Step Mother

Step Mother
Keadaan Sebenarnya


__ADS_3

Berharap dengan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, kini Windi ingin segera membersihkan diri kembali lalu istirahat di kamar. Sebab siang nanti ia akan kembali memasak dan mengantarkan untuk suaminya. Peluh di kening ia usap dengan punggung tangan seraya melangkah meninggalkan dapur.


"Heh, mau kemana kamu?" pertanyaan yang terdengar sangat tidak enak membuat Windi menghentikan langkah dan menoleh menatap wanita yang tak lain adalah Mami Kely.


"Em Nyonya saya mau ke kamar. Kebetulan pekerjaan sudah selesai. Semua sudah beres." ujar Windi bermaksud menjelaskan jika ia banyak membantu juga pelayan di rumah ini agar tidak di katakan pemalas atau lainnya.


Bukannya senang mendengar itu, justru Mami Kely tampak berdiri dari duduknya di sofa dan mendekati Windi. Tangannya ia sembunyikan di belakang tubuhnya kedua-duanya. Pelan namun pasti keduanya berdiri berjarak sangat dekat saat ini.


"Siapa bilang pekerjaan sudah selesai? Di kamar saya masih banyak pekerjaan. Debu dimana-mana. Sana kamu bersihkan saya mau istirahat sebentar lagi." ujarnya dan langsung di sanggupi oleh Windi.


Tak perduli bagaimana tubuhnya begitu lelah dan gerah saat ini karena keringat. Ia melangkah menuju kamar dengan kepala yang menunduk.


"Ini saatnya saya bicara empat mata dengan wanita itu." tuturnya ingin pembicaraan mereka tak ada yang mendengar.

__ADS_1


Saat tangan Windi hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba saja daun pintu itu kembali terbuka dari luar. Rupanya Mami Kely turut masuk menyusul Windi.


"Masuk," pintah wanita tua itu.


Lagi Windi kembali patuh, setidaknya ia masih tidak tersentuh dengan wanita dingin di depannya saat ini. Jelas Windi mendengar bagaimana pintu tertutup dan terkunci oleh Mami Kely.


“Nyonya, biar saya bersihkan dulu. Apa anda tidak takut kena debu?” Pertanyaan Windi yang sangat sopan justru mendapat cibiran dari Mami Kely.


“Debu? Saya lebih takut terkena parasit seperti di depan saya.” Tukasnya tajam tanpa basa basi.


“Apa tujuan kamu menikah dengan anak saya? Katakan dengan jujur.”


Terdiam seribu bahasa Windi sama sekali tak tahu harus bicara apa saat ini. Ia pun takut salah bicara akhirnya memilih bungkam. Biarlah wanita yang bersamanya akan semakin marah. Yang terpenting ia tak akan membuka semua rahasianya bersama sang suami.

__ADS_1


“Karena harta? Berapa kamu butuhkan? Saya akan membayarnya. Asal pergi dari sini. Tinggalkan rumah ini.”


Air mata Windi hampir jatuh namun ia mengusapnya dengan cepat di kelopak mata bawah. “Maafkan saya, Nyonya. Tujuan saya ke kamar ini untuk membersihkan kamar anda. Jika hal lain di luar itu anda bisa lakukan dengan Tuan Arbi saja. Sebab saya tidak memiliki jawaban yang suami saya tidak ijinkan untuk saya katakan pada siapa pun.” Windi bergegas membereskan kamar dan beberapa hiasan di nakas yang ada di kamar itu.


Tak suka mendengar jawaban yang menurut Mami Kely lancang, seketika ia geram dan mendorong tubuh Windi yang tengah menunduk di depan nakas.


“Rasakan ini!”


“Arhg sakit.” Windi tersungkur ke nakas dan mendaratkan keningnya di sudut nakas yang tajam itu. Ia meringis sakit tanpa ada yang membantunya.


“Berani sekali kamu bicara seperti itu dengan saya. Arbi tidak bisa mengusir kamu dari sini, maka saya yang akan lakukan dengan tanpa ampun. Jangan salahkan saya jika saya tidak memberi belas kasih padamu.” Usai berkata dengan amarah, Mami Kely pun melangkah keluar dari kamar meninggalkan Windi yang mengusap keningnya.


Rupanya ada darah sedikit yang keluar dari luka goresan itu. Tak ingin membuang waktu, ia memilih segera menyelesaikan pekerjaan dan keluar dari kamar menakutkan itu.

__ADS_1


“Ini sudah konsekuensi yang aku harus terima. Semoga aku bisa menghadapi ini semua dengan baik.” Windi menatap pantulan wajahnya di depan cermin kala sudah berada di kamarnya sendiri.


Ini baru hari pertama ia bersama Mami Kely di rumah tanpa ada Tuan Arbi. Tapi kejadian satu ini sudah cukup membuat Windi harus berhati-hati kedepannya. Sebab ancaman tadi cukup membuatnya tahu bagaimana Mami Kely begitu tidak suka padanya.


__ADS_2