SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
BAB 12


__ADS_3

Kini Clara di ajak oleh Aaron untuk bertemu dengan seseorang, mata Clara menatap ke sebuah rumah mewah yang jauh dari pemukiman warga dan rumah itu di jaga oleh keamanan yang bersenjatakan lengkap.


Lalu Aaron dan Clara masuk ke dalam rumah di ikuti oleh orang-orang yang menjaga rumah ini.


"Rumah siapa ini? Kenapa penjagaannya sangat ketat seperti ini?" Pikir Clara.


Di depan Aaron dan Clara ada sosok pria yang sedang duduk membelakangi mereka berdua.


"Selamat datang Aaron." Ucap Pria itu seraya memutar kursinya.


Clara terdiam sesaat ketika melihat pria itu, "Joker? Tapi bagaimana mungkin? Bukankah Aaron itu Joker?" Pikir Clara.


"Terimakasih telah menyambut kami, Joker." Ucap Aaron.


Lalu Joker langsung menyuruh Clara dan Aaron untuk duduk, nampak Clara hanya diam dan sesekali melihat ke arah Joker.


"Apa ini asisten barumu?" Tanya Joker yang melihat ke arah Clara.


"Iya, dia masih baru." Jawab Aaron.


Lalu Joker mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Clara, dan Clara pun membalas jabatan tangan dari pria itu.


"Kau bisa memanggilku Joker." Ucap Pria itu memperkenalkan diri.


"Saya Clara.." Jawab Clara seraya hendak melepaskan tangannya, tapi pria itu tetap menjabat tangan Clara.


Joker hanya tersenyum di balik topeng miliknya, lalu dia pun melepaskan tangan Clara.


"Clara kau bisa keluar dulu, aku memiliki hal yang perlu di bicarakan dengan Joker." Ucap Aaron.


"Baik Pak Aaron." Jawab Clara.


Clara pun segera keluar dari ruangan itu, di dalam otaknya dia masih berpikir tentang situasi di hadapannya itu.


Jika Aaron bukan Joker, lalu siapa Joker yang sebenarnya? Jadi selama ini prediksinya telah salah?


Dan Clara pun harus memberitahukan hal ini kepada Hendry dan juga Viktor, karena jika terus seperti ini dia hanya akan buang-buang waktu.


Setelah menunggu lama, Aaron pun keluar dari ruangan tersebut. Clara segera mengikuti langkah kaki Aaron.

__ADS_1


"Clara tolong, pegang dulu ini. Aku mau mengambil barang terlebih dahulu." Ucap Aaron.


Clara pun melakukan sebuah dokumen di tangannya, mata Clara mulai mengamati dokumen itu.


Lalu seketika Clara terkejut saat membuka isinya, ini adalah dokumen yang selama ini dia cari tapi bagaimana mungkin bisa segampang ini mendapatkan dokumen itu.


Clara pun langsung menutup kembali dokumen dan bertindak seakan tidak mengetahui apa-apa.


Lalu tak beberapa lama sosok Joker pun muncul di belakang Clara, pria itu menepuk pundak Clara dengan pelan.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Clara.


"Kemana bos mu?" Tanya Joker dengan mata yang masih tertuju pada Clara.


"Pak Aaron sedang mengambil barang." Jawab Clara.


"Oh, bagaimana jika kita duduk dulu sambil menunggu pria itu datang." Ucap Joker.


"Terimakasih atas tawarannya." Jawab Clara seraya mengikuti langkah kaki Joker.


Mata Clara tertuju pada tangan Joker yang terdapat di sebuah tato naga, tato yang sama seperti di tangan Aaron.


Pria yang dia hadapi sangatlah licik dan cerdas, jika Clara tidak menyadarinya lebih awal mungkin dialah yang akan terjebak ke dalam permainan Joker.


Kini Clara duduk di hadapan Joker, pria misterius yang masih belum Clara pastikan identitas aslinya.


Tapi Clara bisa melihat sorotan mata Joker yang menatap tajam ke arahnya, "Clara.. Itu namamu?" Tanya Joker.


"Iya, itu nama ku." Jawab Clara yang mulai waspada terhadap pria di depannya itu.


