SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
BAB 6


__ADS_3

Terdengar suara nafas dari seorang gadis, tangannya memegang sebuah senjata lalu matanya terus melihat ke sekeliling tempatnya berada.


"Jendral dimana kau?" Gumam Lyli (Clara).


Lyli berjalan secara perlahan di depannya ada banyak musuh tanpa rasa takut Lily langsung menembak orang-orang di depannya, hingga tiba-tiba peluru di senjatanya telah habis. Lyli pun langsung menyerang dengan memukulkan senjatanya tepat ke kepala musuh.


Kini Lyli berdiri di antara tumpukan mayat, wajahnya yang putih nampak kotor dengan warna merah darah. Lyli dengan perlahan mengambil sebuah senjata..


Dor...


Tiba-tiba sebuah tembakan menembus dada sebelah kanan Lyli. Wanita itu langsung melayangkan tembakan balik hingga menembus kepala musuhnya.


Lyli terus berjalan masuk ke dalam sebuah bangunan tua, dia terus mencari keberadaan Nicholas.


"Jendral..." Panggil Lyli dengan tangan yang memegangi dadanya.


Nampak Lyli melihat seorang pria tengah duduk di tepi jendela, matanya langsung membulat sempurna saat melihat kondisi Nicholas yang berlumuran darah.


"Jendral..." Panggil Lily seraya berjalan mendekat ke arah Nicholas.


Pria itu duduk terdiam dengan wajah yang berlumuran darah, "Jendral.. Ayo pergi.." Ucap Lyli seraya menarik baju Nicholas.


Tapi sesaat kemudian Lyli langsung muntah darah tapi wanita itu tetap berusaha untuk membawa Tuannya pergi dari tempat ini.


"Tinggalkan aku di sini Lyli.." Ucap Nicholas dengan pelan.


"Tidak... Aku tidak akan meninggalkan mu, Jendral.." Jawab Lyli dengan nafas yang semakin cepat.


Nicholas hanya tersenyum lalu tangannya membelai wajah gadis itu, "Maafkan aku.. Maafkan aku Lyli, yang ku inginkan agar kau bisa bahagia seperti gadis lain tapi aku sendiri yang malah membuatmu menjadi seperti ini." Ucap Nicholas dengan mata yang berkaca-kaca.


Lyli langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak jendral, saat ini kita harus pergi..." Ucap Lyli.


Tapi Nicholas langsung menolak. "Pergilah.."


"Tidak.. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, jendral."


"Terus hiduplah Lyli..."


"Tidak Jendral..."


Lalu Nicholas menarik wajah Lyli secara perlahan sebuah kecupan hangat mendarat di kening Lyli. "Aku mencintaimu..." Ucap Nicholas.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti.." Jawab Lyli dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tetaplah hidup Lyli... Hiduplah bahagia..."

__ADS_1


Nicholas hanya bisa tersenyum seraya menangis, di saat itu keduanya hanya bisa menangis. Dan untuk pertama kalinya Lyli menangis melihat Tuan yang selama ini bersamanya tengah berada di keadaan seperti ini.


Perlahan Lyli mulai kehilangan kesadarannya dan di saat bersamaan sebuah ledakan membuat gedung itu runtuh, Nicholas dengan sisa tenaga terakhirnya langsung mendorong tubuh Lyli keluar dari gedung itu.


Di tengah sadar dan tidak Lyli bisa melihat wajah Nicholas yang tersenyum kepadanya hingga hilang di timpa reruntuhan gedung.


"Jendral......"


***


Clara tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dia kembali memimpikan kejadian itu. Kejadian dimana dia kehilangan Tuannya, perlahan Clara mulai menangis.


Dia terus mengingat semua kata-kata terakhir dari Nicholas tapi Clara sama sekali tidak mengerti apa yang pria itu katakan kepadanya.


Rasa bersalah di hatinya selalu membuat Clara terus di hantui, dia selalu merasa jika dia bukan Anjing yang baik untuk Tuannya, dia bahkan tidak bisa melindungi Nicholas.


"Semua ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.. Tapi ini seperti baru terjadi.." Gumam Clara dengan tatapan kosong.


Lalu Clara pun bangkit dari tempat tidurnya, hari baru menunjukkan pukul 3 pagi tapi dia sudah kehilangan rasa kantuknya.


