
Clara yang berada di dalam kapal pun mulai kesal, lalu dia keluar dari dalam kapal tapi tatapan mata Clara tertuju pada sebuah kapal pesiar besar dan mewah dan tengah melaju ke dekat pulau tempat tinggal Joker.
Kemudian Clara kembali masuk ke dalam dan langsung bertanya kepada pelayan yang tengah menggendong anaknya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Clara.
"Maaf Nona, apa yang anda katakan? Saya tidak mengerti." Jawab pelayan itu.
"Sebaiknya kau berkata dengan jujur, jika tidak jangan salahkan aku melakukan hal yang lebih buruk kepadamu." Ucap Clara dengan tatapan dingin.
"Baik.. Sebenarnya, hari ini kelompok Mafia Andreas akan datang ke sini untuk melakukan transaksi tapi hal itu hanya sebuah kedok karena Tuan Joker akan melakukan serangan besar-besaran." Jawab Pelayan itu.
Clara terdiam dengan tatapan mata yang tidak percaya, lalu Clara langsung meminta orang yang mengemudikan kapal agar putar arah dan kembali pulang ke pulau. Tapi mereka tidak mendengarkan perkataan Clara, dengan kesal Clara langsung melihat ke arah pelayan di depannya.
"Kevin, namanya Kevin." Ucap Clara seraya mencium kening putranya.
"Nona mau kemana?" Tanya pelayan itu saat melihat Clara hendak pergi.
"Aku akan pergi sebentar, kau jaga anak ku." Ucap Clara seraya berjalan keluar dari kamar.
"Jangan Nona, anda tidak boleh pergi. Lagi pula cuaca sedang tidak baik," Ucap pelayan itu seraya berusaha menghentikan Clara.
Tapi Clara langsung keluar dari dalam kapal dan segera melompat ke laut, nampak Clara berusaha untuk berenang di tengah ombak laut yang sedang tidak bersahabat.
Clara nampak kesulitan untuk berenang, beberapa kali dia hampir tenggelam ke dasar laut tapi Clara tidak menyerah dan terus berenang hingga dia sampai di sisi barat pulau.
Dengan pakaian yang basah, Clara duduk seraya menyandarkan punggungnya untuk beristirahat sejenak. Setelah selesai beristirahat, Clara langsung bangkit dan berjalan ke arah bangunan tempat tinggal Joker.
*
*
*
Joker tengah duduk dengan tatapan mata yang tajam, tidak lupa topeng merah terpasang di wajahnya sebagai ciri khas dari dirinya.
Di depan Joker sudah ada Leonardo, pria yang menjadi pimpinan Mafia Andreas dari Eropa. Orang yang berhasil menjual obat-obatan terlarang di Eropa tanpa di ketahui oleh pihak berwajib.
__ADS_1
Tidak ada obrolan antara Joker dan Leonardo, mereka saling memandang satu sama lain. Lalu dua orang wanita cantik menghampiri mereka berdua dan memberikan minuman kepada kedua orang itu.
"Jadi barang apa yang akan kau tawarkan kepada ku?" Tanya Leonardo seraya memainkan gelas di tangannya.
"Obat-obatan terlarang, senjata dan sebuah senjata nuklir." Jawab Joker.
"Senjata nuklir? Kau memilikinya?" Tanya Leonardo.
"Tentu, lalu bagaimana denganmu?" Tanya Joker seraya meminum minumannya.
"Aku ada banyak wanita seksi, senjata, obat-obatan." Jawab Leonardo.
"Emm.. Penawaran mu sangat kurang menarik, wanita seksi? Untuk apa?" Tanya Joker seraya menggoyang-goyangkan gelas miliknya.
"Anggota mu kebanyakan pria, aku yakin wanita cantik sangat di butuhkan di tengah kumpulan pria-pria perkasa seperti anak buah mu." Jawab Leonardo.
"Kehidupan **** seperti itu, tidak terlalu di sukai oleh organisasi ku. Jadi aku menolak barang penawaran mu, tapi jika kau memiliki barang lain. Mungkin aku bisa berpikir lagi," Jawab Joker.
"Ah.. Sayang sekali, baiklah aku memiliki beberapa senjata yang bagus." Ucap Leonardo lalu dia memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk menunjukkan beberapa senjata miliknya.
