SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 18


__ADS_3

Viktor berjalan dengan langkah cepat, berita tentang penyerangan markas membuatnya sangat terkejut.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Viktor saat melihat Hendry yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit.


"Aku sudah membaik, apa kau sudah menemukan Clara?" Tanya Hendry yang mencemaskan keadaan Clara.


Viktor hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak menemukan keberadaan wanita itu."


"Apa kau sudah mencari di tempat tinggalnya?" Tanya Hendry.


"Sudah, aku sudah menelusuri semuanya tapi tidak ada jejak Clara sama sekali. Wanita itu seperti menghilang di telan bumi."


"Aku takut jika Clara di tangkap oleh Joker." Ucap Hendry dengan wajah yang bingung.


"Sudah ku bilang dari dulu, jangan gunakan wanita itu sebagai mata-mata kali ini. Terutama dengan identitas aslinya, pasti orang-orang seperti Joker akan menginginkan wanita itu." Ucap Viktor.


"Iya itu memang kesalahan ku."


"Tentu saja ini kesalahanmu, ku pikir kau sebagai pemimpin akan lebih tepat mengambil keputusan. Tapi untuk kali ini keputusan yang kau buat malah membuat kita semua terjerumus dalam masalah dan lagi, semua rencana yang telah kita susun selama bertahun-tahun telah hancur. Apa yang akan kau katakan nanti pada ketua? Jika berita ini sampai ke markas pusat, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ketua akan marah besar kepadamu." Ucap Viktor


Hendry yang mendengar makin dari Viktor hanya bisa memejamkan matanya, "Iya, mungkin aku akan di penjara.." Jawab Hendry yang sudah pasrah dengan nasibnya.


*


*


*


Seorang pria tengah duduk dengan tatapan mata yang memancarkan kemarahan, "Jadi Hendry telah gagal? Dan sekarang markasnya juga telah hancur?" Tanya seorang pria.


"Iya Tuan, Steven." Jawab seorang wanita dengan pakaian yang seksi.


"Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi, bukankah mereka sudah biasa menangani masalah seperti ini, tapi bagaimana bisa pihak musuh mengetahui tentang markas yang lokasinya bahkan sangat tersembunyi." Tanya Steven yang masih kesal dengan informasi yang baru saja dia dapatkan.


"Aku dengar jika misi kali ini di berikan kepada seorang wanita, dan mungkin karena wanita itu semuanya menjadi kacau." Jawab Isabel.


Steven yang merupakan ketua dari organisasi yang Hendry pimpin, merupakan seorang pria tampan dengan usia yang masih terbilang cukup muda.


Tapi di balik wajah rupawan nya, dia adalah sosok yang tidak kenal ampun jika ada orang yang telah menghancurkan organisasinya.

__ADS_1


Dan saat mendengar tentang markas yang di pimpin oleh Hendry telah hancur dan semua rencananya telah gagal, membuat Steven sangat marah.


"Lalu apa Hendry masih hidup?" Tanya Steven.


"Iya, dia masih hidup dan sekarang pria itu sedang berada di rumah sakit." Jawab Isabel.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang bertugas menjalankan misi saat ini?" Tanah Steven dengan tatapan mata yang serius.


"Ku dengar dia di tangkap oleh pihak musuh." Jawab Isabel.


"Di tangkap? Apa dia orang yang tidak profesional? Bagaimana bisa wanita itu di tangkap dengan mudah." Maki Steven kesal.


"Iya, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Isabel kepada atasannya.


"Kita temui Hendry, aku sudah tidak sabar ingin sekali memaki pria itu." Jawab Steven dengan raut wajah yang kesal.


"Baik, saya akan segera siapkan semua keperluan anda di Jakarta." Jawab Isabel.


*


*


"Jadi bagaimana kau bisa menjelaskan semuanya?" Tanya Steven seraya duduk di atas sofa.


"Pak Steven, saya harap anda bisa memikirkan kondisi Hendry. Dia masih terluka," Pinta Viktor.


"Aku sedang tidak bertanya kepadamu, Viktor." Jawab Steven.


