
Clara terbangun dengan mata yang menghitam seperti panda, dari malam dia terus bergadang dan membaca novel yang di bawa kepala pelayan. Awalnya Clara seperti jijik saat membacanya tapi entah kenapa ada perasaan senang dan imajinasi nya pun muncul ketika membaca setiap kata yang ada di dalam novel itu.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan pintu, Clara tahu jika itu adalah para pelayan. Dengan rasa malas, Clara langsung menyuruh para pelayan untuk masuk ke dalam kamar.
"Apakah hari ini bisa aku tidak keluar kamar?" Tanya Clara kepada para pelayan.
"Maaf Nona, tidak bisa. Di sini anda hanyalah tawanan Tuan Joker dan jangan harap untuk bertingkah seperti pemilik rumah." Jawab seorang pelayan menatap dingin ke arah Clara.
Clara hanya menyipitkan matanya tapi dia enggan untuk berdebat dengan pelayan di tempat Joker, kini Clara tengah di dandani dan pelayan yang tadi pun sedang menyisir rambut Clara.
"Arg.. Apa kau bisa pelan-pelan." Ucap Clara yang sedikit kesal.
"Nona sebaiknya jangan manja, hal seperti ini sudah biasa. Lagi pula rambut anda yang terlalu kusut jadi wajar jika susah untuk di sisir." Jawab pelayan itu dengan nada angkuh.
Clara langsung bangkit dan melihat ke arah pelayan itu, dari dulu dia adalah wanita yang kejam dan selalu melukai orang tanpa pandang bulu.
Plak..
Clara langsung menampar pelayan itu hingga wanita itu hanya diam dan menatap dengan ekspresi terkejut saat Clara menampar dirinya.
"Apa kau kira aku tidak berani melakukan ini?" Tanya Clara dengan tatapan dingin.
"Kau hanya seorang tawanan tapi berani membuat keributan di sini." Maki pelayan itu.
"Dan kau tahu kenapa aku di tawan di sini? Bahkan Joker memberikan gelang ini kepada ku, gelang yang bisa memutuskan kedua lenganku?" Tanya Clara dengan menunjukkan gelang yang terpasang di kedua tangannya.
Pelayan itu hanya diam dan berjalan mundur saat Clara berjalan mendekat ke arahnya. "Itu semua karena aku terlalu berbahaya, bahkan aku bisa membunuh tikus sepertimu hanya dalam 10 detik. Apa kau mau mencoba?" Tanya Clara dengan tatapan yang mengerikan.
"Maafkan saya nona.." Ucap pelayan tersebut meminta maaf kepada Clara.
"Sebaiknya kalian pergi.." Usir Clara yang tengah berada di suasana hati yang tidak baik.
Lalu para pelayan langsung pergi meninggalkan kamar Clara, kaki mungil Clara pun berjalan ke arah balkon dia bisa melihat ratusan pohon yang berdiri kokoh mengitari tempatnya berada.
"Sebenarnya dimana ini?" Gumam Clara karena dia sendiri tidak letak pulau yang kini dia tinggali.
__ADS_1
Clara juga yakin jika tempat ini sangatlah terpencil karena dia selalu melihat helikopter yang datang dan kedatangannya pun hampir setiap hari.
"Lalu bagaimana aku keluar dari tempat ini, sementara aku tidak tahu lokasi yang pasti pulau ini." Gumam Clara.
Tatapan matanya lurus ke depan, dia melihat langit yang cerah pun mulai berubah menjadi gelap. "Bukankah ini masih pagi?" Gumam Clara.
"Tapi sudah mau hujan lagi," Mata Clara terus melihat langit yang gelap, angin kencang pun tiba-tiba berhembus tapi hal itu tidak membuat Clara pergi dari balkon. Dia masih tetap berdiri di balkon dengan tatapan yang dingin.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Joker yang masuk ke dalam kamar Clara.
"Apa kau buta? Aku sedang melihat langit." Jawab Clara dengan nada ketus.
"Kenapa kau mengusir pelayan yang melayani mu?" Tanya Joker.
"Mereka menyebalkan jadi aku mengusirnya." Jawab Clara yang enggan untuk melihat ke arah Joker.
