SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 13


__ADS_3

Clara tengah berjalan menyusuri trotoar, hari ini hari Minggu dan dia ingin menikmati hidupnya sebentar saja.


Kini Clara berada di sebuah taman yang terdapat danau besar di tengah-tengah, mata Clara melihat ke sekelilingnya. Orang-orang tengah bersama dengan keluarga mereka, ada perasaan aneh di hati Clara.


Perasaan yang baru dia rasanya, dia merasa hidupnya seperti sepi dan hampa. "Bagaimana rasanya memiliki keluarga?" Gumam Clara dengan mata yang masih tertuju pada satu keluarga yang nampak sangat bahagia.


Clara langsung mengalihkan pandangannya menuju ke arah danau, suasana di taman kota sangat berisik. Terdengar banyak tawa anak-anak, Clara pun hanya diam dengan tatapan yang sendu.


Lalu sosok pria tiba-tiba datang menghampiri, "Kau sendirian?" Tanya pria itu.


Clara melihat pria di sampingnya, pria yang tampan dengan kulit putih, hidung mancung dan rahang yang tegas. Pria itu tersenyum seraya melihat ke arah danau, Clara hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari pria itu.


"Hey.. Nona, apa kau sendirian?" Tanyanya sekali lagi.


"Iya." Jawab Clara dengan nada dingin dan mata yang masih menatap ke arah danau.


"Oh, perkenalan nama ku Natan.." Ucap pria itu memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangannya.


Tapi Clara hanya diam dan tidak menanggapi semua perkataan dari pria itu, tak beberapa lama Clara bangkit dan segera pergi meninggalkan pria tersebut.


"Hey... Nona tunggu, aku belum tahu siapa namamu." Panggil Natan kepada Clara.


"Sebaiknya kau tidak perlu tahu nama ku." jawab Clara seraya melenggang pergi meninggalkan taman kota.


Clara terus berjalan dengan sorot mata yang tajam, sikapnya yang seperti itu membuat anak-anak yang melihatnya sangat takut.


Hingga tiba-tiba terdengar suara dering ponsel miliknya.


"Ada apa?"


"Twilight, kau harus pergi meninggalkan kota ini. Rencana kita telah gagal, Joker telah mengetahui markas kita."


"Apa? Sekarang kau dimana Hendry?"


Tut.. Tut.. Tut..


Tiba-tiba panggilan pun terputus, Clara segera pergi ke markas organisasi miliknya. Dia masih bingung bagaimana bisa rencana yang telah di susun secara matang tiba-tiba gagal seperti ini dan kenapa bisa Joker mengetahui markas milik organisasinya.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Clara melihat tempat itu sudah berantakan.


Banyak teman-teman nya telah tewas, Clara terus mencari keberadaaan Hendry di antara tumpukan mayat.


"Bagaimana bisa Joker tahu tentang tempat ini?" Gumam Clara.


Lalu Clara melihat sosok Hendry yang tengah berbaring dengan tubuh berlumuran darah, Clara pun langsung berlari ke arahnya.


"Hendry, aku akan membawa mu ke rumah sakit." Ucap Clara yang menyadari jika Hendry masih bernafas.


Tapi pria itu menggelengkan kepalanya, "Hati-hati dengannya.. Dia telah ber..." Tapi sebelum menyelesaikan kata-katanya Hendry langsung pingsan tak sadarkan diri.


"Dia apa? Siapa?" Tanya Twilight.


Lalu Twilight langsung membawa Hendry dan orang-orang yang masih bernafas untuk masuk ke dalam mobilnya, bagi Twilight ini situasi yang sangat berbahaya karena baginya tidak mungkin markas bisa dengan mudah di temukan begitu saja.


Dan setiap orang bisa di bantai dengan mudah karena dia tahu bagaimana kemampuan setiap teman di organisasinya.


Tak beberapa lama Twilight sampai di rumah sakit, dia langsung meminta dokter untuk merawat teman-temannya.