Semua pikirannya kembali teringat akan momen bersama dengan Nicholas, pria yang menjadi Tuannya sekaligus tujuannya untuk hidup.


Kemudian Clara berjalan ke arah lemari, lalu tangannya membuka pintu lemari dan mengambil sebuah kotak berukuran sedang. Di saat terdapat beberapa foto-fotonya dulu bersama Jendral. Clara bisa melihat ekspresi wajahnya yang datar saat itu tapi Nicholas, pria itu tersenyum dengan hangat.


Clara mengangkat tangannya dan melihat kilauan dari cincin yang dia pakai, "Kenapa Jendral memberikan ini?" Tanya Clara yang tidak mengerti karena Jendral pasti tahu jika dia tidak akan pernah bisa menggunakan benda itu di saat dirinya tengah memegang senjata.


"Lalu kata-kata itu? Apa artinya..."


Flashback...


Seorang gadis tengah berjalan di keramaian, di depannya ada pria yang lebih tua darinya.


"Jendral.." Panggil Lyli.


Nicholas membalikkan tubuhnya, dia melihat sosok gadis dengan kulit yang putih dan wajah yang datar.


"Apa kau senang?" Tanya Nicholas yang sengaja mengajak Lyli ke keramaian.


Tapi Lyli hanya diam lalu matanya melirik ke sekeliling, wajahnya tidak menunjukkan ada rasa senang. Ekspresinya sangat datar, Nicholas yang melihat itu hanya bisa tersenyum pahit.


"Berhentilah menjadi tentara.." Ucap Nicholas.


Perkataan Nicholas langsung membuat Lyli melihat ke arahnya. "Kenapa? Apa aku sudah tidak bisa di andalkan lagi?"


"Tidak.."

__ADS_1


"Jendral jangan buang aku, aku akan menjadi seekor anjing yang baik untukmu."


"Berhenti mengatakan hal itu, Lyli." Teriak Nicholas kesal.


Lyli terdiam dengan wajah yang masih tidak berekspresi.


"Kau bukan anjing.." Ucap Nicholas.


"Aku anjing mu.." Jawab Lyli.


"Berhenti mengatakan itu Lyli. Apa aku tidak ingin hidup normal?" Tanya Nicholas.


"Aku sudah hidup normal." Jawab Lyli.


Lalu Nicholas langsung memeluk Lyli tapi gadis itu hanya diam dan tidak membalas pelukan dari Nicholas. Lyli masih tidak mengerti kenapa dia harus berhenti menjadi tentara, apa Nicholas sudah tidak membutuhkannya lagi?


"Jendral.." Panggil Lyli.


"Ada apa?" Tanya Nicholas.


"Jangan buang aku, jika kau tidak ada.. Aku tidak memiliki tujuan untuk hidup.." Jawab Lyli.


Nicholas hanya diam seraya melihat dengan tatapan sendu, terukir jelas di mata Nicholas kesedihan yang tidak bisa dia ungkapan kepada Lyli.


"Aku memiliki sesuatu untukmu.." Ucap Nicholas seraya memberikan sebuah kotak hitam kepada Lyli.


Lyli dengan ekspresi dingin mengambil kotak itu dan membukanya secara perlahan, nampak Lyli kagum melihat sebuah benda kecil di dalam kota itu.


"Apa ini jendral?" Tanya Lyli.


Nicholas terdiam dengan wajah sendu lalu dia pun tersenyum. "Ini sebuah cincin.." Jawab Nicholas.


Lalu Nicholas mengambil cincin itu dan memasukkannya di jari Lyli. Lyli terdiam dan mengangkat tangannya yang indah dengan hiasan cincin dari Nicholas.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Nicholas.


"Tapi aku akan kesulitan jika memegang senjata dengan menggunakan benda ini." Jawab Lyli.


Nicholas terdiam sesaat, melihat ketidaktahuan Lyli akan dunia luar membuat hati Nicholas hancur karena baginya dialah orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada Lyli.


"Kau bisa menyimpannya.." Jawab Nicholas.


"Terimakasih Jendral.." Ucap Lyli yang melepas cincin itu dan menyimpannya kembali ke dalam kotak.


Nicholas hanya diam, lalu dia langsung mengajak Lyli untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2