SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 25


__ADS_3

Clara berjalan di belakang Joker, kini dia menuruni sebuah tangga menunjukkan ruang bawah tanah. Kini Clara sampai di depan sebuah pintu besi yang hanya bisa di buka dengan sidik jari milik Joker.


"Ini pakailah.." Ucap Joker seraya memberikan sebuah masker gas kepada Clara.


"Untuk apa ini?" Tanya Clara.


"Ini tempat penyimpanan senjata kimia dan hal itu sangat berbahaya, karena bisa saja gas dari senjata itu bocor." Ucap Joker seraya menggunakan masker gas miliknya.


Lalu Clara langsung memakai masker gas miliknya, lalu Joker langsung membuka kunci pintu dengan sidik jari miliknya. Perlahan pintu besi terbuka, Clara pun mulai masuk mengikuti langkah kaki Joker.


Di dalam ruangan yang cukup besar, Clara bisa melihat 3 buah tabung berukuran sedang. "Jadi ini senjata kimia itu?" Tanya Clara yang baru pertama kali melihat senjata kimia yang di takuti oleh seluruh dunia.


"Iya, senjata ini berupa bom tanpa suara ataupun ledakan." Ucap Joker dengan mata yang melihat ke arah senjata kimia buatannya.


"Lalu apa tujuanmu membuat senjata terlarang ini?" Tanya Clara dengan mata yang masih terpaku pada senjata di depannya.


"Hanya untuk jaga-jaga saja jika ada musuh yang kuat dan menyerang markas ku." Jawab Joker.


Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang menghampiri Joker dan Clara, pria itu merupakan Professor yang bekerja di bawah naungan Joker. Clara hanya diam dan sesekali melihat pria itu, lalu pria paruh baya itu langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Apa kau sudah puas melihat senjata milik ku?" Tanya Joker.


"Emm.. Puas, tapi aku ingin menyentuhnya." Jawab Clara.


"Tidak bisa." Jawab Joker.


"Apa kau tidak bisa menunjukkan isinya, aku seperti hanya melihat sebuah tabung dan bisa saja tabung itu kosong." Ucap Clara dengan nada tak suka.


Lalu Joker langsung berjalan ke sebuah berangkas nampak Joker memasukkan kode khusus. Lalu dia mengelus sebuah tabung transparan yang berisikan sebuah gas berwarna putih.

__ADS_1


"Itu senjata kimia itu?" Tanya Clara.


"Iya, aku sengaja membuat senjata yang berbentuk gas." Jawab Joker seraya kembali menyimpan benda itu ke dalam berangkas.


"Kini kau telah melihatnya, ayo kita keluar dari sini." Ajak Joker.


Clara hanya bisa mengikuti Joker dari belakang, setelah keluar dari ruangan itu Joker langsung melepaskan masker gas miliknya dan begitu juga dengan Clara.


"Kenapa kau sangat tertarik dengan senjata kimia itu?" Tanya Joker seraya melepaskan sarung tangan miliknya.


"Aku hanya penasaran." Jawab Clara seraya berjalan mendahului Joker.


Kini Clara berada di dalam kamar, tatapan matanya masih terpaku pada langit yang kini berubah menjadi malam. "Bagaimana bisa aku mendapatkan senjata itu, jika pengamanannya sangat sulit dan lagi aku tidak tahu kode yang di masukkan Joker pada berangkas itu." Gumam Clara dengan raut wajah bingung.


Tiba-tiba Joker datang menghampiri Clara, "Mau apa kau ke sini?" Tanya Clara dengan tatapan sinis.


"Apa maksudmu? Aku tidak galak, aku hanya tegas." Jawab Clara seraya melepaskan pelukan Joker darinya.


Tapi Clara terdiam saat mencium bau yang aneh dan asing, "Apa yang kau lakukan?" Tanya Clara seraya mendorong tubuh Joker.


"Aku tidak melakukan apa-apa, hanya saja ini sudah waktunya." Bisik Joker.


"Pergi.." Teriak Clara yang mulai merasakan perasaan aneh dalam tubuhnya.


"Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, anak itu harus segera lahir." Bisik Joker.


Clara mulai merasakan rasa panas di tubuhnya, setiap sentuhan tangan Joker di tubuhnya membuat Clara semakin tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.


Lalu Joker memangku tubuh Clara dan menidurkannya di atas ranjang, perlahan Joker mulai membuka pakaian Clara.

__ADS_1


Wanita itu ingin sekali melawan tapi entah kenapa tubuh seakan menginginkan setiap sentuhan yang Joker berikan. "Sekarang aku akan menanamkan benih ku di rahimmu, ku harap kau akan menjaganya baik-baik." Ucap Joker.


"Tidak.. Jangan lakukan itu." Jawab Clara dengan suara yang lemah, efek obat perangsang telah membuat tubuhnya tidak bisa dia kendalikan.


Wajah Joker pun nampak memerah, dia seperti sedang menahan birahi di dalam tubuhnya. "Aku akan melakukannya secara perlahan, ku harap kau jangan menangis." Pinta Joker yang mulai melakukan aksinya.


Nampak Clara mencengkeram bantal saat Joker menciumi bagian atas tubuhnya, suara nafas Clara terdengar jelas. Hawa panas di dalam tubuhnya semakin menggila, begitu juga dengan Joker. Pria itu mulai melucuti semua pakaiannya dan juga Clara.


"Jangan.." Pinta Clara seraya berusaha menyerang Joker.


Joker yang tidak ingin di ganggu langsung mengikat kedua tangan Clara, kini tubuh Clara sudah tidak di tutupi oleh sehelai benangpun.


Joker langsung mengangkat paha Clara dan mendekatkan mulutnya pada bagian sensitif Clara, wanita itu hanya bisa menggigit bibir bagian bawahnya.


Tapi sesekali terdengar suara ******* kecil dari mulut mungil Clara, Joker yang melihat dan mendengar reaksi Clara semakin tidak sabar untuk melakukan hal itu.


Perlahan Joker memulai aksinya, nampak Clara menangis dan memohon agar pria itu menghentikan aksinya. Tapi Joker tidak menggubris semua perkataan Clara, dan kini kesucian Clara pun sudah direnggut oleh Joker.


Rasa sakit pun berubah menjadi sesuatu yang nikmat, Clara tidak bisa menyembunyikan rasa nikmat yang baru pertama kali dia rasakan selama ini. Begitu juga dengan Joker, pria itu dengan buas memangsa dan menikmati setiap inci tubuh Clara.


Clara hanya bisa memejamkan matanya dan begitu juga dengan Joker, pria itu sekuat tenaga melampiaskan semua nafsu yang ada di dalam tubuhnya. Untuk beberapa kali Joker mencapai puncaknya tapi staminanya tidak lemah, dia kembali melakukan aksinya meski Clara sudah lemas tidak berdaya.


Dan untuk kesekian kalinya Joker membanjiri rahim Clara dengan cairan miliknya, kini Joker berbaring di samping Clara dengan raut wajah yang lelah.


Mata Joker melihat ke wajah Clara, lalu tangannya langsung membuka ikatan di tangan Clara dengan lembut Joker membawa Clara ke dalam pelukannya.


Kini Clara sudah berada di alam mimpi, kegiatan yang dia lakukan bersama Joker membuat Clara kehilangan tenaganya dan membuatnya menjadi lemah tak berdaya.


Perlahan tangan Joker membelah wajah Clara yang penuh keringat, dengan senyuman senang Joker langsung terlelap tidur di samping Clara.

__ADS_1


__ADS_2