SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 32


__ADS_3

"Joker.."


Mata Clara menatap ke arah Joker, waktu seakan berjalan lambat Clara bisa melihat tangan Joker yang secara perlahan terlepas dari bagian tubuhnya.


Ada rasa marah di hati Clara, lalu dia mengambil senjata miliknya dan menghujani Leonardo dengan tembakan. Joker hanya bisa duduk di tanah dengan rasa sakit di tangannya, lalu tiba-tiba seorang pria datang dan langsung menendang Clara dari arah samping yang tepat ke bagian wajah Clara.


Wanita itu langsung terpental jauh dengan luka di wajahnya, Joker yang melihat wanitanya telah di tendang oleh seseorang.


"Beraninya kau.." Teriak Joker seraya menahan rasa sakit di tangan kirinya.


Pria yang merupakan asisten dari Leonardo pun melihat Tuannya tengah tergeletak dengan tubuh yang bersimbah darah.


Tanpa banyak bicara Joker langsung menyerang pria itu dengan tenaga yang tersisa, tapi untuk saat ini dia kalah karena dengan keadaan tangan Joker yang tinggi satu dan darah yang terus mengalir dari lukanya membuatnya semakin lemah.


Clara pun mulai bangkit, dia menahan rasa sakit di wajahnya. Lalu Clara langsung menusuk pria di depannya dengan ujung senjata miliknya, "Arg.. Dasar wanita j*lang.." Teriak pria itu lalu dia mengarahkan pistol dan menembakkannya tepat ke dada sebelah kanan Clara.


Wanita itu langsung terdiam dengan mata yang membulat sempurna, perlahan tubuhnya mulai ambruk ke tanah.


Pria yang menembak Clara pun langsung buru-buru pergi seraya membawa Leonardo keluar dari pulau ini.


Joker yang berada di sana langsung berlari ke arah Clara, meski tubuhnya terluka parah dia berusaha untuk tetap menyadarkan Clara agar wanita itu tidak terlelap dalam tidurnya.


"Apa aku akan mati?" Tanya Clara dengan tangan yang menutupi luka di dadanya.


"Tidak kau tidak akan mati," Jawab Joker yang berusaha untuk memangku tubuh Clara tapi dia tidak bisa melakukan hal itu, sebelah tangannya sudah hilang.


"Jika aku mati, apa yang akan terjadi kepada ku? Apa aku akan masuk neraka?" Tanya Clara dengan tatapan mata yang melihat ke arah Joker.


"Tidak Clara, kau tidak akan mati. Kau akan tetap hidup, jadi bertahanlah.." Jawab Joker.


"Dada ku sesak.." Jawab Clara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bertahanlah, Clara..." Teriak Joker dengan wajah panik, bahkan dia tidak memperdulikan luka yang ada di tubuhnya.


Nampak Clara mulai kesulitan bernafas, "Kenapa kau malah kembali ke pulau ini, aku sudah mengusir mu. Kenapa kau kembali?!" Maki Joker yang sangat kesal, inilah hal yang paling dia takutkan.

__ADS_1


Dengan perlahan Clara mulai berbicara, "Aku tidak ingin jauh darimu.." Jawab Clara dengan senyuman di wajahnya dan air mata yang mengalir dari ujung matanya.


*


*


*


Aaron yang tengah berada di kapal musuh mulai memasang bom di setiap penjuru kapal, "Ini yang kalian dapatkan setelah memporak-porandakan kastil milik kami." Ucap Aaron.


Banyak mayat yang berserakan di sepanjang jalan menuju kapal, semua itu adalah ulah Aaron. Dia membunuh setiap musuh yang menghalanginya jalannya, setelah selesai memasang bom.


Aaron langsung keluar dari kapal dan saat dia hendak melompat ke laut, kapal pun langsung meledak dan menewaskan banyak anak buah Leonardo.


