SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 27


__ADS_3

8 bulan berlalu...


Clara terbangun dengan tubuh yang lemas, dia melihat ke sekeliling tempatnya berada banyak hal yang berubah.


"Arg... Apa yang terjadi?" Ucap Clara seraya memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


Lalu dia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan malam, "Aku sudah tidur seharian." Gumam Clara karena dia belum menyadari jika dirinya sudah tertidur selama 8 bulan.


Tapi Clara di buat heran saat melihat tubuhnya yang terpasang alat infus dan berbagai bekas luka suntikan yang sudah hampir pudar, "Apa ini?" Tanya Clara saat melihat kedua tangannya.


Bahkan luka di tangannya pun sudah sembuh, "Bagaimana bisa luka di tangan ku bisa sembuh hanya dalam beberapa jam?" Tanya Clara kepada dirinya sendiri.


Lalu tiba-tiba datang seorang perawat masuk ke dalam kamar Clara, perawat itu nampak kaget ketika melihat Clara sudah sadar. Dia langsung buru-buru keluar dan mengunci pintu, Clara yang melihat hal itu langsung bangkit tapi saat dia berdiri tiba-tiba kedua kakinya terasa lemas dan Clara langsung terjatuh ke lantai.


Clara merasakan tubuhnya sangat lemas, lalu dia melihat sebuah kalender di meja kecil yang ada di samping ranjangnya.


"Apa? Sekarang bukan Oktober? Tapi bukankah sekarang bulan Maret?" Tanya Clara dengan wajah yang bingung.


Kini dia merasakan sakit di perutnya dengan perlahan Clara membuka kancing bajunya dan tatapan matanya tertuju pada sebuah bekas luka di perutnya. "Ini bekas luka jahitan? Apa aku telah melahirkan?" Tanya Clara.


"Tapi bukankah harusnya 9 bulan? Tapi kenapa baru 8 bulan bayi ku sudah tidak ada." Gumam Clara.


Di saat Clara tengah di landa kebingungan Joker datang dengan tatapan dingin ke arah Clara, "Joker.." Panggil Clara saat menyadari kehadiran Joker.


"Apa yang kau lakukan di lantai." Ucap Joker seraya membantu Clara untuk kembali ke ranjangnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku tidur selama 8 bulan?" Tanya Clara dengan tatapan tajam ke arah pria itu.


Tapi Joker hanya diam dan enggan untuk menanggapi semua pertanyaan dari Clara, di saat Joker hendak pergi Clara langsung menahan tangan Joker. "Apa aku hamil?" Tanya Clara.


"Tentu saja tidak." Jawab Joker dengan melihat ke arah Clara.


"Jangan berbohong padaku, Joker. Katakan, dimana anak ku sekarang!" Ucap Clara dengan mata yang menatap marah ke arah Joker.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, hamil? Bagaimana bisa, bukankah kau mengatakan jika aku mandul lalu bagaimana bisa kau hamil." Jawab Joker.


"Lalu apa ini?" Tanya Clara seraya memperlihatkan luka bekas operasi di perutnya.


"Aku tidak tahu, mungkin itu luka yang kau miliki sejak dulu." Jawab Joker seraya menghempaskan tangan Clara dari tangannya.


"Arg.. Dasar pria bejad, dimana anak ku?" Teriak Clara seraya berusaha untuk bangkit meski tubuhnya masih lemas.


Joker yang melihat itu langsung menyuruh para perawat untuk menyunting obat bius pada Clara, kini Joker berjalan keluar dari kamar Clara.


Perlahan Joker berjalan ke sebuah ruangan, di dalam ruangan itu ada sebuah mesin inkubator yang berisikan 2 bayi. "Bagaimana?" Tanya Joker pada Profesor Zidan.


"Kau tenang saja, kedua anakmu pasti akan menjadi mesin pembunuh yang sangat hebat. Terutama setelah kita memberikan obat-obatan kepada ibunya saat mengandung mereka." Jawab Profesor Zidan.


"Baguslah, aku tidak ingin jika kedua anak itu malah menjadi orang yang lemah dan tidak berguna." Jawab Joker.