Lalu Steven memberikan isyarat kepada Isabel, wanita cantik itu langsung membawa Viktor keluar dari ruang rawat Hendry karena dia ingin berbicara empat mata dengan pria itu.


"Ini semua karena kecerobohan ku." Jawab Hendry mengakui kesalahannya.


"Apa kau kira aku bodoh? Apa kau pikir, aku dan kau baru bekerja selama 2 atau 3 tahun? Kau bukan orang yang ceroboh seperti itu. Sebaiknya kau katakan dengan jujur," Pinta Steven karena dia tidak puas dengan jawaban Hendry yang pertama.


"Tidak ada yang perlu ku jelaskan, semua rencananya gagal. Dan kau bisa menghukum ku sesuai dengan aturan." Jawab Hendry.


"Kau ingin ku hukum?" Tanya Steven dengan tatapan yang dingin dan tajam.


Hendry hanya menganggukkan kepalanya, lalu Steven berjalan mendekati Hendry. "Kalau begitu sebagai hukuman untukku, bawa kepala agen Twilight ke depan mata ku." Jawab Steven seraya pergi meninggalkan Hendry.

__ADS_1


"Tunggu! Apa yang ku katakan?" Tanya Hendry panik.


"Itu adalah hukuman untukmu dan kau harus menjalankannya." Jawab Steven yang segera pergi meninggalkan ruang rawat Hendry.


Viktor yang melihat kepergian Steven pun segera masuk ke dalam ruang rawat Hendry, pria itu langsung menanyakan apa yang di bicarakan oleh Steven.


"Pria itu mengingatkan kepala Twilight." Jawab Hendry dengan tatapan serius.


Viktor yang mendengar hal itu sedikit terkejut. "Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Viktor.


"Aku tidak tahu, Twilight sudah ku anggap sebagai anak ku sendiri tapi Steven memiliki ambisi yang sangat besar. Jika dia menginginkan kepala seseorang maka dia pasti akan mendapatkannya." Jawab Hendry.


"Apa kita akan membunuh Twilight?" Tanya Viktor.


Hendry yang mendengar pertanyaan Viktor hanya bisa bungkam dan tidak mampu untuk menjawabnya.


Steven berjalan dengan langkah pelan, lalu Isabel langsung membukakan pintu mobil agar atasannya masuk.


"Siapa yang menangkap wanita itu?" Tanya Steven.


"Dia salah satu bos mafia yang menjadi incaran kita selama bertahun-tahun." Jawab Isabel.


"Maksudnya Joker?" Tanya Steven memastikan.


"Iya, pria itu yang telah menangkap agen Twilight." Jawab Isabel membenarkan.


"Cukup sulit untuk mendapatkan barang yang telah di ambil oleh Joker, tapi aku sangat menginginkan kepala wanita itu." Jawab Steven dengan tatapan yang marah.


"Aku akan mengatur rencana untuk membawa wanita itu pergi dari markas Joker." Ucap Isabel.


"Iya, aku berharap lebih kepadamu. Jika kau tidak bisa membawa wanita itu hidup-hidup ke depan ku, bawa saja mayatnya. Orang yang tidak berguna seperti agen Twilight tidak pantas lagi untuk hidup, jika dia hidup akan banyak rahasia yang bisa keluar dari mulutnya." Jawab Steven.


"Baik saya mengerti, tapi menurut laporan dia adalah agen terbaik yang berada di bawah pimpinan Hendry. Apa kau masih yakin ingin kepalanya?"


"Sejak kapan aku pernah merubah keputusan ku?" Tanya Steven dengan tatapan yang melihat ke arah Isabel.


Isabel hanya tersenyum tipis seraya tertawa ringan. "Tentu kau tidak pernah melakukan hal itu, jadi tenang saja. Semuanya akan berjalan sesuai rencana."


"Iya, orang yang sudah tertangkap oleh pihak musuh. Sudah bukan lagi anggota organisasi kita tapi mereka adalah hama yang harus di basmi."

__ADS_1


__ADS_2