SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 29


__ADS_3

"Jadi apa yang akan kau pilih, sayang?" Tanya Joker dengan tangan yang membelai wajahnya.


"A..ku..." Clara nampak untuk menjawab pertanyaan Clara.


"Aku tahu kau pasti bingung, karena itu adalah dua pilihan yang sulit." Ucap Joker, lalu Joker melepaskan pakaiannya di depan Clara.


"Kau lihatlah semua luka di tubuhku.." Ucap Joker, mata Clara melihat seluruh tubuh bagian atas Joker yang terdapat beberapa luka yang hampir pudar.


"Semua luka ini ku dapatkan karena banyaknya orang yang ingin membunuh ku, hidup setiap detik di keliling oleh kematian. Jika aku lengah maka aku akan mati, dengan identitas ku seperti ini aku tidak mungkin bisa hidup lebih lama seperti yang ku inginkan. Akan banyak orang yang ingin merebut posisi ku dan kekuasaan ku, itulah alasan lain kenapa ku ingin menjadikan anak ku mesin pembunuh. Agar suatu saat setelah aku tidak ada dan aku sudah tidak berjaya lagi, anak ku tidak akan di bunuh oleh orang lain. Setidaknya mereka bisa menjaga diri mereka sendiri tanpa bantuan dari ku ataupun dirimu, Clara." Ucap Joker dengan tatapan mata yang melihat ke arah Clara.


"Tapi kau seorang pemimpin hebat, bahkan di dalam cerita seorang mafia bisa melakukan apapun. Tanpa takut akan hal lain," Ucap Clara.


"Itu hanya pemikir orang awam, Clara. Pada kenyataannya meski aku seorang Mafia, aku juga seorang manusia yang pasti akan tumbang dan mati pada waktunya dan lagi dunia itu seperti roda yang berputar, begitu juga dengan kejayaan ku. Aku tidak akan terus berjaya selama-lamanya karena di luar sana masih banyak musuh yang bahkan lebih kuat dari ku." Jawab Joker.


Clara terdiam, apa yang di bicarakan oleh Joker ada benarnya. Perlahan Joker memeluk Clara dan membekap Clara dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius, perlahan Clara memejamkan matanya dan terlelap tidur.


Joker lalu membaringkan tubuh Clara di atas ranjang, tangan Joker mengusap darah yang keluar dari bagian perutnya. "Clara sialan." Gumam Joker seraya pergi meninggalkan kamar Clara.


Kini Joker tengah di obati oleh seorang dokter cantik, wanita dengan pinggang ramping dan tubuh yang sangat seksi. "Siapa yang berani melukaimu?" Tanya Selly.


"Wanita ku, dia marah dan tak sengaja melukai ku." Jawab Joker dengan santai.


Selly yang mendengar hal itu hanya tersenyum dingin, "Kenapa kau masih ingin memelihara orang seperti itu, dari segi manapun sekarang dia sangat merugikan mu. Bahkan sekarang dia telah melukaimu sampai seperti ini, bagaimana jika suatu saat dia membunuhmu." Ucap Selly seraya menjahit luka di perut Joker.


Joker hanya diam dan enggan untuk menjawab perkataan dari Dokter Selly, wanita itu hanya melihat Joker seraya menghela nafas. "Aku sudah menjahit lukamu dan untungnya dia menusuk di bagian sisi bukan di tengah." Ucap Selly seraya membereskan sisa-sisa peralatan medisnya.

__ADS_1


Tapi Joker hanya diam dengan tubuh terbaring di atas ranjang pasien, tangannya menutupi kedua matanya. Selly perlahan mendekat dan menyingkirkan tangan Joker dan rupanya pria itu tengah tertidur pulas.


Sebuah senyuman tipis terukir di wajah Selly, perempuan cantik itu duduk di tepi ranjang Joker dan memandangi wajah tampannya. Perkataan Selly mengecup kening Joker lalu wanita itu pun tersenyum dan segera pergi meninggalkan Joker sendirian di ruang rawat.


Clara terbangun dari tidurnya, dia mendapati jika hari sudah pagi, matanya melihat ke sekeliling tapi dia tidak menemukan keberadaan Joker.


