
Clara terdiam dengan wajah yang memerah untuk pertama kalinya, dia berciuman dengan pria yang pernah menjadi Tuannya di masa lalu.
Di dalam pikiran Clara tidak pernah terbayang akan melakukan hal seperti itu dengan orang yang selalu dia hormati.
"Selama bertahun-tahun kita tidak pernah bertemu dan kini kau sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik." Puji Nicholas.
Clara tersenyum dengan tangan yang menggenggam tangan Nicholas yang sedang membelai wajahnya.
"Ayo, kita lanjutkan perjalanan." Ucap Nicholas.
Lalu Clara langsung bangkit dan berjalan di belakang Nicholas, kini tujuan mereka adalah keluar dari hutan karena hutan ini masih termasuk wilayah kekuasaan Joker.
Nicholas terus berjalan ke arah barat karena dia telah menghubungi rekannya untuk menjemputnya di ujung hutan.
Tapi perjalanan sangat jauh dan untuk beberapa kali Clara dan Nicholas harus berhenti sejenak, terutama melihat keadaan Nicholas yang mulai melemah.
"Jendral, apa kau baik-baik saja?" Tanya Clara khawatir.
"Aku baik, kau jangan khawatir." Jawab Nicholas.
Lalu Clara meminta Nicholas untuk beristirahat sejenak, dia ingin mencari air atau makanan yang bisa di makan oleh Nicholas.
Tapi pria itu langsung menghentikan Clara, "Tidak, kau jangan kemana-mana. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi." Ucap Nicholas.
Setelah beristirahat sejenak, Nicholas dan Clara kembali melanjutkan perjalanannya hingga mereka sampai di ujung hutan.
Nicholas melihat ke sekeliling tempatnya berada tapi dia tidak menemukan keberadaan rekannya yang berjanji akan menjemput mereka di tempat ini.
"Tidak ada siapapun yang ada hanyalah tebing curam." Ucap Clara dengan mata yang melihat ke bawah tebing.
Terdengar deburan ombak laut dan angin yang berhembus kencang, tebing itu adalah pemisahan antara lautan dan daratan.
Prok.. Prok.. Prok..
Terdengar suara tepuk tangan dari arah hutan, Clara dan Nicholas langsung melihat ke belakang dan rupanya sosok Joker telah datang bersama dengan anak buahnya yang bersenjatakan lengkap.
"Kau sangat hebat sekali, Mr. Black." Ucap Joker dengan senyuman di balik topengnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Joker, Clara terdiam. Jadi selama ini Mr. Black adalah Nicholas.
"Clara sayang, kenapa kau malah kabur bersama dengan pria itu? Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu dulu, jika pria itu adalah iblis yang telah membuatmu harus menanggung beban hidup yang sangat berat." Ucap Joker dengan mata yang melihat ke arah Clara.
"Jangan menatap Lyli dengan tatapan sialan mu itu." Maki Nicholas yang menarik Clara agar bersembunyi di balik tubuhnya.
"Nicholas, rupanya aku terlalu meremehkan mu. Kau sanggup kabur dari tempat ku." Ucap Joker.
"Apa? jadi selama ini kau tahu jika Jendral masih hidup dan kau malah menyekapnya." Tanya Clara marah, dia ingin sekali membunuh Joker dengan tangannya sendiri.
"Tahan amarahmu, Lyli." Ucap Nicholas.
"Clara sayang, kemari lah dan ikut dengan ku untuk pulang, jika kau ikut dengan ku maka aku akan berjanji untuk tidak menyakiti jendral kesayanganmu itu." Bujuk Joker.
"Jangan dengarkan dia, kita akan pergi dari tempat ini dengan selamat. Percaya kepadaku." Ucap Nicholas.
"Baiklah jika kau tidak ingin ikut denganku, jangan salahkan aku jika menggunakan cara kasar untuk membawamu." Ucap Joker lalu dia menyuruh anak buahnya untuk menodongkan senjata mereka tepat ke depan Clara dan Nicholas.
"Nicholas, apa kau sedang menunggu seseorang? Aku yakin orang itu tidak akan pernah datang." Sambung Joker.
