SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 23


__ADS_3

Clara yang berada di dalam kamar menatap dingin sosok wanita yang berada di balkon kamarnya, perlahan wanita itu berjalan dan menunjukkan wajah aslinya.


"Siapa kau?" Tanya Clara.


"Twilight.. Sepertinya kau sudah sangat nyaman di tempat ini." Ucap Isabel dengan tatapan dingin dan aura yang mengintimidasi.


"Kau tahu namaku?" Tanya Clara dengan tatapan dingin.


"Tentu saja agen Twilight," Jawab Isabel.


"Kau dari organisasi pusat?" Tanya Clara.


"Iya." Jawab Isabel.


"Lalu apa tujuanmu datang ke sini?" Tanya Clara.


"Tujuanku datang ke sini sangatlah sederhana, untuk mengadili mu." Jawab Isabel dengan sebuah pedang yang dia arahkan ke leher Clara.


Clara menatap dingin wanita itu, dia tahu bagaimana kejam dan sadisnya wanita yang bekerja di organisasi pusat.


"Mengadili ku?" Tanya Clara.


"Kau masih pura-pura tidak tahu? Jika kau melakukan tugasmu dengan benar, orang-orang yang di pimpin oleh Hendry tidak akan mati konyol bahkan kerugian yang harus kami terima sangatlah besar." Jawab Isabel.


"Aku tidak bermaksud untuk membuat kekacauan, bahkan aku juga tidak tahu jika Joker akan menyerang markas." Jawab Clara yang merasa bersalah.


"Apa kau pikir permintaan maaf mu akan mengembalikan semuanya? Tidak, aku tidak butuh permintaan maaf yang tidak berarti itu. Yang ku butuhkan adalah nyawamu." Ucap Isabel yang mulai memainkan pedangnya.


"Jika aku tidak mau mati? Bagaimana?" Tanya Clara dengan tatapan dingin.


Mendengar jawaban Clara, Isabel pun tersenyum. "Jika kau tidak mau mati, maka Hendry dan Viktor yang akan mati." Jawab Isabel.


"Viktor dan Hendry tidak ada hubungannya dengan hal ini." Jawab Clara yang tidak ingin jika Hendry dan Viktor mati gara-gara ulahnya.


"Tidak ada hubungannya? Mereka berdua adalah orang yang memilihmu dan jelas mereka memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini.. Tapi aku memiliki kesepakatan lain." Ucap Isabel.


"Apa itu?" Tanya Clara.

__ADS_1


"Jika kau bisa mendapatkan senjata milik Joker maka aku akan membebaskan mu, Viktor dan juga Hendry." Jawab Isabel.


"Senjata? Senjata apa?" Tanya Clara.


"Senjata kimia," Jawab Isabel dengan menyeringai.


"Apa? Tapi Joker tidak mungkin memiliki senjata kimia, senjata seperti itu di larang di setiap negara karena terlalu berbahaya." Jawab Clara.


"Apa kau yakin dia tidak memilikinya? Kau hanya memiliki 2 pilihan.. Mati atau dapatkan senjata itu." Ucap Isabel.


Lalu Isabel langsung berjalan ke arah balkon dan segera melompat, Clara kini hanya bisa terdiam.


Bagaimana caranya dia mendapatkan senjata yang bahkan keberadaannya tidak di ketahui olehnya. Tapi jika Clara tidak melakukan ini, maka nyawa Hendry dan Viktor akan dalam bahaya.


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di kamar Clara, dengan nada malas Clara langsung menyuruh seseorang di luar kamarnya untuk masuk.


Rupanya Joker datang mengunjungi Clara, wanita itu langsung menyipitkan kedua matanya saat melihat kedatangan Joker.


"Tidak ada, aku hanya merindukan wajahmu." Ucap Joker dengan senyuman di wajahnya.


"Merindukanku? Bukankah kita baru bertemu?" Tanya Clara yang masih menatap dingin ke arah pria itu.


