
Mr. Black tengah duduk dengan tangan yang di ikat di sebuah tiang panjang, di depannya sudah ada sosok Aaron yang tengah menatap pria malang itu.
"Emm... Apa kau masih belum puas?" Tanya Aaron kepada Mr. Black.
"Apa maksud mu?" Tanya Mr. Black.
"Iya.. Bagaimana yah, apa kau sudah puas dengan semua permainan yang kita lakukan? Sebenarnya aku sudah lelah harus berpura-pura tunduk di depanmu, jika bukan karena Joker mana mau aku tunduk dengan orang sepertimu." Ucap Aaron seraya melihat ke arah Mr. Black.
"Emm.. Lagi pula aku tidak meminta kau untuk tunduk di depan ku." Jawab Mr. Black.
"Iya, kau memang tidak memintanya. Tapi Kakak ku yang menyuruh ku untuk tunduk kepadamu, sebenarnya apa hubungan mu dengan Joker? Karena dia memperlakukan mu sedikit istimewa." Tanya Aaron yang penasaran.
"Aku bahkan tidak mengenal Joker sebelumnya." Jawab Mr. Black.
"Sungguh?" Tanya Aaron seakan tidak percaya.
"Jadi kau dan Joker bersaudara?" Tanya Mr. Black yang baru mengetahui hal ini.
"Iya, aku adiknya." Jawab Aaron.
"Pantas saja, aku awalnya mengira jika kau adalah Joker tapi rupanya kalian dua orang yang berbeda." Ucap Mr. Black.
"Itu hal biasa," Jawab Aaron.
Lalu di saat Aaron dan Mr. Black tengah berbicara. Tiba-tiba Joker datang dengan langkah yang santai.
"Aaron.." Panggil Joker.
"Ada apa?" Tanya Aaron dengan tatapan yang malas.
"Kau sangat bodoh." Maki Joker kepada adiknya.
"Apa maksudmu?" Tanya Aaron bingung.
"Apa sekarang kau sangat lengah sehingga tidak sadar jika ada mata-mata di dalam perusahaan mu." Ucap Joker.
"Apa? Siapa?" Tanya Aaron yang belum mengetahui kebenaran tentang Clara.
"Jika bukan karena aku menyelidik secara diam-diam, aku yakin kau pasti sudah hancur."
"Memangnya siapa?" Tanya Aaron sekali lagi.
__ADS_1
"Clara asisten barumu, dia mata-mata yang di kirimkan organisasi itu untuk mendapatkan dokumen itu." Jawab Joker.
"Tapi bagaimana bisa? Wanita itu?" Aaron masih tidak percaya.
"Emm.. Ini semua kecerobohan mu," Maki Joker.
Lalu mata Joker langsung melihat ke arah Mr. Black yang tengah terikat.
"Mr. Black, bagaimana? Apa kau menyukai pertunjukan yang ku lakukan?" Tanya Joker.
"Apa maksudmu?"
"Em.. Yah, kau telah di tipu oleh ku. Apa kau pikir aku tidak tahu, selama ini kau membocorkan informasi tentang ku ke pihak lain. Dan yang menjadi sasarannya adalah Aaron, sayang sekali." Ucap Joker.
Aaron yang akan mendengar perkataan Joker pun tersenyum seraya mengejek, "Apa yang kau lakukan kepada wanita itu?" Tanya Mr. Black yang langsung menanyakan Clara.
"Aku tidak melakukan apa-apa, maksud ku belum melakukan apa-apa." Jawab Joker.
"Jika kau berani menyakitinya, maka aku akan membuatmu menyesal." Jawab Mr. Black marah.
Kemudian Joker langsung melepaskan topi dan masker milik Mr. Black, Aaron yang wajah Mr. Black untuk pertama kalinya hanya bisa diam.
"Jadi ini wajahnya?" Tanya Aaron yang melihat wajah Mr. Black, wajah yang lumayan tampan tapi sayang terdapat luka di bagian pipinya.
