SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 22


__ADS_3

Clara dengan mata yang berkaca-kaca hanya bisa terdiam saat melihat tubuh Nicholas terjatuh ke tebing.


"Kenapa kau membunuhnya?" Tanya Clara yang marah.


"Aku sudah mengatakan kepadamu, jangan buat aku melakukan cara kasar. Tapi kau tetap tidak ingin kembali kepadaku jadi jangan salahkan aku." Jawab Joker.


Lalu Joker berjalan mendekat ke arah Clara, dia langsung mencengkeram erat dagu Clara hingga berdarah.


"Aku sudah mengatakan kepadamu, kau adalah milikku." Bisik Joker.


"Kenapa kau harus melakukan itu? Dan satu lagi aku bukan milikmu... Di hatiku, di hidupku hanya ada Jendral.. Dialah yang memiliki ku seutuhnya." Teriak Clara.


Mendengar perkataan Clara, Joker sangat marah. Ingin sekali Joker melakukan hal yang lebih kejam kepada Clara tapi untuk saat ini Joker membutuhkan seorang bayi dari rahim Clara agar bisa di jadikan sebuah senjata yang bagus untuknya.


"Bawa dia.." Ucap Joker yang berjalan pergi meninggalkan Clara, Aaron pun tersenyum mengejek dan langsung berjalan mengikuti langkah kaki Joker.


*


*


*


2 bulan berlalu.


Kini Clara berada di dalam kamar, tapi pikirannya masih terpaku pada kejadian waktu itu. Kematian Nicholas masih terngiang-ngiang di kepalanya, penyesalan kembali menghantui Clara. Untuk kedua kalinya dia gagal menyelamatkan Nicholas dari kematian.


Brak...


Pintu kamar di buka dengan kencang menampilkan sosok Joker dengan kemeja putih datang menghampiri Clara.


"Apa tubuhmu sekarang baik-baik saja?" Tanya Joker yang duduk di sebelah Clara.


"Ada apa lagi?" Tanya Clara.


Lalu Joker langsung menghampiri Clara dan membelai wajah wanita di hadapannya. "Clara sayang, sebaiknya kau harus bersikap baik kepadaku. Ingat sekarang kau adalah milikku." Ucap Joker.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya kau inginkan." Tanya Clara dengan nada yang tinggi.


"Mau berapa kali ku katakan, aku menginginkan dirimu. Semuanya..." Jawab Joker yang mulai memeluk Clara dan menyentuh tubuh Clara secara liar.


"Apa yang kau lakukan, hentikan.." Pinta Clara.


Mendengar perkataan Clara, Joker pun tersenyum dan langsung menghentikan aksinya.


"Ingat Clara, suatu saat aku pasti akan melakukan hal itu. Siap atau pun tidak kau harus mengandung anakku." Bisik Joker.


"Tidak, apa kau kira aku hewan ternak? Jika kau menginginkan seorang anak, kau bisa mencari wanita lain untuk mengandung anakmu. Kenapa harus aku?" Tanya Clara yang tidak ingin.


"Karena kau spesial, sayang." Jawab Joker.


Lalu Joker pun mencium kening Clara dan segera pergi meninggalkan wanita itu sendirian di dalam kamar.


Tak beberapa lama datang para pelayan menghampiri Clara, Clara dengan tatapan malas langsung bangkit dari ranjang.


Ini merupakan rutinitasnya selama di tempat ini, Joker selalu menyuruh para pelayan untuk menganti pakaian Clara.


Tapi Clara di buat terdiam saat melihat para pelayan malah memakaikan sebuah gaun panjang berwarna navy dan rambutnya pun di tata sedemikian cantik.


"Kau sangat cantik..." Puji Joker yang sudah duduk di meja makan.


Clara hanya menatap dingin pria di hadapannya itu, kali ini meja makan yang di gunakan berukuran cukup kecil.


Kemudian Clara langsung duduk berhadapan langsung dengan Joker, para pelayan langsung menyajikan makan makan berupa steak.