"Ada apa denganmu, kemarin kau bermanja-manja kepadaku sekarang, kau malah menunjukkan sikap seperti ini." Protes Joker.
Tapi Clara enggan untuk menjawab pertanyaan Joker, "Sebaiknya kita makan, lagi pula cuaca sangat dingin hari ini." Ucap Joker seraya menarik tangan Clara tapi wanita itu hanya diam dan tidak bergeming sedikitpun.
"Jika kau ingin makan, makan saja sendiri." Jawab Clara yang enggan untuk makan bersama Joker.
"Kenapa kau menjadi keras kepala seperti ini?" Tanya Joker karena biasanya Clara tidak terlalu keras kepala.
"Baiklah, katakan apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Joker sekali lagi.
"Bukankah kau tahu aku menginginkan apa?" Ucap Clara balik bertanya.
"Maksudmu, kau masih ingin melihat senjata itu? Clara senjata itu bukan senjata biasa dan aku tidak mungkin memperlihatkannya kepadamu." Jawab Joker.
"Oke." Jawab Clara dengan mata yang masih melihat ke langit yang sudah di tutupi awan hitam.
"Clara berhentilah bersikap seperti ini, biasanya kau tidak bersikap seperti ini." Ucap Joker sedikit kesal.
Tapi Clara hanya diam, meski di dalam otaknya dia masih memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya karena di dalam novel jika seorang wanita merajuk pasti pasangannya akan mengabulkan keinginannya.
"Clara.. Sebaiknya kau makan." Ucap Joker.
__ADS_1
"Tidak, jika kau ingin makan. Makan saja sendiri jangan mengajakku." Jawab Clara dengan tatapan dingin.
"Jangan buat aku marah, Clara." Ucap Joker yang semakin kesal.
Tapi Clara tidak menggubris hal itu dan dia memilih untuk diam. "Apa kau tahu kenapa senjata kimia di larang di setiap negara?" Tanya Joker kepada Clara.
"Karena senjata itu berbahaya." Jawab Clara dengan nada dingin.
"Iya bahkan kau tidak bisa membayangkan bagaimana bahayanya senjata itu." Jawab Joker berusaha memberikan pengertian kepada Clara.
"Lalu kenapa kau malah menyimpan senjata seperti itu? Bukankah itu melanggar hukum?" Tanya Clara.
Mendengar perkataan Clara, Joker hanya tertawa ringan. "Hukum? Clara, dari dulu sampai sekarang aku adalah orang yang paling melanggar hukum dan meski aku melanggar hukum, apakah ada pemerintah yang berani menangkap ku? Bahkan sampai sekarang tidak ada. Kau tahu kenapa? Karena aku bukan orang yang bisa di remehkan ataupun di tumbangkan begitu saja." Jawab Joker dengan senyuman di wajahnya.
"Orang sombong sepertimu akan cepat mati." Jawab Clara.
"Em... Baiklah, aku sangat menunggu kematian itu." Jawab Joker dengan tangan yang merangkul Clara.
"Jadi kau akan memperlihatkannya kepadaku?" Tanya Clara.
"Tentu saja tidak," Jawab Joker dengan tegas.
"Oke." Jawab Clara dengan mata yang kembali melihat ke arah langit.
"Clara.." Panggil Joker.
Tapi Clara kembali tidak menjawab panggilan dari Joker. "Baiklah, aku akan memperlihatkannya kepadamu tapi hanya kepadamu. Dan hanya sekali.." Jawab Joker.
"Sungguh, terimakasih." Jawab Clara senang.
"Kalau begitu, ayo makan." Ajak Joker dengan tangan yang menarik pinggang Clara.
"Lepaskan.." Protes Clara kesal.
"Kenapa? Kau tidak suka, jika kau tidak suka maka aku tidak akan menunjukkan kepadamu." Jawab Joker seraya memegang dagu Clara.
Dengan tatapan dingin, Clara hanya diam dan mulai berjalan di samping Joker. Pria itu hanya tersenyum tipis melihat Clara yang kini mulai patuh kepadanya.
__ADS_1