
Clara terbangun dengan tubuh yang hanya tertutupi oleh selimut, matanya melihat ke samping ranjang miliknya tapi dia tidak menemukan keberadaan Joker.
"Arg..." Clara merasakan sakit di area bawah tubuhnya.
"Joker sialan.." Teriak Clara dengan kesal, dia tidak menyangka jika pria itu akan melakukan hal semacam itu kepadanya di tambah lagi Joker menggunakan obat perangsang kepada Clara.
Lalu Clara berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan semua bagian tubuhnya, tapi kini tatapan Clara tertuju pada cermin di hadapannya.
Bagian atas tubuhnya terdapat banyak tanda merah yang Joker berikan, dengan amarah di hati Clara. Wanita itu langsung meninju cermin di hadapannya hingga retak dan tangannya berdarah.
Setelah membersihkan tubuhnya, Clara langsung bergegas menggunakan pakaian dan berjalan keluar untuk mencari Joker, tapi baru beberapa langkah keluar dari kamar Clara langsung di hadang oleh anak buah Joker yang bersenjatakan lengkap.
"Minggir.." Teriak Clara dengan nada tinggi.
"Maaf Nona, kau sebaiknya kembali ke kamar." Jawab salah seorang anak buah Joker.
Tanpa banyak bicara Clara langsung menendang senjata salah seorang dan mengambilnya, kini Clara menodongkan senjata kepada anak buah Joker.
"Jangan halangi dia." Ucap Joker yang berjalan mendekati Clara.
Clara yang melihat Joker seketika langsung marah, dengan langsung kesal Clara langsung mendekati Joker.
Plak...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Joker, dengan mata yang berkaca-kaca dan raut wajah yang marah Clara menatap Joker. "Dasar pengecut.." Maki Clara.
"Ada apa?" Tanya Joker dengan nada dingin.
__ADS_1
"Kau pria yang tidak tahu malu, kau melakukan hal itu. Apa kau tidak malu merebut paksa harga diri seorang wanita?" Tanya Clara dengan mata yang menatap tajam ke arah Joker.
"Aku sudah mengatakan dari dulu kepadamu, siap ataupun tidak aku akan melakukan hal itu." Jawab Joker.
"Kini kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan? Sekarang lepaskan aku." Ucap Clara dengan tatapan mata yang masih menatap tajam ke arah Joker.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu. Aku sudah mengatakan kepadamu dulu, jika kau harus mengandung anakku." Jawab Joker.
"Aku tidak mau, aku tidak mau mengandung anak dari monster seperti mu." Jawab Clara dengan nada tinggi.
"Jaga ucapan mu, Clara. Cepat atau lambat anak itu akan tumbuh di rahimmu dan aku tidak akan memaafkan mu jika terjadi suatu hal buruk kepada anak ku." Ancam Joker.
"Tidak, jika kau menginginkan seorang anak. Kau bisa menghamili wanita lain, jangan aku." Jawab Clara dengan nada tinggi dan setengah berteriak.
"Aku sudah mengatakan kepadamu, kau adalah orang yang spesial dan kau harusnya bersyukur karena mendapatkan kesempatan bisa mengandung anakku." Jawab Joker.
"Aku 100% subur dan begitu juga dengan mu. Dan kau tenang saja, setelah anak ini lahir aku akan menjadikanmu sama sepertimu. Bayangkan jika kita memiliki senjata manusia? Pasti sangat hebat, dia tidak akan memiliki perasaan kepada orang-orang dan akan dengan mudah membantai musuh. Seperti yang kau lakukan dulu." Ucap Joker.
"Kau gila.." Jawab Clara tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar dari mulut Joker.
"Kau adalah orang spesial, Clara. Dan aku tidak bisa menyia-nyiakan orang sepertimu, termasuk bayi yang akan kau kandung nanti." Bisik Joker.
"Aku lebih baik membunuh anak ini daripada dia harus hidup hanya menjadi sebuah senjata untuk membunuh manusia, aku tidak peduli di sebut pendosa karena aku tidak mau melihat anakku kelak menjadi seorang pembunuh." Jawab Clara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jika kau berani melakukan itu, maka jangan salahkan aku jika menggunakan cara kasar untuk membuatmu diam." Ucap Joker.
Mendengar hal itu Clara langsung pergi meninggalkan Joker, pria itu hanya diam dan menatap datar kepergian Clara.
__ADS_1
"Kalian urus wanita itu, jangan sampai dia keluar dari kamar dan jaga kesehatannya. Aku tidak mau, bayi yang ada di dalam rahimnya mengalami suatu hal yang buruk." Ucap Joker seraya berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
Clara yang berada di dalam kamar hanya berdiam diri, lalu matanya melihat dua gelang di tangannya. Dengan rasa marah Clara segera mencari benda berat dan memukul gelang emas itu hingga tangan kirinya berdarah dan patah.
"Arg..." Teriak Clara saat merasakan sakit di tangannya, tapi perlahan rasa kantuk menyerang Clara dan wanita itu pun langsung terlelap dalam tidurnya.
Rupanya para pelayan memberikan obat bius di AC yang ada di kamar Clara, di saat Clara tengah tertidur tiba-tiba ada banyak orang-orang datang dengan menggunakan masker di wajah mereka.
Lalu orang-orang itu langsung membaringkan tubuh Clara dan menyuntikkan cairan di tubuhnya, di ujung pintu Joker hanya diam dan melihat orang-orang itu memberikan obat-obatan kepada Clara, tak lupa mereka juga mengobati luka di tangan Clara yang sangat parah.
"Apa dia akan bangun?" Tanya Joker.
"Tidak, wanita itu akan tertidur selama 8 bulan." Jawab Dokter Zidan.
"Waktu yang lama, tapi apa kondisi bayinya akan tetap sehat?" Tanya Joker mengingat kondisi Clara akan koma selama 8 bulan.
"Tenang saja, kamu akan memberikan vitamin khusus untuk bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu." Jawab Dokter Zidan.
"Baguslah, karena jika kita membiarkannya sadar selama masa hamil. Aku takut Clara akan mencoba menggugurkan bayi ku." Jawab Joker.
"Iya, hal itu harus kita hindari sebisa mungkin." Jawab Dokter Zidan.
Setelah orang-orang itu selesai memasang berbagai peralatan medis di tubuh Clara. Joker pun masuk, pria itu langsung menyuruh semua orang untuk keluar dan meninggalkannya sendirian di tempat ini.
"Maafkan aku Clara, tapi ku harap selama 8 bulan kau bisa tidur dengan nyenyak.. Aku berjanji akan terus mengunjungimu." Ucap Joker seraya membelai rambut Clara.
Lalu mata Joker melihat ke arah tangan Clara yang sudah di balut perban, perlahan sebuah senyuman terlihat jelas di wajah Joker. Wanita di depannya sangatlah keras kepala, dia lebih memilih untuk menyakiti dirinya sendiri dari pada harus di manfaatkan oleh orang lain.
__ADS_1