Clara memakan makanannya secara perlahan, sesekali dia melihat ke arah Joker yang tengah makan dengan tenang. Dan tak beberapa Clara selesai memakan makanannya.


Setelah itu Joker langsung mengajak Clara untuk pergi ke sebuah aula yang besar, di sana Clara tidak melihat siapa-siapa. Aula itu nampak kosong dan sunyi, lalu terdengar suara alunan musik yang merdu.


Joker langsung menarik pinggang Clara dan mengajaknya untuk berdansa, "Aku tidak mau.." jawab Clara karena dirinya sendiri tidak bisa berdansa.


"Apa kau tidak bisa berdansa?" Tanya Joker.

__ADS_1


Clara enggan menjawab dan hanya memalingkan wajahnya, "Injak saja kaki ku.." Bisik Joker.


Clara hanya diam, lalu dia langsung menginjak kaki Joker. Pria itu hanya tersenyum tipis, alunan musik yang merdu dan juga lembut menyelimuti suasana malam ini.


Di saat Clara dan Joker berdansa dengan pelan, tiba-tiba lampu di aula itu mati. Dan hanya ada cahaya bulan yang menyinari mereka dari atas langit-langit aula yang terbuat dari kaca.


"Apa kau menikmatinya?" Tanya Joker yang menarik pinggang Clara dengan lembut.


"Apa?" Tanya Clara yang masih memalingkan wajahnya.


"Kau memang wanita yang sulit di taklukkan," Bisik Joker.


Clara hanya diam, untuk pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini dengan seorang pria. Berdansa adalah suatu hal yang tidak pernah terbayangkan oleh Clara, selama ini dia hanya melakukan hal-hal yang menurutnya menyenangkan.


Kemudian Joker menyuruh Clara untuk turun dari kakinya, setelah itu Joker langsung mengajak Clara untuk menari dengan irama yang lebih cepat.


Meski Clara tidak bisa tapi Joker senantiasa mengajarkan Clara agar lebih mahir dalam berdansa dengan gerakan yang tidak lambat.


Di dalam hati Clara ada rasa senang karena dia bisa melakukan suatu hal yang baru dia lakukan selama ini, hingga pada akhir musik Joker langsung menarik pinggang Clara dan mencium bibir wanita itu.


Clara terdiam dengan wajah yang terkejut, dia tidak menyangka jika Joker akan menciumnya di situasi seperti ini.


Deg.. Deg.. Deg...


Jantung Clara tiba-tiba berdetak sangat kencang, dengan cepat dia langsung mendorong tubuh Joker untuk menjauh darinya.


Dengan tatapan dingin Clara langsung berlari pergi dari aula tersebut, Joker yang tengah berdiri di bawah sinar rembulan malam hanya tersenyum tipis lalu tangannya menyentuh bibirnya sendiri.


Clara terus berlari menuju kamarnya rasa kesal dan marah terus memuncak di dalam pikirannya, tapi entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak sangat kencang.


"Hah.. Hah.. Hah.. Kenapa jantungku? Apa aku memiliki penyakit jantung atau aku akan terkena serangan jantung?" Tanya Clara pada dirinya sendiri.


Lalu Clara langsung menutup pintu kamar, dia pun hanya bisa bersandar di pintu dan perlahan tubuhnya merosot ke lantai. Untuk saat ini dia tidak memiliki tujuan untuk hidup, Nicholas telah pergi dari dunia ini dan dia pun tidak bisa keluar dari tempat ini.


"Mau sampai kapan kau mengurungku di sini Joker." Gumam Clara yang mulai memeluk kedua lututnya.

__ADS_1


Perlahan Clara mengangkat kepalanya, dia pun teringat akan kejadian tadi yang baru saja dia alami.


Perlahan Clara menyentuh bibirnya sendiri, dia tidak menyangka jika akan ada pria lain yang mencium bibirnya selain Nicholas.


__ADS_2