Aaron langsung berenang menjauh dari kapal agar tidak tertimpa puing-puing kapal milik Leonardo, hingga dia melihat sebuah helikopter tengah datang dan tengah mengangkut seseorang.


Leonardo sedang di angkut ke sebuah helikopter, lalu datang kaki tangan Leonardo dengan sebuah benda di balut kait di tangannya.


"Apa yang kau lakukan dari tadi? Erick." Ucap seorang anak buah Leonardo.


"Aku menemukannya barang yang bagus di sebuah ruangan tempat penyimpan bayi." Ucap Erick.


"Untuk apa kau membawa bayi sialan ini." Jawab anak buah Leonardo yang kesal.


"Kau tidak akan percaya jika ini adalah putra dari pria keparat itu, lalu bagaimana menurutmu jika dia sampai tahu anaknya telah kita bawa." Ucap Erick dengan senyuman di wajahnya.


Mendengar hal itu anak buah Leonardo langsung memasangkan tali ke badan Erick agar dia langsung di angkut ke dalam helikopter.


Para anak buah yang tersisa hanya bisa melihat kehancuran kapal pesiar mewah milik Leonardo, kapal yang mengangkut banyak anak buah dan kini mereka telah mati.


Kini dendam antara Organisasi Joker dan Leonardo semakin dalam, keduanya semakin menyimpan dendam yang mendalam satu sama lain, hingga helikopter yang menyelamatkan Leonardo pun langsung pergi meninggalkan pulau milik Joker.


Di sisi lain..


Joker tengah berusaha membuatnya Clara tetap sadar, hingga dokter Zidan datang untuk mengatakan hal penting kepada Joker.

__ADS_1


Tapi untuk saat ini Joker tidak ingin mendengarkan apa yang di katakan oleh Zidan, dia langsung menyuruh pria itu untuk mengobati luka Clara.


Nampak Clara sudah mulai tidak bisa bernafas, Joker yang melihat hal itu semakin panik dan langsung memaki Zidan.


"Jika kau tidak bisa menyelamatkannya, maka aku akan membunuhmu saat ini juga." Ucap Joker dengan tatapan yang menakutkan.


"Baik.." Jawab pria itu dengan raut wajah ketakutan.


Tangan Clara mulai meraba-raba wajah Joker, tangannya yang bersimbah darah pun mengotori wajah Joker.


"Maaf.." Ucap Clara dengan senyuman di wajahnya.


"Bertahanlah, Clara." Ucap Joker dengan tatapan yang serius.


Lalu mata Clara melihat ke arah tangan Joker yang sudah tidak ada lagi, "Tanganmu.." Ucap Clara dengan suara nafas yang terdengar jelas.


"Jangan pikirkan tentang tangan ku," Jawab Joker.


"Dada.. k..u.. sakit." Ucap Clara yang mulai kembali merasakan sakit di dadanya.


"Bertahanlah, Clara. Zidan apa yang kau lakukan, cepat obati Clara." Teriak Joker dengan tatapan yang tajam.


"Kita harus memindahkannya ke tempat lain, dan aku harus mengambil peralatan medis ku." Jawab Zidan.


"Sialan, cepat kau ambil dan kembali lagi ke sini." Teriak Joker.


Lalu Zidan dengan langkah cepat langsung berlari ke tempat nya untuk mengambil peralatan medisnya.


"Joker.. Apa aku akan mati?" Tanya Clara dengan nada lemah.


"Tentu saja tidak." Jawab Joker.


"Jadi ini yang mereka rasakan? Semua orang yang ku bunuh? Mereka mereka merasakan hal seperti ini?" Tanya Clara dengan nafas yang mulai terengah-engah.


"Jangan banyak bicara lagi." Jawab Joker yang sudah mulai panik.

__ADS_1


"Aku mengantuk..." Jawab Clara yang sudah mulai menutup kedua matanya.


"Buka matamu, Clara." Teriak Joker.


__ADS_2