
Joker menatap wanita yang tengah di rawat, meski kini nyawa Clara sudah tidak dalam bahaya tapi rasa khawatir Joker tetap ada.
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Ucap Zidan yang tiba-tiba datang.
"Apa?" Tanya Joker dengan tatapan dingin dan tajam.
"Putra kedua mu, telah di ambil oleh Erick kaki tangan Leonardo." Ucap Zidan dengan ekspresi yang serius.
Mendengar hal itu Joker hanya bisa menyandarkan punggungnya, seraya menghela nafas panjang. "Jangan beri tahu siapa pun tentang hal ini, terlebih lagi Clara tidak mengetahui jika dia memiliki dua anak." Jawab Joker.
"Jadi kau ingin membiarkan putra kedua mu yang sudah sempurna secara fisiknya jatuh ke tangan Leonardo?" Tanya Zidan dengan tatapan tidak percaya.
Pertanyaan Zidan seakan tengah menyudutkan Joker, "Ini sudah keputusan ku." Jawab Joker dengan lemah tapi terdengar sangat tegas.
"Lalu bagaimana dengan rencana kita selama ini? Menjadikan putramu sebagai mesin pembunuh tapi akhirnya malah jatuh ke tangan orang lain." Zidan masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Joker, dengan mudahnya pria itu seakan melupakan rencana awal mereka.
"Jadi kau ingin aku ke sana dan mengambil kembali putra ku? Lalu mau berapa banyak anak buah ku yang akan mati? Apa kau tidak berpikir, sekarang keadaan kita seperti ini. Dan kau masih memikirkan rencana itu? Jika kau masih mengatakan hal itu di depanku, aku pastikan kepalamu akan berlubang detik ini juga." Joker yang kesal langsung mengarahkan senjatanya kepada Zidan, pria itu hanya bisa pergi daripada nyawanya yang harus melayang di tangan Joker.
Kini Joker duduk terdiam, matanya mulai melihat ke arah tangan kirinya yang sudah tidak ada lagi. "Sial.." Gerutu Joker yang kesal.
Lalu seorang pelayan datang menghampiri Joker, pelayan itu merupakan pelayan yang bersama Clara saat berada di kapal. Di tangannya sebuah benda yang di balut kain tebal, "Bagaimana keadaan anak itu?" Tanya Joker tanpa ingin melihat bayinya.
"Tuan Kevin baik-baik saja." Jawab pelayan dengan mata yang melihat ke arah bayi Clara.
"Kevin?" Tanya Joker dengan kening yang mengkerut.
"Itu nama yang di berikan Nona Clara untuk bayinya." Jawab pelayan dengan sedikit gugup.
Mendengar hal itu Joker hanya diam, lalu dia menyuruh pelayan itu untuk pergi dan menidurkan anaknya di tempat yang aman.
Untuk saat ini Joker mulai memejamkan, rasa sakit di luka-luka yang dia dapatkan membuat dirinya semakin lemah.
__ADS_1
1 Minggu berlalu...
Clara sudah tersadar dari komanya, dia bisa melihat keadaan kastil milik Joker yang porak poranda dan kini tengah dalam masa perbaikan.
Lalu kaki Clara berjalan ke sebuah ruangan, di sana Joker tengah terbaring di atas ranjang dengan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Mata Clara menatap sendu tangan kiri Joker, tangan kekar pria itu kini telah hilang.
"Kenapa kau keluar dari kamar?" Tanya Joker seraya membuka matanya secara perlahan.
"Aku bosan jika terus berada di dalam kamar." Jawab Clara seraya melihat ke sekeliling tempat tidur Joker. "Lalu bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah membaik?" Sambung Clara dengan mata yang melihat ke arah Joker.
"Aku sudah membaik, hanya saja aku belum terbiasa hidup dengan satu tangan." Jawab Joker seraya menepuk-nepuk sisi kanan ranjangnya.
Kening Clara mengkerut, "Kau ingin aku tidur di sampingmu?" Tanya Clara memastikan tebakannya.
"Iya." Jawab Joker dengan senyuman di wajahnya.
Clara secara perlahan langsung naik ke atas ranjang, tapi Joker langsung menghentikan Clara saat dirinya hendak tidur di samping Joker. Pria itu mengarahkan Clara agar duduk tepat di atas tubuhnya.
"Bagaimana luka di dada mu?" Tanya Joker.
"Aku ingin melihat lukamu." Pinta Joker.
Perlahan Clara membuka kancing bajunya, dada putih Clara terpampang jelas di depan mata Joker. Tapi raut wajahnya kecewa saat melihat sebuah bra yang terpasang di kedua benda kenyal milik Clara.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Clara dengan nada yang dingin.
"Tidak ada, bagaimana keadaan Kevin?" Tanya Joker.
"Keadaannya baik, sebelum datang ke sini aku sudah melihat keadaan anak ku." Jawab Clara.
"Syukurlah.."
__ADS_1
Kini Joker menatap Clara, ada rasa bersalah di hatinya karena dia telah menyembunyikan fakta jika Clara memiliki dua orang bayi.
"Selama rahasia ini tidak di ketahui oleh Clara, semuanya akan aman."
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Clara dengan tatapan menyelidik.
"Tidak ada, sebaiknya kau turun dulu dari tubuh ku. Kini kau sangat berat.." ucap Joker.
Kemudian Clara duduk di samping Joker, pria itu hanya berbaring dengan tubuh yang lemah. "Apa kau akan tetap mempertahankan pekerjaan mu saat ini? Maksud ku, apa kau akan tetap pemimpin?" Tanya Clara yang menyadari jika kondisi Joker sudah tidak seperti dulu lagi.
"Apa kau meragukan kemampuan ku hanya karena aku kehilangan satu tangan?" Tanya Joker.
"Iya, mungkin.." Jawab Clara dengan mata yang melihat ke arah lain.
"Aku hanya kehilangan satu tangan bukan nyawa ku," Jawab Joker.
Mendengar hal itu Clara hanya diam, lalu dia melihat ke arah jendela yang terbuka. Nampak angin berhembus pelan dan membuat tirai terus bergerak, perlahan Clara turun dari ranjang dan melihat ke arah luar jendela.
"Jika aku pergi dari sini, apa yang harus ku lakukan?" Tanya Clara dengan tatapan mata yang masih tertuju pada luar jendela.
"Lakukan saja apa yang kau inginkan, dan membuatmu senang." Jawab Joker.
"Tapi tidak ada suatu hal yang membuat ku senang." Jawab Clara dengan tatapan sendu.
Joker hanya diam dan tidak menjawab perkataan dari Clara, perlahan Joker bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah Clara.
Dengan satu tangan Joker memeluk pinggang Clara, perlahan bibirnya mendekat ke telinga Clara. "Jika kau ingin, kau bisa tinggal di sini. Bersama ku dan menjadi wanita ku.." Bisik Joker dengan senyuman di wajahnya.
Mendengar perkataan Joker, Clara nampak tersenyum tapi dia enggan untuk menjawab perkataan dari Joker.
"Kebisuan mu akan ku anggap 'iya'." Bisik Joker dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Lalu Joker memutar tubuh Clara secara perlahan, kini tatapan mata mereka saling menatap satu sama lain.
Perlahan Joker mendekatkan bibirnya dan mencium Clara secara lembut, begitu juga dengan Clara dia membalas ciuman Joker.