"Kau seperti boneka yang tidak memiliki ekspresi dan emosi sama sekali, kau seperti sebuah raga tanpa jiwa." Ucap Joker yang tiba-tiba mengatakan hal itu.


Tapi Clara hanya diam dan menatap ke arah Joker, meski di dalam pikirannya dia masih tidak paham dengan kata-kata Joker.


"Jadi Clara, sebelum ku bekerja bersama Aaron. Kau bekerja dimana?" Tanya Joker.


Clara terdiam dengan pertanyaan Joker tapi meski begitu, Clara tidak menunjukkan rasa keterkejutan sama sekali.


"Sebelum bekerja bersama dengan Pak Aaron, saya bekerja sebagai administrasi di salah satu perusahaan kecil." Jawab Clara tanpa ragu.

__ADS_1


"Lalu kenapa ku ingin bekerja di tempat Aaron?" Tanya Joker yang seakan tengah mengintrogasi Clara.


"Karena perusahaan Pak Aaron menawarkan gaji yang sangat besar." Jawab Clara.


"Sungguh? Jadi kau menyukai uang, bagaimana jika kau bekerja saja di tempat ku. Aku akan menjamin jika kau akan mendapatkan banyak sekali uang bahkan lebih banyak daripada di perusahaan Aaron." Ucap Joker seraya tersenyum di balik topengnya.


"Maaf tidak bisa." Jawab Clara tanpa ragu.


"Kenapa? Bisa anda jelaskan." Tanya Joker.


"Saya sudah menandatangani kontrak kerja di persidangan Pak Aaron, dan lagi bahkan saya belum melihat wajah anda secara langsung. Dan saya tidak ingin bekerja di tempat orang yang bahkan tidak saya ketahui wajahnya." Ucap Clara berusaha memancing Joker.


Joker yang mendengar perkataan Clara pun tertawa ringan. "Ah.. Topeng ini sudah menjadi bagian dari hidupku, dan mungkin lain kali aku akan memperlihatkannya kepadamu.." Ucap Joker.


Clara langsung mengerutkan keningnya, "Lain kali?" Tanya Clara.


"Iya lain kali, karena kita pasti akan bertemu lagi nanti Nona Clara." Ucap Joker seraya tersenyum di balik topengnya dan langsung pergi begitu saja.


Clara hanya melihat kepergian pria itu, pria yang masih menyembunyikan banyak rahasia. Lalu tak beberapa lama Aaron pun datang menghampiri Clara dan segera mengajak Clara untuk pergi.


3 hari berlalu...


Perjalanan bisnis Clara dan Aaron pun selesai, di saat itu pula Clara langsung memberikan informasi mengenai dokumen rahasia yang sempat dia baca.


Clara langsung membuat salinan dari dokumen itu sesuai dengan apa yang dia ingat.


"Kerja bagus, Clara.." Puji Hendry yang melihat informasi yang telah di dapatkan oleh Clara.


"Tapi itu tidak semuanya, masih ada beberapa halaman yang saat itu belum ku lihat." Jawab Clara.


"Tapi setidaknya kau berhasil, meski begitu sekarang kau harus berhati-hati. Karena setelah ini aku akan menjalankan tugas ku dan pastinya posisi mu di tempat Aaron akan terancam." Ucap Hendry kepada Clara.


"Kau tenang saja, aku akan baik-baik saja." Jawab Clara.


"Baiklah, aku akan memberitahukan kepadamu waktu misi ke dua di lakukan. Kita harus bisa menghentikan bisnis Joker karena gara-gara bisnisnya banyak orang-orangnya yang membeli senjata miliknya dan memicu peperangan di berbagai daerah." Ucap Hendry.


"Aku tahu.." Jawab Clara dengan mata yang masih tetap dingin.


"Peperangan seperti itu hanya akan menyisakan rasa sakit dan kebencian di setiap hati manusia. Tidak akan pernah ada perdamaian yang di lakukan dengan jalan peperangan.."

__ADS_1


Mendengar perkataan Hendry, Clara pun langsung terdiam.


__ADS_2