"Sebaiknya kau diam, Aaron." Perintah Joker.
"Kenapa kau harus menangkap wanita itu, apa kau tidak punya malu menyandra seorang wanita." Ucap Mr. Black.
"Aku malu? Mungkin ucapan malu seperti itu lebih cocok untukmu, orang yang tega menjadikan seorang gadis polos menjadi mesin pembunuh." Ucap Joker dengan seringai di wajahnya.
Mr. Black menatap dengan marah ke arah Joker tapi pria itu hanya duduk santai.
"Mungkin sekarang aku tidak perlu lagi memanggilmu Mr. Black. Aku cukup memanggilmu Nicholas." Sambung Joker.
Nicholas yang mendengar hal itu hanya tersenyum, "Jadi kau sudah tahu?"
"Tentu, siapa yang tidak mengetahui wajah dari seorang Jendral muda yang sangat berbakat." Jawab Joker.
"Lalu untuk apa kau menyelamatkan ku? Dan berpura-pura tidak mengenalku." Tanya Nicholas.
"Aku hanya senang bermain-main saja." Jawab Joker.
__ADS_1
"Apa yang sebenernya kau inginkan?" Tanya Nicholas dengan tatapan mata yang serius.
"Aku menginginkan Anjing mu menjadi milikku." Jawab Joker.
"Dia bukan seekor anjing," Jawab Nicholas.
"Dia bukan seekor anjing? Tapi kenapa kau memperlakukannya seperti seekor anjing." Ucap Joker seraya tertawa terbahak-bahak.
"Nicholas kau sangat lucu sekali, kau selalu bilang kalau dia bukan seekor anjing tapi kau sendirilah yang telah membuatnya menjadi seekor anjing. Apa kau waras?" Tanya Joker.
"Dimana dia sekarang?" Tanya Nicholas.
"Aku tidak akan memberitahukan mu tapi yang pasti dia akan tetap hangat di atas ranjang ku." Jawab Joker.
"Jangan coba-coba melakukan hal seperti itu kepada Lyli. Dia gadis baik-baik." Maki Nicholas yang seketika marah.
"Dia gadis baik-baik? Tidak, dia bukan seorang gadis baik-baik tapi dia adalah seorang pembunuh. Wanita yang telah berlumuran darah dan semua itu karena kau! Kau adalah otak di balik kejahatan yang telah dia lakukan selama ini." Ucap Joker ya
Nicholas hanya bisa diam saat Joker mengatakan hal ini kepadanya, apa yang di katakan oleh Joker adalah kebenaran.
Dialah orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah di lakukan oleh Lyli, perasaan bersalah selama ini terus menghantui Nicholas hingga saat ini.
"Emm.. Jika kau berbicara siapa di sini penjahatnya, maka kau adalah orangnya." Ucap Joker.
Aaron yang melihat wajah putus asa Nicholas pun hanya tersenyum puas, sudah dari dulu dia ingin sekali membuat Nicholas atau Mr. Black menderita tapi Joker selalu melarangnya.
"Aaron apa kau sudah mendapatkan apa yang ku suruh?" Tanya Joker.
"Belum, Hilda belum memberikan benda itu kepada ku. Katanya barang itu sangat sulit untuk di curi." Jawab Aaron.
"Sebaiknya kau cepat," Perintah Joker.
"Baik."
Kemudian Joker langsung pergi meninggalkan Nicholas sendirian di ruangan yang gelap, di tengah kegelapan itu Nicholas hanya bisa menyesali semua yang telah di lakukan di masa lalu.
Jika bukan karena paksaan dari keluarganya, dia tidak akan pernah mau menjadikan Lyli sebagai mesin pembunuh.
Yang selalu dia inginkan adalah membuat gadis itu tersenyum senang dan penuh kegembiraan, tapi selama dengannya yang ada hanyalah tatapan kosong seperti sebuah boneka.
"Maafkan aku, Lyli."
__ADS_1