
Clara tengah duduk dengan sebuah pisau di tangannya, dia berusaha untuk membuka rantai yang terpasang di tangan dan lehernya.
Tapi semakin lama Clara berusaha, semua itu sia-sia saja.
Bahkan tangan Clara sudah berdarah karena pisau yang melukai kedua tangannya, tapi di saat Clara putus asa.
Dia mendengar suara aneh dari balkon, dengan langkah pelan Clara berjalan ke arah balkon.
Dan tiba-tiba sosok pria asing masuk ke dalam kamarnya, Clara tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi tak beberapa lama Clara bisa melihat wajah pria asing itu.
Mata Clara berkaca-kaca, wajah terkejut dan tidak percaya terukir jelas. "Jendral..." Panggil Clara dengan nada pelan.
Nicholas terdiam dengan senyuman bahagia di wajahnya tapi sedetik kemudian, dia langsung menatap sendu ke arah Clara ketika melihat rantai yang mengikat kedua tangan dan leher gadis itu.
"Jendral apa itu benar kau?" Tanya Clara seraya berjalan mendekat.
"Iya Lyli. Ini aku.." Jawab Nicholas.
Nicholas lalu merentangkan kedua tangannya, Clara pun langsung berlari masuk ke dalam pelukan pria yang sudah sangat dia rindukan selama ini.
"Hiks.. Hiks.. Hiks... Apa ini mimpi? Jika ini mimpi ku harap, aku tidak pernah bangun lagi." Ucap Clara yang menangis di dalam pelukan Nicholas.
Nicholas pun tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, "Ini bukan mimpi.." Jawab Nicholas dengan senyuman di wajahnya.
Mendengar hal itu Clara langsung melihat ke arah Nicholas, lalu Clara mencubit tangan kanannya yang terasa sangat sakit.
"Tapi bukankah Jendral sudah mati?" Tanya Clara.
"Aku tidak bisa menjelaskannya semuanya sekaligus, tapi kita harus pergi dari sini." Ucap Nicholas.
"Tapi aku tidak bisa.." Jawab Clara dengan mata yang melihat kedua tangannya.
"Apa rantai ini tidak bisa di buka?" Tanya Nicholas yang langsung melihat pergelangan tangan dan juga leher Clara.
Clara hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tidak, rantai ini sudah di pasangi listrik dan akan menyetrum ku jika aku keluar dari tempat ini." jawab Clara.
"Aku akan melepaskannya.." Ucap Nicholas.
Tapi Clara langsung menghentikan aksi Nicholas, "Jendra sebaiknya kau pergi saja, jangan pedulikan aku." Pinta Clara yang tidak ingin melihat Nicholas terluka oleh Joker.
"Kita pergi bersama.." Jawab Nicholas.
__ADS_1
Melihat kegigihan Nicholas, Clara hanya bisa tersenyum seraya menangis. "Jendral.. Perkataan mu waktu itu.." Ucap Clara.
Mendengar perkataan Clara, Nicholas langsung melihat ke arah Clara. "Aku mencintaimu, Lyli." Ucap Nicholas dengan senyuman hangat di wajahnya.
"Hiks.. Maaf, selama ini aku tidak pernah mengerti apa maksud dari perkataan mu Jendral. Tapi kini aku paham dan aku juga mencintaimu.. Aku sangat-sangat mencintaimu.." Jawab Clara.
Mendengar jawaban Clara, Nicholas langsung memeluk wanita di hadapannya.
"Terimakasih Lyli, terimakasih telah mencintai ku." Jawab Nicholas dengan tangan yang memeluk erat tubuh Clara.
Clara hanya bisa menangis di dalam pelukan orang yang selama ini dia cintai, selama bertahun-tahun Clara mencintai Nicholas tapi dia tidak pernah sadar dengan perasaannya dan tidak mengerti apa itu cinta.
Lalu Nicholas melepaskan pelukannya pada Clara, "Aku ingin kita bisa bersama selamanya, menua bersama mu. Lyli adalah keinginan terbesar ku." Jawab Nicholas.
Mendengar hal itu Clara langsung menganggukkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sekarang kita harus pergi, pergi yang jauh dari negeri ini... Kita akan memulai kehidupan yang baru di luar sana, hanya kau dan aku..." Ucap Nicholas.
"Iya jendral." Jawab Clara.
