anda mengalami kecelakaan." Jawab perawat itu.


"Suster serius?" Tanya Clara yang masih tidak yakin.


"Iya Nona." Jawabnya.


"Lalu saya ke sini jam berapa?" Tanya Clara.


"Sekitar malam hari, saat anda mengalami kecelakaan. Anda langsung di bawa ke sini." Jawab perawat tersebut.


Setelah mendapatkan informasi itu, Clara langsung menyuruh perawat itu untuk pergi karena dia ingin beristirahat.


Clara pun mulai menangis, dia seperti orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan juga mimpi.


Tapi pertemuannya dengan Nicholas itu seperti nyata dan bahkan Clara masih bisa merasakan pelukan yang di berikan oleh pria itu.


Jika saja itu mimpi Clara sangat ingin berada di dalam mimpi, dia tidak ingin berpisah lagi dengan orang yang menjadi tujuan hidupnya. Orang yang telah memberikan sebuah nama yang indah untuknya.


*


*


*


Mr. Black terdiam dengan mata yang menatap keluar jendela, pikirannya masih teringat akan satu hal.


Wanita yang selalu berada di dalam hati dan pikirannya tapi tidak pernah ada keberanian di hatinya untuk muncul langsung di hadapan wanita itu.


Karena baginya, dirinyalah yang telah membuat Clara menderita. Semua yang Clara alami dan lakukan, dialah menyebabkannya.


Mr. Black masih ingat saat seseorang memukul Clara dan ingin membawanya pergi, tapi pria itu langsung menghentikan aksi orang asing tersebut.


Mr. Black yakin jika itu adalah suruhan dari Joker, tapi bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan informasi tentang Clara.


Bukankah informasi tentang Anjing militer itu sangat tertutup dan hanya sebagian orang yang tahu siapa yang telah menjadi Anjing militer itu.

__ADS_1


Di hati Mr. Black ada rasa cemas, dia sangat mencemaskan keselamatan Clara karena dia tahu bagaimana ambisi Joker saat menginginkan sesuatu.


__ADS_2