Lalu setelah itu Twilight menelpon Viktor untuk mengatakan jika markas telah di serang.


"Joker..." Gumam Clara dengan tatapan yang tajam dan dingin.


Lalu Clara segera pergi meninggalkan rumah sakit, dia pergi ke tempatnya untuk mengambil beberapa perlengkapan.


Malam ini Clara akan melakukan pembalasan untuk kematian rekan-rekannya, meski jika Hendry sadar dia pasti akan marah jika Clara melakukan hal seperti itu.


Clara membuat sebuah topeng kulit dengan wajah yang baru, lalu dia mengambil senjata miliknya.


Setelah selesai bersiap, Clara langsung memakai topeng kulit miliknya dan segera pergi ke salah satu markas milik Joker.


Dari tempat yang tinggi Clara bisa melihat banyaknya penjaga yang berada di luar, melalui teropong Clara mulai menghitung setiap orang yang ada di luar.


"12.." Ucap Clara yang mengetahui jika orang-orang yang menjaga di luar ada 12 orang.


Lalu Clara mengambil senjata AWM miliknya dengan peredam suara, dengan satu bidikan Clara membunuh setiap orang yang ada di luar markas milik Joker.

__ADS_1


Hingga tidak ada satupun orang yang ada di luar, tak beberapa lama datang satu orang yang melihat pemandangan di luar.


Dia langsung buru-buru masuk ke dalam markas tapi Clara segera menembak mati orang tersebut.


Dengan tatapan dingin Clara melihat dari kejauhan, dia masih menunggu dari atas karena tidak mungkin Clara langsung menyerang secara brutal.


Karena di dalam markas Joker pasti banyak sekali musuh dan dia akan kalah jumlah, Clara mulai mengelap senjata miliknya.


Sebuah pisau kecil yang dulu sering dia gunakan saat masih menjadi tentara, pisau yang sudah membunuh ratusan nyawa orang-orang.


"Sudah lama aku tidak menggunakannya." Gumam Clara yang melihat pisau di tangannya.


Telinga Clara mendengar suara kegaduhan dari luar markas milik Joker, orang-orang yang berada di dalam langsung keluar dan segera menyiapkan senjata mereka.


Clara hanya tersenyum dingin dan langsung menembaki mereka satu persatu, keberadaan Clara masih belum di ketahui. Peredam yang dia gunakan di senjatanya sangat berguna sehingga musuh tidak mengetahui letak posisinya.


Hingga orang yang Clara tunggu pun tiba, sosok Joker telah keluar. Pria dengan topeng merah yang masih menjadi misteri di kehidupannya, awalnya Clara mengira dia adalah Aaron tapi rupanya Clara telah salah.


"Akan ku bunuh ku.." Ucap Clara.


Hingga sebuah benda menempel tepat di belakang kepalanya.


Clara terdiam, dia tidak menyadari jika ada seseorang di belakangnya. "Jangan bergerak.." Ucap pria itu.


Clara pun diam dan menurunkan senjata miliknya, lalu tangannya secara perlahan mengambil pisau kecil miliknya.


Tapi tangan pria itu menghentikan aksi Clara dengan memegang tangan Clara dan mengambil pisaunya.


"Sebaiknya, kau jangan melakukan tindakan yang akan merugikan mu." Ucap pria itu yang rupanya Mr. Black.


Clara yang masih belum mengetahui identitas asli Mr. Black hanya menatap dingin pria itu.


Lalu Mr. Black langsung membawa Clara untuk pergi dari markas Joker.


"Apa kau akan membawa ku pada pria itu?" Tanya Clara seraya tersenyum dingin.


Tapi Mr. Black tidak menjawab sama sekali dengan satu serangan Clara langsung menendang senjata Mr. Black.

__ADS_1


Pria itu nampak kaget tapi Clara tidak memberikan celah sedikitpun kepada Mr. Black, Clara menyerang pria itu secara brutal hingga Mr. Black terkapar di atas tanah.


__ADS_2