Lalu Joker berjalan mendekati Clara, dia menarik Clara untuk duduk di depan meja rias. Perlahan tangan Joker membelai wajah mulus Clara, "Rindu itu candu... Meski kita baru bertemu, rasa rindu di hatiku terus menggebu-gebu." Bisik Joker tepat di telinga Clara.


Clara hanya diam. "Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Clara.


"Yang ku inginkan? Aku menginginkanmu." Jawab Joker.


"Tidak.. Aku tidak percaya lalu kenapa kau menginginkan anak dari ku?" Tanya Clara dengan mata yang menatap Joker.


"Iya karena kau spesial.." Jawab Joker.


"Ku dengar kau memiliki senjata kimia?" Tanya Clara yang tiba-tiba menanyakan hal itu.


Joker yang mendengar pertanyaan dari Clara langsung menatap dingin, "Kau mendengar hal itu darimana?" Tanya Joker dengan nada yang tidak suka.

__ADS_1


"Bukankah itu adalah hal umum, semua orang tahu jika kau memiliki senjata seperti itu." Jawab Clara.


"Sebaiknya kau jangan bertanyalah lagi tentang senjata itu." Ucap Joker yang hendak pergi.


Tapi tangan Clara langsung menarik tangan Joker agar pria itu tidak pergi.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman dengan pertanyaan ku." Jawab Clara dengan tatapan manis.


Melihat tatapan Clara yang seperti itu Joker pun tersenyum, "Iya tidak apa-apa, lagi pula aku tidak marah." Jawab Joker yang menarik Clara agar duduk di sofa bersamanya.


Lalu Joker langsung mendudukkan Clara di atas pangkuannya. Perlahan tangan Clara membelai wajah Joker, "Apa kau menyukaiku?" Tanya Clara dengan tangan yang masih membelai wajah Joker.


"Tentu saja aku menyukaimu, wanita yang sangat cantik dan juga ahli dalam segala hal. Jika kau menjadi pasanganku, kau tidak akan menjadi beban untuk ku karena kau bisa menjaga dirimu sendiri. Tapi kenapa kau sangat berbeda hari ini, ada apa?" Tanya Joker yang memegang tangan Clara.


"Memangnya salah jika aku melakukan hal ini? Em.. Jika aku pikir-pikir, kau pria yang tampan dan lembut." Jawab Clara dengan mata yang masih melihat ke arah Joker.


"Kau baru menyadarinya?" Tanya Joker dengan kening yang berkerut.


"Iya.. Sebenarnya aku ingin berjalan-jalan melihat semua senjata yang kau miliki? Kau juga tahukan, aku dulu seorang anggota militer dan aku sangat tertarik dengan senjata seperti itu. Dan kau juga di kenal dengan orang yang memiliki ratusan jenis senjata." Ucap Clara dengan kepala yang bersandar di dada Joker.


"Jadi kau ingin apa?" tanya Joker dengan tangan yang membelai rambut Clara.


"Aku sangat penasaran dengan senjata kimia milikmu karena aku belum pernah melihat senjata seperti itu dari dulu," jawab Clara.


Tapi Joker seakan tidak senang dengan permintaan Clara, dengan tatapan dingin Joker langsung mendorong Clara agar menyingkir darinya.


"Kau boleh melihat senjata yang lain tapi untuk yang itu, aku tidak akan pernah memperlihatkannya kepadamu." jawab Joker.


"Sungguh? ku kira kau benar-benar mencintaiku? Rupanya itu hanya ucapan belaka." Jawab Clara dengan tatapan tak suka.


Lalu Clara langsung mendorong Joker untuk segera pergi meninggalkan kamarnya, setelah Joker pergi Clara langsung memikirkan rencana agar Joker mau memperlihatkan senjata kimia miliknya.


"Apa yang harus ku lakukan, aku tidak bisa merayunya seperti itu. Bahkan dia tidak membiarkan ku melihat senjata itu meski aku sudah merayunya." Gumam Clara.


Lalu dia melihat sebuah buku tentang percintaan yang di bawakan oleh kepala pelayan saat itu untuknya.


Dan untuk mencari rencana yang lain Clara langsung membaca buku novel tentang percintaan seorang CEO dengan istri manjanya.

__ADS_1


__ADS_2