Ingatan Clara lalu berputar pada saat dia mengobrol dengan Joker, obrolan yang membuatnya tidak bisa berpikir secara jernih dan mampu membuat Clara diam membisu.


Clara sangat memuji kemampuan Joker dalam memanipulasi pikiran seseorang, bahkan Joker mampu membuat tekat dan keteguhan hati Clara seakan-akan goyah hanya dengan mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Joker.


"Selama beberapa bulan aku tinggal di sini, tapi aku bahkan tidak bisa membaca ataupun memahami pikiran dari pria itu." Gumam Clara dengan raut wajah sendu.


Brak..


Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok Joker yang sudah rapi dengan balutan kemeja putih miliknya, "Kau sudah bangun?" Tanya Joker seraya duduk di tepi ranjang.


"Aku ke sini ingin mengajakmu untuk bertemu dengan anak kita," Ucap Joker.


"Sungguh?" Tanya Clara dengan raut wajah yang senang.


"Iya tentu, aku pria yang baik dan mana mungkin aku membiarkan mu tidak melihat anakmu sendiri." Jawab Joker dengan sebuah senyuman misterius.


"Lalu apa yang kau lakukan, ayo cepat. Aku ingin bertemu dengan anak ku." Ucap Clara.


"Sebaiknya kau bersiap-siap dulu, nanti aku akan datang lagi untuk menjemputmu." Jawab Joker.

__ADS_1


Lalu pria itu pun pergi meninggalkan kamar Clara, di samping kamar Clara sudah ada Aaron yang tengah menunggu kedatangan Joker. "Apa kau sudah paham dengan apa yang ku katakan." Ucap Joker.


"Iya aku paham, tapi kenapa buru-buru sekali? Apa akan ada sesuatu?" Tanya Aaron karena pria itu menyuruhnya membawa Clara pergi jauh bersama dengan putra pertamanya.


"Apa kau tahu Andreas?" Tanya Joker seraya menyalakan sebatang rokok.


"Maksudnya kelompok mafia dari Eropa." Jawab Aaron memastikan.


"Iya, aku akan melakukan transaksi dengan mereka. Tapi kau pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," Ucap Joker seraya menghisap rokoknya.


"Kau akan membunuh ketua dari Andreas?" Tanya Aaron.


"Iya dan pada saat itu akan menjadi hari yang penuh dengan darah, dan aku juga akan melepaskan senjata kimia." Jawab Joker.


"Aku tahu bagaimana ambisi mu tapi jangan sampai ambisi itu malah membunuhmu." Ucap Aaron memberikan saran kepada Joker.


"Kau tenang saja, semuanya sudah ku persiapkan dengan matang." jawab Joker.


"Lalu jika kau sudah mempersiapkan dengan matang, kenapa kau malah menyuruh Clara untuk pergi? Lagi pula dia juga bisa melindungi dirinya sendiri, apa kau lupa siapa dirinya dulu?" tanya Aaron yang sedikit kesal dengan Joker.


"Iya aku tahu siapa dia yang sebenarnya, aku tahu masa lalunya. Tapi aku tidak ingin melihat kedua tangannya kembali berlumuran darah." jawab Joker yang langsung membuang rokoknya dan menginjaknya dengan sepatu.


"Lalu kenapa hanya anak pertama mu yang Clara bawa? Bagaimana dengan yang satu lagi?" tanya Aaron.


"Anak pertama ku berbeda dengan yang ke dua, dia hanyalah manusia biasa. Lebih tepatnya dia cacat, sementara yang kedua. Percobaannya berhasil dan dia memiliki kelebihan sebagai manusia. Dan satu lagi, jangan beritahu Clara jika dia memiliki dua anak karena dia belum mengetahui jika dirinya mengandung bayi kembar." Ucap Joker.

__ADS_1


"Aku tahu kau mencintainya, tapi kenapa kau malah membuatnya menjauh darimu. Jika kau mencintainya kau harusnya membiarkannya untuk tinggal di sisimu agar kau bisa melihatnya setiap saat dan melindunginya." ucap Aaron.


Joker hanya tersenyum saat mendengar hal itu, "Aaron, tidak selamanya cinta itu harus memiliki."


__ADS_2