SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
BAB 7


__ADS_3

Clara tersadar dari lamunannya, lalu tangannya langsung mengambil handphone dan mengangkat panggilan dari Aaron.


Rupanya pria itu menyuruhnya untuk datang ke ruang kerjanya.


Clara pun dengan sigap langsung pergi menuju ruang kerja Aaron, sesampainya di sana. Clara melihat seorang wanita cantik tengah duduk di atas sofa, wanita itu menatap Clara dari atas sampai bawah.


"Jadi dia asisten barumu?" Tanya Hilda yang merupakan Tunangan Aaron.


"Iya.."


"Lalu untuk apa kau panggil wanita ini datang ke sini?" Tanya Hilda dengan mata yang menatap sinis ke arah Clara.


"Aku hanya ingin memberitahunya jika besok lusa, aku akan pergi bersamanya ke luar kota." Jawab Aaron.


"Jadi kau harus bersiap-siap, dan jangan lupa siapkan semua keperluan ku dan juga hotel untuk menginap nanti." Ucap Aaron kepada Clara.


"Baik Pak." Jawab Clara.


"Aku tidak setuju!" Protes Hilda.


"Ini urusan kantor dan aku tidak butuh persetujuan mu." Jawab Aaron.


"Aku tunangan mu, Aaron. Dan kau harus memikirkan perasaan ku, aku tidak suka jika kau pergi dengan wanita itu. Kenapa sih, kau harus mencari asisten seorang wanita kenapa tidak laki-laki saja." Protes Hilda yang kesal dan cemburu.


"Sebaiknya kau pulang saja.." Jawab Aaron.


"Kau mengusir ku? Aku tunangan mu, Aaron."


"Lalu aku harus apa? Ini masalah pekerjaan, kau harusnya bersikap lebih dewasa sedikit jangan jadikan kecemburuan tidak berdasar mu itu malah mengacaukan bisnis ku." Maki Aaron.


"Maaf, aku hanya terlalu mencintaimu.. Kau tahu kan, sayang."


"Jadi sebaiknya kau diam dan jangan banyak bicara." Ucap Aaron.


"Iya sayang.."


Lalu Hilda langsung melihat ke arah Clara. "Hey.. Apa yang kau tunggu? cepat pergi!" Usir Hilda.


"Baik.." Clara pun segera pergi meninggalkan ruang kerja Aaron.


Nampak Hilda langsung memeluk Aaron dari belakang, pria itu sangat kesal tapi untuk sekarang dia hanya bisa berpura-pura menerima pelukan Hilda.

__ADS_1


"Sayang kapan kita menikah?" Tanya Hilda yang sudah tidak sabar untuk menyandang nama Nyonya Aaron.


"Sabar, kau tahu kan. Ayahmu tidak menyukai ku,"


"Tapi pasti ayah akan langsung menyukai mu saat kita menikah nanti." Jawab Hilda.


"Iya aku tahu, tapi apa kau benar-benar mencintai ku?" Tanya Aaron seraya menarik Hilda ke atas pangkuannya.


"Tentu saja, aku sangat mencintaimu."


"Aku sangat ingin melihat cap milik ayahmu, apa kau mau memperlihatkan nya kepada ku?" Tanya Aaron.


"Maksudnya cap kepemilikan itu? Tapi cap itu sangat di jaga oleh ayah dan pasti sulit untuk memintanya."


"Jadi kau tidak mencintai ku?" Tanya Aaron dengan memasang ekspresi kecewa.


"Tentu saja aku mencintaimu, emm.. Baiklah akan ku usahakan untuk mencuri cap itu dari ayah."


"Terimakasih, kau memang wanita yang paling ku cintai." Jawab Aaron seraya memeluk Hilda.


"Sayang, kita sudah lama tidak melakukan hal itu. Apa kau tidak menginginkan nya?" Tanya Hilda dengan nada manja.


"Ih sayang.. Kau bisa aja, aku jadi malu." Jawab Hilda.


"Aku sangat menginginkan hal itu tapi pekerjaan ku saat ini sangat banyak dan mungkin kita melakukan hal itu lain kali saja yah, sayang.." Ucap Aaron.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu yah."


