SPY X Bos Mafia

SPY X Bos Mafia
Bab 30


__ADS_3

Clara berjalan perlahan, di depannya terdapat sebuah inkubator yang berisikan seorang bayi mungil yang tengah tertidur lelap.


"Ini anak ku?" Tanya Clara dengan mata yang berbinar-binar.


"Iya, itu anak kita." Jawab Joker.


Nampak Clara tersenyum bahagia, untuk pertama kalinya dia merasakan apa yang di rasakan oleh setiap wanita yaitu memiliki seorang anak. "Jadi ini rasanya menjadi seorang ibu?" Tanya Clara dengan mata yang masih menatap ke arah bayinya.


"Iya, Clara." Jawab Joker dengan tatapan tidak biasa.


"Apa kau sudah memberikannya nama?" Tanya Clara kepada Joker.


Joker hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Belum, aku belum memberikannya nama." Jawab Joker.


"Jadi menurutmu nama apa yang pantas untuk anak kita? Dan lagi, apa jenis kelaminnya?" Tanya Clara yang masih belum mengetahui jenis kelamin anaknya.


"Laki-laki, anak kita laki-laki." Jawab Joker.


"Apa kau bahagia?" Tanya Clara dengan tangan yang menyentuh kaca di depannya.


"Bahagia? Untuk apa?" Tanya Joker dengan mata yang menatap ke arah Clara.


"Iya apa kau bahagia karena sudah menjadi ayah? Meski kita tidak terikat dalam pernikahan tapi anak ini tetap anakmu." Jawab Clara.


"Tentu saja bahagia," Jawab Joker.


"Iya.."


Nampak Clara menatap anaknya dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi, Joker yang melihat hal itu pun hanya diam dan enggan untuk bertanya.


Setelah itu Joker langsung mengajak Clara untuk kembali ke kamarnya, di sana Joker langsung memberitahukan Clara jika dirinya sudah bisa bebas dari tempat ini.


"Apa kau serius?" Tanya Clara dengan tatapan sedikit tajam.


"Tentu, bukankah ini yang selalu kau inginkan. Dan lagi kau bisa membawa anakmu pergi dari sini." Jawab Joker dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Tapi bukannya senang, Clara nampak sedikit kecewa dan bingung. Dia langsung memalingkan wajahnya dari Joker, pria itu langsung menarik tangan Clara dan menyuruh Clara agar menatap matanya.


"Ada apa? Kau tidak senang? Bukankah kebebasan yang selalu kau inginkan? Bukankah kau ingin bebas dari tempat ini? Lalu ada apa dengan ekspresi mu itu?" Tanya Joker.


"Tidak ada, tentu saja aku senang. Setidaknya aku tidak perlu lagi melihat wajahmu." Jawab Clara.


Mendengar hal itu Joker hanya tersenyum, "Baiklah, semoga kau bahagia di luar sana." Jawab Joker.


Kemudian pria itu langsung pergi meninggalkan Clara sendirian di dalam kamar, setelah kepergian Joker. Clara nampak murung dan hanya memeluk kedua lututnya, ada perasaan aneh di hatinya, dia sangat ingin keluar dari tempat ini tapi di sisi lain dia juga ingin berada di tempat ini. Lebih tepatnya Clara ingin berada di dekat pria itu, perlahan Clara memejamkan matanya.


"Jika aku keluar dari tempat ini, kemana aku harus pergi selanjutnya?" Tanya Clara pada dirinya sendiri karena dia sudah tidak memiliki siapa-siapa di luar sana.


Bahkan dia sekarang sudah tidak tahu keadaan Viktor dan juga Hendry, karena selama Clara koma dia tidak bisa bertemu dengan Isabel untuk menanyakan keadaan Hendry.


"Apa mereka sudah mati?" Tanya Clara mengingat kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh Isabel.


"Maafkan aku.." Gumam Clara yang merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kepada Hendry dan juga Viktor.


Terdengar suara tangisan dari mulut mungil Clara, wanita itu nampak menangis. Pikiran dan hatinya sedang di landa kebingungan, "Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Tanya Clara pada dirinya sendiri.


Perlahan Joker membuka pintu kamar Clara, dia melihat wanita itu tengah tertidur lelap. Lalu Joker mematikan sebuah mesin kecil bersikap obat tidur yang sengaja di simpan.


Tangan Joker mulai mengelus rambut dan wajah Clara, tapi tatapan matanya hanya menatap dingin ke arah Clara. "Selamat tinggal Clara."


*


*


*


Paris.


"Apa kalian sudah menyiapkan semuanya?" Tanya seorang pria yang tengah duduk di sebuah kursi.


"Iya, kita hanya tinggal berangkat hari ini." Jawab pria di sampingnya.

__ADS_1


Leonardo tersenyum saat mendengar jawaban dari bawahannya, "Jangan lupa bawa persenjataan paling canggih, besok kita akan memenggal kepala pria itu dan menjadikannya pajangan di depan perapian." Ucap Leonardo dengan senyuman di wajahnya.


*


*


*


Clara nampak terdiam saat dia menyadari jika Joker sudah menyiapkan sebuah kapal untuknya pergi.


"Apa kau sangat ingin mengusirku?" Tanya Clara karena Joker menyuruhnya untuk segera pergi malam ini juga.


"Iya, aku sudah tidak membutuhkan mu lagi." Jawab Joker dengan tatapan dingin, lalu dia memberikan anak mereka kepada Clara.


"Aaron akan membawamu pergi dari sini." Ucap Joker.


"Aku tidak bisa, tapi anak buah ku akan mengantarkan Clara keluar dari pulang ini." Ucap Aaron yang tidak ingin meninggalkan tempat ini.


Joker yang mendengar hal itu sedikit kesal karena pada awalnya dia ingin jika Aaron menjaga Clara dan anaknya di luar sana.


"Kenapa harus malam ini? Apa kau tidak lihat, angin laut sedang berhembus kencang dan ombak pun sedang tidak bersahabat." Ucap Clara yang sebenarnya dia tidak ingin pergi dari tempat ini.


"Ku bilang kau pergi dari sini, aku sudah muak melihat wajahmu." Ucap Joker dengan tatapan dingin


Mendengar hal itu Clara terdiam, ada perasaan kesal dan marah di hati Clara. Lalu Joker meminta seorang pelayan untuk membawa bayi mereka masuk ke dalam kapal, "Apa yang kau tunggu? Cepat pergi dari sini." Usir Joker yang langsung membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Clara di dermaga kapal.


Clara hanya diam ketika melihat kepergian Joker yang mulai menghilang di balik kabut malam.


"Nona ayo masuk ke dalam kapal," Ucap seorang pelayan.


Lalu Clara pun masuk ke dalam kapal, ada perasaan aneh di hati Clara. Kenapa Joker menyuruhnya untuk pergi di tengah malam seperti ini, bahkan di keadaan cuaca yang sedang tidak bersahabat.


Perlahan kapal pun berlayar, Clara hanya diam dengan perasaan marah bercampur rasa kecewa.


Joker yang tengah berjalan pun terdiam, lalu matanya melirik ke arah laut. Dengan tatapan sendu di matanya, Joker pun kembali berjalan kembali menuju tempat tinggalnya.

__ADS_1


__ADS_2