"Tapi ada sedikit masalah.." Ucap Zidan kepada Joker dengan raut wajah yang sedikit gelisah.


"Sepertinya salah satu bayimu mengalami kecacatan, sel-sel di dalam tubuhnya kembali menjadi normal." Jawab Zidan.


"Yang mana?" Tanya Joker seraya berjalan untuk melihat kedua bayinya.


"Anak pertama mu." Jawab Zidan seraya menunjukkan salah seorang bayi dengan gelang berwarna biru.


"Cari cara, berikan dia obat-obatan lagi." Jawab Joker.


"Tidak bisa, jika kita memberikannya obat-obatan di saat dia sudah lahir. Hal itu akan membahayakan nyawanya dan mungkin anakmu akan mati." Jawab Zidan.


"Lalu apa gunanya dia hidup? Aku tidak membutuhkan seorang anak yang cacat," Jawab Joker.


"Mungkin ini karena mereka lahir secara prematur." Ucap Zidan seraya menghela nafas.


"Tapi jika kita menunggu selama 9 bulan, Clara pasti akan melakukan hal buruk mungkin wanita itu akan kabur." Ucap Joker mengingat bagaimana keras kepalanya Clara.

__ADS_1


"Iya, tapi mungkin selama bertahun-tahun kita bisa melatih mereka dan dengan seiring waktu kedua anakmu pasti akan menjadi anak yang kuat." Ucap Zidan yang berusaha meyakinkan Joker.


"Iya, kita hanya perlu melatih mereka dari kecil dengan latihan yang keras." Jawab Joker dengan mata yang melihat kedua anaknya.


"Tapi sekarang apa yang aku akan lakukan kepada wanita itu? Aku yakin dia pasti akan mengamuk." Ucap Zidan yang mengetahui jika Clara bukanlah wanita sembarangan.


"Aku akan mengurungnya di penjara bawah tanah dengan rantai di tangannya dan sebuah penutup dari besi untuk menutup wajahnya." Ucap Joker.


"Baiklah jika itu pilihanmu tapi aku lebih menyarankan untuk membunuhnya saja karena wanita itu sudah tahu terlalu banyak tentang dirimu dan juga organisasi kita, karena kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan kedepannya." Jawab Zidan seraya berjalan meninggalkan Joker.


Nampak Joker terdiam sesaat, "Membunuhnya? Apa aku sanggup?" Tanya Joker.


Lalu Joker berjalan kembali ke kamar rawat Clara, di sana Clara sudah terbaring di atas ranjang.


Tapi sesaat kemudian Clara terbangun dengan tubuh dan mata yang lemah, "Joker.." Teriak Clara dengan suara yang sedikit pelan.


"Apa yang sebenernya kau rencanakan? Dan kembalikanlah bayi ku, aku tahu selama 8 bulan jika aku hamil dan kau mengambil anakku tanpa sepengetahuan ku." Ucap Clara yang mulai memaki-maki Joker.


Tapi Joker hanya menatap dingin wanita di depannya itu, "Aku akan memberikanmu 2 pilihan, Clara." Ucap Joker.


"Pilihan untuk apa?" Tanya Clara.


"Kau bisa memilih untuk tinggal di sini dan hidup bahagia denganku tapi dengan syarat kau harus menurut kepada ku atau kau memilih untuk mati." Tanya Joker dengan senyuman di wajahnya.


"Hahahaha... Aku yakin kau pasti mengenalku lebih dari siapapun," Ucap Clara.


"Jadi kau ingin mati?" Tanya Joker yang tidak senang dengan jawaban Clara.


"Tentu, tapi aku lebih suka jika kita mati bersama." Ucap Clara yang tiba-tiba bangkit dan langsung menikam perut Joker dengan sebuah pisau kecil.


"Arg..." Joker nampak kesakitan saat perutnya di tusuk oleh Clara.


"Bukankah kau selalu mengatakan jika kau mencintaiku? Maka bagaimana jika kita mati bersama.." Ucap Clara dengan senyuman mengerikan di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2