"Iya, hati-hati di jalannya yah."


"Iya sayang.."


Setelah itu Hilda langsung bergegas pergi meninggalkan perusahaan Aaron, Aaron hanya bisa tertawa kecil. Baginya Hilda adalah wanita yang sangat bodoh hanya karena iming-iming cinta dia bahkan rela mencuri cap milik Edward.


Aaron melihat handphone miliknya, setelah membaca pesan yang masuk. Aaron segera pergi ke suatu tempat.


***


Sosok pria tengah duduk dengan tangan yang menopang dagunya, pria itu menggunakan sebuah topeng berwajah merah dengan dua tanduk di keningnya dan taring di bagian mulutnya. Topeng yang berbentuk layaknya wajah iblis, meski begitu wajah di balik topeng itu masih misterius bagi semua orang.


"Mr. Black." Panggil Joker saat melihat seorang pria masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Ada apa kau memanggilku, Joker." Jawabnya.


"Kau seperti biasa sangat dingin dan kejam, tapi ingat aku bukanlah Edward maupun sosok Aaron yang akan menghormatimu. Saat ini aku Joker yang tidak akan pernah menghormati siapa pun."


"Iya aku tahu.. Jadi untuk apa kau mengajak ku bertemu." Tanya Mr. Black.


"Kau tahu.. Kita sama-sama memiliki identitas rahasia, aku dan juga dirimu... Dan yang ku inginkan adalah.. Aku menginginkan seorang gadis." Ucap Joker.


"Jika hanya seorang gadis kenapa harus meminta bantuan kepada ku? Bukankah kau bisa mencari di klub malam." Jawab Mr. Black.


"Ini bukan sembarang gadis tapi dia adalah Anjing militer, dan aku menginginkannya untuk menjadi budak ku." Jawab Joker.


Mr. Black terdiam sesaat ketika mendengar perkataan Joker. "Anjing militer?" Tanyanya.


"Iya.. Ku dengar dia adalah seorang wanita, meski aku belum pernah melihat wajahnya tapi aku yakin dia pasti masih ada di negera ini."


"Kenapa harus seorang wanita? Apa kau tidak malu menjadikan wanita sebagai budak?"


"Emm.. Di bukan sembarangan wanita, dia Anjing dari sosok Jendral dan ku dengar dia sering memenangkan perang dengan t*roris berkat wanita itu. Dan aku menginginkannya, coba kau bayangkan jika aku memiliki wanita itu sebagai mesin pembunuh yang bisa ku kendalikan. Kekuasaan ku akan lebih luas lagi, semua musuh akan tunduk di bawah kaki ku." Ucap Joker dengan sebuah senyuman di balik topengnya.


"Apa sebegitu hebatnya wanita itu sampai kau sangat ingin memilikinya?" Tanya Mr. Black.


"Iya dia sangat hebat, dan apa kau bisa menangkapnya untuk ku?" Tanya Joker.


"Aku bahkan tidak tahu siapa orangnya, bagaimana bisa aku menangkapnya?" Tanya Mr. Black.


"Iya, kau benar. Informasi tentang Anjing militer itu sangat sedikit dan mungkin hanya sedikit orang yang tahu tentangnya." Jawab Joker seraya berpikir bagaimana caranya dia bisa mendapatkan apa yang dia ingin sementara tidak ada satupun informasi tentang wanita itu.


"Sebaiknya kau lupakan saja Anjing militer itu, lagi pula pasti dia sudah mati." Jawab Mr. Black.


"Tidak mungkin."


"Apa kau lupa bagaimana kejamnya pihak militer, mereka pasti akan memusnahkan siapa saja yang akan menjadi ancaman bagi nama baik mereka." Jawab Mr. Black seraya menyandarkan punggungnya.


"Tapi bisa saja wanita itu sekarang ada di pihak militer, atau mungkin dia sedang di penjara.."


"Mungkin.."


"Jika saja ada foto wajah wanita itu, aku pasti akan bisa menemukannya dengan cepat. Arg... Memikirkan nya membuat ku kesal, aku sangat menginginkan Anjing milik Jendral itu."


Mendengar ocehan Joker tentang Anjing militer, Mr. Black hanya diam dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2