"Apa yang kau lakukan kepada temanku?" Tanya Nicholas dengan tatapan marah.
Dengan wajah senang Joker langsung menarik benda di dalam karung tersebut. "Lihat, siapa ini.." Ucap Aaron dengan tangan yang memegang sebuah kepala.
Nicholas yang melihat rekannya telah di bunuh dengan kepala yang di penggal membuat dirinya sangat marah.
Tanpa pikir panjang Nicholas langsung menyerang anak buah Joker dan mengambil sebuah senjata dan menembakkannya kepada anak buah Joker, Clara ingin sekali membantu tapi dengan keadaan tangannya yang masih di rantai membuatnya tidak bisa bertarung.
"Mundur.." Ucap Joker kepada anak buahnya.
"Bagaimana jika kita bertarung layaknya seorang pria, hanya kau dan aku.." Ucap Joker seraya melemparkan kepala rekan Nicholas ke depan Nicholas.
"Kondisi jendral sedang tidak baik, aku yang akan menggantikannya tapi kau harus melepaskan kedua rantai di tangan ku." Ucap Clara.
"Tidak Clara sayang, aku tidak suka memukul seorang wanita." Jawab Joker.
Nicholas langsung kembali menarik Clara agar mundur, "Aku yang akan menghadapinya," Jawab Nicholas.
__ADS_1
Lalu Joker langsung melepaskan topengnya, untuk sesaat Nicholas terdiam dengan wajah marah ketika melihat wajah asli dari Joker.
Kemudian perkelahian antara Joker dan Nicholas pun terjadi, Nicholas beberapa kali menyerang Joker dan semua serangannya berhasil di tangkis oleh Joker.
Dan begitu juga Joker, kemampuan Nicholas tidak perlu di ragukan lagi.
Untuk saat ini semua serangan Joker masih bisa di tangkis oleh Nicholas, dari segi kemampuan Nicholas dan Joker sama-sama kuat.
Hingga beberapa lama berkelahi, tiba-tiba Nicholas merasakan jantungnya yang sakit dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Joker.
Saat Nicholas lengah karena rasa sakit di jantungnya, Joker langsung menyerang Nicholas hingga pria itu tersungkur ke tanah.
Clara yang marah langsung maju dan hendak menyerang Joker, tapi karena kedua tangannya yang di ikat. Joker dengan mudah langsung menendang perut Clara hingga wanita itu tersungkur ke tanah dengan mulut yang mengeluarkan darah.
Lalu Joker langsung menarik kepala Nicholas dan menyeretnya ke sisi tebing, Clara pun berusaha bangkit untuk menghentikan aksi Joker.
Tapi Aaron langsung menyuruh anak buahnya untuk menekan tubuh Clara di atas tanah.
"Ku mohon.. Jangan bunuh jendral.." Teriak Clara dengan mata yang berkaca-kaca.
Nicholas yang sudah babak belur hanya bisa duduk di tepi tebing dengan wajah yang menghadap ke arah Clara, "Sekarang aku akan menebus kesalahanku karena tidak membunuhmu dari dulu.." Ucap Joker dengan senyuman di wajahnya.
"Jangan!!!.. Jendral..." Teriak Clara dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
"Lyli..." Panggil Nicholas dengan nada sendu.
Clara menatap Nicholas dengan mata yang berkaca-kaca, "Jangan menangis... Kau lihat aku juga menangis." Ucap Nicholas yang meneteskan air mata.
"Jendral..." Ucap Clara yang masih terus menangis.
"Aku ingin mengusap air matamu... Tapi aku tidak bisa.. Ku mohon jangan menangis untuk terakhir kalinya tersenyumlah untuk ku." Pinta Nicholas.
Clara pun tersenyum senang meski air matanya tidak bisa di bendung lagi. "Sampai saat ini aku tetap mencintaimu, Lyli."
Dor....
Clara terdiam saat mendengar suara tembakan yang di lakukan oleh Joker, perlahan tubuh Nicholas terjatuh ke tebing. Saat itu waktu seakan berjalan lambat, Clara bisa melihat tubuh Nicholas yang terjatuh dengan perlahan ke tebing.
__ADS_1
"JENDRAL...."