Lalu Nicholas langsung mencari cara untuk melepaskan rantai yang mengikat kedua tangan dan juga leher Clara.
Nicholas terus berusaha untuk membuka rantai di tangan Clara, tapi sangat sulit.
"Tahan yah, meski sakit." Pinta Nicholas kepada Clara.
"Iya jendral." Jawab Clara.
Nampak Clara menahan rasa sakit dari sengatan listrik dan tak beberapa lama aliran listrik itu berhasil di matikan, lalu Nicholas mencari benda tajam yang bisa memotong rantai yang mengikat kedua tangan Clara.
"Tidak ada.." Ucap Nicholas.
Lalu mata Nicholas langsung melihat ke arah Clara, "Apa kau bisa berlari dengan kedua tangan yang di ikat?" Tanya Nicholas.
"Bisa Jendral." Jawab Clara.
"Baik, kita akan melepaskan rantai itu nanti setelah kita pergi dari sini." Jawab Nicholas.
"Baik Jendral."
Lalu Nicholas langsung menurunkan Clara dari lantai 3 dengan perlahan menggunakan tali, setelah turun Nicholas langsung mengajak Clara untuk berlari masuk ke dalam hutan.
__ADS_1
Nicholas terus mengajak Clara untuk berlari, hingga mereka beristirahat sejenak.
"Kita akan pergi kemana?" Tanya Clara.
Tapi Clara terdiam saat melihat wajah pucat Nicholas, "Jendral, kamu kenapa?" Tanya Clara dengan tangan yang membelai kedua pipi Nicholas.
"Aku baik-baik saja." Jawab Nicholas yang menyandarkan punggungnya di pohon.
"Lyli... Terimakasih." Ucap Nicholas dengan mata yang berkaca-kaca.
Tapi Clara langsung menggeleng kepalanya. "Aku yang harusnya berterimakasih karena berkatmu, aku bisa mengerti arti hidup ku yang sebenarnya." Jawab Clara.
"Emm.. Maafkan aku, dulu aku malah memanfaatkan mu." Ucap Nicholas dengan rasa penyesalan di hatinya.
"Semuanya sudah berlalu, itu adalah masa lalu yang tidak perlu kita bahas lagi." Jawab Clara.
"Terimakasih, Lyli. Aku ingin meminta satu hal kepadamu." Ucap Nicholas.
"Apa itu Jendral?"
"Jika suatu saat kita berpisah lagi, berjanjilah kepada ku. Kau jangan pernah membunuh orang lagi, jangan pernah mengotori tanganmu lagi dengan darah.. Berjanjilah kepadaku, Lyli." Pinta Nicholas dengan tangan yang membelai wajah Clara.
"Iya, jendral. Aku berjanji, aku berjanji tidak akan pernah membunuh orang lain lagi. Aku berjanji tidak akan pernah mengotori tanganku dengan darah lagi, aku berjanji..."
"Aku senang mendengarnya, setelah kita pergi dari negeri ini.. Apa kau mau menikah dengan ku?" Tanya Nicholas dengan tangan yang mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.
"Menikah?" Tanya Clara.
"Iya menikah, menikah itu secara hukum kita menjadi sepasang suami istri yang bisa hidup bersama selamanya.. Memiliki anak dan hidup bahagia sampai tua, sampai ajal yang memisahkan kita." Ucap Nicholas.
"Tentu, aku mau menikah denganmu Jendral." Jawab Clara senang, saking senangnya Clara pun menangis.
"Kau ingat cincin ini?" Tanya Nicholas yang membawa cincin yang pernah di berikan nya dulu kepada Clara.
"Ini cincin darimu, tapi bagaimana bisa sekarang ada di tanganmu, jendral?" Tanya Clara.
"Aku menemukannya di rumahmu, dan sekarang aku ingin kau menggunakan cincin ini. Cincin yang akan mengikatmu dengan ku." Jawab Nicholas.
Lalu Clara mengeluarkan tangannya, Nicholas dengan perlahan memasangkan cincin itu di jari Clara.
"Cincin ini bukti bahwa aku mencintaimu, dan kita akan menikah.." Ucap Nicholas dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Iya jendral.." Jawab Clara, lalu Nicholas menarik wajah Clara.
Di bawah pohon dan cahaya rembulan, Nicholas mencium lembut bibir Clara dan kini dunia seakan milik mereka berdua.