Joker menatap datar senjata di depannya itu, di saat Joker tengah melihat-lihat senjata.
Terdengar suara tembakan yang di arahkan langsung oleh Leonardo tepat di arah Joker, tapi pria itu seakan tahu serangan yang di berikan Leonardo kepadanya hingga tembakan itu meleset.
Anak buah Joker langsung bersiap dengan senjata mereka masing-masing dan begitu juga dengan anak buah Leonardo, mereka saling melindungi pimpinan organisasi mereka masing-masing.
"Kau terlalu cepat menunjukkan taring mu kepada ku." Ucap Joker.
"Sungguh?" Tanya Leonardo.
Tanpa banyak bicara lagi kedua pimpinan itu langsung mengangkat tangan mereka dan menyuruh bawahnya masing-masing untuk saling menyerang.
Di tengah gempuran senjata antara dua belah pihak, Joker dan Leonardo sama-sama duduk dengan wajah yang tenang tanpa rasa takut di wajah mereka.
"Jangan sakiti Joker, dia milikku." Ucap Leonardo kepada anak buahnya dan begitu juga dengan Joker.
Lalu setelah lama duduk diam, Joker dan Leonardo sama-sama bangkit dan mengambil senjata mereka masing-masing.
__ADS_1
Terdengar suara tembakan yang di lepaskan oleh Joker dan Leonardo, mereka saling memandang seraya menempelkan senjata masing-masing ke kening lawannya.
"Bagaimana jika kita pindah tempat, aku tidak suka di ganggu ketika sedang berkelahi." Ucap Joker dengan senyuman di wajahnya.
"Tentu, dengan senang hati." Jawab Leonardo.
Lalu Joker dan Leonardo pergi ke sebuah aula yang kosong, di sana mereka langsung berkelahi dengan menggunakan senjata masing-masing. Hingga peluru di senjata mereka masing-masing telah habis, akhirnya Joker dan Leonardo saling menyerang dengan tangan kosong.
Clara yang berada di luar mendengar suara tembakan dan juga teriakkan, dengan perlahan Clara berjalan menuju ke tempat Joker.
Tapi dia langsung diam membisu saat melihat pemandangan di depan matanya, banyak mayat yang berserakan dan kastil tempat tinggalnya bersama Joker pun sudah terbakar sebagian.
Lalu dua orang pria dengan pakaian anak buah Leonardo pun datang menghampiri Clara, pakaian Clara yang basah kuyup menunjukkan bentuk tubuhnya yang indah.
Dengan tatapan mesum mereka berdua H
hendak memperkosa Clara, tapi Clara langsung mengambil pisau kecilnya dan menyerang tepat di leher kedua orang itu.
Clara bisa melihat kekacauan yang terjadi di markas besar milik Joker, kemudian Clara mengambil sebuah senjata dan langsung berjalan masuk.
Ekspresi datar terlihat di wajah Clara, dia langsung menembaki setiap musuh yang datang untuk menyerangnya.
Clara terus mencari keberadaan Joker, hingga sebuah ledakan dari dalam kastil pun membuat Clara hampir tertimpa reruntuhan.
Kini Clara berjalan menuju aula, dia melihat Joker tengah bertarung dengan seorang pria yang Clara tidak kenal siapa pria itu.
Dengan satu tembakkan Clara langsung melukai pria itu tepat di kakinya, Joker yang melihat Clara kembali langsung terkejut.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Maki Joker.
Di saat Leonardo tengah kesakitan, dia melihat kesempatan yang bagus karena tatapan Joker teralihkan pada wanita itu.
Tanpa banyak bicara Leonardo langsung pergi meninggalkan aula karena dia yakin jika pertarungan ini akan membunuh nyawanya.
Joker yang melihat Leonardo kabur langsung mengejar pria itu, dengan kaki pincang Leonardo terus berjalan hingga dia menemukan sebuah senjata shotgun dengan senyuman senang.
Leonardo berdiam diri, di saat Joker tengah berjalan ke arahnya dengan senjata di tangannya. Leonardo langsung menembak tangan kiri Joker hingga putus.
__ADS_1
"Arg..."